cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Perbandingan Laju Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii yang Dipelihara pada Media Horinet dan Media Longnet Chayani R, Dita Pramesti; Ruslaini, Ruslaini; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i1.15562

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas ekspor yang saat ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat pesisir, namun dalam kegiatan budidayanya menghadapi permasalahan dalam hasil pertumbuhan produksi bibit yang diperoleh. Olehnya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju pertumbuhan K. alvarezii yang dipelihara dengan menggunakan media berbeda yaitu horinet dan longnet, di Perairan Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan yaitu metode ikat dengan menggunakan media horinet dan media longnet. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik tiap minggu mengalami penurunan baik pada media horinet maupun longnet, nilai rata-rata diperoleh tertinggi pada pemeliharaan dalam media horinet 3,77% dan terendah pada longnet sebesar 3,30%. Sedangkan pertumbuhan mutlak dalam setiap minggu rata-rata tertinggi diperoleh untuk media horinet 74,95 g dan terendah pada media longnet diperoleh 58,3 g. Parameter yang berpengaruh secara signifikan terhadap pertunbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rumput laut  K. alvarezii yang dipelihara pada media horinet dan longnet adalah kecepatan arus. Sedangkan parameter yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah suhu, salinitas, pH, fosfat, nitrat.Kata Kunci: Kappaphycus alvarezii, Metode Horinet, Metode Longnet, Pertumbuhan, Laju Pertumbuhan Spesifik
Pengaruh Ukuran Inti yang Berbeda Terhadap Ketebalan Lapisan Mutiara Mabe (Pteriapenguin) di Perairan Soropia Desa Leppe Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Mohamad Asrul Husein; Yusnaini Yusnaini; Abdul Muis Balubi; Agus Kurnia; Indriyani Nur
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i1.20299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran inti yang berbeda terhadap ketebalan lapisan mutiara pada kerang yang diimplantasi. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Soropia, Desa Leppe, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara selama tiga bulan dimulai bulan Februari - Mei 2020. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan, yaitu Perlakuan A (Inti Mutiara berdiameter 12 mm), Perlakuan B (Inti mutiarab berdiameter 10 mm), Perlakuan C (Inti mutiara berdiameter 8 mm). Masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pengukuran ketebalan lapisan mutiara pada dua bagian mutiara, dan pengukuran kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketebalan lapisan mutiara pada bagian Base dan Top pada perlakuan C, dan B lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A. Ketebalan lapisan mutiara tertinggi diamati pada perlakuan A sebesar 0,52 mm (Base) dan 0,28 mm (Top). Ukuran inti tidak berbeda nyata terhadap ketebalan lapisan mutiara pada bagian Base dan Top untuk semua perlakuan.Kata kunci : Pteria penguin, ukuran inti, ketebalan lapisan mutiara dan kualitas air.
Uji Toksisitas dan Daya Tahan Ekstrak Bawang Hutan Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb. pada Pakan Munaeni, Waode
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i1.23603

Abstract

Bawang hutan Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb. pada organisme budidaya mampu berperan sebagai antibakteri dan imunostimulan. Namun, pemanfaatan ekstrak pada organisme budidaya perlu pengetahuan keaktifan dari senyawa ekstrak bawang hutan melalui uji toksisitas dan juga perlunya informasi uji daya tahan ekstrak pada pakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak bawang hutan dan uji daya tahan ekstrak pada pakan. Ekstraksi bawang menggunakan pelarut etanol 96%. Metode untuk uji toksisitas menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Konsentrasi ekstrak bawang hutan dibuat berseri yaitu 80 mg/mL, 40 mg/mL, 20 mg/mL, 10 mg/mL, 5 mg/mL, sedangkan kontrol tanpa ekstrak. Pakan yang digunakan untuk uji daya tahan adalah pakan yang telah diberikan ekstrak bawang hutan dosis 80 g/Kg pakan menggunakan meode coating dengan putih telur sebanyak 2% sebagai perekat kemudian direndam selama satu jam dalam wadah akuarium yang berisi air laut dan diaerasi. Selanjutnya dilakukan uji fitokimia pada pakan. Hasil uji BLST menunjukkan ekstrak bawang hutan memiliki LC50 sebesar 774 ppm. Nilai ini termasuk dalam kategori toksik. Hasil uji daya tahan pakan menunjukkan adanya perbedaan perubahan warna antara perlakuan dengan ekstrak dibandingkan dengan kontrol, sedangkan hasil identifikasi fitokimia menunjukkan masih ditemukannya senyawa flavonoid, quinon, steroid, dan triterpenoid, namun tidak ditemukan senyawa tanin. Dengan demikian, diperlukana metode yang tepat dari pemanfaatan ekstrak herbal yang diberikan melalui pakan untuk diaplikasikan oleh pembudidaya secara efektif dan juga efisien.Kata kunci: ekstrak, Eleutherine bulbosa, fitokimia, toksisitas.
PEMANFAATAN KEONG BAKAU (Telescopium telescopium) SEBAGAI BIOFILTER DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS AIR SECARA FISIK PADA MEDIA PEMELIHARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Wanti Wanti; Ruslaini Ruslaini; Abdul Rahman
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.17220

Abstract

ABSTRAK         Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemanfaatan (T.telescopium) sebagai biofilter dalam mempertahankan kualitasair air secara fisik pada media pemeliharaan ikan nila (O.niloticus). Keong bakau digunakan berukuran 11 g dan ikan nila 5 g. Keong bakau dan ikan nila dipelihara selama 30 hari dalam akuarium berukuran 35x40x35 cm berisikan air 42 liter. Perlakuan yang diterapkan adalah A (kontrol), B (10 keong bakau), C (15 keong bakau) dan D (20 keong bakau)  setiap unitnya berisikan 15 ekor ikan nila. Selama pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara adlibitum pagi dan sore hari. Rancangan digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai variabel TSS untuk perlakuan A,B,C dan D secara berurutan yaitu 1,52 mg/L, 1,25 mg/L, 0,99 mg/L, dan 0,77 mg/L. Nilai variabel TOM secara berurut adalah 3,85 mg/L, 2,88 mg/L, 1,96 mg/L, dan 1,78 mg/L. Variabel pertumbuhan mutlak organisme ikan nila masing-masing perlakuan secara berurutan adalah 17,22 ± 17,83g, 19,98 ± 19,15g, 20,52 ± 21,51g, dan 22,85 ± 23,05g dengan kelulushidupan 100% untuk semua perlakuan. Anova menujukkan bahwa variabel TSS tidak berpengaruh nyata antar perlakuan, namun pada variabel TOM memberikan pengaruh secara signifikan. Demikian terhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila tidak berpengaruh antar perlakuan. Pemberian keong bakau sangat layak digumakan sebagai biofilter pada kegiatan budidaya.Kata Kunci : keong bakau, Ikan nila, Pertumbuhan Mutlak, Kelangsungan Hidup.
Pengaruh Sumber protein berbeda pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus) Jarfin Jarfin; Agus Kurnia; Muhaimin Hamzah; Wellem H. Muskita; Oce Astuti
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.16186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung limbah ikan cakalang (TLI), tepung ikan (TI) dan tepung keong bakau (TKB)  dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (P. pelagicus) yang dipelihara pada keramba jaring apung. Tiga jenis pakan yaitu pakan A (26% TLI + 20 TI + 20% TKB), pakan B (20% TLI + 26 % TI + 20% TKB), dan pakan C (20% TLI + 20% TI + 26% TKB) diberikan pada benih rajungan selama 60 hari pemeliharaan. Sebanyak 60 ekor benih rajungan (bobot awal : 58,02±4,23 g) dipelihara dalam 12 wadah (3 ekor per wadah) dan diberi pakan dua kali sehari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM) ,panjang dan lebar karapaks,  laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup rajungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi sumber protein yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap PM, panjang karapaks, LPS dan kelangsungan hidup rajungan. PM rajungan berkisar 7,67-10,02 g, panjang karapaks berkisar 0,31-0,41 cm, lebar karapaks berkisar 0,31-0,39 cm, LPS berkisar 0,19-0,64% dan kelangsungan hidupnya 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung ikan, tepung limbah ikan cakalang dan tepung keong bakau dengan komposisi yang berbeda dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus)Kata kunci: Pakan formulasi, pertumbuhan, sumber protein berbeda, rajungan, Portunus pelagicus
Efek Pakan Tepung Limbah Ikan Cakalang, Kepala Udang Dan Keong Bakau Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Rajungan (Portunus pelagicus) Armin Armin; Agus Kurnia; Oce Astuti
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.15252

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah ikan cakalang (TLIC), tepung kepala udang (TKU) dan tepung keong bakau (TKB) dalam pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan di karamba jaring apung.  Pakan yang di buat terdiri dari tiga jenis yaitu:  26% TLIC + 20% TKU + 20% TKB (Pakan A), 20% TLIC + 26% TKU + 20% TKB (Pakan B) dan 20% TLIC + 20% TKU + 26% TKB (Pakan C) diberikan dua kali sehari selama 60 hari pemeliharaan. Sebanyak 24 ekor rajungan (bobot awal : 19,33 ± 4,29 g) ditempatkan kedalam 12 waring (dua ekor setiap waring) berukuran 45 cm × 45 cm × 100cm. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), panjang dan lebar karapaks dan tingkat kelangsungan hidup. PM rajungan tertinggi didapatkan pada kelompok rajungan yang diberi pakan yang mengandung 20% TLIC + 20% TKU + 26% TKB sebesar 32,93 g. LPS rajungan uji berkisar antara 0,20 – 1,45%, lebar dan panjang karapaks masing masing berkisar antara 0,28 – 0,32 cm dan 0,20 – 0,30 cm, dan tingkat kelangsungan hidup rajungan mencapai 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa  20% TLIC + 20% TKU + 26% TKB dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan yang dipelihara dalam karamba jaring apung.Kata Kunci: Tepung kepala ikan cakalang, tepung kepala udang, tepung keong bakau, Rajungan.
Subtitusi Minyak Ikan Dengan Minyak Jagung Dalam Pakan Terhadap Efisiensi Pakan Dan Pertumbuhan Juvenil Rajungan (Portunus pelagicus) Yang Dipelihara Dalam Sistem Resirkulasi Friska Pattricya Noya; Muhammad Idris; Oce Astuti; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i3.19399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi minyak ikan (MI) dengan minyak jagung (MJ) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih rajungan (P. pelagicus). Tiga jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi MI dengan MJ yang terdiri atas : Pakan A (6% MI + 0%MJ), Pakan B (3% MI + 3% MJ), dan Pakan C (2% MI + 4% MJ). Sebanyak 36 ekor benih rajungan (bobot awal rata-rata : 39,31±2.20 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (3 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×50×40 cm. Rajungan diberi pakan  2 kali sehari (17.00 dan 22.00 WITA)  dengan dosis 10%  dari bobot tubuh  selama 60 hari pemeliharaan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi MI dengan MJ dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsumsi pakan, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak.namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, dan tingkat kelangsungan hidup rajungan. Pertumbuhan mutlak rata-rata yang diperoleh pada penelitian ini berkisar 1,25-2,46 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,0005-0,00101 %, konsumsi pakan tertinggi diperoleh sebesar 625,68 g, rasio konversi pakan sebesar 187,41, efisiensi pakan 0,85 %, dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 75,00-91,67 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian 3% minyak ikan dan 3% minyak jagung dalam pakan buatan menghasilkan pertumbuhan, efisiensi pakan dan kelangsungan hiduptertinggi juvenil rajungan (P. pelagicus) pada pemeliharaan system resirkulasi Kata Kunci: Juvenil, Rajungan P. pelagicus, Minyak Ikan, Minyak Jagung
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG MIKROALGA Chlorella vulgaris PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Yusran Yusran; Wa Iba; La Ode Baytul Abidin; Muhaimin Hamzah; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.24881

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, kelangsungan hidup, efisiensi pakan dan retensi protein kepiting bakau (Scylla serrata) yang diberi pakan komersial dengan substitusi tepung mikroalga C. vulgaris (TMCv). Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu substitusi pakan komersil dengan 0, 25, 50, 75, dan 100% TMCv. Kepiting bakau dengan berat awal berkisar pada 70-90 gram dipelihara selama 45 hari dengan kepadatan 1 ekor/ruang. Parameter yang diukur adalah tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, dan kualitas air. Tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau adalah 100% pada semua perlakuan.  Laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, dan  efisiensi pakan kepiting bakau menunjukkan hasil yang lebih baik pada perlakuan pakan 100% TMCv dibandingkan dengan pakan 0, 25, 50, 75% TMCv. Perlakuan 0% TMCv atau pakan komersil 100% mendapatkan nilai terendah dari seluruh parameter yang diamati. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pemberian pakan 100% TMCv sangat efisien dibandingkan dengan menggunakan pakan komersial atau pakan substitusi TMCv untuk pertumbuhan kepiting bakau. Kata kunci: Chlorella vulgaris, kepiting bakau, pertumbuhan
Penggunaan Tanaman Lamtoro (Leucaena leucoephala), Gamal (Gliricidia sepium), Dan Asam Jawa (Tamarindus indica) Sebagai Media Tumbuh Detritus Dan Plankton Sebagai Media Pakan Alami Teripang Pasir (Holothuria scabra Jaeger) Yang Dibudidayakan Di Perairan Pantai Desa Wawobungi Kab. Konawe Saputra, Randi Ade; Patadjai, Rahmad Sofyan; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v5i4.11585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup teripang pasir (H. scabra Jaeger) yang dipelihara dengan menggunakan rumpon kolekor menggunakan tanaman yang berbeda.  Rumpon tersebut diduga akan berfungsi sebagai substrat untuk pertumbuhan diatom bentik dan detritus lain sebagao pakan teripang pasir. Tanaman yang dipakai adalah lamtoro, gamal dan asam jawa dan yang diguankan adalah batang, ranting and daun tanaman tersebut.  Desain penelitian adalah desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan plankton tertinggi sebesar 10 sel.mL-1 di peroleh pada perlakuan lamtoro. Penggunaan lamtoro, gamal dan asam jawa sebagai rumpon memberikan respon yang berbeda terhadap pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup teripang pasir.    Pertumbuhan mutlak tertinggi didapat pada rumpon gamal 83,05 g diikuti dengan rumpon lamtoro 46,38 g dan rumpon  asam jawa sebesar 30,51 g. Tingkat kelangsungan hidup teripang pasir mulai dari 64,52%.pada perlakuan asam jawa diikuti dengan perlakuan lamtoro 80,00% dan tertinggi pada rumpon gamal sebesar 93,10%.  Perbedaan jenis rumpon yang digunakan menunjukkan respon yang tidak berbeda nyata terhadap Laju Pertumbuhan Spesifik.  Laju pertumbuhan spesifik teripang pasir mulai dari 0,91% pada perlakuan asam jawa diikuti dengan perlakuan lamtoro 1,21% dan gamal 1,69%.  .  Kata Kunci: Rumpon, Lamtoro (L. Leucoephala), Gamal (G.  Sepium), Asam Jawa (T. Indica).
Studi Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Yang Diberi Pakan Keong Bakau Dan Keong Mas Segar Yang Dipeliharan Pada Sistem Sirkulasi Jumarlin, Jumarlin; Kurnia, Agus; Astuti, Oce; Yusnaini, Yusnaini; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.15245

Abstract

Studi Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Yang Diberi Pakan Keong Bakau (Telescopiumtelescopium) Dan Keong Mas (Pomaceacanaliculata) Segar Yang Dipeliharan Pada Sistem Sirkulasi.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi pertumbuhan kepiting bakau (scylla serrata) yang diberi pakan keong bakau dan keong mas segar yang dipelihara pada sistem sirkulasi. Penelitian ini menggunakan 3 jenis pakan segar yakni keong bakau (Pakan A), perlakuan B keong mas (Pakan B) dan campuran antara keduannya (keong bakau dan keong mas) sebagai pakan C. Sebanyak 18 ekor kepiting bakau (bobot awal 60-90 gram) ditempatkan ke dalam 18 bua wadah plastik dan dipelihara menggunakan sistem resirkulasi. Kepiting bakau diberi pakan sebanyak 2 kali sehari ( jam 8.00 dan 17.00) sebanyak 10% dari bobot tubuh selama 60 hari pemeliharaan. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), panjang dan lebar karapaks, serta tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pakan segar yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak kepiting uji berkisar antara 14,83-29,33 gram, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,26-0,49%, panjang karapaks berkisar 0,37-0,52 cm, lebar karapaks 0,27-0,55 cm dan tingkat kelangsungan hidup berkisar 83,33-100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian pakan keong bakau segar, keong mas segar dan campuran keduanya dapat meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau (S. Serrata) yang dipelihara pada sistem sirkulasi.Kata Kunci : Kepiting Bakau, Pertumbuhan, Sintasan, Keong Bakau Dan Keong Mas.