cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Potensi Pengobatan Ekstrak Daun Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus) pada Ikan Lele (Clarias gariepinus) yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila La Ode Baytul Abidin; Indriyani Nur; Muhaimin Hamzah
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i3.26557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penggunaan ekstrak daun tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dalam mengobati ikan lele (Clarias gariepinus) yang terinfeksi baktreri Aeromonas hydrophila.  Penelitian ini mengaplikasikan perlakuan perendaman ikan terinfeksi penyakit ke dalam ekstrak daun kumis kucing pada konsentrasi 1, 2, dan 3 ppt serta kontrol atau tanpa perendaman ekstrak tersebut. Parameter yang diukur adalah prevalensi, tingkat kelangsungan hidup, persentase hematokrit, dan jumlah leukosit. Perlakuan perendaman ekstrak daun kumis kucing pada dosis 2 ppt memberikan hasil terendah pada parameter prevalensi dan memberikan hasil tertinggi pada tingkat kelangsungan hidup, persentase hematokrit tertinggi serta signifikan dibandingkan perlakuan lainnya. Pengamatan pada jumlah leukosit menunjukkan dampak perlakuan yang tidak signifikan antar seluruh perlakuan namun nilainya lebih tinggi dibandingkan kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan perendaman ekstrak daun kumis kucing dosis 2 ppt merupakan dosis terbaik untuk mengendalikan penyakit infeksi bakteri A. hydrophila yang menginfeksi ikan lele. Kata kunci: Orthosiphon stamineus, Aeromonas hydrophila, Clarias gariepinus
Evaluasi Tepung Bulu Seribu (Acanthaster planci) sebagai Kandidat Bahan Pakan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) muhammad safir; Novalina Serdiati; Kasim Mansyur; Fadly Y. Tantu
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.28133

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan berbahan baku tepung bulu seribu (Acanthaster planci) sebagai bahan baku pakan untuk udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pakan yang diujikan adalah pakan dengan penambahan tepung bulu seribu (A. planci), dan tanpa penambahan tepung bulu seribu (A. planci) (kontrol) dalam formulasi pakan. Kandungan protein kedua pakan uji adalah sama (35%). Parameter yang diamati yakni kualitas kimia (kandungan nutrien pakan), kualitas fisik (homogenitas bahan, kecepatan tenggelam, kecepatan pecahdan tingkat kekerasan pakan), dan kualitas biologi (daya pikat) pakan. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa pakan dengan penambahan tepung bulu seribu (A. planci) memiliki kualitas kimia pakan relatif sama (kadar protein), kadar lemak, dan kadar bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) lebih tinggi, serat kasar dan kadar abu yang lebih rendah dari pakan kontrol. Kualitas fisik pakan meliputi tingkat homogenitas dan kecepatan pecah pakan relatif sama, sedangkan kecepatan tenggelam dan tingkat kekerasan pakan lebih tinggi pada pakan dengan penambahantepung bulu seribu (A. planci). Kualitas biologi (daya pikat) pakan lebih cepat pada pakan dengan penambahan tepung bulu seribu (A. planci). Kesimpulan, penambahan tepung bulu seribu (A. planci) sebagai bahan baku pakan udang vannamei (L. vannamei) memberikan kualitas kimia, fisik, dan biologi pakan yang lebih tinggi dibandingkan pakan tanpa penambahan tepung bulu seribu (A. planci).Kata kunci: Acanthaster planci, aroma, asam amino, bahan baku, pertumbuhan, protein pakan. 
Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Yang Diberi Pakan Segar Keong Bakau (Telescopium telescopium) Dan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Dalam Sistem Resirkulasi Rahmawati Rahmawati; Abdul Rahman
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i3.24812

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas ekspor yang bernilai cukup tinggi sehingga teknologi pembudidayaannya yang berkelanjutan seperti kontinyuitas pakannya sangat perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pakan segar keong bakau dan keong mas dalam pemanfaatan sumber pakan pada budidaya rajungan dengan media sistem resirkulasi. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 kelompok ulangan. Perlakuan berupa pakan segar keong bakau (Pakan A), keong mas (Pakan B) dan kombinasi pakan keong bakau+keong mas (Pakan C) yang diberikan selama 42 hari pemeliharaan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan spesifik (LPS), pertumbuhan mutlak (PM), panjang karapas (PK), lebar karapas (LK) dan kelangsungan hidup (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata LPS berkisar antara 1,10-1,36%, PM 6,69-8,89 g, PK 0,25-0,53 cm, LK 0,97-1,28 cm dan SR 33,33-46,67%. Hasil analisis sidik ragam pada parameter terukur tersebut bahwa pakan segar keong bakau dan pakan segar kombinasi keong bakau+mas tidak berbeda nyata namun keduanya berbeda nyata dengan pakan segar keong mas terhadap LPS, PM, dan LK, sedangkan terhadap PK dan SR tidak berbeda nyata. Tingkat kesukaan terhadap jenis makanan dan kandungan nutrisi masing-masing pakan uji menjadi penyebab perbedaan hasil analisis parameter biologi rajungan pada kedua jenis pakan segar tersebut. Pakan kombinasi kedua jenis pakan segar sangat potensial mendukung  pengembangan budidaya rajungan dalam wadah dengan sistem resirkulasi.Kata kunci : pakan segar, keong bakau, keong mas, Portunus pelagicus,, resirkulasi.
Pengaruh Kombinasi Tepung Wortel dan Tepung Jagung pada Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan dan Gambaran Darah Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio L) Suaida Ramli Ramli Idha; Wellem H. Muskita; Muhammad Idris; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i3.26612

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung wortel dan tepung jagung pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan gambaran darah Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio L). Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan Koi diberi pakan dengan tiga pakan formulasi dan satu  pakan komersil sebagai pakan kontrol selama 60 hari pemeliharaan. Tiga pakan formulasi mengandung 10% tepung wortel (pakan A), 10% tepung jagung (pakan B), dan 5% tepung wortel + 5% tepung jagung (pakan C), dan pakan komersil (pakan D) diberikan pada Ikan Koi sebanyak dua kali sehari dengan dosis 5% bobot tubuh. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, total leukosit, dan total eritrosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan yang telah diberikan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup, total leukosit dan total eritrosit. Pertumbuhan mutlak rata-rata Ikan Mas Koi berkisar antara7,40–11,63 g, rasio konversi pakan berkisar antara 4,94–7,82 g, efisiensi pakan berkisar antara 12,78-20,33 %, total leukosit berkisar antara 0,99-1,03×105sel.mm-3, total leukosit berkisar antara 6,00-9,30×105sel.mm-3. Kata kunci: Gambaran Darah, Ikan Koi, Pertumbuhan, Tepung Jagung, Tepung Wortel
Perbandingan Laju Pertumbuhan Anakan Ujung Thallus Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum Hasil Seleksi Klon yang Dipelihara pada Boxnet Ariskanti Ariskanti; Abdul Rahman; Ma’ruf Kasim
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.24833

Abstract

Bagian anakan ujung thallus pada rumput laut merupakan bagian yang tercepat pertumbuhannya dibanding dengan bagian tengah dan bagian pangkal thallus. Seleksi klon juga merupakan metoda bertahap dalam mendapatkan populasi klon rumput laut yang memiliki pertumbuhan tercepat dan relatif seragam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju pertumbuhan hasil seleksi klon thallus K. alvarezii dan E. denticulatum  yang dipelihara dalam wadah terproteksi boxnet. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 - Januari 2020, di Perairan Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Menggunakan bagian ujung dari masing-masing thallus hasil seleksi klon rumput laut K. alvarezii dan E. denticulatum sebagai bibit. Berat awal masing-masing bibit jenis rumput laut tersebut adalah  20 g per rumpun yang selanjutnya dipelihara dalam boxnet selama 35 hari dengan rancangan acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati yaitu laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, parameter kualitas air dan hubungan laju pertumbuhan spesifik rumput laut dengan parameter kualitas lokasi perairan budidaya. Hasil penelitian mununjukan bahwa rata-rata LPS E. denticulatum 2.65%.hari-1 sedangkan K. alvarezii 1.80%.hari-1. Pertumbuhan Mutlak E. denticulatum yakni sebesar 30.89 g, sedangkan K. alvarezii 14.00 g. Parameter kualitas air yang diperoleh yakni suhu 28-30°C, salinitas 34-35 ppt, kecerahan 100%, arus 0.11-0.16 m.s-1, pH 7, nitrat 0.025-0.035 mg.l-1 dan posfat 0.007-0.017 mg.l-1. Paramater kualitas air yang berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan spesifik rumput laut baik pada K. alvarezii maupun pada E. denticulatum adalah suhu (X1), salinitas (X2), nitrat (X5) dan fosfat (X6). Parameter kualitas lainnya yaitu kecepatan arus (X3) dan pH (X4) keduanya tidak berpengaruh nyata.Kata Kunci : Kappaphycus alvarezii, Eucheuma denticulatum, seleksi klon, pertumbuhan, boxnet.
Studi Pertumbuhan Ikan Kuwe (Caranx sp) Yang Diberi Pakan Kepiting Hermit, Cacing Laut Dan Tiram Darfin Darfin; Rahmad Sofyan Patadjai; Abdul Muis Balubi
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i3.24832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan kelomang, cacing laut, dan tiram terhadap pertumbuhan ikan kuwe (Caranx sp.). Perlakuan pada peneltian ini yaitu pemberian pakan kelomang (A), pakan cacing laut (B), dan pakan tiram (C). Ikan kuwe sebanyak 63 ekor ditebar ke dalam 9 unit keramba jaring apung (7 ekor/wadah) yang berukuran 1m×1m×1,20m dan lama pemeliharaan 90 hari. Ikan uji diberikan pakan sebanyak 2 kali sehari (08.00 pagi dan 17.00 sore WITA) dengan presentase pemberian pakan 5% dari bobot tubuh ikan. Hasil penelitian pertumbuhan mutlak tertinggi didapatkan pada ikan kuwe dengan perlakuan A sebesar 72,99±5,8 g, diikuti oleh pemberian perlakuan B dan C masing-masing sebesar 41,80+4,5 g, dan 24.30+5,3 g sedangkan laju pertumbuhan spesifik ikan kuwe pada perlakuan A t-10 sebesar 3,87±1,9% diikuti perlakuan B dan C yang mencapai presentase sebesar 2,52±1,2% dan 1,65±1,02%. Rasio konversi pakan pada ikan kuwe yang diberikan perlakuan A sebesar 6,05±1,4 g diikuti oleh perlakuan B dan C yang mencapai 9,32±1,9 g dan 18,79±10,3 g. Esfisiensi pakan ikan kuwe pada perlakuan A mencapai 17,16±4,04% diikuti perlakuan B sebesar 11,06±2,3%, dan terendah pada perlakuan C sebesar 6,34±2,8%. Kelangsungan hidup ikan kuwe pada perlakuan A yaitu 85,71±0% diikuti perlakuan B dan C yaitu 71,43±0% dan 53,38±8,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pakan kelomang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan efisiensi pakan.Kata kunci : Ikan kuwe, pakan alami, pertumbuhan
Pengaruh Penambahan Alginat Dalam Pakan Terhadap Performa Pertumbuhan Dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Luky Mudiarti; Desti Setiyowati; Nurcahyo Kursistiyanto; Noor Alimin
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v8i1.28413

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak alginat terhadap tingkat konsumsi pakan, efisiensipemanfaatan pakan, pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik udang vaname. Rancangan digunakan dalampenelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan (A) 0 gAlginat/kg pakan, (B) 1 g Alginat/kg pakan (C) 2 g Alginat/kg pakan. Masing-masing pakan uji ditambahkanmultivitamin 1 g/kg pakan dan progol 2 g/kg pakan. Udang vaname (L. vannamei) digunakan berukuran 10 g ± 0,5 g,padat tebar 15 ekor/150 l dalam wadah kontainer volume 200 l. Kegiatan penelitian dilakukan selama 35 hari. Pakandiberikan sebanyak 5% biomassa udang vaname. Pakan diberikan sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati meliputisuhu, pH, DO, salinitas, TKP, SGR dan EPP. Analisis uji statistik menggunakan one way anova dan uji lanjut tukey.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air masih dalam rentang optimal. Hasil uji statistik yang didapatkan padasaat penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang di suplementasi alginat berbeda konsentrasi berpengaruhnyata (P<0,05) terhadap tingkat konsumsi pakan (TKP), laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan efisiensi pemanfaatanpakan (EPP). Perlakuan C dengan dosis alginat (2 g/kg pakan) merupakan dosis terbaik untuk TKP, SGR dan EPP udangvaname.Kata Kunci: Pakan; alginate; udang vaname (L. vannamei); pertumbuhan 
Pengaruh Penambahan Tepung Buah Pepaya Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Handika Sutama; Abdul Rahman; Ruslaini Ruslaini
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v8i1.29870

Abstract

Pakan merupakan faktor penentu pertumbuhan dan merupakan biaya yang terbesar dalam produksi yaitu sekitar 6070%dari total biaya produksi. Namun kendala yang sering dihadapi dalam pembuatan suatu pakan adalahketersediaan bahan baku pakan yang masih relatif mahal dan kebanyakan masih di impor. Oleh karena itu diperlukanpakan alternatif yang murah, berkualitas dan mudah didapatkan untuk menekan biaya pakan. Kandungan gizi yangterdapat dalam buah papaya yang sudah lewat matang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai pakan alternatif dansumber nabati yang perlu dicoba sebagai campuran pada pakan ikan. Namun pemanfaatan buah papaya sebagai bahanpakan terkendala pada kandungan protein yang rendah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkankandungan protein pada buah papaya adalah dengan fermentasi menggunakan khamir saccharomyces cerevisiae.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung papaya terfermentasi dalam pakan terhadappertumbuhan, rasio konversi pakan, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan mas. Hewan uji yang digunakanadalah ikan mas berukuran 1-3 g dan dipelihara selama 40 hari. Wadah pemeliharaan yang digunakan berukukuran35×35×40 cm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3ulangan yakni perlakuan A (Pakan buatan + 0% Tepung Pepaya Fementasi); Perlakuan B (Pakan buatan + 5% TepungPepaya Fermenyasi); Perlakuan C (Pakan buatan + 10% Tepung Pepaya Fermentasi) dan Perlakuan D (Pakan buatan+ 15 Tepung Pepaya Fermentasi). Hasil pemeliharaan menunjukkan bahwa pakan buatan dengan penambahan tepungpapaya fermentasi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan,efesiensi pakan dan kelangsungan hidup pada pemeliharaan ikan mas. Kata Kunci : Ikan mas, Pakan, Pepaya, Fermentasi, Saccharomyces cerevisiae 
Pengaruh Pakan Rumput Laut Segar Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Baronang Lingkis (Siganus canaliculatus) (Park, 1797) Agus Riano; Ruslaini Ruslaini; Abdul Muis Balubi
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.29861

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan dan efisiensi pakan ikan baronang lingkis dengan peemberian pakan rumput laut segar yang dipelihara pada karamba jaringapung. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret sampai bulan Mei 2020. Pemeliharaan benih ikan baronang dilakukandalam Karamba Jaring Apung (KJA) di Desa Wawobungi, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, ProvinsiSulawesi Tenggara. Pakan yang digunakan pada penelitian ini berupa rumput laut segar jenis Gledium sp (perlakuanA), Sargassum sp (Perlakuan B) dan Padina sp (perlakuan C). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 3 kelompok. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan bobot mutlak,pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidupikan baronang. Hasil penelitan menunjukan bahwa rata-rata pertumbuhan bobot tertinggi dihasilkan pakan Gelidiumsp (perlakuan A) yaitu 58,7 g, pertumbuhan panjang 23,31 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,60 %, rasio konversi pakan13,82 g, efisiensi pakan 7,52%, kelanngsungan hidup ikan baronang 88,89%. Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa pakan rumput laut segar jenis Gelidium sp dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsunganhidup ikan baronang yang dipelihara pada keramba jarring apung.Kata Kunci : Gledium, Sargassum, Padina, Pertumbuhan, Kelangsungan hidup, Ikan Baronang 
Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diberi Pakan Bersinbiotik, Prebiotik Bawang Hutan (Eleutherine bulbosa) pada Level Probiotik EM4 yang Sama Wa Ode Mutia Indah; Wellem H. Muskita; Muhammad Idris
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.26960

Abstract

Bawang hutan (Eleutherine bulbosa) mengandung senyawa metabolit sekunder yakni alkaloid, glikosida, flavanoid,fenolik, steroid, dan tanin yang merupakan sumber biofarmaka. Senyawa flavanoid memiliki sifat antioksidan sebagai penangkap radikal bebas karena mengandung gugus hidroksil yang bersifat sebagai redukstor dan dapat bertindak sebagai donor hydrogen terhadap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan bersinbiotik, prebiotik bawang hutan (TBH) pada level probiotik EM4 yang sama terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan nila. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf dan 3 ulangan yaitu Perlakuan A (0 TBH + 15 ml EM4), Perlakuan B (7,5% TBH + 15 ml EM4), Perlakuan C (10% TBH + 15 ml EM4) dan Perlakuan D (12,5% TBH + 15 ml EM4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TBH dalam pakan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak tapi tidak berpengaruh nyata terhadap efisiensi pakan ikan nila. Pertumbuhan mutlak tertinggi didapatkan pada ikan nila yang diberi pakan C sebesar 2,85 ± 0,26 g disusul pakan D, pakan B, dan pakan A masing - masing sebesar 2,56 ± 0,31 g ; 1,93 ± 0,38 g dan 1,47 ± 0,47 g. nilai efisiensi pakan ikan nila pada penelitian ini berkisar antara 5,99 ± 1,91% - 8,04 ± 0,22%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung bawang hutan 10% + 15 ml EM4 memberikan pengaruh nyataterhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat konsumsi pakan, tetapi tidak berpengaruh terhadap rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan nila.Kata Kunci : Ikan nila, tepung bawang hutan, efisiensi pakan dan pertumbuhan mutlak