cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Pengaruh Lama Pemberokan yang Berbeda Sebelum Transportasi Terhadap Kelulushidupan dan Glukosa Darah Ikan Capungan Banggai (Pteropogon kauderni Walter Kaudern) Harmin, Harmin; Nur, Indriyani; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.17029

Abstract

Tingkat mortalitas yang cukup tinggi masih menjadi masalah dalam pengangkutan ikan hias hidup.  Salah satu faktor yang mempengaruhi stress dan mortalitas ikan adalah pemberokan sebelum transportasi dilakukan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemberokan yang berbeda sebelum transportasi terhadap kelulushidupan dan glukosa darah ikan capungan (P. kauderni). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan pemberokan yakni 0, 12 , 24 dan 36 jam dengan 2 ulangan untuk setiap perlakuan.  Hewan uji yang digunakan adalah ikan dengan panjang rata-rata 4.0 ± 1.0 cm dan berat rata-rata  4.0 ± 1.0 g. Total hewan uji yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah 64 ekor (5 ekor/akuarium). Setelah pemberokan ikan diangkut selama 3 jam dengan jarak tempuh 76 km.  Parameter yang diamati yaitu glukosa darah dan tingkat kelangsungan hidup setelah transportasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa lama pemberokan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap glukosa darah ikan capungan banggai setelah transportasi namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup. Glukosa darah terendah ditemukan pada ikan dengan lama pemberokan 12-24 jam. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan yang diberikan yakni 100%.  Penelitian ini menunjukkan bahwa masa pemberokan terbaik yakni 12-24 jam untuk jarak transportasi pendek sampai dengan 76 km. Kata kunci: stress, pemberokan, capungan Banggai, transportasi
Perbandingan Laju Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii yang Dipelihara dengan Longnet dan Wallnet di Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau Husain, La Ode Kadir; Ruslaini, Ruslaini; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.15570

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu jenis komoditas unggulan perikanan budidaya Indonesia dengan nilai ekonomi  yang kompetitif baik di pasar domestik maupun pasar luar negeri. Salah satu jenis rumput laut yang banyak dikembangkan masyarakat pesisir adalah spesies Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii yang dipelihara dengan media longnet dan wallnet. Penelitin ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2019 yang bertempat di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Berat bibit awal rumput laut yaitu 20 g dengan 20 ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t (Independent sample t-test) Hasil penelitian menunjukan laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii pada perlakuan longnet memiliki laju pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata 6,37%/hari, 5,20%/hari, 4,58%/hari, 4,14%/hari, 3,80%/hari, 3,52%/hari sedangkan pada perlakuan wallnet memiliki laju pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata, yaitu 7,43%/hari, 5,73%/hari, 4,77%/hari, 4,02%/hari, 3,63%/hari, 3,31%/hari. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukan bahwa perlakuan yang digunakan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik rumput laut K. alvarezii antara media longnet dan media wallnet.Kata Kunci: Kappaphycus alvarezii, metode longnet, metode wallnet, laju pertumbuhan spesifik, pantai Lakeba
Optimalisasi Waktu Pengukusan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pakan Untuk Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Lumbessy, Salnida Yuniarti; Heriansyah, Andy; Lestari, Dewi Putri
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i1.22485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengukusan tepung daun kelor (M. oleifera) yang optimum sebagai bahan baku pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus). Penelitian dilaksanakan selama 50 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri atas 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diujicobakan adalah lama pengukusan pakan yang berbeda, yaitu: P1 (30 menit) (kontrol), P2 (40 menit), P3 (50 menit). Parameter penelitian yang diukur meliputi pertumbuhan berat dan panjang mutlak, laju pertumbuhan berat dan panjang spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup.. Data dianalisa menggunakan sidik ragam (Anova) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasill penelitian menunjukkan bahwa kisaran rata-rata pertumbuhan berat mutlak antara 11,46±0,40 – 13,84±1,02 g, laju pertumbuhan berat spesifik antara 1,96±0,04 - 2,21±0.10 %, pertumbuhan panjang mutlak antara 3,02±0,44 -4,21±0,52 cm, laju pertumbuhan panjang spesifik antara 0,74±0,09 -0,97±0,10 %, nilai efisiensi pakan antara 67,53±1,62 -74,99± 3,81 %, rasio konversi pakan (FCR) antara 1,34±0,07 – 1,48± 0,08, dan nilai survival rate antara 80±7,07 – 88±8,37 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pengukusan 40 menit memberikan pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan berat spesifik ikan nila yang terbaik, yaitu berturut-turut 13,83±1,02 g dan 2,21±0.10 %. Kata kunci : Daun kelor;ikan nila ; pakan ;  pengukusan.
Pengaruh Pemberian Pakan Buatan Berbasis Tepung Lamun Dan Fermentasi Ampas Kelapa Pada Kombinasi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Sintasan Teripang Pasir (Holothuria scabra Jaeger) Saputra, Muh. Ari; Nur, Indriyani; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i1.15261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa formula pakan berbasis tepung lamun dan fermentasi ampas kelapa terhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup teripang pasir. Tiga jenis pakan diujicobakan, yaitu pakan dengan kombinasi beberapa dosis tepung lamun dan fermentasi ampas kelapa, sedangkan pakan kontrol adalah bersumber dari kompos. Pakan kontrol adalah bentik yang dirangsang pertumbuhannya dengan kompos kotoran ayam. Teripang pasir yang digunakan berbobot 7-60 g sebanyak 60 ekor, 5 ekor per wadah pemeliharaan. Benih teripang diberi pakan uji sekali dalam sehari pada sore hari. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok terdiri atas empat perlakuan pakan dan tiga ulangan. Percobaan berlangsung selama 45 hari. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan pemberian pakan buatan berbasis tepung lamun dan fermentasi ampas kelapa memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan hari ke-45, namun memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik pada hari ke-15 dan 30 serta tingkat kelangsungan hidup. Benih teripang pasir yang diberi pakan kontrol menghasilkan pertumbuhan mutlak tertinggi (6,90 g). Laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,13-0,71%. Sementara tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 66,67-93,33%. Kesimpulan yang daat ditarik pada penelitian ini bahwa diduga teripang pasir tidak dapat memanfaatkan pakan buatan dengan baik dibanding dengan pakan kontrol berupa bentik.Kata kunci: pertumbuhan, lamun, fermentasi ampas kelapa, teripang pasir, Holothuria scabra.
Subtitusi Minyak Ikan Dengan Minyak Kelapa Tradisonal Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus) Agus Kurnia; Oce Astuti; Muhaimin Hamzah; Indriyani Nur; Yusnaini Yusnaini; Siti Manfus
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v5i4.21088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respon pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan yang diberi pakan yang mengandung komposisi substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak kelapa tradisional (MKT) yang berbeda dalam pakan.Tiga jenis pakan rajungan dibuat dengan komposisi substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional yaitu 4%MI+2%MKT(pakanA), 3%MI+3%MKT(pakanB), 2%MI+4%MKT(pakanC). Sebanyak 36ekor rajungan (bobot tubuh awal:53.653.23g) disebar kedalam 12 akuarium (3ekor per akuarium)dan dipelihara selama 45 hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari pada jam 07.00 pagi-19.00 malam. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak(PM),laju pertumbuhan spesifik(LPS),panjang lebar karapas,konsumsi pakan(KP),efisiensi pakan(EP),rasio konversi pakan(RKP)dantingkat kelangsungan hidup. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perbedaan komposisi substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional dalam pakan memberikan respon yang sama terhadap pertumbuhan mutlak,laju pertumbuhan spesifik,panjang dan lebar karapas,konsumsi pakan,rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup rajungan. Pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rajungan yang diberi pakan uji berkisar antara 3,34g-59,7g dan 0.09%-0,21%.Efisiensi pakan dan rasio konversi pakan rajungan yang diberi pakan uji berkisar antara1,97g-3,11g dan55,05-33,36.Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional dalam pakan dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan  dan kelangsungan hidup rajungan.Kata Kunci: Minyak Kelapa Tradisonal, minyak ikan, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup, Rajungan.
Perbandingan Pertumbuhan Benih Hasil Perkawinan Ikan Nila Merah Dengan Nila Hitam (Oreocheromis niloticus) Masirudin, La Ode; Yusnaini, Yusnaini; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v5i2.15637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan benih hasil perkawinan ikan nila merah dengan nila hitam (oreocheromis niloticus). Penelitian ini telah dilaksanakan pada  bulan September sampai November 2019 di PKBI (Pondok Kewirausahaan Budidaya Ikan) Anduonohu selama 45 hari. Perlakuan dalam penelitian ini adalah A : nila merah jantan>< nila hitam betina  B : nila merah betina >< nila hitam jantan C : nila hitam jantan  >< nila hitam betina , sedangkan parameter yang diamatia dalam penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan B :nila merah betina >< nila hitam jantan lebih unggul dibandingkan dengan perlakuan lainnya yakni pertumbuhan mutlak: 1,67± 0,46 g, laju pertumbuhan spesifik: 7,60 ± 0,54 % /hari dan tingkat kelangsungan hidup: 100%. Dapat disimpulkan bahwaperkawinan nila merah betinah dan nila  hitamjantan memiliki pertumbuhan mutlak yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainyaKata Kunci : Pertumbuhan, Larva Nila Hitam, Larva Nila Merah
Pengaruh Pemberian Vitamin dan Lysin pada Pakan terhadap Gonad Lobster Air Tawar Capit Merah (Cherax quadricarinatus) Emand Syapriawan Tolanamy; Agusrinal Agusrinal; Ryan Septiantoro
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.24770

Abstract

Lobster membutuhkan nutrisi pada pakan dalam bentuk energi dan asam amino esensial yang cukup, asam lemak essensial, spesifik vitamin dan mineral sehingga bisa memacu pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan pada gonad dan hepatopankreas lobster air tawar yang diberi makan dengan pakan yang mengandung  vitamin dan lysin.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan indukan lobster air tawar (LAT) sebanyak 12 ekor jantan dan 36 ekor betina yang dipelihara pada kolam berukuran 200 cm x 300 cm x 30 cm dan diberi pakan dengan pakan udang komersial.  Vitamin yang digunakan yaitu Vitamin C dan E sedangkan lysin yang digunakan yaitu L-lysine HCL. LAT dipelihara dengan 4 perlakuan yakni Perlakuan A (kontrol, pakan komersial tanpa penambahan apapun), Perlakuan B (pakan komersial ditambah dengan 500 mg lysin/kg pakan), Perlakuan C (pakan komersial ditambah dengan 500 mg vitamin/kg pakan) dan Perlakuan D ( pakan komersial ditambah dengan 250 mg lysin dan 250 mg vitamin/kg pakan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai GSI tertinggi pada perlakuan D berkisar antara 2,144285 – 4,405363 dan yang terendah pada perlakuan C berkisar antara 0,86478 – 2,397525. Nilai HSI tertinggi pada Perlakuan D berkisar antara 5,67044696 – 6,8977591 dan yang terendah pada perlakuan  C yaitu berkisar antara 2,96450151 – 3,05737542. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian 250 mg vitamin dan 250 mg lysin pada pakan dapat mempercepat kematangan gonad LAT secara optimal sehingga bisa meningkatkan produktivitas budidaya LAT capit merah.Kata Kunci: gonad; lobster air tawar capit merah; lysin; vitamin
Performa Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Sidat Kembang (Anguilla marmorata) Yang Dipuasakan Dengan Interval Waktu Berbeda Husni Dilla Astari; Agus Kurnia; Muhammad Idris
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.24527

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat kembang (A.marmorata) yang dipuasakan dengan interval waktu berbeda. Empat jenis interval waktu pemuasaan ikan sidat kembang dalam penelitian ini yaitu Tanpa Pemuasaan (A), Pemuasaan 4 Hari (B), Pemuasaan 6 Hari (C) danPemuasaan 8 Hari (D). Sebanyak 48 ekor ikan sidat yang dimasukan kedalam 12 bak beton (4 ekor/wadah) yang berukuran 200 × 100 × 80 cm yang dipelihara selama 45 hari. Ikan uji diberi pakan keong mas sebanyak 2 kali sehari (08.00 dan 16.00 WITA) dengan dosis sebanyak 15% bobot biomassa ikan. Parameter yang diamati yaituPertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH). Hasil penelitian menunjukan bahwa PM tertinggi didapatkan pada sidat kembang dengan perlakuan A sebesar 4,92 g, diikuti oleh perlakuan B dan C masing masing sebesar 4,67 g dan 3,42 g. Sedangkan LPS sidat kembang terendah didapatkan pada perlakuan D sebesar 2,58 g. LPS tertinggi didapatkan pada perlakuan A sebesar 0,30 % diikuti oleh perlakuan B, C dan D dengan nilai sebesar 0,28 %, 0,20% dan 0,15 %. TKH ikan sidat tertinggi didapatkan pada perlakuan A dan B yaitu sebesar 100%, diikuti oleh perlakuan C dan D dengan nilai sebesar 75 % dan 66 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interval waktu pemuasaan selama 4 hari menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup optimum sidat kembang.Kata Kunci : Sidat kembang ; Pemuasaan ; Pertumbuhan ; Kelangsungan Hidup 
Ikan Kepait Dari Selatan Pulau Bangka Sebagai Kandidat Spesies Baru Berdasarkan Meristik Dan Gen Sitokrom b Ardiansyah Kurniawan; Ahmad Fahrul Syarif
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.24929

Abstract

AbstrakIkan Kepait merupakan salah satu ikhtiofauna yang ditemukan keberadaannya di Pulau Bangka. Ikan lokal yang juga ditemukan di selatan Pulau Bangka ini memerlukan diidentifikasi secara morfologi dan molekuler untuk memastikan taksonominya. Eksplorasi sampel ikan dilakukan di Desa Bencah, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Pengamatan karakter morfologi meliputi ciri fisik dan meristik, sementara identifikasi molekuler menggunakan gen sitokrom b. Morfologi ikan menunjukkan kemiripan dengan Osteochilus spilurus pada terdapatnya bulatan besar pada pangkal ekor, linealateralis pada 29 -31 sisik, predorsal scale pada sisik ke 8-9, formula sirip dorsal D iii.12-13 dan sirip anal A.6. Namun terdapat perbedaan pada membran sirip berwarna kemerahan dan jumlah sisik linealateralis. Karakterisasi DNA gen sitokrom b menghasilkan nukleotida dengan panjang  1136 bp menunjukkan perbedaan cabang dengan Osteochilus spilurus dari  pulau yang sama pada konstruksi pohon filogenetik dengan jarak genetik lebih dari 20%. Kondisi ini memungkinkan sampel ikan dari selatan Pulau Bangka ini menjadi kandidat spesies baru dalam genus Osteochilus.Kata kunci : Osteochilus spilurus, spesies baru, Bangka Selatan, Sitokrom b.
DINAMIKA KUALITAS AIR DAN VARIASI JENIS PLANKTON DALAM PENKULTUR TERIPANG, Holothuria scabra (Jaeger 1883) SEBAGAI DAMPAK DARI PENGKAYAAN NUTRISI SUBSTRAT MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK KOMPOS Kadir Sabilu; Subhan Subhan; Abdul Rahman Nurdin; Ruslaini Ruslaini; Eko Harianto
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.25055

Abstract

AbstrakUpaya intensifikasi budidaya teripang pasir melalui input pupuk organik kompos di substrat pen kultur selain berdampak baik bagi pengkayaan unsur hara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi teripang, di sisi lain diduga berdampak pada dinamika daya dukung beberapa parameter lingkungan perairan. Hadirnya unsur hara kompos dipastikan akan mengubah struktur unsur hara sedimen dan air di dalam penkultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kualitas air dan variasi jenis plankton dalam penkultur teripang pasir, sebagai dampak penggunaan pupuk organik kompos untuk memperkaya nutrisi substrat. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun dengan karakteristik substrat penkultur berbeda, yaitu: pasir halus, pasir berlamun, dan pasir kasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa input pupuk kompos berdampak pada rendahnya konsentrasi parameter oksigen terlarut, pH sedimen dan ortofosfat, selanjutnya di fase akhir penelitian level konsentrasi ketiga parameter tersebut menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, pada parameter ammonia, nitrit, nitrat dan BOD memperlihatkan pola dengan level konsetrasi yang lebih tinggi di fase awal input pupuk kompos selanjutnya konsentrasinya turun sampai akhir penelitian. Aktifitas fotosontesis dan peran lamun dalam menetralisir gerakan arus sekaligus mempertahankan stabilitas unsur hara, menyebabkan variasi jenis fitoplankton pada penkultur pasir berlamun memiliki nilai lebih rendah dan nilai kelimpahan yang lebih tinggi. Hasil analisis PCA memperlihatkan korelasi signifikan antara kelimpahan plankton dengan kadar BOD (R=0,923; P<0,05), phospat (R=0,704; P<0,05), serta nitrat dengan nilai R=0,623; P<0,05). Kata kunci: penkultur, pengkayaan nutrisi substrat, plankton, pupuk organik kompos, teripang pasir.