cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Kelangsungan Hidup Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Morpotipe Hijau Dan Coklat Yang Dibudidaya Pada Skala Laboratorium Nunik Cokrowati; Baiq Raihanun
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah jenis Kappaphycus alvarezii. K. alvarezii mempunyai kandungan karaginan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri kosmetik, makanan, pupuk dan juga dalam bidang farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa ketahanan hidup K. alvarezii warna coklat dan warna hijau yang dibudidayakan pada skala laboratorium. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan pertama adalah bibit K. alvarezii morpotipe hijau dan perlakuan kedua adalah bibit K. alvarezii morpotipe. Hasil penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup K. alvarezii morpotipe hijau yaitu 26,25% lebih tinggi dari morpotipe coklat. Hal tersebut dapat diartikan bahwa K. alvarezii hijau lebih tahan dari tekanan kondisi lingkungan media budidaya. Panjang talus pada akhir penelitian yaitu pada varietas hijau dan coklat rata- rata 8,5 cm. Hal ini dikarenakan rontoknya talus akibat adanya talus yang memutih. Hal tersebut mengakibatkan perubahan warna pada talus menjadi pucat sehingga memperlambat pertumbuhan rumput laut. Jumlah percabangan rumput laut pada varietas hijau dan varietas coklat tidak terlalu berbeda jauh. Namun rata-rata jumlah percabangan pada varietas hijau lebih tinggi yaitu 91,5 cabang sedangkan pada varietas coklat rata-ratanya yaitu 89,75 cabang. Kesimpulan penelitian ini adalah rumput laut K.alvarezii morpotipe hijau dan coklat yang dibudidaya pada substrat yang sama memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan jumlah talus, namun tidak memberikan memberikan pengaruh pada pertumbuhan.
Efisiensi Pakan, Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang Diberi Pakan Diperkaya Tepung Buah Tomat La Ode Baytul Abidin; Yustika Yustika; La Ode Aslin; La Ode Muhammad Arsal; Asis Bujan
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengkayaan pakan dengan tepung buah tomat terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini mengaplikasikan perlakuan pengkayaan pakan dengan 10 g, 12,5 g, dan 15 g tepung buah tomat per kilogram pakan. Parameter yang diukur adalah proksimat pakan, pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa pengkayaan pakan dengan tepung tomat mampu meningkatkan kandungan protein pakan. Perlakuan pengkayaan pakan dengan 12,5 g tepung tomat per kilogram pakan memberikan hasil tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada parameter pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan efisiensi pakan secara berurutan yaitu 4,63 g, 1,14, 29,08%. Perlakuan pengkayaan pakan dengan 12,5 g tepung tomat menghasilkan rasio konversi pakan terendah dibandingkan perlakuan lainnya yaitu 3,44. Tingkat kelangsungan hidup udang vaname dalam penelitian ini adalah 100% pada seluruh perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengkayaan pakan dengan tepung tomat khususnya perlakuan 12,5 g tepung tomat per kg pakan dapat meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan udang vaname. Kata kunci: pengkayaan, tepung tomat, udang vaname
Pengaruh Jarak Tanam Bibit yang Berbeda Terhadap Kandungan Agar Rumput Laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss Menggunakan Metode Tali Vertikal di Tambak Vean Hasan, Marsella Rifiana; Ruslaini, Ruslaini; Rahman, Abdul
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.45248

Abstract

ABSTRAK Rumput laut Gracilaria verrucosa merupakan penghasil agar yang sudah berhasil dibudidayakan di tambak Indonesia sehingga potensi dan penggunaan jenis rumput laut untuk industri dalam negeri menjadi besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam bibit yang berbeda terhadap kandungan agar rumput laut G. verrucosa yang dibudidayakan di tambak menggunakan metode tali vertikal. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 kelompok yakni perlakuan jarak tanam bibit 20, 30 dan 40 cm. Pembagian kelompok dilakukan berdasarkan letak rumpun rumput laut yaitu kelompok 1 yaitu rumpun pada kolom perairan atas, kelompok 2 yaitu rumpun pada kolom perairan tengah dan kelompok 3 yaitu rumpun pada kolom perairan bawah dengan berat bibit awal 50 g/rumpun. Parameter yang diamati adalah kandungan agar dan parameter kualitas air. Jarak tanam bibit yang berbeda dan letak rumpun rumput laut di tambak menggunakan metode tali vertikal memberikan pengaruh yang signifikan pada kandungan agar rumput laut G. verrucosa. Nilai rata-rata tertinggi dari kandungan agar rumput laut G. verrucosa diperoleh pada jarak tanam bibit 30 cm yaitu 28,03%, kemudian diikuti oleh jarak tanam bibit 40 cm yaitu 27,41% dan yang terendah pada jarak tanam bibit 20 cm yaitu 23,93%. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi kandungan agar diperoleh pada kelompok rumput laut yang berada pada rumpun pada kolom perairan atas yaitu 28,27%, kemudian diikuti kelompok rumpun pada kolom perairan tengah yaitu 27,67% dan yang terendah pada kelompok rumpun pada kolom perairan bawah yaitu 23,42%. Kata Kunci : Rumput Laut G. verrucosa, Jarak Tanam Bibit, Metode Tali Vertikal, Kandungan Agar.
Substitusi Tepung Ikan Tembang (Sardinella sp.) Dengan Tepung Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys sp.) Terhadap Performa Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) Tiyana Tiyana; Wellem H Muskita; Ruslaini Ruslaini
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui performa ikan nila salin yang diberi pakan substitusi tepung ikan tembang dengan tepung ikan sapu-sapu, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu Perlakuan A: 0% Tepung ikan sapu-sapu dan 20% Tepung ikan tembang, Perlakuan B: 5% Tepung ikan sapu-sapu dan 15% Tepung ikan tembang, Perlakuan C: 10% Tepung ikan sapu-sapu dan 10% Tepung ikan tembang, Perlakuan D: 15% Tepung ikan sapu-sapu dan 5% Tepung ikan tembang. Pemeliharaan hewan uji dilakukan selama 45 hari. Bobot ikan nila salin yang digunakan kisaran 3-5 gram/ekor, sebanyak 120 ekor. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat konsumsi pakan, rasio konversi pakan, efesiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PM, TKP, FCR, EP, RP dan SR, tidak berbeda nyata pada semua perlakuan. Parameter kualitas air selama penelitian menujukkan hasil yang optimal untuk performa ikan nila salin. Kata Kunci: Oreochromis niloticus; Sapu-sapu; Tembang; Pakan
Suplementasi Tepung Anggur Laut (Caulerpa sp.) Yang Difermentasi Rhyzopus sp. Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus gourami) Gresela Gresela; Agus Kurnia; La Ode Baytul Abidin; Muhaimin Hamzah; Yusnaini Yusnaini; Irwan Junaidi Efendy
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Anggur laut (Caulerpa sp.) merupakan makroalga yang mengandung protein sebanyak 12-20% serta polyunsaturated fatty acid (PUFA) yang lebih tinggi dibandingkan dengan tumbuhan darat sehingga anggur laut sangat potensial dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung anggur laut yang difermentasi menggunakan Rhyzpus sp. dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus gourami). Penelitian ini mengaplikasikan 4 formula suplementasi tepung anggur laut fermentasi (TALF) yang terdiri atas 0% TALF (pakan A); 2% TALF (pakan B); 4% TALF (pakan C); 8% TALF (pakan D); setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Hewan uji adalah benih ikan gurami dengan bobot 4,54g ± 0.73g. Ikan gurami dipelihara selama 45 hari, ikan diberi pakan uji sebanyak 2 kali sehari (jam 08.00, dan 17.00 WITA) sebanyak 5% dari bobot biomassa. Hasil analisis ragam (Anova) menunjukkan bahwa variasi perlakuan yang diberikan menghasilkan pengaruh yang berbeda nyata pada parameter pertumbuhan mutlak (PM), konsumsi pakan (KP), rasio konversi pakan (RKP) dan efisiensi pakan (EP), sedangkan pada parameter laju pertumbuhan spesifik (LPS), kelangsungan hidup dan retensi protein (RP) menghasilkan pengaruh yang tidak berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan B menghasilkan pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan konsumsi pakan, secara berurutan sebesar 4,50 ± 0,34 g, 1,69 ± 0,24 , 2,95 ± 0,18 , 33,93 ± 2,11%,132,49 ± 1,65 g. Kelangsungan hidup ikan gurami pada seluruh jenis perlakuan adalah 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian 2% tepung anggura laut terfermentasi dalam pakan dapat menghasilkan pertumbuhan tertinggi ikan gurami Kata kunci : Suplementasi, Rhizopus sp., Caulerpa sp., pertumbuhan, ikan gurami
Pemanfaatan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) Terhadap Ektoparasit Zeylanicobdella sp. Pada Ikan Kerapu Macan Secara In – Vitro Huda, Nurul; Wulandari, Rika; Miranti, Shavika
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.46832

Abstract

Upaya pengendalian parasit pada ikan bisa dimulai dengan pemanfaatan bahan herbal yang dapat diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan, salah satunya ialah Daun pepaya (Carica papaya). Pengunaan bahan alami untuk pengendalian parasit mempunyai beberapa keungulan salah satunya adalah relatif lebih aman, mudah diperoleh, murah dan tidak berbahaya terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak daun pepaya (Cacica papaya) yang dapat mematikan ektoparasit jenis lintah Zeylanicobdella sp. dan mengetahui berapa banyak dosis optimalnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023 selama 30 hari yang berlokasi di Balai Benih Ikan (BBI) Pengujan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak menggunakan pelarut etanol 96%, identifikasi fitokimia simplisia secara kualitatif, analisis probit ekstrak terhadap hewan uji Artemia salina serta pengujian ekstrak pada lintah Zeylanicobdella sp. Dosis ekstrak bertingkat yang digunakan untuk uji LC-50 pada Artemia salina yaitu 20 ppm, 40 ppm dan 60 ppm. Sedangkan konsentrasi untuk pengujian lintah yaitu 12 ppm, 24 ppm dan 36 ppm. Data mortalitas hewan uji dianalisis dengan analisis probit log konsentrasi yang menempatkan persentasi respons dari tiap kelompok hewan, dimana mortalitas pada konsentrasi ekstrak dengan LC50-24 jam lebih dari 50% bersifat toksik. Sedangkan data uji tantang di uji dengan ANOVA. Hasil penelitian mendapatkan persentase kadar air sebesar 20,38% dan total rendemen dengan pengikat etanol 96% adalah 7,88 %. Hasil uji fitokimia mendapatkan etanol 96% berhasil menarik senyawa bioaktif jenis Alkaloid, flavonoid, Saponin dan tanin. Nilai LC50-24 jam menunjukkan konsentrasi ekstrak daun pepaya yang mampu menyebabkan 50% kematian hewan uji sebesar 38,815 ppm dan dosis terbaik yang dapat mematikan lintah Zeylanicobdella sp. dengan rata – rata 6.00 yaitu konsentrasi 720 ppm/L air laut. Kata Kunci: Daun Pepaya, Ektoparasit, Zeylanicobdella sp.
Kajian Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Di Tambak Dengan Jarak Bibit Yang Berbeda Menggunakan Tali Vertikal Elwansyah Sidan; Ruslaini Ruslaini; Abdul Muis Balubi; La Ode M. Aslan
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gracilaria verrucosa adalah salah satu jenis rumput laut yang di budidayakan di tambak. Jenis rumput laut ini biasanya di kenal dengan nama lubung rambu (Bali) dan sango-sango (sulawesi). Budidaya G. verrucosa pada jarak tanam bisa berpengaruh terhadap produksi rumput laut, karena pada dasarnya jarak tanam sangat berkaitan dengan distribusi unsur hara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam bibit yang berbeda terhadap pertumbuhan G.verrucosa yang dibudidayakan di tambak menggunakan metode tali vertikal, dengan perlakuan: jarak tanam 20 cm, jarak tanam 30 cm dan jarak tanam 40 cm. Rancangan yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu Rancang Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 27 ulangan. Hasil analisis dari penanaman rumput laut Gracilaria verrucosa pada jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spsifik dan produksi rumpu laut. Hasil penelitian pada laju pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam 40 cm sebesar 389.728 g, laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam 20 cm sebesar 5,12% dan produksi tertinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam 40 cm dengan nilai sebesar 974.3194 g. Peneliti menyimpulkan bahwa jarak tanam 40 cm yang terbaik untuk di terapkan di tambak dengan metode tali vertikal. Kata Kunci : Gracilaria verrucosa, Jarak tanam, Metode Tali vertikal, Pertumbuhan, Produksi.
Growth Performance of Sargassum cristaefolium in Gerupuk Bay, Central Lombok Nunik Cokrowati; Eka Sunarwidhi; Baiq Raihanun; Ni Kadek Puji Astuti; Muhammad Heri Hariadi; Muhamad Jumat; Dimas Putra Perdana; Bq. Tri Khairina ilhami; Jayusri Jayusri; Dinda Cristasya Waang; Hasriaton Padmi; Nanda Kurniawan
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sargassum cristaefolium seaweed is a seaweed that has a dominant polysaccharide content including alginate, laminarin, and fucoidan which is usually used in the food, textile, pharmaceutical, agricultural, and cosmetic industries. Many of benefits that S. cristaefolium has, it causes the export volume of seaweed to increase so that indirect production also increases. However, S. cristafolium has not been cultivated on a mass basis in NTB, especially on the island of Lombok. The potential of S. cristaefolium seaweed which is supported by the aquatic environment of Gerupuk Bay which is suitable for cultivation. But at the level of cultivators, what is still a problem is the use of early seaweed seeds. The purpose of this study was to analyze the differences in the growth of S. cristaefolium cultivated with different seed weights. The method used is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD). The treatments in this study consisted of 5 treatments and 4 replications, namely P1 (seedling weight 100 g), P2 (seedling weight 75 g), P3 (seedling weight 50 g), P4 (seedling weight 25 g), P5 (seedling weight 125 g). Data were analyzed using Analysis of variance (ANOVA) and then continued with Duncan's test with a 95% confidence level. The best absolute growth research results were in the P1 treatment (seed weight 100 g) which was 91.25 g. While the best specific growth rate was in treatment P4 (seedling weight 25 g) with a value of 7.84%. This study concludes that different seed weight affects the growth of S. cristaefolium seaweed.
Pengaruh Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Keong Bakau (Telescopium Telescopium Linnaeus, 1758) Dalam Pakan Buatan TerhadapPertumbuhan Dan Efisiensi Pakan Lobster Air Tawar (Cherax Quadricarinatus Von Martens, 1868) Rescy Chartin; Muhaimin Hamzah; Abdul Rahman
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung keong bakau (T. telescopium) dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan lobster air tawar (C. quadricarinatus). Lima jenis pakan dibuat dengan komposisi substitusi tepung ikan (TI) dengan tepung keong bakau (TKB) yaitu perlakuan A (100% TI), perlakuan B (75% TI + 25% TKB), perlakuan C (50% TI + 50% TKB), perlakuan D (25% TI + 75% TKB) dan perlakuan E (100% TKB). Lobster air tawar yang digunakan berukuran bobot rata-rata 22,82±0,03 g. Lobster dipelihara selama 42 hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari sebanyak 3% perhari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup. Hasi penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung keong bakau dalam pakan buatan tidak memberikan pengaruh berbeda terhadap pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup lobster air tawar. Pertumbuhan mutlak rata-rata yang didapatkan pada penelitian ini berkisar antara 3,78-4,33 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,37-0,41%, konsumsi pakan berkisar antara 86,35-86,94%, efisiensi pakan berkisar antara 57,91-61-89%, rasio koversi pakan berkisar antara 7,24-8,07, dan tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 93,33-100%. Secara umum disimpulkan bahwa tepung keong bakau dapat dijadikan sebagai bahan baku pakan pengganti tepung ikan untuk pakan lobster air tawar. Kata Kunci: tepung ikan, tepung keong bakau, Telescopium, pertumbuhan, efisiensi pakan, lobster air tawar, Cherax
Pengaruh Kedalaman Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) yang Dipelihara di Tambak Kelurahan Tandebura Kecamatan Watubangga Kabupaten kolaka Darhin, Faisal Idul; Ruslaini, Ruslaini; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.44781

Abstract

Rumput laut Gracilaria verrucosa merupakan salah satu spesies yang banyak dibudidayakan di Indonesia terutama di daerah tambak. G. verrucosa banyak dibudidayakan dengan berbagai cara tergantung pada kondisi dan karakteristik lokasi budidaya. Pengaruh kedalaman yang berbeda juga dapat memicu laju pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan rumput laut G. verrucosa yang dibudidayakan dengan membandingkan tiga kedalaman penanaman yang berbeda yang dibudidayakan di lokasi tambak yang sama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli-agustus 2022 yang bertempat di Kelurahan Tandebura, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dan 18 ulangan dengan Kedalaman 20 cm (perlakuan A), Kedalaman 40 cm (perlakuan B), Kedalaman 60 cm (perlakuan C) dengan berat bibit awal 50 g/rumpun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rata-rata pertumbuhan mutlak rumput laut G. verrucosa yang tertinggi diperoleh pada perlakuan A dengan bobot 500,59 g, kemudian perlakuan B 307,81 g, dan kemudian yang terendah pada perlakuan C yaitu 185,22 g. LPS berkisar antara 2-4% perminggunya. Perbedaan kedalaman memberikan pengaruh yang signifikan, dimana pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan A (kedalaman 20 cm) dengan berat bobot akhir 500,59 g. Laju pertumbuhan spesifik rumput laut G. verrucosa tertinggi terdapat pada perlakuan A (kedalaman 20 cm) 4,7%, kemudian B (kedalaman 40 cm) 4,03%, dan yang terendah terdapat pada perlakuan C (kedalaman 60 cm) 3,74%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedalaman optimum untuk budidaya rumput laut G. verrucosa adalah 20 cm Kata Kunci : Rumput Laut G. verrucosa, Kedalaman Penanaman, Pertumbuhan.