cover
Contact Name
Mikson M. D. Nalle
Contact Email
danierni@yahoo.co.id
Phone
+6281353820540
Journal Mail Official
jvip@politanikoe.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes Kupang. Kotak Pos 1152, Kupang 85011 Telp. 0380-881600 » Tel / fax : 081353820540 / 0380-881601
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)
ISSN : -     EISSN : 27454363     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
JVIP adalah jurnal peer review, jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas tinggi dalam ilmu akuatik dan perikanan pada umumnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan dan menyebarluaskan temuan penelitian saat ini atau yang baru, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan perikanan dan ilmu perairan dalam beberapa topik, tetapi tidak terbatas pada: Perikanan (Akuakultur, Perikanan Tangkap, Pengolahan Ikan dan Sosial Ekonomi Perikanan) Ekologi Akuatik (Air Tawar, Laut, dan Air Payau) Biologi Akuatik (Ikan, Moluska, Crustacea, Plankton, Terumbu Karang) Ilmu Kelautan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): April 2022" : 8 Documents clear
Penggunaan The Redfield Ratio Calculator untuk Mempertahankan N/P Rasio di Tambak Udang Vaname Bambang Widyo Prastowo; Anggoro Prihutomo; Manja Meyky Bond; Betutu Senggagau
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 2, No 2 (2021): April 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v2i2.584

Abstract

Kegiatan perekayasaan ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas penggunaan “The Redfield Ratio Calculator” dalam penghitungan jumlah pupuk nitrogen dan phosphat yang diaplikasikan pada media budidaya udang vaname untuk mempertahankan keseimbangan nilai N/P rasio agar keseimbangan dan kehidupan plankton di media budidaya udang dapat dipertahankan.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - September 2017 di tambak udang milik Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang.  Dalam studi ini dipergunakan “The Redfield Ratio Calculator” untuk penghitungan jumlah pupuk nitrogen dan phosphat untuk mempertahankan keseimbangan N/P rasio sebesar 20-30 dibanding 1 untuk pertumbuhan terbaik bagi diatom di dalam media budidaya. Caranya dengan memasukkan nilai nitrat dan phosphat dari hasil pengukuran air tambak ke dalam kalkulator tersebut sehingga didapatkan nilai Buddendorf rasio, kemudian dikali 1,53 untuk mendapatkan N/P (Redfield) rasio sebenarnya.  Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan “The Redfield Ratio Calculator” sangat memudahkan untuk mempertahankan N/P rasio yang ditunjukkan dengan stabilnya N/P rasio pada kisaran 20-30 : 1. Nilai N/P rasio ini menyebabkan pertumbuhan alga hijau secara normal dan jumlahnya tidak melampaui jumlah ideal untuk kehidupan udang vaname di tambak.  Pemanfaatan metode ini juga dapat meningkatkan performa (berat dan panjang), hasil panen (biomassa) serta mencegah terjadinya serangan penyakit pada udang vaname.Kata kunci : N/P rasio; pupuk nitrogen dan phosphat; penyakit; The Redfield ratio calculator
Pengendalian Ektoparasit Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) Dengan Konsentrasi Oksigen Terlarut Sebagai Faktor Pembatas Suratno Suratno; Dedi Fazriansyah Putra
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 2, No 2 (2021): April 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v2i2.597

Abstract

Aktivitas budidaya ikan air tawar terutama lele sangkuriang (Clarias sp) oleh pembudidaya sering mengalami berbagai hambatan dan kendala. Salah satunya adalah ancaman serangan penyakit ikan baik penyakit infeksius maupun penyakit non infeksius. Pengendalian perkembangan penyakit ektoparasit pada ikan lele sangkuriang (Clarias sp) dengan menerapkan faktor pembatas yaitu konsentrasi oksigen terlarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kondisi oksigen terlarut pada tingkat prevalensi atau kejadian ektoparasit pada pemeliharaan ikan lele sangkuriang (Clarias sp). Metode perlakuan dengan dua kondisi yaitu aerasi parsial (P) dan aerasi terus menerus selama 24 jam (K). Pemerikasaan ektoparasit dilakukan pada waktu muncul gejala klinis. Pada aerasi parsial menghasilkan oksigen terlarut 1-1,5 ppm dengan tingkat prevalensi ektoparasit 3,3 % - 7,8 % dan kelulusan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias sp) antara 76 % sampai 84 % sedangkan pada aerasi terus menerus menghasilkan kelarutan oksigen 4,2 - 4,8 ppm dengan tingkat prevalensi ektoparasit  79,6 % sampai 93,5% dan kelulusan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias sp) sebesar 26 % sampai 38%. Pada pemeliharaan ikan lele sangkuriang (Clarias sp) dengan aerasi parsial  menghasilkan konsentrasi oksigen terlarut < 2 ppm sehingga  dapat menekan berkembangnya ektoparasit pada ikan tersebut.Kata kunci : Ektoparasit, Prevalensi, Ikan lele, Oksigen terlarut
Studi Penangkapan Kerang Darah (Anadara granosa) Menuju Pengembangan Budidayanya di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Priyo Santoso
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 2, No 2 (2021): April 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v2i2.601

Abstract

Suatu studi tentang kondisi penangkapan kerang darah (Anadara granosa) menuju pengembangan budidayanya di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi penangkapan kerang darah berdasarkan persepsi nelayan kerang di Kecamatan Kupang Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei, dan teknik pengambilan data melalui wawancara dengan panduan kuisioner. Responden yang dilibatkan adalah nelayan kerang darah di Kecamatan Kupang Tengah sebanyak 35 orang. Hasil survei menunjukkan bahwa kerang darah telah dimanfaatkan secara tradisional sebagai sumber pangan maupun sumber penghasilan oleh sejumlah nelayan dan masyarakat di Kecamatan Kupang Tengah. Pemasaran kerang darah mencakup pasar lokal di Kabupaten dan Kota Kupang. Permintaan pasar terhadap komoditi ini cenderung stabil dengan harga yang juga cenderung stabil. Penurunan hasil tangkapan kerang darah dalam dekade terakhir telah terjadi di daerah ini, yang ditandai dengan menurunnya hasil tangkapan kerang darah dan semakin kecilnya ukuran kerang darah yang tertangkap. Masyarakat nelayan kerang di daerah ini memiliki kepatuhan terhadap aturan adat dalam pengelolaan sumberdaya pesisir. Selain itu para nelayan juga terbuka untuk menerima edukasi dari berbagai pihak, terutama yang terkait dengan pengelolaan berkelanjutan melalui pengembangan budidaya kerang darah.Kata kunci : Kerang darah; Penangkapan; Nelayan; Pengelolaan; Berkelanjutan; Marikultur
Analisis Pertumbuhan, Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepenus) Menggunakan Metode Sistem Boster dan Sistem Konvensional Naharuddin Sri; Yusuf Kamlasi
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 2, No 2 (2021): April 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v2i2.633

Abstract

ABSTRAKSektor perikanan terbagi menjadi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Perikanan tangkap berkorelasi dengan nelayan dan masyarakat pesisir, sedangkan budidaya berkorelasi dengan pembudidaya yang berada di darat. Salah satu komoditas ikan air tawar yang sangat potensial untuk dibuddiayakan adalah ikan lele. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan ikan lele yang semakin meningkat menuntut para pelaku budidaya untuk meningkatkan produktivitasnya. Untuk meningkatkan produktivitas maka Ditjen Perikanan Budidaya terus melakukan inovasi dan pengembangan teknologi yang menghasilkan sistem pembesaran ikan lele yang lebih efisien, yaitu sistem Boster. Hal ini seiring dengan pengembangan kegiatan budidaya perikanan menjadi salah satu prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan guna meningkatkan perekonomian masyakat. Permintaan ikan lele yang semakin meningkat menuntut para pelaku budidaya untuk meningkatkan produktivitasnya. Selama ini, umumnya pembudidaya lele masih melakukan pembesaran system konvensional. Untuk meningkatkan produktivitas maka Ditjen Perikanan Budidaya terus melakukan inovasi dan pengembangan teknologi yang menghasilkan sistem pembesaran ikan lele yang lebih efisien. Sistem tersebut salah satunya adalah sistem Boster. Tujuan penelitian ini adalah untuk  perbandingan pertumbuhan ikan leles sangkuriang sistem antara sistem Boster dan konvensional .Dari hasil pengukuran kualitas air suhu 25-27oC, pH 7 dan DO 1,2 – 2,2 selama pemeliharaan pada kedua perlakuan masih pada kisaran yang layak, FCR 0,546 dan 1,1 masih pada kisaran yang baik. Dari analisa keuangan sistem boster nilai RC-Ratio :  1.1 sedangkan sistem konvensional  RC Ratio : 1.03. Umur panen sistem boster 80 hari dan sistem konvensional 100 hari. Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa  pertumbuhan ikan lele sangkuriang sistem pembesaran boster lebih bagus  dibandingkan dengan dengan sistem konvensional. Kata kunci : ikan lele, boster, konvensional, pembesaran
Pengaruh Pemberian Pakan Berbasis Ratio Karbohidrat dan Lemak Terhadap Kadar Lemak Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Ridwan Tobuku
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 2, No 2 (2021): April 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.755

Abstract

Riset ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui pengaruh rasio karbohidrat dan lemak pakan terhadap laju pertumbuhan tinggi dan kadar lemak daging terendah ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Ikan uji yang digunakan adalah juvenil ikan patin dengan bobot awal 16,1±0,5 g dan dipelihara dalam akuarium dengan volume air 60 liter selama 60 hari. Pemberian pakan uji secara at satiation, dan pakan diformulasikan mengandung karbohidrat dan lemak dengan rasio 1, 2, 3 atau 4. Hasil uji prosimat diketahui pakan uji mengandung lemak berkisar antara 7,6% sampai 16,9% dan karbohidrat 16 sampai 31%. Protein pakan dibuat sama atau isoprotein yaitu 36%, sama untuk semua pakan perlakuan.Hasil riset pengaruh ratio karbohidrat terhadap lemak memperlihatkan bahwa ikan yang diberi pakan rasio karbohidrat terhadap lemak 3 menghasilkan nilai retensi protein tertinggi yaitu 47,06%, konversi pakan terendah (1,13) dan laju pertumbuhan tertinggi (4,33%). Kinerja pertumbuhan terbaik ketika ikan patin, P. Hypophthalmus diberi pakan uji rasio karbohidrat/lemak 3 (mengandung 32.51% karbohidrat dan 10.89% lemak).Kata kunci : Ratio lemak karbihidat, Lemak Daging, Pangasius Hypophthalmus 
Efektivitas Penambahan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L) pada Pakan Terhadap Peningkatan Warna Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio L) Joelino Dodi Antunes Magno; Yudiana Jasmanindar; Priyo Santoso
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 2, No 2 (2021): April 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v2i2.689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan bayam merah (Amaranthus tricolor L) dalam pakan terhadap kecerahan warna ikan mas koi (Cyprinus carpio L). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perlakuan kontrol (tanpa bayam merah), perlakuan A (40 g), Perlakuan B (60 g), dan perlakuan C (80 g). Variabel penelitian yang diukur adalah kecerahan warna ikan, menggunakan TCF (Toca Color Finder). Data penelitian dianalisis menggunakan analisis non parametric Kruskal wallis. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa nilai tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai 18,64, disusul perlakuan B dengan nilai 18,43, kemudian diikuti oleh perlakuan A 14,93 dan yang terendah terdapat pada perlakuan kontrol dengan nilai 6. Kecenderungan perubahan kecerahan warna meningkat sejalan dengan penambahan kandungan bayam merah dalam pakan.Kata kunci : Ikan koi, Bayam merah, Pakan, Kecerahan, Warna    
Penentuan Daerah Fishing Ground Dengan Alat Tangkap Purse Seine Pada Km. Cahaya Mil 03 Di Perairan Laut Nusa Tenggara Timur I Wayan Aryanggai Purnama; Irandha Citra Marasi Siahaan; Aris Widagdo
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 2, No 2 (2021): April 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v2i2.720

Abstract

Penentuan daerah penangkapan ikan menjadi suatu kunci yang menjadi penunjang usaha penangkapan dikatakan mendapatkan hasil yang dinilai maksimal. Karena ikan yang menjadi sasaran purse seine berupa ikan bergerombol yang umumnya daerah penangkapannya berupa laut yang sifat airnya oceanis. Penentuan suatu fishing ground dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya angin, gelombang, arus laut, adanya geombolan ikan yang berenang di permukaan.penelitian pada KM. Cahaya Mil 03 bertempat PPI Oeba Kecamatan Kota Lama Kabupaten Kota Kupang NTT. Penentuan Daerah Fishing Ground Pada Purse Seine. Dilakukan dengan cara 1. Mencatat aspek-aspek yang menentukan suatu tempat layak dikatakan fishing ground. 2. Lokasi setiap kali pengoperasian dipetakan menggunakan google earth 3. Mencatat kondisi perairan tempat melakukan operasi dan mengamati hasil tangkap. Pemasangan rumpon disuatu wilayah karena aspek penangkapan tanpa ada hambatan, adanya gerombolan ikan permukaan air, Adanya kawanan burung yang terbang di permukaan air laut. Faktor yang menentukan daerah penangkapan adalah Arus tidak deras , Angin tidak kencang , Gelombang tidak tinggi , Bebas badai , Jarak kapal berjauhan , Kedalaman perairan lebih dari 45 m, Dasar perairan pasir berlumpur Penentuan daerah fising ground kapal purse seine meliputi lokasi serta koordinat lokasi penangkapan dimana lokasi tersebut sesuai dengan kriteria fishing ground purse seine. Penentuan lokasi atau daerah fishing ground yang akan dituju disesuaikan dengan keadaan alam sekitar seperti arus, cuaca dan bebas badaiKata kunci : daerah penangkapan ikan, purse seine, ikan pelagis
Pengaruh Suplementasi Mineral Seng Zn dalam Pakan Berbasis Tepung Darah Terhadap Gambaran Darah Ikan Kerapu Bebek Cromileptes altivelis Wahyuni Fanggi Tasik
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 2, No 2 (2021): April 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v2i2.744

Abstract

Fungsi esensial Fe dalam tubuh antara lain sebagai bagian dari heme. Tanpa Fe dapat menyebabkan pengikatan dan transport oksigen dalam tubuh tidak dapat dilakukan. . Tepung darah selain dapat dijadikan sebagai sumber protein dapat juga dijadikan sebagai sumber zat besi (Fe) organik dengan konsentrasi mencapai 2769 mg/kg. Kandungan Fe yang sangat tinggi dapat menyebabkan terjadinya kompetisi penyerapan Zn dalam tubuh ikan sehingga berpengaruh terhadap sistem ketahanan tubuh. Oleh sebab itu diperlukan suatu pengetahuan tentang rasio yang tepat antara jumlah tepung darah terhadap Zn untuk diterapkan dalam pembuatan pakan sehingga dapat memberikan ketahanan tubuh yang lebih baik untuk ikan kerapu bebek. Ikan uji yang digunakan adalah ikan kerapu bebek C. altivelis dengan bobot rata-rata individu awal 97.11±7.72 g. Ikan uji dibagi ke dalam 4 perlakuan dengan masing-masing perlakuan 3 ulangan. Jumlah ikan yang diperlihara sebanyak 10 ekor per akuarium. Untuk penelitian ini digunakan 4 jenis pakan dengan komposisi Zn anorganik berbeda yaitu pakan A dengan penambahan Zn 0 ppm, B (75 ppm), C (150 ppm) dan D (225 ppm). Secara keseluruhan dari hasil yang didapat terlihat bahwa pemberian pakan uji dengan rasio 150 ppm Zn : 9% tepung darah sebagai sumber Fe organic dalam pakan kerapu bebek memberikan hasil yang lebih baik terhadap kinerja pertumbuhan dan ketahanan tubuh ikan dibandingkan dengan perlakuan yang lain yaitu laju pertumbuhan harian sebesar 1.27±0.13%; kadar hematocrit 31.52±5.43%, dan kadar hemoglobin 4.87±0.90 g %.Kata kunci : kerapu bebek, suplementasi Zn, pakan berbasis tepung darah, perlakuan stress, gambaran darah

Page 1 of 1 | Total Record : 8