cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022" : 10 Documents clear
Asuhan Keperawatan pada Pasien Kista Ovarium dalam Mengatasi Masalah Kecemasan di Ruangan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy Ambon Martini Tidore; Greeny Z. Rahakbauw
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7410

Abstract

Kanker adalah istilah untuk segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel abnormal dan agresif menyerang jaringan lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut karena rusaknya DNA. Kecemasan adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas sebabnya. Kecemasan merupakan kekuatan yang besar untuk menggerakan tingkah laku baik tingkah laku normal maupuan tingkah laku yang menyimpang, yang terganggu dan kedua-duanya merupakan pernyataan, penampilan, penjelmaan, dari pertahankan terhadap kecemasan, Kecemasan memiliki karakteristik berupa munculnya perasaan takut dan kehati-hatian atau kewaspadaan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan emosi yang berfungsi sebagai tanda akan adanya bahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada “Ny. M” dengan kista ovarium di ruangan Ginekologi RSUD dr. M Haulussy Ambon, maka dapat disimpulkan klien dengan kista ovarium secara umum, masalah utamanya nyeri, disamping kecemasan dan diagnosa yang ditemukan adalah diagnosis berdasarkan teori adalah: Nyeri berhubungan dengan tekanan syaraf sel tumor, ansietas berhubungan dengan tindakan operasi yang dilakukan. Perencanaan keperawatan dilaksanakan berdasarkan prioritas masalah keperawatan, implementasi yang dilakukan menarik nafas dalam, evaluasi dilakukan klien merasa tenang dan rileks. sumber yang ada pada klien dan keluarga serta sarana dan fasilitas perawatan. Kata kunci: asuhan keperawatan; kista ovarium; kecemasan
Faktor Intrinsik dan Extrinsik yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia Eny Pemilu Kusparlina; Eddy Wasito
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7401

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus pneumonia balita di Puskesmas Banjarejo Kota Madiun pada tahun 2018 sebanyak 7 kasus. Sedangkan pada tahun 2019 kasusnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu menjadi 81 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah kasus sebesar 33 sampel dan kontrol sebesar 33 sampel. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan teknik pengambilan data wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa status gizi (OR=5,342), riwayat pemberian ASI eksklusif (OR=4,241), status pekerjaan ibu (OR=4,235), kepadatan hunian rumah (OR=5,041), sosial ekonomi (OR=4,025), penggunaan obat nyamuk bakar (OR=3,500), kebiasaan merokok anggota keluarga (OR=3,619), kebiasaan membuka jendela (OR=3,538), kebiasaan membersihkan rumah (OR= 5,950), dan kebiasaan mencuci tangan (OR=4,457) berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Simpulan: Saran penelitian ini adalah untuk memberikan nutrisi yang tepat dan bergizi, memberikan ASI secara eksklusif, tidak merokok didalam rumah atau lingkungan sekitar balita, menggunakan kelambu, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: balita; faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik; pneumonia
Gambaran Pola Makan Balita Stunting Di Desa Kamal Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Inamah Inamah; Wahyuni Sammeng; Mahmud Mahmud; Khartini Kaluku; Tasya Renata Nikwelebu
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7406

Abstract

Prevalensi Stunting di Maluku secara umum pada Usia 0-59 bulan sangat pendek 12,5%, pendek 21,5%, normal 66,0%. Sedangkan Prevalensi stunting kabupaten seram bagian barat tahun 2017 sebesar (30%), tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi (31,4%), dan tahun 2019 mengalami penurunan sebesar (28%). Jumlah anak balita keseluruhan didesa kamal yaitu 400 orang, sendangkan jumlah balita stunting di desa kamal yaitu 51 orang (12,75%), dan berdasarkan jenis kelamin, laki-laki 28 orang (54,9%), dan perempuan 23 orang (4,5%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pola makan Balita Stunting di Desa Kamal, Kec Kairatu Barat, Kab Seram Bagian Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk memberikan Gambaran Pola Makan pada Balita Stunting di Desa Kamal. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah zat gizi yang balita stunting berkategori baik, karbohidrat sebanyak 32 orang (100%), protein sebanyak 8 orang (25%), lemak sebanyak 31 orang (96,9%). Jenis makanan balita stunting kebanyakan masuk kategori tidak beragam. Frekuensi makan balita stunting kategori sering, nasi putih sebanyak 32 orang (100%), ikan kembung sebanyak 32 orang (100%), sedangkan bahan makanan lain sumber protein nabati, sayuran dan buah masuk ketegori jarang dikonsumsi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa 32 sampel balita stunting asupan zat gizi kebanyakan kategori baik dan kurang, dan untuk jenis makanan kebanyakan balita stunting makan nasi putih, dan untuk frekuensi makan balita stunting sering makan ikan kembung. Kata kunci: pola makan; balita; stunting
Output Based Learning (OutBaL): A Complete Research Learning bagi Mahasiswa Kesehatan Heru Santoso Wahito Nugroho; Fajriansyah Fajriansyah; Wiwin Martiningsih; Sri Wayanti; Suparji Suparji; Ketut Sudiantara; Budi Joko Santosa; Sutio Rahardjo; Koekoeh Hardjito; M. Fadly Kaliky; Handoyo Handoyo; Hery Koesmantoro; Vincentius Supriyono; Tuhu Pinardi; Sunarto Sunarto; Bahtiar Bahtiar; Abd Rijali Lapodi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7402

Abstract

Output Based Learning (OutBaL): A Complete Research Learning disusun sebagai inovasi pendekatan secara paripurna untuk pembelajaran penelitian, yakni tidak hanya berakhir sampai dengan laporan penelitian, namun dilanjutkan sampai terwujudnya luaran penelitian berupa publikasi ilmiah, seperti artikel jurnal, prosiding atau buku monograf. Dengan dipublikasikannya hasil penelitian mahasiswa, maka inovasi-inovasi yang ditemukan bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat, baik untuk diterapkan maupun diteliti lebih lanjut. Pembelajaran tuntas hingga output seperti ini diharapkan juga memiliki dampak positif yang besar bagi perkembangan perguruan tinggi, baik dari segi kinerja mahasiswa maupun dosen. Kata kunci: Output Based Learning (OutBaL); pembelajaran penelitian; mahasiswa kesehatan
Peran Penting Sekolah Dalam Memperbaiki Praktik Gizi Seimbang Pada Anak (Studi Literatur) Khartini Kaluku; Junieni Junieni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7407

Abstract

Masyarakat dunia saat ini menghadapi banyak masalah gizi termasuk Negara Indonesia. Prevalensi masalah gizi di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan termasuk masalah gizi pada anak usia sekolah. Masalah gizi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah terkait praktik gizi seimbang. Praktik gizi seimbang pada anak usia sekolah tidak hanya tergantung pada peran keluarga. Akan tetapi, peran penting dari sekolah juga sangat berpengaruh. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan sekolah. Mengingat pentingnya hal tersebut maka dari itu sudah semestinya kita sadar dan peduli. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting peran sekolah dalam memperbaiki praktik gizi seimbang pada anak. Kajian secara naratif dilakukan terhadap beberapa artikel penelitian maupun skripsi yang terbit dalam 10 tahun terakhir pada jurnal nasional maupun internasional dan dapat diakses secara terbuka (open access). Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik gizi seimbang khususnya pada anak sekolah sangatlah penting. Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa dan aset pembangunan. Peran penting sekolah dalam hal ini adalah memberikan pendidikan gizi yang dimana sangat diperlukan oleh anak usia sekolah terutama untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik gizi seimbang yang pada gilirannya akan meningkatkan status gizinya. Kebijakan sekolah terkait dengan praktik gizi seimbang dapat berupa kantin sehat dengan harapan bahwa pola konsumsi anak bisa dikontrol dengan baik. Kantin sekolah berfungsi untuk menyediakan makanan yang sehat yakni yang bergizi dan aman untuk dikonsumsi anak serta mendorong anak untuk memilih makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Kata kunci: praktik gizi seimbang; pendidikan gizi; kantin sehat
SOCIAL CULTURAL DESCRIPTION OF EARLY MARRIAGE IN SELAYAR ISLANDS DISTRICT Sarti Nofrianti Elbetan; Virda Sintia Lao
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7403

Abstract

Manusia terlahir sebagai makhluk sosial, kenyataan tersebut menyebabkan manusia tidak akan dapat hidup normal tanpa kehadiran manusia yang lain. Hubungan tersebut dapat dikategorikan sebagai interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran sosial budaya pernikahan dini di Kabupaten Kepulauan Selayar. Desain penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yaitu pengumpulan data dengan melalukan wawancara secara mendalam pada 16 informan yang berusia di 15-18 tahun yang telah mengalami pernikahan dini. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar tepatnya di Kecamatan Benteng, sebanyak 30 orang yang terkait pernikahan dini. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan ahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama terjadinya pernikahan dini di Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu: perjodohan, lingkungan sosial, dan pergaulan bebas. Gambaran persepsi tentang anak yang menikah di usia dini, sebagian responden mengatakan alasan menikah di usia dini karna unsur perjodohan, unsur suka sama suka dan unsur keharusan akibat pergaulan bebas. Gambaran persepsi tentang anak yang melakukan pernikan di usia dini, sebagian responden mengatkan bawah orang tuanya tidak setuju dengan pernikahanya. Kata kunci: pernikahan dini; sosial; budaya
Pendidikan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Layeni Kabupaten Maluku Tengah Joula Timisela; Masrikat Maya Diana Claartje; Fransina Tubalawony; Yona Sahalessy; J. I. L. Ratulangi; Alfonsina E. Hetaria
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7408

Abstract

Stunting adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan, dan kurang gizi kronik. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi stunting. Pendidikan kesehatan sangat penting bagi ibu hamil sebagai salah satu kelompok 1000 hari pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Layeni Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan Pre experiment design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan teknik non probality sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 24 orang. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon menunjukan nilai Post test - Pre tes pada Negatif Rank sebesar 0,00 sedangkan Positif Rank sebesar 12,50, ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan setelah responden mendapat pendidikan kesehatan. Selain itu, nilai Z sebesar -4.319 dengan p value 0,0001*, nilai ini kurang dari α= 0,05. Berdasarkan hasil tesebut maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting. Direkomendasikan bagi petugas kesehatan yang melakukan pelayanan kepada ibu hamil agar terus meningkatkan pendidikan kesehatan untuk mencegah stunting. Kata kunci: pendidikan kesehatan; pengetahuan; stunting; ibu hamil
Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus) dengan Variasi Basis Salep Epi Dusra; Aulia Debby Pelu; Jayanti Djarami; Sitti Windarni Muhis
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7404

Abstract

Pemakaian bahan alami sebagai upaya penanggulangan masalah kesehatan telah banyak diterapkan masyarakat. Suatu tanaman dapat digunakan sebagai sumber obat karena memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder, contonya tanaman serai wangi. Masyarakat di Indonesia biasanya memanfaatkan Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) sebagai obat kumur, sakit gigi dan gusi yang bengkak, peluruh keringat dan nyeri. Berdasarkan dari hasil penelitian sebelumnya menyatakan ekstrak serai wangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder tanaman serai wangi Cymbopogon nardus), membuat formulasi salep ekstrak etanol tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) dengan menggunakan variasi basis salep dan melalukan evaluasi sediaan salep ekstrak etanol tanaman serai wangi (cymbopogon nardus). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental laboratorium. Hasil penelitian ini yaitu ekstrak etanol tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) Pada hasil uji kandungan metabolit sekunder mengandung senyawa tanin, flavonoid, saponin, dan fenol. Di buat tiga formulasi basis salep yaitu FI (hidrokarbon), FII (absorpsi) dan FIII (larut air). Berdasarkan hasil uji evaluasi ketiga basis salep yaitu FI (hidrokarbon), FII (absorpsi) dan FIII (larut air), menunjukan hasil yang stabil pada uji organoleptic, uji homogenitas dan uji pH. Kata kunci: ekstrak salep; tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus); basis salep
Pemberian Slow Deep Breathing Exercise pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah kerja Puskesmas Suli Kota Ambon Ida Djafar; Suardi Zurimi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7409

Abstract

Diabetes adalah salah satu penyakit dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia. Komplikasi makrovaskular yang menghancurkan dan komplikasi mikrovaskular menyebabkan peningkatan kematian, kebutaan, gagal ginjal dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan pada orang dengan diabetes. Pengelolaan diabetes mellitus dengan Slow deep breathing adalah teknik relaksasi dalam menurunkan kadar glukosa darah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan penerapan prosedur slow deep breathing exercise pada pasien diabetes mellitus untuk menurunkan glukosa darah. Jenis penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan proses tindakan keperawatan. Hasil penelitian pada Tn. O.I didapatkan data cemas dengan kondisi penyakitnya, telunjuk kaki kiri terasa sakit karena luka, selalu merasa lapar, sulit untuk buang air besar, riwayat anggota keluarga menderita penyakit diabetes mellitus, keadaan umum lemas, konjungtifa anemis, tampak adanya luka dengan ukuran 1cm pada telunjuk kaki kiri pasien, glukosa darah sewaktu 130 mg/dl. Diagnosa keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, diberikan tindakan slow deep breathing, hasilnya penurunan kadar glukosa darah. Kata kunci: slow deep breathing; diabetes mellitus; glukosa darah
Hubungan Fungsi Orang Tua dengan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja pada Sikap Pencegahan Kehamilan Dini di Desa Passo Lintje Sintje Corputty
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7405

Abstract

Jumlah remaja perempuan yang melahirkan didunia setiap tahun sekitar 16.000.000 orang. Dari jumlah tersebut diperkirakan 90% sudah menikah dan terdapat kasus meninggal dunia sekitar 50.000 orang. Pada remaja yang usia ≤20 tahun diperkirakan kasus kematian pada ibu dan bayi baru lahir 50% dibandingkan pada remaja usia ≥20 tahun. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara fungsi orang tua, dengan pendidikan kesehatan reproduksi remaja pada perilaku sikap pencegahan kehamilan dini pada remaja. Jenis penelitian survey analitik, pendekatan cross-sectional. Besar sampel 50 orang remaja putri, dengan tingkat pendidikan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan fungsi orang tua dengan pendidikan kesehatan reproduksi remaja pada sikap pencegahan kehamilan dini di Desa Passo (p=0.000). Pelayanan kesehatan remaja menjadi program pelayanan yang dapat meluas bukan saja pada remaja yang masih bersekolah, tetapi dapat menyentuh remaja yang putus sekolah. Kata kunci : fungsi orang tua; pendidikan kesehatan reproduksi; kehamilan dini

Page 1 of 1 | Total Record : 10