cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss) SEBAGAI ZAT WARNA PADA SEDIAAN PEWARNA RAMBUT Muharti Sanjaya
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan Pewarna rambut adalah sediaan kosmetik yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mewarnai rambut. Baik untuk mengembalikan warna rambut asalnya atau warna lain. Daun bayam merah mengandung saponin, tanin dan minyak atsiri.Kandungan tanin dalam daun bayam merah disebut juga dengan zat penyamak yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Untuk mengetahui senyawa-senyawa kimia yang terdapat pada daun bayam merah (Alternanthera amoena Voss).Penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan cara maserasi. Evaluasi fisik yang dilakukan antara lain uji organoleptis, uji iritasi, uji stabilitas warna yang dihasilkan, uji stabilitas warna terhadap pencucian, uji stabilitas terhadap sinar matahari. Penelitian menunjukkan bahwa formula dengan ekstrak daun bayam merah dapat mempengaruhi warna rambut uban yang diperoleh.Sediaan berupa lotion, pH sediaan 4.Pewarnaan rambut uban menjadi kuning dan kuning kehijauan terjadi pada konsentrasi 10%.Hasil uji stabilitas terhadap pencucian dapat bertahan selama 3 kali pencucian. Hasil uji stabilitas terhadap paparan sinar matahari tidak ada terjadi perubahan warna pada rambut . Kata kunci : Ekstrak etanol daun bayam merah, Pewarna rambut
Pengaruh Metode Abdominal Lifting Terhadap Intensitas Nyeri Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif di Rumah Sakit Tkt II Dr. J. Latumeten Ambon Ratna Malawat
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.97 KB) | DOI: 10.33846/ghs5109

Abstract

Latar belakang: Persalinan suatu proses membuka dan menipisnya serviks serta terjadi kontraksi uterus. Sehingga menyebabkan nyeri pada proses persalinan. Manajemen nyeri persalinan dapat diterapkan secara nonfarmakologi, salah satunya adalah masase yang bertujuan melepaskan senyawa Endorphin sehingga mengurangi nyeri, mengurangi kecemasan dan waktu persalinan lebih pendek secara bermakna. Tujuan: untuk mengidentifikasi pengaruh metode masase terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penetian ini adalah Quasy-Eksperimen research yang bersifat pre-test post-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 subjek penelitian dengan teknik total sampling artinya sampel yang digunakan adalah total populasi. Analisa data yang digunakan adalah uji t-independent. Hasil: Karakteristik subjek penelitian keseluruhan berusia 20-35 tahun, paritas yang paling banyak adalah 1-2 orang sebanyak 8 subjek penelitian (66,72%) tingkat pendidikan responden adalah SMA sebanyak 11 subjek penelitian (78,6%), serta pekerjaan subjek penelitian sebagian besar adalah ibu rumah tangga sebanyak 7 (58,38). Intensitas nyeri sebelum dilakuakan metode abdominal lifting diketahui bahwa keseluruhan subjek penelitian mengalami nyeri. Setelah diberika metode abdominal lifting diketahui bahwa sebagian besar subjek penelitian mengalami nyeri yang berkurang sebanyak 10 subjek penelitian (83,3%) nyeri tetap 1 subjek penelitian (8,33%) dan nyeri bertambah 1 subjwk (8,33%). Hasil uji t terdapat perbedaan yang begitu signifikan antara sebelumdan sesudah diberikan metode abdominal lifting. Kesimpulan: Ada pengaruh metode abdominal lifting terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif Kata kunci: abdominal lifting; intensitas nyeri; kala I
MANEJEMEN PERAWATAN PASIEN TOTAL CARE DAN KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG ICU RSUD MASOHI TAHUN 2016 IRHAMDI ACHMAD
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.816 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i1.57

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: infeksi masih merupakan penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satunya adalah infeksi nosokomial. Infeksi ini menyebabkan, 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh Indonesia. Infeksi nosokomial diartikan sebagai infeksi yang diperoleh seseorang selama di rumah sakit. Di DKI Jakarta tahun 2004 9,8% pasien rawat inap mendapat infeksi nosokomial. RSUD Masohi rumah sakit Pemkab Maluku Tengah yang sementara melakukan pembenahan system pelayanan maupun sarana prasarana. Sehingga data infeksi nosokomial tidak terlaporkan sehingga sulit untuk mendeteksi kejadiannya sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen perawatan pasien total care dengan kejadian infeksi nosokomial di ruang ICU RSUD Masohi tahun 2016 dengan Metode descriptive correlation menggunakan pendekatan croos sectional. Sampel adalah semua perawat yang bekerja di ruang ICU RSUD Masohi yaitu 15 orang. Menggunakan analisis non parametrik RankSpearman Hasil: Pada variable planning katagori baik 80%, kurang baik 20%, organisasi kategori baik 86,7%, kurang baik 13,3%, ketenagaan kategori baik 26,7%, kurang baik 73,3%, pengarahan kategori baik 53,3%, kurang baik 46,7% , pengawasan kategori baik 33,3%, kurang baik 66,7%, tindakan invasif kategori infeksi 20%, tidak infeksi 80% dan tindakan non invasif kategori infeksi 40% dan tidak infeksi 60%. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara planning, organisasi, pengawasan dengan infeksi nosokomial akibat tindakan invasif, dan ada hubungan signifikan antara ketenagaan, pengarahan dengan infeksi nosokomial akibat tindakan invasif serta tidak ada hubungan signifikan antara planning, organisasi, ketenagaan, pengarahan, pengawasan dengan infeksi nosokomial akibat tindakan non invasif. Kata Kunci: Manejemen, total care, infeksi nosokomial
PERAN PERAWAT DALAM MENANGANI PASIEN TB PARU DI RUANG IGD RSUD TULEHU PROVINSI MALUKUTAHUN 2015 Risman Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.224 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.276

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis atau TB adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenaiorgan tubuh lainnya. Pada tahun 1993 World Health Organization (WHO) menyatakan TB sebagai suatu problema kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius di seluruh dunia.Untuk mengetahui peran perawat dalam menangani pasien TB Paru di ruang IGD RSUD Tulehu Provinsi Maluku Tahun 2015. Jenis atau rancangan Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif, yaitu jenis penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, peran perawat dalam menangani pasien TB paru di ruang IGD RSUD Tulehu Provinsi Maluku. Hasil penelitian menunjukan bahwa asuhuan keperawatan, proses edukator dan advokat yang dilakukan oleh perawat yang ada di ruang IGD penanganan pasien TB paru RSUD tulehu sudah baik dan sesuai dengan prosedur pelaksaan yang ada di RSUD tulehu semua mekanisme pelyanan sesuai dengan standard operasional yang ada dalam setiap unit kerja yang ada di RSUD tulehu salah satunya dalah di ruang IGD TB Paru. di simpulkan bahwa sudah maksimalnya peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan advokat dan edukator untuk menangani pasien TB paru di ruang IGD RSUD tulehu Provinsi Maluku.bagi pasien jangan merasa takut tegang dangan penyakit yang di derita agar tidak menimbulkan masalah baru dan kepala ruangan lebih tingkatkan lagi pelayanan yang lebih baik lagi. Kata Kunci: Peran perawat. Penanganan pasien TB paru
FORMULASI SEDIAAN BALSEM MINYAK ATSIRI TANAMAN SEREH (Cymbopogon nardus (L).Rendle) Tika Romadhonni; Sally Hermin Anastasia
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.295 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Formulasi Balsem Minyak Atsiri Tanaman Sereh (Cymbopogon nardus (L).Rendle).Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik dari balsem minyak atsiri tanaman sereh (Cymbopogon nardus (L).Rendle). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2018 di laboratorium Farmasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Papua. Sampel Tanaman Sereh (Cymbopogon nardus (L). Rendle) yang digunakan berasal dari Koya Timur Kota Jayapura Papua. Metode Ekstraksi Minyak Atsiri yaitu destilasi uap dan air. Formulasi balsem ditentukan dengan membuat 3 (tiga) Formula Balsem (FI, FII dan FIII) dengan memvariasikan basis balsem yaitu parafin liquidum dengan konsentrasi 7%, 8% dan 9%. Untuk memperoleh sediaan balsem dengan formula terbaik dilakukan uji evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula balsem terbaik dari minyak atsiri tanaman sereh (Cymbopogon nardus (L).Rendle) yaitu FI mempunyai warna putih kekuningan; berbau khas minyak atsiri tanaman sereh (Cymbopogon nardus (L). Rendle); konsistensi setengah padat; homogen; mempunyai pH 5,44, menyebar dengan baik dengan diameter 4,9cm; dan mampu melekat dengan baik sekitar 6 detik. Kata Kunci: Balsem, Tanaman Sereh (Cymbopogon nardus (L). Rendle)
PENGARUH MUSCLE ENERGY TECHNIQ (MET) TERHADAP PERUBAHAN FUNGSIONAL CERVICAL PADA PENDERITA NON-SPESIFIC NECK PAIN DI RSUD HAJI Ikhsan Dermawan Syamsul
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.201 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i2.210

Abstract

Non-Spesific neck pain merupakan kasus yang memiliki prevalensi yang tinggi, dan banyak dijumpai di berbagai lahan praktek fisioterapi. Sumber gejala dari non-spesific neck pain khususnya berasal dari zygapophyseal joint atau uncovertebral joint pada cervical, dan umumnya menyebabkan keterbatasan gerak ke segala arah yang akhirnya menyebabkan hambatan fungsional pada cervical. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara intervensi MET 3 kali terapi dan intervensi MET 6 kali terapi terhadap perbaikan fungsional cervical pada non-spesific neck pain. Desain penelitian ini adalah time series design. Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data adalah skala Neck Bournemouth Questionnaire, dimana skala Neck Bournemouth Questionnaire digunakan untuk menilai fungsional cervical, baik sebelum dan sesudah intervensi. Sampel penelitian berjumlah 20 orang, laki-laki sebanyak 7 orang (35%) dan perempuan sebanyak 13 orang (65%). Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji paired sample t diperoleh nilai p < 0,05 untuk intervensi MET frekuensi 3 kali terapi dan diperoleh nilai p < 0,05 untuk intervensi MET frekuensi 6 kali terapi. Hal ini menunjukkan bahwa MET dengan frekuensi 3 kali terapi dan frekuensi 6 kali terapi dapat menghasilkan perbaikan fungsional cervical yang signifikan. Kemudian, berdasarkan hasil uji independent sampel t diperoleh nilai p < 0,05 yang berarti bahwa MET dengan frekuensi 6 kali terapi lebih besar menghasilkan perbaikan fungsional cervical yang signifikan dibandingkan dengan MET frekuensi 3 kali terapi. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa intervensi MET frekuensi 6 kali terapi lebih baik dari pada intervensi MET frekuensi 3 kali terapi dalam menghasilkan perbaikan fungsional cervical pada non-spesific neck pain. Kata kunci: Non-spesific neck pain, Muscle energy technique.
STUDI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA DI RAWAT JALAN ANAK RSUD PERDAGANGAN KABUPATEN SIMALUNGUN Fifin Oktaviani
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang paling umum digunakan dan disalahgunakan pada anak. Penggunaan antibiotik yang makin banyak dapat menimbulkan resistensi antibiotik terhadap bakteri patogen sehingga meningkatkan kebutuhan obat baru yang lebih besar. Resistensi bakteri terhadap antibiotika telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia, dengan berbagai dampak yang merugikan sehingga dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan dan kualitas hidup pasien. Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Studi Kerasionalitas Penggunaan Antibiotika di Rawat Jalan Anak RSUD Perdagangan Kabupaten Simalungun Periode Januari – Maret 2019. Penelitian ini merupakan Penelitian ini merupakan studi cross sectional (potong lintang) dengan menggunakan desain deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif pada Januari – Maret 2019 melalui pengambilan data sekunder, yaitu dari rekam medis dan resep pasien anak dan mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi sampel penelitian. Dari 100 sampel pasien penelitian jenis penyakit yang banyak diderita pasien adalah ISPA (32,00%), jenis antibiotik yang terbanyak digunakan yaitu cefixim (50,00%), pola peresepan satu jenis antibiotik dalam satu R/ terbanyak adalah cefixim (50,00%), pola peresepan dua jenis antibiotik dalam satu R/ atau dua R/ terbanyak adalah amoksisilin dan gentamicin (4,54%), kerasionalan dosis antibiotik yang memenuhi kategori rasional sebanyak 110 obat (100%), kerasionalan indikasi antibiotik yang memenuhi kategori rasional sebanyak 110 obat (100%), kerasionalan lama penggunaan antibiotik yang memenuhi kategori rasional sebanyak 110 obat (100%). Kata Kunci : Antibiotik, Pola Peresepan, Rasionalitas
HUBUNGAN KEPADATAN PENGHUNI RUMAH DENGAN PENULARAN TUBERCULOSIS PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR TAHUN 2012 Deborah Ferdinanda Lumenta
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.858 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.139

Abstract

PENGARUH LATIHAN MOTOR IMAGERY TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS PADA PASIEN STROKE DENGAN HEMIPARESIS DI RUANG NEUROLOGI RSUD. Dr. M. HAULUSSY AMBON Wiwi Rumaolat; Risman Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.284

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu diotak, sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat- zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat.WHO memprediksi bahwa kematian akibat stroke akan meningkat seiring dengan kematian akibat penyakit jantung dan kanker kurang lebih 6 juta pada tahun 2010 menjadi 8 juta di tahun 2030 (American Heart Association, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh latihan motor imagery terhadap kekuatan otot ektremitas pada pasien stroke dengan hemiparesis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasy eksperimental) dengan pendekatan one group pre-post test design, sampel 10 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam bentuk observasi. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji Willcoxon dan tingkat kemaknaan 0,05. Dari hasil analisis bivariat terdapat pengaruh latihan motor imagery terhadap kekuatan otot ektremitas pada pasien stroke ekstremitas pada pasien stroke dengan hemiparesis (P=0.004). Kata Kunci: Latihan Motor Imagery, Kekuatan Otot
STUDI KEPADATAN TIKUS DAN EKTOPARASIT DI PASAR GUDANG ARANG KELURAHAN BENTENG KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON Farha Assagaff
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.78 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.326

Abstract

Faktor lingkungan biotik dan abiotik akan mempengaruhi dinamika populasi tikus. Suatu populasi tikus domestik, peridomestik dan silvatik akan beragam dalam struktur umur, fase perkembangan, atau komposisi genetik dari individu-individu penyusunnya diduga mempunyai perbedaan keragaman komposisi ektoparasit yang menempatinya (Mulyono, et al.2009). Pasar dapat mendukung kehidupan tikus. Keberadaan tikus beserta pinjalnya di pasar perlu diwaspadai, agar tidak terjadi penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tikus dan ektoparasit pada tikus di Pasar Gudang Arang Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Populasi adalah semua tikus dan ektoparasit yang berada disekitar lokasi penangkapan tikus yaitu Pasar Gudang Arang Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Sementara itu, sampel adalah tikus dan ektoparasit yang berhasil tertangkap dan ditemukan pada saat penelitian. Untuk mendapatkan ektoparasit, tikus yang tertangkap kemudian dibius menggunakan klorofom. Kemudian tikus disisir. Proses penyisiran harus berlawanan arah dengan rambut badan tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tikus yang tertangkap sebanyak 3 ekor. Jenis tikus yang tertangkap Tikus Got (Rattus norvegicus). Setelah dilakukan penyisiran, tidak diperoleh ektoparasit yang menempel pada tikus. Simpulan dalam penelitian ini adalah kepadatan tikus di pasar Gudang Arang atau persentase keberhasilan penangkapan (trap success) sebesar 8,33%. Namun tetap diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini bagi masyarakat (penjual) tetap melakukan upaya pemberantasan dan pengendalian tikus. Kata kunci: Tikus, Ektoparasit, Pasar