cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
Pola Makan dan Kekambuhan Gastritis pada Mahasiswa di Akademi Keperawatan Rumkit Tk III Dr. J. A. Latumeten Kota Ambon Irene Tauran; Vernando Yanry Lameky
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7108

Abstract

Background: Gastritis is a disease that is often experienced by the community. Complaints of gastritis is a condition that interferes with daily life if not prevented properly it can be fatal. Gastritis usually occurs in individuals who have irregular eating patterns. The purpose of this study was to determine the relationship between diet and gastritis recurrence in university students. Methods: The research design was descriptive, with a cross-sectional design. The sampling technique used a total sampling of 30 respondents. Results: The results showed that the respondents based on age were 70% aged 20-21 years, gender 60% were women, based on where they lived, that was 70% of boarding houses, based on diet, that was 70% unhealthy, while based on recurrence, that was 80% had relapses. Chi-square analysis obtained p-value = 0.000 (α 0.05) meaning that there is a significant relationship between diet and gastritis recurrence. Conclusion: unhealthy eating patterns are the main cause of gastritis. It is hoped that health education will continue to be intensified and maintain a healthy lifestyle. Keywords: gastritis; recurrence; dietary habit ABSTRAK Latar Belakang: Gastritis merupakan penyakit yang sering di alami oleh masyarakat. Keluhan gastritis merupakan suatu keadaan yang mengganggu kehidupan sehari-hari bila tidak di cegah dengan baik maka dapat berakibat fatal. Penyakit gastritis biasanya terjadi pada individu yang memiliki pola makan yang tidak teratur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kekambuhan gastritis pada mahasiswa. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif, dengan rancangan potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 30 responden. Hasil: hasil penelitian menunjukan responden berdasarkan usia yaitu 70% berusia 20-21 tahun, jenis kelamin 60% yaitu perempuan, berdasarkan tempat tinggal yaitu 70% kost, berdasarkan pola makan yaitu 70% tidak sehat, sedangkan berdasarkan kekambuhan yaitu 80% mengalami kambuh. Analisis chi-square didapatkan nilai p-value = 0,000 (α ≤ 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan pola makan dengan kekambuhan gastritis. Kesimpulan: pola makan yang tidak sehat menjadi penyebab utama penyakit gastritis. Diharapkan adanya pendidikan kesehatan yang terus digencarkan dan mempertahankan pola hidup sehat. Kata Kunci: gastritis; kekambuhan; pola makan
Perilaku Pemberian Asi Eksklusif Berdasarkan Landasan Legalitas Dan Keutuhan Keluarga Titi Maharrani
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7207

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. Air Susu Ibu (ASI) bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh bayi karena mengandung antibodi yang kuat untuk mencegah infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh landasan legalitas dan keutuhan keluarga terhadap perilaku pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu nifas sejumlah 108 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah landasan legalitas dan keutuhan keluarga, sedangkan variabel terikat adalah perilaku pemberian ASI Eksklusif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan data dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik. Kebersamaan dalam keluarga merupakan factor yang mempengaruhi perilaku pemberian ASI Eksklusif dengan p-value 0.009. Sedangkan 6 indikator yang lain diantaranya legalitas perkawinan, legalitas kelahiran, keutuhan keluarga, kemitraan suami istri, pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan tidak berpengaruh terhadap perilaku pemberian ASI Eksklusif. Kesimpulan : Landasan legalitas dan keutuhan keluarga mempengaruhi perilaku pemberian ASI Eksklusif pada indikator kebersamaan dalam keluarga. Kata kunci: ASI eksklusif; legalitas; keutuhan keluarga
Perbandingan Status Gizi dan Tingkat Dismenorea pada SMPN dan SMP Swasta Emy Rianti; Fenti Hasnani; Sri Puspita Handayani
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7201

Abstract

Dysmenorrhea is a reproductive system problem that can have an impact on the productivity of young women, including absenteeism from school, decreased concentration in learning, and limitations in carrying out activities. Nutritional status is considered as one of the risk factors for the incidence of dysmenorrhea. The purpose of this study was to compare the relationship between nutritional status and the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls in public junior high schools (SMPN) and private junior high schools (SMP). The study design was analytic with a cross sectional approach. Nutritional status was determined based on body mass index according to age (BMI/U). The results showed that there was a difference in nutritional status in SMPN and Private SMP, there was no relationship between nutritional status and the incidence of dysmenorrhea in SMPN. Keywords: nutritional status; dysmenorrhea; adolescent girls ABSTRAK Dismenorea merupakan masalah sistem reproduksi yang dapat berdampak terhadap produktivitas remaja putri, antara lain adalah ketidakhadiran di sekolah, penurunan konsentrasi belajar, serta keterbatasan melakukan aktivitas. Status gizi dianggap sebagai salah satu faktor risiko terhadap kejadian dismenorea. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan hubungan status gizi dengan tingkat dismenorea pada remaja putri di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta. Desain studi bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Status gizi ditentukan berdasarkan indeks masa tubuh menurut usia (IMT/U). Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan status gizi di SMPN dengan SMP Swasta, tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenorea di SMPN. Kata kunci: status gizi; dismenorea; remaja putri
State of The Art dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan Kesehatan Heru Santoso Wahito Nugroho; Fransiskus Salesius Onggang; Bringiwatty Batbual; Mariana Ngundju Awang; Suparji Suparji; Sri Winarni; Sutio Rahardjo; Sri Wayanti; Feftin Hendriyani
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7208

Abstract

Temuan-temuan baru yang terus hadir secara dinamis sangat berguna bagi para ilmuwan dan calon ilmuwan untuk upaya pengembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. Ilmuwan harus menyiapkan diri secara dini untuk menghasilkan temuan baru dalam bidang ilmunya masing-masing, melalui suatu aktivitas penelitian yang terstandar. Kemampuan menggali novelty dan cara menyampaikannya dalam suatu tulisan ilmiah (state of the art) merupakan hal yang dilatih oleh para calon ilmuwan sejak dini. Oleh karena itu, guna menjamin keberhasilannya para calon ilmuwan harus segera menyiapkan diri baik dari segi teknis maupun material, yang sangat membutuhkan keterampilan akses informasi dari scientific database. Kata kunci: state of the art; ilmu pengetahuan; novelty
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Insomnia pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werda Himo-himo Ternate Hary Chandra; A. Yulansari Makatika
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7102

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yg ditandai dengan kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur,.merasa tidak fresh ketika bangun.pagi dan mengalami.kualitas.tidur buruk. Insomnia ialah gangguan tidur yang paling sering. ditemukan. Setiap tahun diperkirakan kurang lebih 20%-50% orang dewasa melaporkan adanya insomnia. dan.kurang lebih tujuh.belas persen mengalami insomnia. yang berfokus. Prevalensi insomnia. pada lansia relatif tinggi yaitu kurang lebih. Enam puluh tujuh persen. Meskipun. demikian, hanya.satu dari delapan masalah yg menyatakan bahwa gangguan tidurnya sudah didiagnosis oleh dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kenyamanan kamar tidur, kecemasan, dan aktivitas senggang malam hari dengan insomnia pada lansia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional Study. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar dan menghuni Panti Sosial Tresna Werda Himo-himo Ternate, atau dengan cara penarikan sampel secara simple random sampling. Hasil penelitian ini didapat dari hasil uji Chi Square, diketahui bahwa tidak ada hubungan antara kenyamanan kamar tidur dengan insomnia pada lansia (p = 0,70), terdapat hubungan antara kecemasan dengan insomnia pada lansia (p = 0,03), dan tidak ada hubungan antara aktivitas senggang malam hari dengan insomnia pada lansia (p = 0,98). Lansia adalah .sekelompok masyarakat dengan umur senja yang juga memerlukan perhatian khusus, sehingga mereka juga membutuhkan. orang-orang disekitarnya yang benar-benar memahami mereka agar dapat memenuhi kebutuhan mereka baik kebutuhan. primer maupun sekunder sehingga kondisi fisik dan dan mental mereka terjaga serta memungkinkan mereka terhindar dari gangguan kesehatan khususnya Insomnia. Kata kunci: insomnia; lansia; faktor risiko
Gambaran Teknik Menyikat Gigi Terhadap Kejadian Karang Gigi Supragingiva pada Siswa Usia 10 -12 Tahun di SD Negeri 101896 Kiri Hulu I Tanjung Morawa Kirana Patrolina Sihombing; Irma Syafriani Br Sinaga
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7204

Abstract

Supragingiva calculus was a tartar which attached to the crown surface of the theteeth until the gingiva margin. This tartar was yellowish white. Brushing teeth properly can reduce the risk of dental health problems. The aim of this study was to determine the description of the brushing teeth technique against supragingiva calculus formation in students aged 10-12 years old. The location of this research was in SD Negeri 101896, Kiri Hulu I Tanjung Morawa. The type of this research was a descriptive study with survey method, which the sample amounted to 36 people. The results of this study indicated that those who use Horizontal Technique were 20 people with poor criteria of 11 peophle, Vertical Technique of 10 people with poor criteria of 3 people. Roll technique were 6 people and there were no poor criteria in this technique. Whereas the nin emale had a higher severity of supragingiva calculus compared to five females. The conclusion in this study was the right of tooth brushing technique was the Roll Technique. Because the roll method was simple but efficient and can be used in all parts of the mouth and there are no students who have supragingiva calculus poor criteria in this technique and male have higher severity of supragingiva tartar compared to female. Keywords: tooth brushing techniques; supragingiva calculus ABSTRAK Kalkulus Supragingiva adalah karang gigi yang melekat pada permukaan mahkota gigi sampai margin gingiva dan berwarna putih kekuningan. Menyikat gigi dengan benar dapat mengurangi risiko masalah kesehatan gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran teknik menyikat gigi terhadap pembentukan karang gigi supragingiva pada anak usia 10-12 tahun. Lokasi penelitian adalah di SD Negeri 101896, Kiri Hulu I Tanjung Morawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei, yang sampelnya berjumlah 36 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang menggunakan Teknik Horizontal adalah 20 orang dengan kriteria buruk 11 orang, Teknik Vertikal 10 orang dengan kriteria buruk 3 orang. Teknik roll adalah 6 orang dan tidak ada kriteria yang buruk dalam teknik ini. Sedangkan 9 orang laki-laki memiliki tingkat keparahan karang gigi supragingiva yang lebih tinggi dibandingkan dengan 5 orang perempuan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah teknik menyikat gigi yang baik adalah Teknik Roll karena metode roll sederhana namun efisien dan dapat digunakan di semua bagian mulut dan tidak ada anak yang memiliki kriteria karang gigi supragingiva yang buruk dalam teknik ini, serta laki-laki memiliki tingkat keparahan karang gigi supragingiva yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Kata kunci: teknik menyikat gigi; kalkulus supragingiva
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Vina Estetika Medan Elvira Hayati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7210

Abstract

Pengukuran kepuasan pengguna jasa kesehatan merupakan salah satu indikator untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan. tujuan penelitian menganalisis faktor yang memengaruhi kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Vina Estetica. Desain penelitian adalah cross-sectional. Sampel adalah pasien yang dirawat di rumash sakit Vina Estetika Medan. Variabel penelitian diukur menggunakan kuesioner yang disusun peneliti dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji regresi logistik berganda. Dari lima variabel bebas, hanya terdapat satu variabel yang berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien yaitu variabel bukti fisik (tangibles) dengan nilai adalah 0,165. Sedangkan untuk keempat variabel bebas lainnya memiliki pengaruh negatif terhadap variabel kepuasan pasien, dengan diperoleh nilai koefisen regresi setiap variabel adalah -0,145 untuk variabel empati, -0,129 untuk variabel kehandalan, kemudian -0,028 untuk variabel daya tanggap, dan -0,266 untuk variabel jaminan assurance. Kata kunci: kepuasan pasien; tangibles; reliability; empathy; responsiveness
Studi Determinan Riwayat Penyakit dan Paritas dalam Kematian Maternal Laorina Regel; Suparji Suparji
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7304

Abstract

Dalam upaya mencapai MDGs, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dan menurunkan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Upaya penurunan AKI dan AKB ini sangat penting artinya karena selain menjadi target dari MDGs, juga sekaligus menjadi indikator dari status kesehatan masyarakat, bahkan AKI juga berkedudukan sebagai salah satu indikator penting dari kualitas pelayanan kesehatan secara umum. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan case-control (kasus-kontrol). Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu dalam masa kehamilan, persalinan, dan nifas di wilayah Kabupaten Ngawi selama tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Populasi ada dua kelompok sampel penelitian yaitu sampel kasus dan sampel control. Besar sampel kasus (n1) adalah seluruh ibu yang meninggal selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan selama tahun 2013 sampai dengan 2015 yaitu 51 orang. Besar sampel kontrol (n2) sama dengan besar sampel kasus yaitu 51 orang. Sampel kasus dipilih menggunakan teknik total sampling, Sedangkan sampel kontrol diambil dengan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Variabel terikat (Y) adalah kejadian kematian ibu, sedangkan variabel bebas (X) terdiri atas riwayat penyakit dan paretas. Data penelitian untuk masing-masing variabel merupakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik kehamilan, persalinan, dan nifas. Analisis data dengan statistic deskriptif dan analitik. Untuk menganalisis besarnya risiko dari masing-masing determinan yang telah terbukti bermakna, digunakan formula Odd Ratio. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji pengaruh riwayat penyakit terhadap kejadian kematian ibu didapatkan nilai p= 0,026 (
Pengaruh Umur, Paritas, Pekerjaan, Status Gizi dan Tingkat Pendidikan terhadap Kejadian Anemia Susi Ahmawati; Nuryani Nuryani; Heru Santoso Wahito Nugroho
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7308

Abstract

Anemia penyebab tingginya kasus perdarahan yang berakibat tingginya Angka Kematian Ibu yang merupakan indikator keberhasilan upaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kejadian anemia pada ibu hamil. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan retrospective berupa case control. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sejumlah 60 responden. Variabel independen adalah umur ibu hamil, paritas, pekerjaan, status gizi dan tingkat pendidikan ibu. Variabel dependen adalah kejadian anemia pada ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data hasil pemeriksaan ibu hamil yang tercatat pada rekam medik berupa kartu ibu hamil. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah umur ibu hamil = 0,002, status gizi = 0,004, paritas = 0,330, pekerjaan = 0,308 dan tingkat pendidikan = 0,770. Disimpulkan bahwa faktor risiko dari kejadian anemia kehamilan di Puskesmas Rejomulyo, Kabupaten Magetan adalah umur dan status gizi ibu hamil. Kata kunci: anemia kehamilan; faktor risiko; umur; status gizi
Pengetahuan, Dukungan Keluarga dan Self Efficacy Pasien Pasca Perawatan Skizofrenia Debora Harsono; Vernando Yanry Lameky; Moomina Siauta; Melona Rante
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7211

Abstract

Skizofrenia merupakan reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu, termasuk berfikir dan berkomunikasi, menerima dan menginterprestasikan realitas, merasakan dan menunjukan emosi dan berperilaku dengan sikap yang dapat diterima secara sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan self efficacy pasien pasca perawatan skizofrenia melalui systematic review. Hasil 6 artikel menunjukan bahwa adanya hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan self efficacy pasien pasca perawatan skizofrenia. Semakin baik pengetahuan dan dukungan keluarga, semakin baik proses perawatan pasien pasca skizofrenia. Dari hasil systematic review, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan self efficacy pasien pasca perawatan skizofrenia sehingga disarankan dapat memberikan informasi bagi keluarga bahwa pentingnya dukungan keluarga dan pengetahuan dalam proses pemulihan pasien perawatan pasca skizofrenia. Kata kunci: pengetahuan; dukungan keluarga; self efficacy; skizofrenia