cover
Contact Name
Usman Jayadi
Contact Email
lafadzjaya@gmail.com
Phone
+6281238426727
Journal Mail Official
ujayadi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Melati VIII BTN Rembiga, Kec. Selaparang, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan
Published by CV. LAFADZ JAYA
ISSN : -     EISSN : 28098544     DOI : https://doi.org/10.54443/sibatik
SIBATIK JOURNAL merupakan jurnal ilmiah populer bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan yang terbit setiap bulan. SIBATIK JOURNAL menerima naskah hasil penelitian dan hasil kajian yang memunculkan gagasan-gagasan ilmiah dan aktual di bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 996 Documents
HAK NEGARA DAN MASYARAKAT HUKUM ADAT ATAS HUTAN ADAT Nadira Apricia
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.128

Abstract

Indonesia is known to be a country that has a large forest. However, over time, forests in Indonesia have been damaged, reducing the area of forest owned by Indonesia. Many things are the cause of forest destruction in Indonesia, one of which is due to the lack of involvement of local Indigenous Peoples to participate in managing forests. As a society whose life is closest to nature including forests, indigenous peoples should be the most suitable people and have the right to manage and utilize forests. The Government of Indonesia recognizes and respects customary law so that in its development, the Government guarantees the rights and obligations of Indigenous Peoples by issuing regulations and laws on Indigenous Peoples of Law and Customary rights. However, in the regulations and laws that have been established there are thoughts that assume the Government only recognizes Indigenous Peoples and does not recognize the rights of Indigenous Peoples. To ensure the recognition of the rights of Indigenous Peoples of Law, the Government must provide clear legal certainty regarding the right of ulayat to customary forests.
PENINGKATAN TRANSAKSI PRODUK SIMPANAN DI KOPERASI SYARIAH MELALUI ETIKA PEMASARAN ISLAM Alvi Rohmatuzzakiyah; Amin Sadiqin
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Etika pemasaran yang diterapkan oleh KSPPS Muamalah Berkah Sejahtera dalam meningkatkan Transaksi Produk Simpanan nya. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2022. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer, yaitu data penilaian dari anggota dan etika pemasaran. Sedangkan data sekunder, yaitu penelitian terdahulu. Terdapat dua sumber data pada penelitian ini, yaitu sumber data primer yang berupa wawancara dengan informan. Sedangkan sumber data sekunder buku dan jurnal terkait pemasaran islam, simpanan koperasi syariah, etika bisnis islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Terdapat 3 langkah dalam teknik pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu editing, organizing dan analyzing. Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran yang dilakukan KSPPS MBS telah sesuai dengan teori atau konsep marketing islam yang terdiri dari praktik dan etika pemasaran yang sesuai dengan sifat Nabi Muhammad SAW dan Al-Ghazali. Etika pemasaran islam yang diterapkan di KSPPS MBS sudah menjadi budaya kerja bersama baik pada atasan sampai dengan bawahan dalam memjalankan tugasnya sebagai pemasar. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya jumalah keanggotaan koperasi dari tahun ke tahun.
STRATEGI PEMASARAN ROBUSTA COFFEE BUNGA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Steven Frans; Vonny Tiara Narundana
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.132

Abstract

Robusta Coffee Bunga adalah sebuah produk kopi bubuk Lampung yang memiliki masalah penurunan penjualan karena kurang tepat dan benarnya strategi pemasaran yang dilakukan terutama karena kondisi COVID-19 ini, dimana dari data, terlihat penjualan dari tahun 2018-2019 mengalami kenaikan konsisten dengan rata-rata pendapatan Rp.288.000.000-Rp374.400.000, namun mengalami penurunan signifikan di tahun 2020-2021 dengan rata-rata pendapatan Rp.144.000.000-Rp.172.800.000 akibat COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengatasi masalah tersebut dan mengetahui strategi pemasaran yang benar dan tepat untuk meningkatkan upaya penjualan Robusta Coffee bunga pada saat pandemi COVID-19 berdasarkan analisis SWOT. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif, menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, dengan analisis SWOT untuk menganalisis permasalahan yang dialami dan merumuskan strategi pemasaran. Dari hasil perhitungan matriks IE, diketahui Robusta Coffee Bunga berada pada sel 2 yaitu posisi tumbuh dan membangun (grow and build) yang didesain untuk mencapai pertumbuhan baik dalam keuntungan, aset, penjualan, atau campuran dari ketiganya. Yaitu dengan cara strategi intensif (strategi pengembangan produk baru, penetrasi pasar, pengembangan pasar) ataupun strategi integratif ( integrasi ke depan, belakang, horizontal). Hasil kombinasi matrik SWOT yang dominan adalah strategi SO dan WO yang dapat diterapkan untuk meningkatkan penjualan pada masa COVID-19.
PENGARUH BRAND AMBASSADOR ARTIS AMANDA MANOPO DAN ARYA SALOKA TERHADAP NIAT BELI KONSUMEN MELALUI PERSEPSI RISIKO PADA IKLAN (STUDI PADA SHOPEE INDONESIA) Fadilah Rizki Solikhah
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.133

Abstract

Information technology has progressed very rapidly so that it requires business actors to take advantage of technological advances for the application of their business. Business competition is getting tougher and dynamic with the times, companies often compete and show each other competition through the advertisements they make. This study purpose is to explain and analyze the effect of brand ambassadors on consumer purchase intentions by examining an intervening variable, specifically the perception of risk in advertising. This study employs a technique known as non-probability sampling. This type of research employs descriptive methods, contacting a total of 239 respondents via Google Form. techniques for data analysis utilizing path analysis. The findings of this study indicate that brand ambassadors have a negative and significant influence on risk perception, that risk perception has a negative and significant influence on purchase intention, and that brand ambassadors have a positive and significant influence on purchase intention. Shopee and business actors can use the results of this research to determine the appropriate brand ambassador so that consumers' minds about the risks that occur when doing online shopping are reduced and will later lead to purchase intentions.
LOYALITAS ANGGOTA KOPERASI DITINJAU DARI FAKTOR PELAYANAN DAN KOHESIVITAS Retno Nur Khasanah; Amin Sadiqin
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara Pelayanan dan Kohesivitas terhadap Loyalitas Anggota Koperasi KSPPS Muamalah Berkah Sejahtera Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif. Waktu penelitian dilaksanakan pada tahun 2022, yang dilaksanakan pada hari kerja di KSPPS Muamalah Berkah Sejahtera (MBS) Surabaya. Populasi pada penelitian ini sejumlah 330 orang yang merupakan anggota dari KSPPS MBS, dengan jumlah sampel sebesar 77 anggota setelah melalui proses perhitungan dengan rumus Isaac dan Michael. Instrumen pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuesioner sebagai pengambilan data kuantitatif dan instrumen Wawancara yang digunakan untuk triangulasi dari hasil kuesioner yang diperoleh. Adapun analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Instrumen, Asumsi Klasik, Regresi Linear Berganda, Uji Hipotesis dan Uji Koefisien Determinasi. Merujuk pada hasil penelitian pada bagian sebelumnya, dapat diambil kesimpulan bahwa pelayanan yang diberikan pegawai kepada anggota dan kohesivitas yang dimiliki anggota memiliki pengaruh positif dan signifikan baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap Loyalitas Anggota KSPPS Muamalah Berkah Sejahtera (MBS). Selain itu, jika terjadi peningkatan nilai baik Pelayanan maupun Kohesivitas, maka akan sejalan dengan peningkatan yang terjadi pada Loyalitas Anggota KSPPS MBS. Adapun besaran persentase pengaruh yang dihasilkan pada model penelitian tersebut adalah sebesar 33,5%.
PENEGAKAN HUKUM KESEHATAN TERHADAP KEGIATAN MALPRAKTEK DI INDONESIA Fransiska Litania Ea Tawa Ajo
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.135

Abstract

Hukum Kesehatan merupakan salah satu Hukum yang penting yang saat ini terus bertumbuh di tengah masyarakat Indonesia. Pertumbuhan Hukum Kesehatan ini bukan semata-mata sebagai Formalitas pertumbuhan Hukum di Indonesia saja melainkan sebagai bentuk dukungan mengenai tuntutan dan kebutuhan Hukum Masyarakat Indonesia yang semakin hari, semakin berkembang. Pentingnya Hukum Kesehatan di Indonesia, dikarenakan baik hukum yang lain maupun Hukum Kesehatan telah melekat di dalam masyarakat Indonesia. Kita bisa bayangkan, jika hanya ada kesehatan saja tanpa ada hukum yang mengatur, maka segala hal mengenai kesehatan tidak akan berjalan sesuai dengan Kebutuhan kita. Dengan adanya perangkat hukum kesehatan, maka akan menjamin kepastian hukum dan perlindungan hukum yang menyeluruh baik bagi penyelenggara kesehatan, maupun masyarakat penerima pelayanan kesehatan. Hingga saat ini kasus Malpraktek terus terjadi di Indonesia. Hal inilah yang menjadi sorotan dimana peraturan perundang-undangan berkaitan dengan Hukum Kesehatan sangat diperlukan. Dalam penelitian ini metode tepat yang di gunakan adalah studi kasus dan studi kepustakaan. Dari studi kasus, penulis akan mengambil contoh kasus yang menjadi akan pertumbuhan Hukum Kesehatan di Indonesia. Sedangkan dari Studi Kepustakaan membantu penulis untuk membuat tulisan ini dengan membaca dari Buku serta referensi-referensi. Kesimpulan dari penulisan ini ialah kegiatan Malpraktek yang dilakukan oleh tenaga medis sering kali menyebabkan kerugian bagi pasien dan memiliki akibat yang fatal. Penegakan Hukum Kesehatan atas kegiatan Malpraktek harus lebih tegas. Artinya tidak sama- samar yang mana Penegakan Malpraktek harus benar- benar ada dalam perundang-undangan bukan berdasarkan pasal- pasal yang relevan.
ANALISIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI Luthfiah Andriliani; Aam Amaliyah; Vadlina Putry Prikustini; Vhaliesca Daffah
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran geometri siswa di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang guru di SDN Karang Tengah 10 Kota Tangerang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara berkaitan dengan metode pembelajaran, media Pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil wawancara. Hasil yang diperoleh adalah guru menggunakan berbagai metode sesuai dengan kondisi pembelajaran dan materi yang disajikan. Media yang digunakan sangat sederhana yaitu benda-benda konkrit yang ada di sekitar siswa dan guru untuk membuat siswa mengalami sendiri. Hal-hal yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan siswa antara lain pengayaan dan perbaikan, bekerja sama dengan orang tua. Geometri adalah cabang matematika yang diajarkan dengan tujuan agar siswa dapat memahami sifat-sifat dan hubungan antar unsur geometri serta dapat mendorong siswa untuk dapat berpikir secara kritis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran matematika materi gemoteri kelas 5 berjalan dengan baik, runtut, menyenangkan dan tidak terdapat hambatan yang berarti bagi guru maupun siswa.
TINDAKAN KORUPSI OKNUM DITJEN PAJAK MEMPENGARUHI PERSEPSI WAJIB PAJAK ATAS PEMUNGUTAN PAJAK Priska Khairunnisa; Tundjung Herning Sitabuana
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.139

Abstract

Salah satu peribahasa mengatakan “di mana bumi dpijak, di situ langit dijunjung”. Peribahasa tersebut mengandung arti bagi warga negara yang tinggal di Indonesia memiliki kewajiban untuk mengikuti peraturan yang sudah disepakati baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Peraturan yang sudah disepakati bersifat mengatur dan memaksa yang mana negara membatasi perilaku yang tidak boleh dilakukan. Bilamana dilanggar akan mendapatkan sanksi baik sanksi administrasi, maupun sanksi pidana. Sanksi administrasi yaitu contohnya adalah pelanggaran tindak pidana pajak yang mana tidak bertujuan untuk menghukum atau menyengsarakan pelakunya . Pada dasarnya pajak sendiri telah diatur peraturannya, mulai dari tata cara perpajakkan, sanksi apa yang dikenakan, siapa yang tergolong wajib pajak, dan lain-lain yaitu UU No. 28 Tahun 2007 jo UU No. 16 Tahun 2009 jo UU No. 7 Tahun 2021 tentang Tata Cara Perpajakkan. Seharusnya peraturan yang sudah dibuat berjalan sesuai dengan harapan, tetapi kenyataannya tidak. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah masih ada yang coba melanggar bahkan tak sedikit justru pemerintah lah yang melanggar. Dalam dunia perpajakkan masih banyak ditemukan indikasi tindak pidana pajak yang mana bisa menjadi tindak pidana umum yang mana lebih jelasnya adalah tindak pidana korupsi karena telah merugikan pendapatan atau kas negara yang pelakunya adalah oknum pegawai atau pejabat pajak. Hal ini menyebabkan spekulasi mengapa orang yang memiliki wewenang dan dipercayakan dalam bidang pajak berani mengambil hak para wajib pajak padahal mereka telah disumpah jabatan. Para oknum ini bekerja sama dengan oknum wajib pajak yang ingin berusaha memalsukan nilai pajaknya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan bagaimana maraknya korupsi pada lingkungan Ditjen pajak dan apakah dampak dari yang diperbuat. Lalu, penelitian ini diharapkan bisa membuka hati dan mata para tikus-tikus pajak agar tidak serakah, tidak merebut hak wajib pajak karena bisa sangat merugikan bagi pendapatan negara juga dapat mencoreng nama baik Direktorat Jenderal Pajak.
ANALISIS PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN MENJADI UNDANG -UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 MENGENAI BATASAN USIA DALAM PERKAWINAN Fransiska Litania Ea Tawa Ajo; Indah Maria Maddalena Simamora; Andryawan Andryawan
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.140

Abstract

Perkawinan merupakan ikatan yang mengikat antara seorang Pria dan Wanita. Jika seseorang telah terikat dalam suatu perkawinan, maka segala aspek dalam kehidupannya akan berubah, karena telah terbentuk keluarga baru. Namun tidak semua kalangan siap untuk menerima perubahan tersebut, artinya mereka tau dan mau untuk terikat dalam suatu perkawinan. Namun proses yang akan dilalui kedepannya oleh mereka akan sangat sulit, sebagai akibat kurangnya pemahaman tentang suatu Perkawinan. Akhir - Akhir ini marak terjadi adanya perkawinan di bawah umur. Padahal secara yuridis, Perkawinan dibawah umur dianggap tidak sah karena bertentangan dengan ketentuan Peraturan Perudang - undangan. Undang - Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengalami perubahan menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 khususnya dalam hal batasan usia pria dan wanita dalam menjalankan suatu perkawinan. Perubahan ini dapat berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Yang mana dalam Undang-Undang tersebut, seseorang dianggap telah dewasa, apabila mencapai usia 18 (delapan belas) tahun. Dan jika kurang dari 18 tahun, dianggap juga masih dalam kandungan. Sehingga akhinya batas usia dalam suatu Perkawinan antara seorang Pria dan Wanita adalah 19 tahun. Perubahan ini tentunya juga telah melalui beberapa pertimbangan yang baik demi terselenggaranya asas perkawinan yang baik dalam Negara Indonesia. Namun tidak semua orang dapat menerima adanya batasan usia dalam suatu Perkawinan. Mereka tetap melangsungkan perkawinan dengan memperolah Dispensasi Pengadilan dengan berbagai alasan namun tidak mempertimbangkan bahwa perkawinan yang mereka jalankan dianggap tidak sah oleh Hukum. Sebenarnya tujuan Undang – undang menetapkan adanya batasan dalam suatu Perkawinan adalah untuk menghindari hal - hal atau akibat yang tidak diinginkan kedepannya.
ETIKA PROFESI AKUNTANSI PROBLEMATIKA DI ERA MASA KINI Putri Mafazah
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2022): June
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i7.143

Abstract

Akuntan sebagai suatu profesi dituntut untuk mengikuti perkembangan dunia yang semakin global. Pada era masa kini di Revolusi Industri ini, profesi akuntan Indonesia harus menanggapi tantangan tersebut dengan memperkuat keahlian, membuka wawasan baik secara mandiri maupun berkelompok, menanamkan nilai dan etika yang tinggi untuk berkontribusi agar bisa bertahan menghadapi tekanan dan memenangkan persaingan.sebagai salah satu profesi yang sangat penting dalam dunia ekonomi, seorang akuntan dituntut untuk memahami kode etik untuk menjaga mutu dan kepercayaan para pengguna jasa didalamnya. Maka dari itu tujuan saya membuat artikel ini adalah untuk membantu mengembangkan ilmu terutama mengenai etika profesi akuntan di era kompetitif saat ini di kalangan masyarakat dan juga memberikan ilmu serta pengetahuan kepada masyarakat awam mengenai penyuluhan tentang maca-macam macammacam etika profesi yang berlaku. Metode pengabdian yang digunakan adalah Descriptif Assosiatif dengan metode pendekatan data kualitatif. Permasalahan sebagai berikut : (1) Apakah masyarakat sudah diberikan pengetahuan mengenai etika profesi akuntan di era kompetitif saat ini ? (2) Bagaimana cara pemuda millenial dalam menghadapi kehidupan di era masa kiniterhadap etika profesi akuntan?

Page 12 of 100 | Total Record : 996