cover
Contact Name
Muhammad Ikhlash
Contact Email
ikhlash@polibatam.ac.id
Phone
+6285276558866
Journal Mail Official
ikhlash@polibatam.ac.id
Editorial Address
Komp. Pertokoan Hafindo Square Blok B No. 8 Sekupang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 29424
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Bisnis Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 28072219     DOI : -
Tujuan dari Jurnal Bisnis Mahasiswa ini adalah untuk mendorong penyebaran seluas-luasnya hasil penelitian ilmiah akademisi dibidang bisnis. Jurnal Bisnis Mahasiswa mengundang artikel-artikel di bidang: Manajemen Akuntansi Ekonomi e-Business Jurnal Bisnis Mahasiswa menerima artikel-artikel yang sesuai dengan subyek penelitian bisnis dan metodologi penelitian yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk dipublikasikan dalam jurnal ini. Kriteria utama untuk publikasi di Jurnal Bisnis Mahasiswa ini adalah pentingnya kontribusi hasil penelitian terhadap kekayaan literatur dibidang bisnis pada umumnya.
Articles 610 Documents
Pemanfaatan fenomena bioluminesensi jamur sebagai atraksi nokturnal tourism di Desa Malasari Jenal Abidin; Lala Siti Sahara; Ahmad Hikam Zarkasi; Ade Isan Febrianto
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1133

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bioluminesensi jamur sebagai daya tarik wisata serta merumuskan strategi pengembangan atraksi wisata malam yang berkelanjutan di Desa Malasari, Kabupaten Bogor. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui empat teknik, yaitu observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Ruang lingkup penelitian berfokus pada potensi ekowisata berbasis fenomena alam nocturnal dengan pendekatan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan. Temuan – Jamur bioluminesensi di Desa Malasari memiliki daya tarik visual yang tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi atraksi unggulan wisata malam. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh aksesibilitas yang terbatas, keamanan jalur trekking, serta pengelolaan berbasis konservasi yang belum optimal. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan lokasi yang terbatas di kawasan tertentu serta jumlah informan yang relatif terbatas. Penelitian ini juga belum mengkaji secara kuantitatif aspek ekonomi dan tingkat minat wisatawan. Implikasi – Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan yang mencakup penyusunan paket wisata malam, penguatan edukasi lingkungan, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata berbasis keberlanjutan. Pemerintah daerah dan pengelola destinasi perlu merancang kebijakan yang mendukung konservasi sekaligus pemberdayaan ekonomi komunitas. Kebaruan – Penelitian ini merupakan upaya awal yang secara spesifik mengangkat fenomena bioluminesensi jamur sebagai objek kajian pengembangan nocturnal tourism di Indonesia tepatnya Desa Malasari di kawasan ekowisata. Dalam konteks wisata, dapat menjadi kontribusi baru dalam literatur pengembangan pariwisata minat khusus.
Analisis dinamika hubungan industrial dan dampaknya terhadap kesejahteraan karyawan: Pendekatan systematic literature review Reza Septian Pradana
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1085

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika hubungan industrial dan implikasinya terhadap kesejahteraan karyawan, serta mengaitkannya dengan fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia. Desain/metodologi/pendekatan – Studi menggunakan Systematic Literature Review (SLR) berbasis pedoman PRISMA terhadap artikel terindeks Scopus periode 2020–2025, dilengkapi dengan analisis kasus empiris CNN Indonesia sebagai ilustrasi konteks lokal. Temuan – Hubungan industrial yang dilandasi keadilan prosedural, komunikasi efektif, dan kepercayaan terbukti meningkatkan kepuasan, keterlibatan, dan retensi karyawan; sebaliknya, ketimpangan kekuasaan dan PHK sepihak menurunkan kesejahteraan secara ekonomi maupun psikologis. Keterbatasan penelitian – Penelusuran terbatas pada tiga basis data (Scopus, ScienceDirect, PubMed), berbahasa Inggris, dan periode 2020–2025; analisis kasus hanya menggunakan satu unit (CNN Indonesia). Implikasi – Perusahaan perlu memperkuat dialog sosial, menerapkan good governance, dan mengadopsi pendekatan human-centered dalam pengelolaan tenaga kerja; regulator perlu memperketat pengawasan kepatuhan terhadap prosedur PHK. Kebaruan – Studi ini mengintegrasikan sintesis literatur global dengan fenomena empiris PHK Indonesia pasca-pandemi (2020–2025) dan menawarkan kerangka konseptual yang menempatkan kebijakan ketenagakerjaan, tata kelola, dan teknologi sebagai faktor pemoderasi hubungan industrial–kesejahteraan karyawan.
Pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, tingkat pendidikan terhadap perilaku keuangan pada UMKM sektor makanan dan minuman di Kecamatan Wonosobo Setyo Wardani; Maulana Ihsan Yusufi Suyatno
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1098

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan tingkat pendidikan terhadap perilaku keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor makanan dan minuman di Kecamatan Wonosobo. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 240 pelaku UMKM yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari total populasi 594 pelaku UMKM terdaftar, dengan tingkat kesalahan 5%. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 1–5 dan telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, inklusi keuangan, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan UMKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemahaman keuangan, akses terhadap layanan keuangan formal, serta tingkat pendidikan pelaku usaha, semakin baik pula perilaku keuangan dalam pengelolaan usaha. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada UMKM sektor makanan dan minuman di Kecamatan Wonosobo sebagai satu wilayah kajian, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti sikap keuangan dan pendapatan, menggunakan metode kualitatif atau mixed methods, serta memperluas lokasi penelitian ke wilayah yang lebih beragam. Implikasi – Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan UMKM, serta implikasi akademis dalam pengembangan kajian perilaku keuangan UMKM berbasis teori modal manusia dan teori inklusi keuangan. Kebaruan – Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan melalui tiga aspek: (1) pengujian simultan tiga variabel—literasi keuangan, inklusi keuangan, dan tingkat pendidikan—dalam satu model terhadap perilaku keuangan UMKM, yang belum banyak dilakukan pada konteks UMKM sektor makanan dan minuman; (2) penggunaan data primer terkini tahun 2026 di Kecamatan Wonosobo yang memiliki karakteristik budaya dan ekonomi lokal yang khas; serta (3) pengintegrasian indikator tingkat pendidikan berbasis kompetensi kerja yang relevan dengan konteks UMKM, berbeda dari pengukuran ordinal konvensional yang hanya mengacu pada jenjang pendidikan formal terakhir.
Tren makanan melalui sosial media: Solusi alternatif perilaku konsumsi Islam tinjauan systematic literature review Sri Karyani Damanik; Muhammad Arfan Harahap
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1110

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis menggunakan sistematic literature review yang komprehensif tentang perilaku konsumsi makanan melalui sosial media dilakukan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dan memetakan tema masa yang akan datang. Desain/metodologi/pendekatan – Protokol khusus untuk mencari dan menganalisis secara kritis literatur dilakukan dengan mendapatkan 44 artikel yang berasal dari basis data scopus dan Web of Science (WoS) sepanjang tahun penelitian. Aplikasi Vosviewer digunakan untuk membantu memetakan penelitian. Temuan – Hasil pemetaan mengidentifikasi terdapat 142 author yang berasal dari 31 Negara berkontribusi dalam penelitian tema ini. Selain itu, memetakan tren tema penelitian dengan hasil gambar aplikasi Vosviewer menunjukkan arah dan peta penelitian terkait perilaku konsumsi dan membaginya menjadi 3 klaster utama. Klaster 1 dengan pembahasan: sustainable food consumtion. Klaster ke 2 membahas tentang green consumtion dan klaster ke 3 membahas mengenai consumtion yang mengaitkannya happines dan subjective wellbeing. Hasil lainnya menjawab pertanyaan penelitan dengan menjelaskan perilaku konsumsi makanan melalui media sosial memengaruhi preferensi rasa dan memicu keinginan, yang pada akhirnya memengaruhi pilihan makanan. Media sosial juga telah menjadi media yang ampuh yang membentuk persepsi tentang makanan, mengubah kebiasaan makan tradisional dan memperkenalkan tren baru.  Penelitian ini menawarkan Solusi alternatif untuk mengendalikan prilaku konsumsi makanan dengan menerapkan perilaku konsumsi dengan bersandarkan pada nilai-nilai Islam akan mendorong pada kesejahteraan dan memaksimalkan utiltas dari konsumsi yang dilakukan. Tema konsumsi berkelanjutan masih terbuka peluang untuk mendalaminya dari berbagai jenis makanan secara spesifik. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada data penelitian yang bersumber dari Scopus yang open acsess dan dengan jumlah yang terbatas. Implikasi – Penelitian ini berkontribusi memberikan penjelasan terbaru terkait tren terkini perilaku konsumsi makan melalui sosial media berdasarkan literature yang tersedia. Selain itu, memberikan Solusi aternatif perilaku yang relevan dan merekomendasikan tema penelitian dimasa yang akan datang. Kebaruan – Penelitian ini mengggunakan data literature dan dengan rentang tahun penelitian terkini, serta tema yang masih belum banyak diteliti.
Strategi pengembangan ekowisata digital berbasis smart tourism di Desa Wisata Malasari Jenal Abidin; Lala Siti Sahara; Early Diena Rasmin; Lestari Lestari
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1134

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi serta menghasilkan strategi pengembangan ekowisata digital berbasis smart tourism di Desa Wisata Malasari,  dengan kekayaan sumber daya alam tetapi belum memanfaatkan teknologi digital. Desain/metodologi/pendekatan – Pendekatan yang digunakan di penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan metode SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam proses penyusunan strategi pengembangan desa wisata, dengan ruang lingkup pada integrasi konsep ekowisata,  smart tourism, dan pariwisata berkelanjutan. Temuan – Hasil penelitian yang dilakukan telah menunjukkan bahwa Desa Wisata Malasari memiliki potensi ekowisata yang tinggi, didukung oleh keanekaragaman hayati, daya tarik alam, serta dukungan masyarakat lokal. Ada beberapa kendala dalam pengelolaan wisata, seperti belum adanya sistem informasi terintegrasi, promosi digital yang terbatas, dan rendahnya literasi teknologi masyarakat. Pada penerapan smart tourism dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan, pengalaman wisata, dan daya saing destinasi. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian pada pendekatan kualitatif dengan cakupan lokasi yang spesifik, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Keterbatasan pengambilan data  terkait perilaku wisatawan dan performa digital menjadi kendala dalam analisis mendalam, diharapkan adanya kombinasi metode kuantitatif serta mengkaji implementasi teknologi secara lebih terukur. Implikasi – Penelitian yang dilakukan oleh penulis memberikan implikasi praktis bagi pengelola desa wisata dan pengurus untuk mengembangkan sistem pariwisata digital terintegrasi, meningkatkan kapasitas SDM dalam literasi digital, dan yang terakhir memperkuat kolaborasi antar pihak bertujuan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis teknologi. Kebaruan – Penelitian yang dilakukan menegaskan pada integrasi konsep ekowisata, smart tourism, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu konsep strategi pengembangan desa wisata pada kawasan konservasi yang belum banyak dikaji dalam konteks desa wisata di Indonesia.
Transformasi Digital Bank Perekonomian Rakyat: Strategi Manajemen Keuangan di Era Artificial Intelligence dengan Kemampuan SDM sebagai Variabel Moderasi Hamonangan Justinus Gultom
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Transformasi Digital, Artificial Intelligence (AI), dan Manajemen Keuangan terhadap Kinerja Keuangan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, dengan Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai variabel moderasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data primer yang dihimpun dari 100 responden tingkat direksi dan pejabat eksekutif melalui kuesioner. Analisis data diuji menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) via SmartPLS 4. Secara parsial, Transformasi Digital, AI, Manajemen Keuangan, dan Kemampuan SDM berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja keuangan, di mana teknologi AI memberikan kontribusi paling dominan. Strategisnya, kemampuan SDM terbukti memperkuat seluruh jalur hubungan variabel independen tersebut terhadap performa finansial bank.
Pengaruh Jaminan dan Kondisi Usaha terhadap Kredit Bermasalah dengan Karakter Debitur sebagai Variabel Moderasi pada PT. BPR Duta Paramarta Hamonangan Justinus Gultom
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jaminan dan kondisi usaha terhadap kredit bermasalah di PT. BPR Duta Paramarta serta menguji peran karakter debitur sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data primer melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 debitur mikro sebagai sampel. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaminan dan kondisi usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa kredit (memiliki arah pengaruh negatif terhadap eskalasi kredit bermasalah). Karakter debitur tidak terbukti memoderasi hubungan antara jaminan dan kredit bermasalah. Namun, karakter debitur terbukti secara signifikan memoderasi hubungan antara kondisi usaha dan kredit bermasalah sebagai kuasi moderator yang dapat memperparah atau memperingan risiko gagal bayar. Model ini memiliki akurasi prediktif sebesar 63,7%.
Tantangan strategis dalam integrasi evaluasi kinerja anggaran ke dalam penganggaran berbasis kinerja di Indonesia Dzulfawati Dzulhijjah; Farhatun Nisa
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.812

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi penguatan pemanfaatan Evaluasi Kinerja Anggaran (EKA) dalam mendukung implementasi Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) di instansi pusat, khususnya Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Desain/metodologi/pendekatan – Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan empat tantangan utama yang menyebabkan belum optimalnya integrasi hasil EKA dalam proses penganggaran, yaitu: keterbatasan kewenangan Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran, belum optimalnya peran APIP dalam mengintegrasikan hasil EKA, rendahnya komitmen pimpinan K/L, serta inkonsistensi implementasi kebijakan reward and punishment. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada instrumen evaluasi kinerja dalam kerangka PBK, sehingga belum mencakup indikator kinerja dan standar biaya. Informan terbatas pada lima narasumber internal Kementerian Keuangan (DJA dan Inspektorat Jenderal), bersifat lintas-seksi (cross-sectional), dan sebagian data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama magang penulis sehingga berpotensi menimbulkan bias kedekatan, meskipun telah dimitigasi melalui triangulasi dan member checking. Implikasi – Implikasi penelitian ini diharapkan dapat mendorong penguatan fungsi informasi kinerja sebagai alat pembelajaran, pengendalian, dan pertanggungjawaban dalam siklus anggaran yang lebih efektif dan akuntabel Kebaruan – Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menyoroti konteks instansi pusat, khususnya Direktorat Jenderal Anggaran, yang selama ini kurang dieksplorasi karena studi terdahulu lebih banyak berfokus pada perangkat daerah dan lembaga teknis operasional. Selain itu, penelitian ini menerapkan kerangka tiga fungsi penggunaan informasi kinerja (to learn, to steer and control, to give account) dari Van Dooren, Bouckaert, dan Halligan (2015) sebagai lensa untuk membedah akar tantangan integrasi EKA ke dalam PBK.
Pengaruh tarif pajak, insentif tunneling, leverage, nilai tukar terhadap harga transfer pricing dengan mekanisme bonus sebagai variabel moderasi Erliyana Erliyana; Zati Rizka Fadhila
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1100

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tarif pajak, insentif tunneling, leverage, dan nilai tukar terhadap keputusan transfer pricing dengan mekanisme bonus sebagai variabel moderasi. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2022–2024. Sampel penelitian terdiri dari 220 observasi yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif pajak dan insentif tunneling berpengaruh positif signifikan terhadap transfer pricing. Leverage berpengaruh negatif terhadap transfer pricing, sedangkan nilai tukar tidak berpengaruh. Mekanisme bonus tidak terbukti memoderasi pengaruh tarif pajak, insentif tunneling, leverage, maupun nilai tukar terhadap transfer pricing. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada perusahaan non-keuangan dan periode pengamatan yang relatif singkat, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Implikasi – Secara teoritis, temuan ini memperkuat teori agensi dalam menjelaskan praktik transfer pricing. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi regulator dalam meningkatkan pengawasan kebijakan transfer pricing. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian mekanisme bonus sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara faktor pajak dan non-pajak terhadap transfer pricing pada perusahaan non-keuangan di Indonesia pada periode terbaru, serta pengujian simultan variabel tarif pajak, insentif tunneling, leverage, dan nilai tukar dalam satu model empiris.
Peta persepsi persaingan jasa bioskop pada Generasi Z di Kota Pekanbaru Syarifah Dwi Anggi Wulandari; Henni Noviasari; Sri Wahyuni Wildah
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1121

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana Generasi Z di Kota Pekanbaru mempersepsikan persaingan antara tiga merek bioskop Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis berdasarkan dimensi jasa yang mereka anggap penting. Penelitian ini ditulis untuk memberikan pemahaman mengenai posisi masing-masing merek di benak konsumen serta membantu industri melihat faktor apa yang paling memengaruhi preferensi penonton muda. Desain/metodologi/pendekatan – Tujuan penelitian dicapai melalui pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan survei kuesioner yang diberikan kepada 100 responden Generasi Z berusia 20–24 tahun di Kota Pekanbaru. Analisis utama yang digunakan adalah Multidimensional Scaling (MDS) untuk memetakan persepsi konsumen terhadap tiga merek bioskop, yaitu Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis. Penelitian ini berada dalam ruang lingkup teori perilaku konsumen dan dimensi jasa sebagai dasar penilaian dalam pemilihan merek. Temuan – Studi ini menemukan bahwa setiap merek bioskop memiliki posisi yang berbeda dalam persepsi Generasi Z di Pekanbaru. Cinema XXI dianggap unggul dalam hal ruang dan makanan dan minuman; CGV dinilai terbaik dalam hal staf; sementara Cinépolis unggul dalam hal harga dan merupakan merek yang paling dekat dengan dimensi fasilitas. Hasil analisis MDS menunjukkan bahwa tidak ada satu merek pun yang mendominasi semua dimensi, sehingga preferensi konsumen terbagi sesuai dengan kekuatan masing-masing merek. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada tiga merek bioskop (Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis) serta hanya berfokus pada Generasi Z di Kota Pekanbaru sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke kelompok usia atau wilayah lain. Penelitian juga hanya menggunakan beberapa dimensi jasa tertentu sehingga variabel lain yang mungkin memengaruhi persepsi konsumen belum dianalisis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah dan variasi objek penelitian, memperluas cakupan responden, serta memasukkan variabel tambahan agar pemetaan persepsi konsumen menjadi lebih komprehensif. Implikasi – Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai posisi setiap merek bioskop di benak Generasi Z, sehingga dapat digunakan sebagai dasar bagi perusahaan untuk memperbaiki kualitas jasa pada dimensi yang dianggap kurang unggul. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan analisis Multidimensional Scaling (MDS) untuk memetakan persepsi persaingan tiga merek bioskop di kalangan Generasi Z secara spesifik di Kota Pekanbaru. Fokus pada kelompok usia tertentu dan konteks geografis lokal ini masih jarang dilakukan dalam penelitian sebelumnya, sehingga memberikan perspektif baru mengenai bagaimana konsumen muda memersepsikan kualitas jasa dan posisi masing-masing merek dalam industri hiburan lokal.