cover
Contact Name
Muhammad Ikhlash
Contact Email
ikhlash@polibatam.ac.id
Phone
+6285276558866
Journal Mail Official
ikhlash@polibatam.ac.id
Editorial Address
Komp. Pertokoan Hafindo Square Blok B No. 8 Sekupang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 29424
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Bisnis Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 28072219     DOI : -
Tujuan dari Jurnal Bisnis Mahasiswa ini adalah untuk mendorong penyebaran seluas-luasnya hasil penelitian ilmiah akademisi dibidang bisnis. Jurnal Bisnis Mahasiswa mengundang artikel-artikel di bidang: Manajemen Akuntansi Ekonomi e-Business Jurnal Bisnis Mahasiswa menerima artikel-artikel yang sesuai dengan subyek penelitian bisnis dan metodologi penelitian yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk dipublikasikan dalam jurnal ini. Kriteria utama untuk publikasi di Jurnal Bisnis Mahasiswa ini adalah pentingnya kontribusi hasil penelitian terhadap kekayaan literatur dibidang bisnis pada umumnya.
Articles 541 Documents
Evaluasi iklim keselamatan kerja pada pekerja konstruksi kapal dengan menggunakan metode Nosacq-50 Wardani, Aulia Kusuma; Wirawan, Adhitomo; Fernando, Boy Luis; Olifia , Jessica; Puspitasari, Ayu; Fajrin, Aulia
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1075

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja (safety climate) pada proyek konstruksi kapal sebagai upaya evaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri konstruksi berisiko tinggi. Desain/metodologi/pendekatan – Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50) kepada 111 pekerja konstruksi. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, serta visualisasi spider web untuk menggambarkan tujuh dimensi iklim keselamatan kerja. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata iklim keselamatan kerja berada pada skor 2,73 yang termasuk dalam kategori baik. Dimensi pembelajaran, komunikasi, dan kepercayaan memperoleh nilai tertinggi (3,36) dan masuk kategori sangat baik, sedangkan dimensi prioritas keselamatan kerja dan tidak ditoleransinya risiko bahaya memperoleh nilai terendah (1,92) dan masuk kategori tidak baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sistem keselamatan telah berjalan cukup baik, masih terdapat toleransi terhadap perilaku berisiko di lingkungan kerja yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari manajemen. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan metode survei yang bergantung pada persepsi subjektif responden serta ruang lingkup penelitian yang hanya difokuskan pada satu perusahaan dan satu proyek konstruksi, sehingga generalisasi hasil penelitian masih terbatas. Implikasi – Implikasi penelitian ini memberikan masukan praktis bagi manajemen perusahaan untuk meningkatkan iklim keselamatan kerja melalui penguatan komunikasi risiko, keterlibatan pekerja dalam pengambilan keputusan keselamatan, peningkatan kualitas pelatihan, serta penegakan kebijakan zero tolerance terhadap risiko bahaya. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan instrumen NOSACQ-50 secara komprehensif pada pekerja konstruksi kapal di Indonesia, yang dikombinasikan dengan analisis spider web untuk memetakan kekuatan dan kelemahan setiap dimensi iklim keselamatan kerja secara visual dan sistematis, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan sistem K3 perusahaan.
Pengaruh kepercayaan, kualitas produk dan kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah pada PT BPR Bank Wonosobo (PERSERODA) Karimah, Erfangatul; Fadhila, Zati Rizka
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1092

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan, kualitas produk, dan kualitas layanan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kepuasan nasabah PT BPR Bank Wonosobo (Perseroda). Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert 5 poin. Sampel terdiri dari 100 nasabah yang dipilih secara accidental sampling dari populasi 25.458 nasabah. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan pengujian asumsi klasik dan uji hipotesis (uji t, uji F, dan koefisien determinasi). Temuan – Kepercayaan (t=2,019; sig=0,046), kualitas produk (t=2,127; sig=0,036), dan kualitas layanan (t=5,904; sig=0,000) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kepuasan nasabah. Secara simultan ketiganya berpengaruh signifikan (F=20,140; sig=0,000) dengan kontribusi 36,7%. Keterbatasan penelitian – Penelitian dibatasi pada nasabah PT BPR Bank Wonosobo sehingga temuan tidak dapat digeneralisasi secara luas. Teknik accidental sampling berpotensi menimbulkan bias seleksi. Nilai Adjusted R² sebesar 36,7% mengindikasikan masih terdapat 63,3% variasi kepuasan yang dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Implikasi – Manajemen PT BPR Bank Wonosobo perlu memprioritaskan peningkatan kualitas layanan karena memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan nasabah, sekaligus memperkuat transparansi untuk membangun kepercayaan dan mempertahankan kualitas produk. Kebaruan – Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menguji secara simultan tiga prediktor kepuasan nasabah dalam konteks Bank Perkreditan Rakyat (BPR) daerah yang selama ini kurang diteliti dibandingkan dengan bank umum.
The effect of brand value proposition and product positioning on purchase intention of Traveloka users in Indonesia Sobeukum, Sardina; Augusteyn, Yandri Samuel; Elo, Merlin Kristen Ratu
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1101

Abstract

Purpose – This study aims to analyze and explain the influence of Brand Value Proposition and Product Positioning on the Product Positioning of Traveloka app users in Indonesia. Design/methodology/approach – This study employs a quantitative survey approach. Data were collected via an online questionnaire from 100 respondents using non-probability sampling techniques. The data analysis technique used was multiple linear regression to test the relationships among the study variables. Findings – The results indicate that both Brand Value Proposition and Product Positioning have a significant and positive influence on users' Product Positioning. These findings indicate that strengthening brand value and the accuracy of Product Positioning in consumers' minds effectively drives Product Positioning on digital platforms. Research limitations – The limitations of this study lie in the small sample size and its focus on Indonesia alone; therefore, generalizing the results to a global context requires caution. Implications – In practical terms, Traveloka's management needs to continue refining its marketing communication strategies to highlight the uniqueness of its services and strengthen its market position. Theoretically, this study contributes to the literature on consumer behavior in the digital economy. Originality – This paper offers new insights by integrating value proposition and Product Positioning variables into a single empirical model within the dynamic online travel agency (OTA) industry in Indonesia.
Pengaruh brand Gestalt terhadap revisit intention pada wisatawan yang mengunjungi Danau Toba, Kabupaten Samosir Siregar, Fajar Rodes; Alfifto, Alfifto
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1106

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Gestalt terhadap revisit intention pada wisatawan yang mengunjungi Danau Toba, Kabupaten Samosir. Desain/metodologi/pendekatan – Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kuesioner kepada 100 responden wisatawan yang mengunjungi Danau Toba, Kabupaten Samosir dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh dimensi Brand Gestalt yang terdiri dari storyscape dan sensescape terhadap revisit intention. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial storyscape dan sensescape berpengaruh positif dan signifikan terhadap revisit intention. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap revisit intention wisatawan. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah sampel yang relatif terbatas dan hanya berfokus pada satu destinasi wisata, sehingga generalisasi hasil penelitian masih terbatas. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian pemasaran destinasi wisata khususnya terkait konsep Brand Gestalt dalam membentuk niat kunjung ulang wisatawan. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola destinasi Danau Toba Kabupaten Samosir untuk memperkuat narasi destinasi (storyscape) dan pengalaman sensorik wisatawan (sensescape) guna meningkatkan kunjungan ulang. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan Brand Gestalt melalui integrasi dimensi storyscape dan sensescape dalam menjelaskan revisit intention dalam konteks destinasi wisata Danau Toba yang masih terbatas pada penelitian sebelumnya.
Pengembangan konseptual permen jelly herbal berbasis jahe merah, madu, dan habbatussauda untuk produk kesehatan praktis Rahmatika, Vhina; Febrian, Sandika Trio; Riski, Ficky Noor Akbar; Amalia, Laili
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1109

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan merancang konsep produk permen jelly herbal berbasis kombinasi ketiga bahan tersebut sebagai alternatif pangan fungsional siap konsumsi sekaligus menganalisis kelayakannya sebagai model usaha rintisan mahasiswa berbasis kearifan lokal. Desain/metodologi/pendekatan – Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan konseptual (conceptual product development) melalui lima tahap: analisis kebutuhan, perancangan formulasi, penyusunan alur proses produksi, desain kemasan, dan simulasi analisis kelayakan usaha, dengan teknik analisis deskriptif konseptual dan triangulasi sumber literatur ilmiah serta standar industri pangan. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan formulasi konseptual terdiri atas jahe merah 10%, madu 15%, habbatussauda 5%, pektin 20%, air 40%, dan gula aren 10%, dengan karakteristik tekstur kenyal stabil, rasa seimbang, dan aroma herbal ringan; simulasi penerimaan konsumen pada lima atribut sensori menghasilkan skor rata-rata 4,08–4,25 (skala 1–5); analisis finansial menunjukkan HPP Rp3.250/kemasan, BEP 65%, dan ROI 53,8% per siklus produksi. Keterbatasan penelitian –  Keterbatasan penelitian terletak pada sifatnya yang masih konseptual tanpa uji laboratorium fisikokimia, organoleptik, maupun uji konsumen lapangan, sehingga validasi empiris masih diperlukan. Implikasi – Konsep produk berpotensi dikembangkan sebagai usaha rintisan mahasiswa berbasis inovasi pangan lokal sekaligus menjadi kerangka awal bagi penelitian eksperimental lanjutan. Kebaruan – Kebaruan penelitian terletak pada integrasi tiga komponen herbal aktif dalam satu produk semi-padat siap konsumsi melalui pendekatan perancangan konseptual yang masih jarang dilakukan dalam riset pangan fungsional nasional.
Driving SME internationalization through digital transformation strategies Fauzi, Muchamad Rizky; Sudarmiatin, Sudarmiatin; Pratikto, Heri
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1120

Abstract

Purpose – This study aims to systematically identify, evaluate, and synthesize the existing empirical evidence on digital platform strategies adopted by small and medium-sized enterprises (SMEs) for internationalization, to map the types of platforms used, the strategic approaches employed, the factors mediating and moderating their effectiveness, and the emerging trends reshaping the digital internationalization landscape. Design/methodology/approach – A Systematic Literature Review (SLR) was conducted in accordance with the PRISMA 2020 protocol. A keyword-based search of the Scopus database retrieved peer-reviewed, open-access, English-language articles in their final publication stage, published between 2015 and 2025. Fifty-nine articles met all inclusion criteria and were subjected to thematic analysis following the six-phase framework of Braun and Clarke (2006). The theoretical foundation draws on the Resource-Based View (RBV), dynamic capabilities theory, institutional theory, and the Technology-Organization-Environment (TOE) framework. Findings – Five themes were identified. First, social platforms consistently outperform commercial platforms in driving internationalization outcomes; hybrid strategies that combine owned digital assets with selective third-party platform engagement are the most effective approach. Second, business model innovation (BMI) mediates the platform-performance relationship, functioning as an absorptive pathway that converts platform capabilities into sustained international performance gains. Third, managerial digital competencies and organizational culture are foundational prerequisites for successful digital internationalization. Fourth, regional infrastructure, institutional environment, and sector type significantly moderate platform effectiveness, with platforms serving a compensatory role in weak institutional contexts. Fifth, AI, blockchain, and FinTech extend SME platform capabilities considerably but face significant barriers to adoption. Research limitations – The review is limited to a single database (Scopus), English-language publications, and open-access articles in the final publication stage, which may have excluded relevant studies. The predominance of manufacturing- and technology-intensive SME contexts in the reviewed literature limits the generalizability to service-oriented and informal-economy SMEs. Future research should prioritize longitudinal studies; adaptive digital maturity models that integrate ecosystem dynamics; mixed-methods investigations of platform trust-building mechanisms in weak institutional environments; and SME-specific Industry 4.0 implementation frameworks. Implications – For SME practitioners, the findings recommend prioritizing investment in social platforms, pairing platform adoption with deliberate business model reconfiguration, and adopting hybrid digital strategies. For policymakers, developing an integrated digital ecosystem that addresses connectivity infrastructure, digital literacy, and gender equity is essential. Platform providers should co-design SME-friendly solutions that address skill, financial, and integration barriers. Theoretically, the study advances dynamic capabilities and institutional theories by repositioning BMI as an absorptive pathway and documenting the dual compensatory-efficiency role of platforms across institutional contexts. Originality – This review is among the first to systematically synthesize the multi-dimensional literature on digital platform strategies and SME internationalization across commercial, social, hybrid, and emerging platform types within a single integrative framework. It contributes new theoretical insights by positioning BMI as an absorptive pathway, establishing the superiority of social over commercial platforms, and documenting environmental dynamism as a boundary condition on intellectual capital conversion. It further advances understanding of how platforms compensate for institutional voids in developing and emerging market contexts.
Adaptasi strategi pemasaran pada usaha mikro perempuan: Studi kasus pada UMKM di Kabupaten Tuban Istiqomah, Nur Hidayatul; Sudarmiatin, Sudarmiatin; Hermawan, Agus
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1125

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan pengusaha mikro mengadaptasi strategi pemasaran dalam kondisi keterbatasan sumber daya, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi proses adaptasi tersebut. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif interpretif melalui metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga perempuan pelaku usaha mikro berbasis rumah tangga di Kabupaten Tuban yang dipilih secara purposive. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan cenderung sederhana dan berbasis pengalaman, seperti promosi dari mulut ke mulut dan pemanfaatan jaringan sosial. Namun, pelaku usaha mulai melakukan adaptasi melalui penggunaan media sosial, peningkatan kualitas produk, dan perbaikan kemasan. Adaptasi ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, peran gender, struktur keluarga, serta dukungan komunitas UMKM. Selain itu, makna bekerja bagi perempuan pelaku usaha bersifat multidimensional, meliputi aspek ekonomi, aktualisasi diri, dan stabilitas emosi. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada jumlah informan yang sedikit dan konteks wilayah tertentu, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi secara luas. Implikasi – Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen pemasaran yang lebih kontekstual pada usaha mikro perempuan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam merancang program pemberdayaan, khususnya dalam peningkatan kapasitas pemasaran dan literasi digital. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan perspektif adaptasi strategi pemasaran dengan dimensi gender dan makna kerja perempuan dalam konteks usaha mikro berbasis rumah tangga yang masih jarang dikaji secara mendalam.
Manajemen desain pembelajaran vokasi berbasis kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus di SLBN Pembina Tingkat Nasional Lawang, Malang Mudianto, Mudianto; Zaimah, Husnuz; Lestari, Gunarti Dwi; Widiyanah, Ima
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1127

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen desain pembelajaran vokasi berbasis kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) di SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang yang menyelenggarakan sembilan program vokasi, meliputi tata kecantikan, tata busana, tata boga, tata graha, membatik cap, desain grafis/TIK, kriya kayu, pertanian, dan kriya keramik. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling yang mencakup kepala sekolah, koordinator vokasi, sembilan guru vokasi, dan guru pembimbing khusus. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Temuan – Perencanaan dilakukan melalui Siklus Perencanaan Partisipatif-Adaptif (PAPC) yang mengintegrasikan asesmen individual ABK dengan fleksibilitas Kurikulum Merdeka. Pengorganisasian menerapkan sistem micro-class dengan rasio 3,8 siswa per rombel serta kolaborasi guru-GPK yang intensif. Pelaksanaan menggunakan strategi task analysis dan scaffolding yang diadaptasi untuk masing-masing program, sementara evaluasi bersifat multidimensional berbasis portofolio. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal pada satu institusi sehingga temuan tidak dapat digeneralisasi secara langsung ke SLB lain di Indonesia. Fokus pada sembilan program vokasi di satu lokasi juga membatasi kemungkinan perbandingan lintas institusi maupun lintas wilayah. Implikasi – Temuan penelitian memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan manajemen pembelajaran vokasi di SLB nasional, khususnya dalam adaptasi teori POAC untuk konteks pendidikan luar biasa. Secara praktis, model PAPC dan ABSD dapat diadopsi oleh SLB lain sebagai kerangka manajerial dalam mengembangkan program vokasi berbasis kemandirian ABK sesuai Kurikulum Merdeka, serta menjadi acuan bagi Dinas Pendidikan dalam penyusunan panduan pengelolaan vokasi SLB. Kebaruan – Penelitian ini menghasilkan dua konsep manajerial baru: PAPC (Siklus Perencanaan Partisipatif-Adaptif) dan ABSD (Desain Struktural Berbasis Kemandirian) yang merekomendasikan pergeseran fungsi Controlling menjadi Facilitating dalam adaptasi teori POAC untuk pendidikan luar biasa. Kombinasi perspektif manajemen dengan desain pembelajaran vokasi berbasis kemandirian ABK yang mencakup sembilan program di era Kurikulum Merdeka ini belum dijumpai dalam literatur manajemen pendidikan khusus sebelumnya.
How online review dimensions shape booking decisions: Evidence from Traveloka users in Surabaya Ramadhani, Rachel Maryam; Yudhiasta, Sheidy
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1128

Abstract

Purpose – This study seeks to analyze the influence of electronic word-of-mouth (eWOM) dimensions on booking decisions for star-rated hotels in Surabaya via the Traveloka platform. Design/methodology/approach – This study adopts a quantitative approach with an explanatory research design. Data were obtained from 100 respondents selected through purposive sampling, specifically Traveloka users who have previously booked star-rated hotels in Surabaya. The data were then analyzed using multiple linear regression techniques with the assistance of SPSS software. Findings – The findings reveal that eWOM Quality, eWOM Quantity, and Sender’s Expertise collectively exert a significant influence on booking decisions. Partially, all variables also show positive and significant effects, with eWOM Quality identified as the most dominant variable. The model explains 69.8% of the variance in booking decisions. Research limitations – This study is limited to three eWOM dimensions and domestic tourists in Surabaya. Future research is suggested to include additional variables and broader research contexts to improve generalizability. Implications – The results emphasize the importance of effectively managing online reviews, as review quality, quantity, and source credibility are key factors in influencing consumer trust and booking decisions on online travel platforms. Originality – This study offers empirical insights into the collective influence of eWOM dimensions on hotel booking decisions within the context of Traveloka users in Surabaya.
Eksplorasi potensi wisata budaya Desa Malasari, Kabupaten Bogor sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan Abidin, Jenal; Sahara, Lala Siti; Pramudiva, Muhammad Raffa; Hasibuan, Graciela; Putri, Aisyah Nailah
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1131

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata budaya Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan – Penelitian ini menemukan bahwa Desa Malasari memiliki kekayaan budaya lokal yang masih terjaga, meliputi tradisi (Seren Taun, Tutunggulan, dan Liwetan), kesenian (Pencak Silat, Jaipongan, Dog Dog, Calung, dan Degung), kerajinan Eco Printing, kuliner tradisional (gula aren, lahang, pe’et, rengginang, dodol, enye-enye, kopi, dan misro), serta peralatan dan teknologi tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen budaya tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk wisata budaya. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini masih terbatas pada identifikasi potensi budaya dan belum menjangkau aspek evaluasi implementasi strategi pengembangan wisata secara menyeluruh. Penelitian lanjutan disarankan mencakup analisis dampak ekonomi dan keterlibatan pemangku kepentingan secara komprehensif. Implikasi – Pengembangan potensi wisata budaya Desa Malasari sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan memerlukan strategi terpadu yang mencakup pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengembangan paket wisata, penguatan pemasaran digital, perbaikan infrastruktur, aksesibilitas, serta kolaborasi multipihak. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, tetapi juga menjaga keaslian, dan keberlanjutan warisan budaya lokal Desa Malasari. Kebaruan – Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengidentifikasi secara komprehensif lima kategori potensi Desa Malasari yang belum pernah dikaji sebelumnya, sekaligus merumuskan strategi pengembangannya sebagai destinasi wisata budaya berkelanjutan.