cover
Contact Name
Siti Aisyah
Contact Email
siti.aisy@gmail.com
Phone
+6287823177983
Journal Mail Official
edusentris_sps@upi.edu
Editorial Address
Pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah (P3KI) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - INDONESIA
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 23560703     EISSN : 24422592     DOI : DOI: https://doi.org/10.17509/edusentris
Core Subject : Education,
Edusentris, the Journal of Teaching and Education Studies, is published by Center for Development and Publication of Scientific Work, School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia, on March, July and December. It aims to stimulate research, encourage academic exchange, and enhance the professional development for theoretical and practical purposes of scholars and other researchers who are interested in: educational and instructional issues; teaching; schooling; formal and non-formal education; higher and vocational education; educational policies; life-long education.
Articles 164 Documents
PROFIL KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK KELAS 1 SD ANTARA YANG PERNAH MENGIKUTI PAUD DENGAN YANG TIDAK MENGIKUTI PAUD Anggita Indah Pratiwi; Rita Mariyana
Edusentris Vol 1, No 3 (2014): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.799 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i3.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan sosial antara anak yang mengikuti PAUD dengan anak yang tidak mengikuti PAUD. Oleh karena itu metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD di Kecamatan Rancasari kota Bandung tahun ajaran 2014/2015 dengan jumlah sampel sebanyak 247 anak, yang terdiri dari 175 anak yang mengikuti PAUD dan 72 anak yang tidak mengkuti PAUD. Teknik pengambilan sampel menggunakan disproportional stratisfied random sampling dikarenakan data populasi berstrata tetapi tidak proporsional. Instrumen pengumpulan data berupa angket Preschool and Kindergarten Behaviour Scale (PKBS) yang diadopsi oleh Sukma (2009) dari Meller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Profil keterampilan sosial pada anak yang mengikuti PAUD berada dalam kategori tinggi dengan jumlah persentase 50,86%, sedangkan pada anak yang tidak mengikuti PAUD berada dalam kategori sedang dengan jumlah persentase 56,94%; 2) Jika dilihat dari aspeknya profil keterampilan sosial anak yang mengikuti PAUD berada pada kategori tinggi dalam aspek kerjasama sosial (54,28%) dan kemandirian sosial (51,43%) serta berada dalam kategori sedang pada aspek interaksi sosial (57,14%), sedangkan pada anak yang tidak mengikuti PAUD berada pada kategori sedang pada aspek interaksi (56,94%) dan kemandirian sosial (63,89%) serta berada pada kategori tinggi pada aspek kerjasama sosial (47,23%).Kata Kunci: Keterampilan Sosial Anak, Anak yang Mengikuti PAUD, Anak yang Tidak mengikuti PAUD
PEMBELAJARAN INQUIRY DISCOVERY KESENIAN MADIHIN GUNA MENINGKATKAN KREATIFITAS BERMUSIK SISWA DI SEKOLAH Abdul Rumansyah
Edusentris Vol 2, No 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.616 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i2.164

Abstract

Artikel ini bertujuan mengangkat kesenian madihin sebagai bahan apresiasi budaya serta melihat hasil belajar atas uji coba model pembelajaran kesenian madihin di sekolah SMP Negeri 1 Tembilahan Riau. Madihin adalah kesenian Banjar yang unsur utama pergelaranya mengandalkan vokal diiringi pukulan terbang, merupakan bagian budaya lokal daerah Tembilahan yang mayoritas masyarakatnya suku Banjar. Artikel ini mengeksplorasi penyusunan proses pembelajaran kesenian madihin dengan pendekatan inquiry discovery sehingga mampu meningkatkan kreativitas bermusik siswa di sekolah. Jamaris (dalam Sujiono & Sujiono. 2010) memaparkan karakteristik bentuk kreativitas dalam proses berpikir yaitu: kelancaran, kelenturan, keaslian, elaborasi, keuletan dan kesabaran. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode action research dan menggunakan teknik triangulasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan ada peningkatan hasil belajar, uji t menunjukan t hitung lebih besar dari t tabel, artinya uji coba model pembelajaran kesenian madihin dapat diterima dan layak diterapkan. Kata kunci: inquiry discovery, madihin, kreativitas.ABSTRACTThis article which aims to elevate madihin folk art as material of culture appreciation and to see the result of madihin folk art learning trials at school SMP Negeri 1 Tembilahan Riau. Madihin is Banjar folk art which its main of element in permormance rely on vocal and accompanied playing percussion (terbang), and has been part of the local cultural in Tembilahan Riau, which majority of its people is etnic Banjar. This article explores organizing the learning process of madihin art by inquiry discovery approach to increase students music creativity at school. Jamaris (in Sujiono & Sujiono. 2010) describes generally characteristics the forms of creativity are: fluency, flexibility, originality, elaboration, tenacity and patience. This is a qualitative research with action research methods, and using triangulation in data collection Results of research indicate there is improved learning outcomes, t test showst is greater than t table, its mean the trials of madihin art learning is acceptable and feasible. Keywords: inquiry discovery, madihin, , creativity.
PREVALENSI PTSD DAN KARAKTERISTIK GEJALA STRES PASCATRAUMA PADA ANAK DAN REMAJA KORBAN BENCANA ALAM Ahmad Ali Rahmadian; Furqon .; Syamsu Yusuf L.N; Nandang Rusmana; Louis L. Downs
Edusentris Vol 3, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.328 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v3i1.184

Abstract

 This research was based on insufficient data on post-traumatic stress disorder (PTSD) among victims of natural disasters in Indonesia. Determining the prevalence of PTSD and examining characteristics of PTSD symptoms in children and adolescents victims of natural disasters were the objectives of this study. Survey research design has been used in this study. There were 859 children and adolescents in the research samples with 485 participants from West Java (56.5%) and 374 participants from West Sumatra (43.5%). Downs Posttraumatic Stress Scale has been used as the research instrument. There were 171 participants (19.9%) met the criteria of PTSD diagnosis. The research findings indicated that the time span of catastrophic events was not significantly related to the differences in the prevalence of PTSD. Adolescents and female-adolescents were known had more risk of having PTSD. Age category and gender were known providing variation in the prevalence, intensity, and frequency of PTSD symptoms. Chronic or delayed response of PTSD symptoms and the differences of characteristics of post-traumatic stress symptoms by age category and gender were the conclusions of this research.Keywords: PTSD, Prevalence, Intensity, Frequency, CharacteristicsABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang memadainya data tentang gangguan stres pascatrauma (PTSD) pada anak dan remaja korban bencana alam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi PTSD serta memahami karakteristik gangguan PTSD yang dialami peserta didik korban bencana alam, Rancangan penelitian survey digunakan pada penelitian ini. Terdapat 859 anak dan remaja berusia antara 8 sampai dengan 17 tahun yang menjadi sampel penelitian dengan 485 partisipan berasal dari Jawa Barat (56,5%) dan 374 partisipan berasal dari Sumatra Barat (43,5%). Penelitian ini menggunakan instrumen Downs Posttraumatic Stress Scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 171 orang (19,9%) memenuhi kriteria diagnosis PTSD. Diketahui bahwa kelompok usia remaja dan kelompok perempuan remaja lebih beresiko mengalami PTSD. Penelitian ini menunjukkan terjadinya respon trauma yang bersifat kronis atau respon tertunda. Temuan penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan gejala trauma antara kelompok anak dan remaja serta kelompok laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menunjukkan masih membekasnya memori tentang bencana, adanya bentuk coping kognitif maladaptif serta distorsi kognitif, serta terjadinya masalah sosial-emosi, pada anak dan remaja korban bencana alam.Kata Kunci: PTSD, Prevalensi,intensitas, frekuensi, Karakteristik.    
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KREATIVITAS SISWA PADA TOPIK BIOGAS Tonny Fahruroji; Kurnia ,; Momo Rosbiono
Edusentris Vol 3, No 3 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.628 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v3i3.233

Abstract

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Winni Trinita Maulandhiyani; Elih Mulyana; Dewi Nur Azizah
Edusentris Vol 5, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.551 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v5i2.298

Abstract

Model pembelajaran yang paling sering digunakan dalam proses pembelajaran adalah model konvensional dengan metode ceramah. Model pembelajaran ini menjadikan kegiatan pembelajaran bersifat satu arah dan kurang melibatkan siswa secara aktif, sehingga menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran. Keberhasilan proses belajar didukung oleh kemampuan pengajar dalam membangkitkan minat peserta didik dengan melakukan berbagai strategi pembelajaran yang efektif. Salah satu model yang dapat menjadi referensi guru adalah model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran teknologi pasca panen pada standar kompetensi menentukan teknik penanganan pasca panen tanaman sayur-sayuran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe make a match. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas XI ATPH SMK PPN Tanjungsari sebanyak 61 orang siswa dan menggunakan desain nonequivalent control group. Peneliti membandingkan kemampuan kognitif siswa dengan pre-test dan post-test pada dua kelas dengan perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional.
PEMAHAMAN GURU GEOGRAFI TERHADAP KONSEP DAN PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMA NEGERI PULAU BUTON Amniar Ati; Mamat Ruhimat; Ahmad Yani
Edusentris VOL 6, NO 2 (2019): JULI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.586 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v6i2.464

Abstract

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kemampuan dalammenilai hasil belajar siswa. Berdasarkan kurikulum 2013, penilaian autentik merupakanpenilaian yang sangat tepat untuk menilai hasil belajar peserta didik. Tujuan utama dalampenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pemahaman guru geografi terhadapkonsep dan pelaksanaan penilaian autentik di SMA Negeri Pulau Buton. Metode penelitianyang digunakan adalah metode survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secarakeseluruhan pemahaman guru geografi terhadap konsep penilaian autentik di SMA NegeriPulau Buton adalah sangat baik. Seluruh guru sudah melaksanakan penilaian autentik, namunpada proses pelaksanaannya masih ada guru geografi yang belum melaksanakan penilaianautentik secara sempurna. Pemahaman guru geografi yang baik terhadap konsep penilaianautentik tidak berdampak secara signifikan terhadap tingkat pelaksanaan penilaian autentikdalam proses pembelajaran.
INTEGRITASI DAN INTERKONEKSITAS ILMU-ILMU AGAMA DAN SAINS MENUJU PENDIDIKAN TINGGI ISLAM CENTER OF EXCELLENCES Andik Wahyun Muqoyyidin
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.481 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.143

Abstract

Sejumlah pemikir dan ahli pendidikan, khususnya di Barat, makin menunjukkan kegelisahan dan kekecewaan terhadap sistem dan hasil pendidikan modern, sebagaimana terlihat dalam sejumlah artikel dan pertemuan ilmiah yang diadakan di beberapa tempat. Mereka merasakan tidak adanya korelasi antara pandangan orang modern dan hasil temuannya dengan Maha Pencipta, serta pengakuan akan adanya kehidupan di balik kehidupan di dunia ini sebagai sesuatu yang hilang dalam kerangka keberilmuwan orang-orang modern masa kini. Berangkat dari pola pikir di atas, artikel ini bertujuan membicarakan pentingnya melihat bangunan keilmuan, yang merupakan dasar berdiri tegaknya pendidikan tinggi Islam center of excellences, sebagai bangunan yang integratif dan interkoneksitas antar berbagai unsurnya, baik dalam proses penggalian maupun pencabangannya. Paradigma interkoneksitas ini berasumsi bahwa untuk memahami kompleksitas fenomena kehidupan yang dihadapi dan dijalani manusia, setiap bangunan keilmuan apapun, baik keilmuan agama (termasuk agama Islam dan agama-agama yang lain), keilmuan sosial, humaniora, maupun kealaman tidak dapat berdiri sendiri. Kerjasama, saling tegur sapa, saling membutuhkan, saling koreksi dan saling keterhubungan antar disiplin keilmuan akan lebih dapat membantu manusia memahami kompleksitas kehidupan yang dijalaninya dan memecahkan persoalan yang dihadapinya.Kata kunci: integrasi, interkoneksitas, ilmu-ilmu agama, sains, pendidikan tinggi islam.
PENERAPAN PERMAINAN MATEMATIKA KREATIF DALAM MENINGKATKAN NUMBER SENSE ANAK TAMAN KANAK-KANAK Mirawati Mirawati
Edusentris Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1675.306 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i1.159

Abstract

Artikel ini membahas tentang penelitian terkait penerapan permainan matematika kreatif dalam meningkatkan number sense anak taman kanak-kanak. Isu yang melandasi tulisan ini adalah implementasi pembelajaran matematika yang dianggap kurang tepat karena pembelajaran yang diberikan cenderung menggunakan pendekatan akademik dan tidak disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta minat anak sehingga menimbulkan kurangnya kemampuan anak dalam memahami konsep matematika termasuk number sense. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan dengan desain penelitian Kemmis & Taggart dengan subjek penelitian yaitu anak kelompok A di TK Laboratorium Percontohan UPI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan teknik thematic analysis. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan respon positif yang diberikan oleh anak ketika permainan matematika kreatif dilaksanakan. Kemampuan number sense anak terlihat mengalami peningkatan terutama dalam aspek korespondensi satu ke satu dan menyebutkan serta membandingkan banyak benda. Faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan permainan matematika kreatif dalam penelitian ini yaitu media yang digunakan dalam pembelajaran dan tahapan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan number sense anak TK.Kata kunci: Number Sense, Permainan Matematika KreatifABSTRACT This article discusses the application of creative math game for improving children’s number sense in kindergarten. Issues underlying in this paper is the implementation of learning mathematics that was considered less appropriate because learning is given to tend to use an academic approach and not tailored to the characteristics, needs, and interests of children, causing a lack of children’s ability to understand mathematical concepts, including number sense. This research using action research methods with Kemmis & Taggart design. Participants in this research are children in group A TK Laboratorium Percontohan UPI. Data collected through observation, interviews and documentation. Analysis of the data used is the qualitative data analysis with thematic analysis technique. The results from this study showed positive response given by children when implemented creative math game. Number sense abilities of children appear to be rising, especially in one-to-one correspondence aspects and mentioned as well as comparing many objects. Factors in this study that may affect the implementation of creative math game in this research that the media used in teaching and learning stages corresponding to the stages of number sense kindergarten children.   Keyword: Number Sense, Creative Math Game
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP MELALUI DISCOVERY LEARNING Lisda Qodariyah; Heris Hendriana
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.023 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.177

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelaah peranan discovery learning terhadap kemampuan komunikasi dan disposisi matematik siswa SMP,  serta asosiasi antara keduanya. Penelitian ini adalah bagian dari tesis magister dan bagian dari Penelitian Hibah Pascasarjana DIKTI pada tahun 2015. Studi ini adalah suatu quasi eksperimen dengan disain pretest-postes kelompok kontrol yang melibatkan 62 siswa kelas 8 dari satu  SMP di Garut yang ditetapkan secara purposif. Instrumen penelitian ini adalah tes uraian kemampuan komunikasi matematik, dan skala disposisi matematik m, dan skala persepsi siswa terhadap pembelajarandan percaya diri  siswa yang mendapat pembodel Likert. Penelitian menemukan bahwa kemampuan komunikasi matematik siswa yang mendapat discovery learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Namun, tidak terdapat perbedaan disposisi matematik siswa pada kedua pembelajaran tersebut.  Selain itu ditemukan pula tidak terdapat asosiasi antara kemampuan komunikasi  matematik dan disposisi matematik.Kata kunci: komunikasi matematik, disposisi matematik, discovery learning.ABSTRACT This study was intended to analyze the role of discovery learning (DL) in enhancing the students’ mathematical communication ability and disposition. This study was a part of a master’s thesis and a sub-study of a Postgraduate Research Grant provided by the Directorat General of Higher Education in 2015. This study adopted a pretest-postest quasi-experimental control group design involving  62 eighth-grade students of  a yunior high school in Garut which were chosen puposively. The instruments of this study consisted of an essay test on mathematical communication ability, and a mathematical disposition (MD) scale. The study revealed that students getting treatment on discovery learning (DL) attained better grades on mathematical communication ability than students taught by conventional teaching, though the grades were at medium level. However, there was no difference in grades of mathematical dispositions  among students in the two groups and the grades were fairly good. Also, there was a relation between mathematical communication skills and dispositions.Keyword: mathematical communication, mathematical disposition, discovery learning
EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN REGULASI DIRI, EFIKASI DIRI, DAN PRESTASI AKADEMIK Elvi Noviawati; Syamsu Yusuf L.N.; A. Juntika Nurihsan
Edusentris Vol 3, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.3 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v3i2.216

Abstract

Page 5 of 17 | Total Record : 164