cover
Contact Name
akhyarnis febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
baselang@e-journal.faperta.universitasmuarabungo.ac.id
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera, Kampus 1 Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Baselang: Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan
ISSN : cd     EISSN : 27982114     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture, Social,
The Baselang Journal is a scientific journal that publishes research results and/or reviews articles in the fields of Agriculture, Livestock, Fisheries, and Environment. As well as presenting information on research results and scientific articles for sustainable agricultural development in Indonesia which are published electronically. The Baselang Journal is published by the Faculty of Agriculture, Muara Bungo University. The Baselang Journal is published twice a year, in April and October. The scope of the Baselang Journal covers general agriculture and the environment, namely: Cultivation (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Agribusiness/Social Economics (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Technology (Agriculture, Livestock, and Fisheries), and Environment. The Baselang Journal has implemented Open Journal Systems (OJS) since 2021 for all publishing processes in the Baselang Journal. Therefore, authors are required to register in advance and upload manuscripts online. Registration and login are required to submit the manuscript and its completeness online and to check the current status of the manuscript. Manuscript processing can be monitored through OJS by authors, editors, reviewers, and readers in real-time for all manuscripts.
Articles 182 Documents
Integrasi Location Quotient (LQ) dan Model Ratio Pertumbuhan (MRP) untuk Pemetaan Potensi Pengembangan Sapi Potong Azis, Arif Rahman; Pramusintho, Bagus; Yurleni, Yurleni; Hamka, Muhammad Subhan; Bilyaro, Woki
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.200

Abstract

Integrasi Location Quotient (LQ) dan Model Ratio Pertumbuhan (MRP) menawarkan pendekatan inovatif dalam pemetaan potensi pengembangan sapi potong di Indonesia. Melalui review sistematis literatur terkini, analisis menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi ini secara signifikan meningkatkan akurasi identifikasi wilayah potensial dibandingkan penggunaan metode secara terpisah. Keunggulan utama terletak pada kemampuannya menggabungkan aspek statis dan dinamis, memungkinkan identifikasi komprehensif wilayah dengan keunggulan komparatif saat ini serta potensi pertumbuhan masa depan. Implementasi di Indonesia telah berkontribusi pada reorientasi kebijakan pengembangan sapi potong di tingkat provinsi dan nasional, termasuk adopsinya dalam pemetaan potensi peternakan nasional. Meskipun demikian, tantangan utama meliputi keterbatasan dalam menangkap faktor-faktor kualitatif dan ketersediaan data yang reliabel di tingkat kabupaten/kota. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan, investasi dalam sistem data, pengembangan framework mixed-method, dan integrasi faktor lingkungan dalam analisis. Implikasi dari pendekatan ini signifikan bagi perumusan kebijakan pengembangan sapi potong yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di Indonesia, menawarkan landasan untuk optimalisasi strategi pengembangan sektor peternakan secara nasional.
Aplikasi Analisis Swot Dalam Strategi Pemasaran Benih Padi Sawah di UPT Balai Benih Padi dan Hortikultura Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Haq, Arsyadani Sabilal; Galingging, Herwan; Hartini, Sri; Mahdalena, Yola Putri
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.215

Abstract

Pemasaran benih padi sawah yang dilakukan oleh UPT Balai Benih Padi dan Hortikultura di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, selama ini belum maksimal. Sehingga diperlukan analisis yang mendalam untuk menguraikan strategi yang sesuai agar dapat diaplikasikan. Analisis SWOT digunakan untuk membantu merumuskan alternatif strategi yang dapat dikembangkan oleh UPT Balai Benih. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Matrik IFE, EFE, dan matrik SWOT. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis faktor internal dan eksternal dalam pemasaran benih padi, 2) merumuskan strategi dalam meningkatkan pemasaran benih padi 3) Memberikan rekomendasi strategi pemasaran yang dapat diupayakan oleh UPT Balai Benih. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan jumlah responden sebanyak 25 orang, terdiri dari staff di UPT Balai Benih dan anggota kelompok tani. Hasil dari analisis data didapatkan nilai sumbu X sebesar 0,44 dan sumbu Y sebesar -0.16 sehingga kuadran yang dihasilkan berada pada kuadran II dengan strategi diversifikasi. Dalam strategi ini, UPT Balai Benih dapat fokus pada pemanfaatan kekuatan internalnya untuk mengatasi ancaman eksternal dan memanfaatkan peluang yang ada, terutama dengan diversifikasi produk atau layanan.
Pengelolaan Cagar Alam Gua Nglirip Oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Aprilia, Revadila Widya; Anggara, Oktavianus Cahya
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.246

Abstract

Gagasan bahwa mencegah penyebab kerusakan sebelum muncul jauh lebih efektif daripada menghilangkan penyerang setelah mereka menyerang adalah salah satu kunci dalam upaya pelestarian hutan. Gagasan bahwa perlindungan hutan paling baik dicapai melalui pencegahan daripada reaksi telah mendapatkan daya tarik dalam beberapa tah un terakhir. Untuk mencegah kerusakan substansial dan meminimalkan jumlah kerusakan  hutan yang disebabkan oleh penyebab potensial, pelestarian hutan lebih berfokus pada mendeteksi dan menilai semua kemungkinan sumber kerusakan daripada bagaimana menangani keberhasilan ketika muncul. Keamanan dan pelestarian hutan saat ini merupakan topik yang sangat dinamis dan rumit.
Pengaruh Pupuk Trichokompos terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanamana Terung Ungu (Solanum melongena L) Ilyas, La Ode; Hauriyah, Sitti
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.242

Abstract

Pengaruh Pupuk Trichokompos Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk Trichokompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L.), serta mengetahui dosis pupuk trichokompos yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L.).            Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari bulan Maret 2023 sampai Juni 2023, di Kampus STIPER Berau Jalan Raja Alam I RT. IV Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti hanya satu faktor yaitu faktor pupuk Trichokompos, masing-masing terdiri 6 taraf dengan 5 ulangan, yaitu : P0 = Kontrol, P1 =500 gram, P2 =600 gram, P3 =700 gram, P4 =800 gram, P5 = 900 gram. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan Uji F dan dilanjutkan dengan Uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%.            Pemberian pemberian pupuk Trichokompos berpengaruh tidak nyata pada diameter batang pada umur 15 dan 30 HST, panjang buah, dan tinggi tanaman umur 30 HST,  namun berbeda nyata dan berbeda  sangat nyata pada tinggi tanaman umur 15 HST dan 45 HST, diameter batang pada umur 45 HST, jumlah buah, diameter buah, berat buah dan produksi buah perhektar. Produksi buah tertinggi diperoleh pada perlakuan P1, dengan dosis 500 gram/polybag, yaitu 7.49 Mg ha-1.
Analisis Strategi Pengembangan Komoditas Kakao Di Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Hartini, Sri; Hakim, Lukmanul; Pei, Lendung
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu 1. Untuk mengindentifikasi faktor internal dan eksternal perkebunan komoditas kakao dikampung Suaran Kecamatan Sambaliung yaitu menggunakan matriks IFE dan EFE. 2.Untuk merumuskan dan mengetahui strategi pengembangan komoditas kakao di kampung Suaran Kecamatan Sambaliung yaitu menggunakan analisis SWOT. Kuadran ini menunjukkan bahwa entitas atau proyek memiliki kekuatan internal yang signifikan (diwakili oleh sumbu Y) dan juga terbuka terhadap peluang eksternal yang menarik (diwakili oleh sumbu X). Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung yang berlangsung selama 2 bulan, yaitu mulai Agustus sampai September 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Rondom Sampling dan diperoleh jumlah sampel 60 petani. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Kampung Suaran dihasilkan pada kuadran IV dengan koordinat sumbu x dan y berturut-turut 0,30 dan 0,02. Posisi ini mengindikasikan strategi SO, yang menunjukkan Agresif sebagai pilihan strategi yang relevan. Dapat disimpulkan bahwa dalam strategi ini hal-hal yang harus dilakukan adalah dalam konteks strategi SO (Strength-Opportunity), dengan kekuatan internalnya, dapat menghadapi ancaman eksternal. Dengan demikian Kampung Suaran dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat serta ekonomi daerah.
Analisis Tingkat Literasi Keuangan Petani Padi Sawah di Kecamatan Tenggarong Seberang Mariyah, Mariyah; Mariati, Rita; Arifin, Eko Harri Yulianto
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.243

Abstract

Tingkat literasi keuangan merupakan salah satu faktor penentu dalam kinerja usaha tani dengan kemampuan petani untuk mengakses modal dari pembiayaan formal. Modal merupakan salah satu kendala dalam mengembangkan usaha tani. Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan salah satu daerah penghasil beras di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berasal dari pertanian padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi keuangan petani padi sawah berdasarkan pengetahuan, perilaku, dan sikap keuangan. Penelitian dilakukan di Desa Bukit Pariaman dan Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara pada bulan Maret hingga September 2024. Jumlah responden sebanyak 60 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis indeks literasi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan petani berada pada kategori rendah dengan rata-rata indeks literasi keuangan sebesar 52,48%, pengetahuan sebesar 49,72%, perilaku sebesar 51,67%, dan sikap sebesar 56,04%. Sebaran jumlah petani yang berada pada kategori tinggi sebanyak 1 orang, kategori sedang sebanyak 17 orang, dan kategori rendah sebanyak 42 orang. Tingkat literasi keuangan di lokasi penelitian perlu ditingkatkan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan keuangan kepada petani melalui kolaborasi antara pemerintah desa, balai penyuluhan pertanian, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan formal.
Kajian Penggunaan Karbon Aktif Kulit Singkong Untuk Meningkatkan Kinerja Proses Koagulasi Dan Flokulasi Dalam Pengolahan Air Viena, Winda Carla; Wikaningrum, Temmy
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.208

Abstract

Based on statistical measures of food consumption in 2022, the annual quantity of cassava waste amounts to 578 tons. Beyond its usage as animal feed, cassava skin has further potential as an active carbon source for absorbing heavy metals. This is because cassava skin contains carbon (59.31%), cellulose (13.75%), and lignin (9.14%), which may serve as precursors in the production of activated carbon. The objective of this work is to identify the optimal use of cassava skin waste. This study used a laboratory-based approach, beginning with the production of activated carbon from cassava peel and then applying it to synthetic materials on a laboratory scale. A cassava peel activated carbon produced using an H3PO4 activator has been determined to satisfy the requirements specified in the SNI 06-3730-1995 standard. The activated carbon has a water content of 0.65%, an ash content of 0.85%, a pure carbon content of 98.72%, and an iodine absorption capacity of 809 mg/g. Based on the findings of this experiment, it can be inferred that including a processing unit prior to the aforementioned stage, such as flash mixing and sedimentation, is necessary to optimize the efficiency of activated carbon technology. Based on the test result, 2.5 gr of activated carbon added to 700 ml of sample was continued with the addition of PAC 30 mg/l. Able to reduce turbidity level with a removal efficiency of up to 89.9%, iron of 43%, and ammonia at 17% these results are better than the use of PAC without activated carbon. The adsorption isotherm model represents the adsorption of iron and ammonia is Freundlich while turbidity is Langmuir.
Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Tempe Bungkus Daun di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Maryam, Syarifah; Julianto, Yogga; Mursidah, Mursidah
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.244

Abstract

Industri rumah tangga adalah sektor ekonomi di mana produksi barang atau jasa dilakukan dirumah-rumah dikelola oleh anggota keluarga. Industri tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu merupakan salah satu industri berskala rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi dan keuntungan usaha industri tempe bungkus daun, dan mengetahui kelayakan usaha industri tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Maret 2024 di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer yaitu hasil observasi dan wawancara kepada pengrajin tempe bungkus daun dengan menggunakan alat bantu berupa kuisioner. Metode pengambilan sampel menggunakan cara purposive sampling, dengan jumlah sampel terdiri dari 10 pengrajin tempe bungkus daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya produksi yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp10.194.451,00/bulan. Penerimaan yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp18.240.000,00/bulan. Pendapatan yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp8.045.549,00/bulan serta nilai R/C sebesar 1,79. Hasil ini menunjukan bahwa usaha pengolahan tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu dikatakan menguntungkan atau layak untuk dipertahankan.
Persepsi Peternak Sapi Potong Terhadap Inseminasi Buatan Di Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo Sihaloho, Vercelli Dwi Agustina; H, Afriani; Idris, Nahri
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.240

Abstract

Persepsi adalah proses menerima serangkaian informasi atau stimulus dari lingkungan, kemudian mengubahnya ke dalam kesadaran psikologis yang dapat tergambar atau terwujud dalam bentuk tindakan dari respon tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak sapi potong terhadap inseminasi buatan dan mengetahui perbedaan persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan dan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode stratified random sampling yang dibagi menjadi 2 strata, sedangkan penentuan responden digunakan metode Simple Random Sampling  sebanyak 30% dari jumlah peternak baik yang menggunakan inseminasi buatan maupun tidak menggunakan inseminasi buatan. Persepsi peternak dihitung berdasarkan persentase tingkat persepsi dan hasil yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan kategori, selanjutnya dianalisis secara deskriptif, sedangkan untuk mengetahui perbedaan persepsi digunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan persepsi peternak sapi yang menggunakan inseminasi buatan di Kecamatan Pasar Muara Bungo tergolong kategori sangat baik, sedangkan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan persepsinya tergolong kategori cukup baik. Hasil Uji Perbedaan Independent Sample T Test diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,0000,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan dengan persepsi peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan. Disimpulkan bahwa persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan lebih baik dibanding peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan.
Kegiatan Rehabilitas Dan Pembibitan Asem Jawa, Waru, Dan Turi Oleh Perusahaan X Rizaliansyah, Moh. Ainun; Mulyanti, Heri
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.245

Abstract

Rehabilitas hutan lindung pada dasarnya harus mempunyai dua manfaat sekaligus, yaitu manfaat secara ekologis yang berhubungan dengan fungsi pokoknya dan manfaat ekonomis yang artinya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitarnya. Pembibitan merupakan langkah awal dalam penanaman yang tujuannya untuk menyediakan bahan tanam yang baik, sehat, dan dalam jumlah yang cukup. Pembibitan hal pertama yang dilakukan adalah persiapan lahan. Metode yang dilakukan untuk persiapan lahan adalah menggunakan tanah merah dan tanah hitam. Tujuan digunakannya tanah merah adalah untuk mengurangi gulma yang ada di dalam polybag. Tanaman waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan tumbuhan tropis berbatang sedang, terutama tumbuh di pantai yang tidak berawa atau di dekat pesisir. Asem jawa (Hibiscus tiliaceus) merupakan tanaman tropis yang berasal dari Afrika namun dapat tumbuh dengan subur di Indonesia, Kebanyakan digunakan sebagai pohon peneduh jalan. Turi (Sesbania grandiflora) merupakan tanaman asli Indonesia, yang termasuk keluarga kacang-kacangan dari famili Papilionaceae. Penelitian ini menggunakan metode partisipasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) observasi (pengamatan di lapangan), interview (wawancara) dan study literatur.  Alat  yang digunakan ialah cangkul,mesin pemotong rumput,sabit dan bahan yang di gunakan yaitu kotoran kambing  yang berfungsi untuk memupuk tanaman biji turi,asem jawa dan waru. Pengecekan  tersebut dikerjakan setiap hari. Observasi lapangan dilakukan terlebih dahulu sebagai data awal.

Page 11 of 19 | Total Record : 182