cover
Contact Name
akhyarnis febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
baselang@e-journal.faperta.universitasmuarabungo.ac.id
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera, Kampus 1 Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Baselang: Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan
ISSN : cd     EISSN : 27982114     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture, Social,
The Baselang Journal is a scientific journal that publishes research results and/or reviews articles in the fields of Agriculture, Livestock, Fisheries, and Environment. As well as presenting information on research results and scientific articles for sustainable agricultural development in Indonesia which are published electronically. The Baselang Journal is published by the Faculty of Agriculture, Muara Bungo University. The Baselang Journal is published twice a year, in April and October. The scope of the Baselang Journal covers general agriculture and the environment, namely: Cultivation (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Agribusiness/Social Economics (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Technology (Agriculture, Livestock, and Fisheries), and Environment. The Baselang Journal has implemented Open Journal Systems (OJS) since 2021 for all publishing processes in the Baselang Journal. Therefore, authors are required to register in advance and upload manuscripts online. Registration and login are required to submit the manuscript and its completeness online and to check the current status of the manuscript. Manuscript processing can be monitored through OJS by authors, editors, reviewers, and readers in real-time for all manuscripts.
Articles 182 Documents
Identifikasi Jenis Burung Di Cagar Alam Gua Nglirip Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Prayuda, Deswita Ananda; Rahmawati, Laily Agustina
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.241

Abstract

Aves adalah salah satu dari kelompok vertebrata berdarah panas yang memiliki bulu yang menutupi seluruh tubuhnya dan berasal dari epidermis. Bulu burung sebagian besar ada di sayap, dan seiring bertambahnya usia, burung menjadi lebih ringan, lebih lebar, lebih kuat, dan lebih padat. Banyak sifat burung merupakan adaptasi yang membantu dalam penerbangan seperti modifikasi yang lebih ringan dan lebih efektif.  Tujuan dari penelitian adalah untuk  mengetahui jenis burung di Balai Besar KSDA Jawa Timur dan untuk mengetahui deskripsi tentang berbagai  jenis burung di Balai Besar KSDA Jawa Timur. Data ini diperoleh dari informasi instansi maupun kegiatan selama Praktek Kerja Lapangan, literatur, maupun laporan-laporan kegiatan instansi terkait. Hal ini dilakukan karena pada saat pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan terdapat larangan memasuki kawasan Cagar Alam sehingga proses pengamatan langsung tidak dapat dilakukan. Hasil dari  penelitian adalah Cagar Alam Gua Nglirip ini terletak di Desa Guwo Terus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Dengan Luas Cagar Alam Gua Nglirip 3 ha. Alat dan bahan yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan monitoring identifikasi jenis burung yaitu :GPS, Peta Kawasan, Teropong, Kamera DSLR, Buku Terbitan Burungnesia, Buku Panduan Identifikasi Burung. Identifikasi jenis burung ini memberikan wawasan penting tentang peran burung dalam ekosistem, baik sebagai penyebar biji, pemakan serangga, maupun pemangsa.
Pengaruh Pemberian Jenis Probiotik Berbeda Pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Berat Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Alansyah, Devan; Wirawan, Indra; Sumaryam, Sumaryam
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.251

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Ikan TEFA Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, selama 15 hari. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis probiotik yang paling efektif dalam meningkatkan pertambahan berat ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) serta menganalisis pengaruh berbagai jenis probiotik dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan berat tersebut. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan, yaitu perlakuan A sebagai kontrol tanpa probiotik, perlakuan B dengan probiotik Pro-7 sebanyak 2%, perlakuan C dengan probiotik Raja Lele 2%, dan perlakuan D dengan probiotik Raja Gurameh 2%. Subjek uji yang digunakan adalah ikan lele sangkuriang berumur 30 hari dengan jumlah total 360 ekor, yang ditempatkan di 24 wadah berisi 10 liter air, dengan kepadatan 15 ekor per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D menghasilkan rata-rata pertambahan berat tertinggi, yaitu 40,2 gram. Selama penelitian, suhu air berkisar antara 27,80–28,00°C dan pH air berada dalam kisaran 7,60–7,80.
Budidaya Ikan Lele Untuk Pembuatan Ikan Asap: Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Adat Datuk Sinaro Putih Hertati, Rini; Ridwan, Ridwan; Isman, Isman
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.223

Abstract

Program ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Bukit Subur di Dusun Baru, Pelepat, Kabupaten Bungo, yang merupakan bagian dari Masyarakat Hukum Adat Datuk Sinaro Putih. Kelompok ini mengalami kesulitan ekonomi akibat hilangnya akses ke lahan hutan adat yang telah diambil alih oleh perusahaan besar. Kegiatan ini difokuskan pada budidaya ikan lele dan pengolahan ikan lele menjadi ikan asap, yang memanfaatkan potensi sumber air yang melimpah di wilayah mereka dan permintaan pasar yang cukup besar. Metode yang digunakan meliputi pelatihan budidaya ikan lele secara profesional, pembuatan kolam ikan, pengolahan pasca panen dengan teknik pengasapan, serta peningkatan keterampilan pemasaran, baik secara offline maupun online. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan masyarakat terkait budidaya ikan dan pengolahan ikan asap. Kelompok tani kini mampu memproduksi ikan lele secara mandiri dengan teknologi yang lebih baik, serta mengolah ikan lele menjadi produk ikan asap yang bernilai tambah. Pelatihan pemasaran membantu anggota kelompok memahami teknik promosi produk, yang berdampak pada peningkatan penjualan dan pendapatan. Program ini tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan usaha berbasis perikanan yang berkelanjutan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi bagi komunitas adat lainnya.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Komoditas Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L.) Rumahorbo, Clarisa Weanda; Mursidah, Mursidah; Balkis, Siti
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.206

Abstract

Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual dengan harga yang relatif berbeda-beda. Penawaran berhubungan dengan harga suatu barang yang memiliki hukum yakni makin tinggi tingkat suatu harga barang, maka semakin banyak jumlah barang yang akan ditawarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga cabai merah keriting, harga cabai merah besar dan biaya pemasaran terhadap jumlah cabai merah keriting yang ditawarkan serta untuk mengetahui elastisitas penawaran cabai merah keriting. Penelitian ini dilakukan di Pasar Segiri Samarinda Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Pengambilan Sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 10 orang. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi, uji F, uji t dan elastisitas penawaran. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis regresi linear berganda didapat bahwa persamaan regresinya adalah Y = 361,808 + 0,045X1 + 0,705X2 – 0,375X3. Berdasarkan hasil uji F, terdapat pengaruh nyata variabel X terhadap variabel Y. Sedangkan hasil dari uji t, biaya pemasaran berpengaruh nyata terhadap jumlah cabai merah keriting yang ditawarkan. Cabai merah keriting termasuk komoditi yang bersifat inelastis. Berdasarkan hasil penelitian penawaran komoditas cabai merah keriting di Pasar Segiri Samarinda, elastisitas penawaran cabai merah keriting di Pasar Segiri Samarinda yaitu sebesar 0,8332 yang artinya apabila harga cabai merah keriting naik maka pedagang akan menambah jumlah cabai merah keriting untuk ditawarkan kepada konsumen.
Strategi Pemasaran Produk Jahe Merah Instan Pada Usaha Ja’m Di Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Effendi, Midiansyah; Juita, Firda; Galingging, Herwan; S, Chatarina Lidwin
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.196

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Usaha Ja’M Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara pada Bulan Oktober hingga Desember 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan responden yaitu pemilik dan pekerja di usaha Ja’M serta 6 orang konsumen tetap usaha Ja’M. Metode analisis data menggunakan analisis SWOT dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil perhitungan Internal Factors Analysis Summary (IFAS) memiliki total skor 3,028 dan External Factors Analysis Summary (EFAS) memiliki total skor 3,070, di mana faktor internal kekuatan utama adalah tersertifikasi halal oleh MUI dan faktor eksternal peluang utama adalah adanya dukungan dari instansi. Pada hasil analisis kuadran SWOT, usaha Ja’M berada pada kuadran I yaitu mendukung strategi agresif (strategi S-O), di mana posisi ini menandakan bahwa usaha Ja’M berada di posisi yang menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang
Evaluasi Pelaksanaan Program Pascatambang Pengembangbiakan Sapi PT. Kitadin Tandung Mayang Di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur Toni, Toni; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Pardosi, Jawatir; Hasan, Harjuni; Saptiani, Gina; Ibrahim, Ibrahim
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.259

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan menganalisis pelaksanaan dan dampak program tersebut terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan program mencapai 100% dari kriteria yang ditetapkan dalam rencana pascatambang. Populasi sapi meningkat dengan kesehatan yang baik, menggunakan pakan seperti rerumputan dan batang pisang. Pola pemeliharaan sapi mayoritas dilakukan secara ekstensif. Dampak sosial positif terlihat dari hubungan baik antar peternak, sementara dampak ekonomi terwujud melalui peningkatan pendapatan dari penjualan sapi. Dampak lingkungan diminimalkan dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk. Partisipasi peternak aktif, didukung komunikasi baik antar peternak, PPL, dan perusahaan, dengan minat tinggi dalam menerapkan teknologi ternak seperti inseminasi buatan.
Pendugaan Umur Simpan Ale-Ale (Meretrix-Meretrix) Tepung Dengan Perbedaan Bahan Pengemas Menggunakan Metode Accelerated Shelf Life Test (Aslt) Model Arrhenius Zulfahmi, A. Nova; Martanto, Martanto
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.211

Abstract

Kerang ale-ale memiliki cangkang keras dan licin dengan warna bervariasi dari putih, cokelat, hingga hitam. Bentuknya kecil dan menyerupai remis, dengan daging bening yang memiliki cita rasa gurih. Di Kabupaten Ketapang, ale-ale umumnya dijual di pasar tradisional. Olahan ale-ale tepung dibuat dengan melapisi daging ale-ale menggunakan campuran tepung tapioka, terigu, dan bumbu, sehingga menghasilkan tekstur yang renyah serta rasa gurih. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi umur simpan Ale-ale tepung, produk olahan khas Kabupaten Ketapang, yang dikemas menggunakan tiga jenis bahan pengemas berbeda: polipropilen, polietilen, dan aluminium foil. Metode yang digunakan adalah Accelerated Shelf Life Test (ASLT) dengan model Arrhenius, di mana sampel disimpan pada suhu 25°C, 35°C, dan 45°C. Parameter yang diuji meliputi kadar air, asam lemak bebas, dan uji organoleptik (tekstur, aroma, rasa, dan warna). Hasil menunjukkan bahwa aluminium foil memberikan umur simpan terpanjang, yaitu 63 hari pada suhu 25°C, diikuti oleh polipropilen (31 hari) dan polietilen (16 hari). Kenaikan suhu mempercepat kerusakan produk, terutama terkait dengan peningkatan kadar air dan asam lemak bebas. Pengemasan aluminium foil menunjukkan permeabilitas yang lebih rendah terhadap uap air, sehingga mampu mempertahankan kualitas produk lebih baik dibandingkan bahan pengemas lainnya. Kesimpulannya, penggunaan aluminium foil sebagai bahan pengemas memberikan hasil terbaik dalam mempertahankan umur simpan Ale-ale tepung, dengan perbedaan signifikan dalam laju oksidasi dan kualitas produk selama penyimpanan.
Pemberian Pakan Fermentasi Ubi Jalar, Ampas Tahu Dan Ampas Kelapa Sebagai Ransum Komplit Pada Itik Pedaging Terhadap Bobot Hidup, Berat Karkas Dan Mortalitas Nurpela, Nurpela; Meidita, Fadilla; Elisia, Rini; Triani, Hera Dwi
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan fermentasi ubi jalar, ampas tahu, dan ampas kelapa sebagai ransum komplit pada itik pedaging terhadap bobot hidup, bert karkas dan mortalitas.penelitian ini menggunakan 60 ekor itik kamang. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan adalah penggunaan ransum komplit dalam ransum itik yaitu : A = 0% ransum komplit + 100 % pakan komersil, B = 25 % ransum komplit + 75 % pakan komersil, C = 50 % pakan komersil + 50 % pakan komersil, D = 75 % pakan komplit + 25 % pakan komersil, E = 100% pakan komplit + 0% pakan komersil. Prameter yang di ukur yaitu bobot hidup, berat karkas dan mortalitas, Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbeda sangat nyata (P0,01) terhadap bobot hidup pada itik Kamang tipe pedaging dan berbeda nyata (P0,05) terhadap berat karkas. Sementara itu untuk angka mortalitas hanya terdapat pada perlakuan E sebanyak 25%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan fermentasi ubi jalar, ampas tahu dan ampas kelapa sampai 100% berpengaruh sangat nyata terhadap bobot hidup namun berpengaruh nyata terhadap berat karkas dan angka mortalitas 25%Kata kunci: Ransum Komplit, Itik Pedaging, Bobot Hidup, Berat Karkas, Mortalitas
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Peternak Pelaku Integrasi Sawit Sapi Dampak Program Peremajaan Sawit Rakyat di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sulaiman, Ahmad; Pramusintho, Bagus; Haroen, Ucop
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku peternak pelaku integrasi sawit sapi (ISS) dampak Program Peremajaan Sawit Rakyat. Pendekatan dalam menganalisis perilaku peternak pada penelitian ini ditinjau dari praktik peternak dalam alokasi waktu pengembalaan, alokasi waktu meramban pakan hijauan dan alokasi waktu ternak dikandangkan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 80 peternak pelaku integrasi sapi sawit.  Metode penentuan responden menggunakan non-probabilty sampling yaitu purposive sampling dengan kriteria:  peternak yang melakukan pengembalaan ternak sapi, meramban hijauan pakan ternak pada areal perkebunan kelapa sawit atau menggunakan limbah tanaman kelapa sawit sebagai sumber pasokan pakan ternak sapi. Hasil penelitian ini menunjukkan alokasi waktu pengembalaan ternak sapi dipengaruhi oleh jarak dari pemukiman ke daerah penggembalaan, dummy lokasi penggembalaan dan dummy desa program PSR. Untuk alokasi waktu meramban hijauan pakan ternak sapi dipengaruhi oleh Jarak pemukiman ke tempat pengumpulan sumber hijauan, dummy lokasi pengambilan hijauan makanan ternak dan dummy desa program PSR. Sedangkan untuk alokasi waktu ternak dikandangkan dipengaruhi oleh jarak dari pemukiman ke daerah penggembalaan, dummy lokasi pengembalaan dan dummy desa program PSR.  Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat berpengaruh terhadap perilaku peternak dalam praktik pengembalaan ternak, perambanan pakan hijauan dan waktu pengandangan ternak.
Analisis Faktor Pendapatan Petani Jagung Di Kabupaten Belu Obenu, Rosa Virginia Deletir; Sipayung, Boanerges Putra; Maulana, Achmad Subciandi; Fallo, Yosefina Marice
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor produksi dan pendapatan petani jagung di Kabupaten Belu. penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Belu pada bulan Desember 2023-Januari 2024. Menggunakan metode analisis Cobb-Douglas dan Pendekatan Simultan. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan metode slovin, dengan jumlah sampel sebanyak 150. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan Luas tanam, Biaya Variabel dan Tenaga Kerja mempengaruhi produksi tanaman jagung di Kabupaten Belu. produksi mempengaruhi pendapatan petani jagung di Kabupaten Belu