cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 242 Documents
STUDI IN SILICO AKTIVITAS SENYAWA MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM N-acyl-glutamine aminoacylase DARI Corynebacterium sp. UNTUK MENGATASI BAU BADAN Nursalim, Effendi; Listyani, Tiara Ajeng; Fitriawati, Anna
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25095

Abstract

Bau badan merupakan permasalahan umum yang disebabkan oleh aktivitas bakteri kulit, terutama Corynebacterium sp.,. Enzim N-acyl glutamine aminoacylase (N-AGA) berperan penting dalam proses tersebut, sehingga menjadi target potensial dalam pengendalian bau badan. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung minyak atsiri dengan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi menghambat aktivitas enzim bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa minyak atsiri daun kemangi sebagai inhibitor enzim N-AGA dari Corynebacterium sp. menggunakan pendekatan in silico. Penelitian meliputi molecular docking terhadap senyawa minyak atsiri daun kemangi menggunakan PyRx-AutoDock Vina, analisis interaksi residu asam amino, serta prediksi parameter (ADME) dan toksisitas menggunakan SwissADME dan Toxtree. Triclosan digunakan sebagai kontrol positif. Hasil docking menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) negatif yang menandakan afinitas pengikatan yang baik terhadap enzim N-AGA. Senyawa myrtenol menunjukkan hasil terbaik dengan nilai ΔG –6,2 kcal/mol serta nilai RMSD 1.215 dan berinteraksi dengan residu asam amino yang sama dengan kontrol positif. Prediksi ADME dan toksisitas menunjukkan bahwa myrtenol memiliki profil drug-likeness yang baik dan tingkat toksisitas rendah. Kesimpulannya, myrtenol berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor alami enzim N-AGA untuk mengatasi bau badan.Kata kunci: atsiri, bau badan, docking, N-AGA, Ocimum
Optimasi Konsentrasi Trietanolamin terhadap Stabilitas Fisikokimia dan Aktivitas Antioksidan Krim Body Scrub Berbasis Ekstrak Kelapa Gading (Cocos nucifera L.) Kausar, Radho Al; Sari, Dian Ratna
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25752

Abstract

Kulit merupakan organ terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk paparan radikal bebas dan sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif. Penggunaan sediaan topikal yang mengandung antioksidan menjadi salah satu upaya untuk menangkal efek radikal bebas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kelapa gading dalam bentuk krim body scrub serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antioksidannya. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), sedangkan evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji kesukaan.Krim body scrub diformulasikan dengan variasi konsentrasi trietanolamin 0% (F0), 1% (F1), 2% (F2), dan 3% (F3), dengan penambahan ekstrak kelapa gading sebanyak 15 g pada setiap formulasi. Hasil evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula homogen dan memiliki karakteristik organoleptis yang sesuai. Nilai pH berturut-turut untuk F0, F1, F2, dan F3 adalah 4,96; 5,10; 5,69; dan 5,85, yang masih berada dalam rentang pH kulit. Daya sebar dan daya lekat menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi trietanolamin, dengan F3 memberikan daya sebar dan daya lekat tertinggi. Uji kesukaan menunjukkan bahwa F3 paling disukai oleh responden.Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 11,12 µg/mL (F1), 12,56 µg/mL (F2), dan 13,53 µg/mL (F3). Berdasarkan nilai IC₅₀ tersebut, F1 memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dibandingkan formula lainnya, meskipun terdapat penurunan persentase inhibisi pada peningkatan konsentrasi uji. Secara keseluruhan, krim body scrub ekstrak kelapa gading memenuhi persyaratan evaluasi fisik dan menunjukkan adanya aktivitas antioksidan.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK LIP BALM EKSTRAK APEL MALANG (Malus sylvestris) DAN BUNGA BOUGAINVILLEA (Bouganvillea spectabilis) Suseno, Kezia Victoria; Suwitono, Marvel Reuben
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25452

Abstract

Lipbalm adalah produk kosmetik yang berfungsi melembapkan dan melindungi bibir dari kondisi kering serta kerusakan yang disebabkan oleh lingkungan sekitar. Bibir tidak memiliki kelenjar minyak, sehingga sangat rentan terhadap dehidrasi dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menilai stabilitas fisik Lipbalm yang mengandung ekstrak apel Malang (Malus sylvestris) dan bunga bougainvillea (Bougainvillea spectabilis) sebagai sumber antioksidan alami. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan empat variasi formulasi, yaitu F0 (dasar), F1 (ekstrak apel 3%), F2 (ekstrak bougainvillea 3%), dan F3 (kombinasi dua ekstrak 6%). Evaluasi yang dilakukan mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, titik lebur, serta uji hedonik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi standar kualitas kosmetik. Nilai pH berada dalam kisaran fisiologis bibir (±5), sediaan bersifat homogen, daya lekat berkisar antara 4,9 hingga 6,12 detik, daya sebar optimal, dan titik lebur berkisar antara ±55 hingga 65°C. Hasil dari uji hedonik mengindikasikan bahwa formulasi F1 memiliki tingkat preferensi tertinggi. Disimpulkan bahwa ekstrak apel Malang dan bunga bougainvillea dapat diolah secara stabil dalam bentuk Lipbalm dan memiliki potensi sebagai produk kosmetik alami untuk melembapkan bibir.
Uji In Silico Senyawa Andrographis paniculata terhadap Mutasi EGFR G719S penyebab Resistensi pada Terapi Non-Small Cell Lung Cancer Ferdian, Erick; Listyani, Tiara Ajeng; Wardani, Tatiana Siska
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25135

Abstract

Penelitian ini didorong oleh permasalahan resistensi terapi pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) akibat mutasi EGFR G719S dan kebutuhan akan alternatif inhibitor EGFR berbasis bahan alam untuk mengurangi efek samping dari inhibitor sintetik. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi senyawa aktif dari Andrographis paniculata sebagai inhibitor EGFR pada NSCLC dengan mutasi G719S secara in silico. Metode yang digunakan meliputi molecular docking menggunakan PyRx–AutoDock Vina, visualisasi interaksi molekul dengan PyMOL dan BIOVIA Discovery Studio, prediksi ADME melalui SwissADME, serta analisis toksisitas menggunakan ToxTree. Validasi metode docking dilakukan dengan acuan nilai RMSD 2 Å. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa senyawa dari Andrographis paniculata memiliki afinitas yang signifikan terhadap reseptor EGFR. Senyawa (E)-4-hydroxy-4-(3-hydroxybut-1-en-1-yl)-3,5,5-trimethylcyclohex-2-en-1-one memberikan hasil terbaik dengan nilai RMSD 1,855 Å dan energi bebas ikatan −5,4 kcal/mol, serta membentuk interaksi residu asam amino yang serupa dengan ligan natif gefitinib. Prediksi ADME senyawa ini memenuhi kriteria aturan Lipinski (Rule of Five), dan uji toksisitas menunjukkan tingkat rendah (Class I). Dengan demikian, senyawa dari Andrographis paniculata berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor EGFR untuk NSCLC dengan mutasi G719S, meskipun validasi tambahan melalui uji in vitro dan in vivo tetap diperlukan.Kata kunci: Andrographis paniculate, EGFR G719S, Gefitinib, Non-Small Cell Lung Cancer
Perbandingan Sediaan Cream Body Scrub Serbuk Kopi (Coffea Sp) Dengan Serbuk Beras (Oryza sativa L.) Terhadap Karakteristik Fisik Dan Stabilitas Sediaan Feladita, Niken; Thursina, Cut Syarifa; Arta, Alfa Frista; Wulandari, Shinta; Megawati, Selvi; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25450

Abstract

Body scrub adalah produk kosmetik semi padat. Biasanya digunakan membantu mengangkat sel kulit mati. Caranya dengan eksfoliasi fisik. Bahan alami untuk eksfoliasi seperti serbuk kopi sering digunakan eksfoliator.  Bahan eksfoliator alami seperti serbuk kopi banyak digunakan dalam formulasi scrub karena memiliki sifat abrasif yang dapat membantu regenerasi sel kulit. Namun, ukuran partikel serbuk kopi yang tidak seragam dapat memengaruhi kehalusan dan kestabilan fisik krim. Serbuk beras Oryza sativa L. ukurannya lebih kecil dan rata. Jadi, bubuk beras bisa dapat pilihan lain untuk eksfoliator. Hal tersebut membuat krim lebih tahan lama. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan sifat fisik dan ketahanan krim body scrub. Krim ini menggunakan serbuk Coffea sp. dan serbuk beras Oryza sativa L. sebagai bahan pengelupas. Konsentrasinya sama yaitu 27,2%. Pengujian fisik yang dilakukan meliputi tampilan, kehalusan, pH, kekentalan, kemudahan menyebar, daya lekat, jenis emulsi, dan stabilitas. Stabilitas diuji menggunakan metode cycling test. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang mengandung serbuk beras memiliki homogenitas yang lebih baik, viskositas lebih tinggi, daya sebar yang lebih luas, serta daya lekat yang lebih lama dibandingkan dengan formulasi yang mengandung serbuk kopi. Kedua formulasi menunjukkan tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi dengan serbuk beras tetap stabil tanpa pemisahan fase setelah enam siklus pengujian, sedangkan formulasi dengan serbuk kopi menunjukkan adanya sedimentasi ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p 0,05) pada seluruh parameter pengujian.
STUDI KIMIA KLINIK & FORENSIK: CEMARAN LIMBAH MEDIS DARI RUMAH TERAPI BEKAM DI DEPOK Husein, Saddam; Eryani, Kurnia; Lestari, Yovita Endah; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25723

Abstract

Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN DEODORAN SPRAY DARI KOMBINASI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK DAN EKSTRAK DAUN KEMANGI PADA BAKTERI Staphylococcus aureus Saputri, Natasya Lina; Retnaningsih, Agustina; Saputri, Gusti Ayu Rai
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25731

Abstract

Deodoran adalah sediaan kosmetik yang mengandung antiseptik untuk menahan atau mengurangi dekomposisi bakteri sehingga bisa mengontrol bau badan. Permasalahan yang ada saat ini ialah produk deodoran yang terdapat di pasaran yang banyak mengandung bahan sintetis atau zat-zat yang diindikasi menjadi salah satu pencetus kanker, terutama payudarah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menguji antibakteri pada sediaan deodoran spray yang di kombinasikan minyak atsiri kulit jeruk nipis dan ekstrak daun kemangi, dilakukan uji organoleptik, pH dan di dapatkan hasil F2 warna orange gold dan F3 mendapatkan hasil caramel untuk hasil bau yang di dapatkan semua formulasi memiliki bau jeruk nipis kecuali F0 untuk uji pH F2 mendapatkan hasil 5,2 dan F3 mendapatkan hasil 5,8 hasil ini memenuhi syarat SNI 16-4951-1998 yaitu 3-7,5. Hasil uji antibakteri pada sediaan deodoran dengan menggunakan bakteri staphylococus di dapatkan hasil daya hambat F1 10 mm dan F2 mendapatkan hasil daya hambat 11 mm sedangkan F2 mendapatkan hasil daya hambat 13 . Kesimpulan yang di dapatkan adalah deodoran spray hasil kombinasi minyak atsiri kulit jeruk nipis dengan ekstrak daun kemangi memiliki daya hambat yang kuat dibandingkan tidak adanya zat aktif namun mesti ga formulasi tersebut memenuhi syarat sesuai standar rentan bakteri yaitu tidak di bawah 5.
ANALISIS DAN VALIDASI KANDUNGAN IODIUM PADA GARAM RAKYAT DENGAN METODE TITRASI IODOMETRI Ahlul Taqwa, Baiq Mina; Febriani, Yuyun; Azim, Muhlisun
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.21966

Abstract

Garam beriodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI No.01-3556-2010) yang mengandung iodium sebesar 30-80ppm. Proses validitas hasil data suatu metode menjadi penting sebelum melakukan suatu analisis karena dengan melakukannya diharapkan menghasilkan data yang baik dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar garam dan validitas metode iodometri yang digunakan dan data validasi dikumpulkan dengan mengamati beberapa parameter yaitu presisi, akurasi, kekuatan dan spesifisitas. Sampel yang digunakan adalah 3 sampel yang beredar di wilayah Lombok timur terutama bagian selatan yang di ambil dari 3 wilayah. Penelitian ini bersifat eksperimental berskala laboratorium. Hasil penelitian menggunakan metode titrasi iodometri, dalam 3 sampel yang dititrasi langsung sudah memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80ppm) namun garam yang diberikan perlakuan yang berbeda dari segi suhu mengalami penurunan kadar akan tetapi masih dapat memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80) namun 2 sampel yang disimpan pada kantong pelastik diluar ruangan tidak memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80). Karna sampel 1 dengan konsentrasi 20 ppm kadarnya 28,52ppm dan sampel 2 dengan konsentrasi 20ppm,30ppm,40ppm yang berada pada rentan 26,14-28,52ppm. Sedangkan hasil dari validasi metode iodometri menunjukkan spesifisitas yang baik dan uji kekuatan yang dapat diterima dengan nilai rata-rata % RSD = 3,7%, hasil uji akurasi dengan konsentrasi 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm bahwa % recovery yang diperoleh berada pada rentan 103,1% – 109,3%, sedangkan hasil uji presisi memiliki nilai rata-rata % RSD = 3,7%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode titrasi iodometri dapat digunakan sebagai metode analisis kadar beriodium pada garam.
PENDEKATAN MOLECULAR DOCKING PREDIKSI ADME DAN TOKSISITAS SENYAWA AKTIF BUAH PARE (Momordica charantia L.) SEBAGAI INHIBITOR α-AMYLASE Natanael, Yosua Christabel; Listyani, Tiara Ajeng; Hidayat, Rahmat
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25053

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di Indonesia, mencapai 10,9% pada 2023, didorong oleh resistensi insulin dan gangguan metabolisme karbohidrat. Obat sintetis seperti acarbose sering menimbulkan efek samping gastrointestinal, sehingga diperlukan alternatif alami dari pare yang kaya flavonoid seperti quercetin dan rutin. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis interaksi 23 senyawa flavonoid pare dengan α-amylase melalui docking molecular, memprediksi profil ADME dan toksisitas, serta mendesain senyawa baru potensial sebagai kandidat antidiabetes.Metode: Penelitian ini dilakukan secara in silico menggunakan PyRx-AutoDock Vina untuk docking, VegaZZ, PyMOL, dan Discovery Studio untuk optimasi dan visualisasi, SwissADME untuk ADME, Toxtree untuk toksisitas. Validasi metode docking dilakukan dengan RMSD 2 Å. Hasil: Hasil docking menunjukkan genistein memiliki binding affinity -7,4 kkal/mol, nilai RMSD 1,538 Å  dan genistein memiliki kemiripan dengan ligan natif pada residu ASP300. Genistein memiliki profil ADME yang baik, dan toksisitas yang buruk yaitu High Class III . Desain senyawa baru dari genistein yaitu 4-2-hydroxy-1-hydroxymethoxybutylcyclohexan-1-ol memiliki interaksi asam amino yang sama dengan liganatif dan kontrol positif yaitu ASP300, binding affinity -5,6 kkal/mol, nilai RMSD 1.223 Å, ADME yang baik, dan toksisitas yang rendah. Kesimpulan: Senyawa aktif buah pare berpotensi sebagai inhibitor α-amylase.Kata kunci: α-Amylase, ADME, Molecular docking, Pare, Toksisitas
Virtual Screening Senyawa Aktif Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Target Matrix Metalloproteinases (MMP-1 dan MMP-3) Yustian, William; Suwitono, Marvel Reuben; Sulastri, Titin
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25293

Abstract

Penuaan (aging) kulit ditandai oleh degradasi kolagen dan elastin yang dipicu oleh aktivitas berlebihan Matrix Metalloproteinases (MMPs), terutama MMP-1 dan MMP-3. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa bioaktif kakao (Theobroma cacao L.) sebagai kandidat inhibitor MMP melalui pendekatan Virtual Screening. Sebanyak 30 senyawa aktif dipilih dari database USDA Dr. Duke’s dan PubChem, kemudian diproses menggunakan PyRx dengan AutoDock Vina untuk simulasi docking terhadap reseptor MMP-1 (3SHI) dan MMP 3 (1BIW). Batimastat digunakan sebagai kontrol positif. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa flavonoid kakao memiliki nilai binding affinity yang lebih tinggi dibandingkan batimastat. Isovitexin menampilkan nilai binding affinity tertinggi, yaitu -9,4 kcal/mol terhadap MMP-1 dan -10,4 kcal/mol terhadap MMP-3. Senyawa lain seperti Apigenin-7-O Glucoside, Chrysoeriol-7-O-Glucoside, Luteolin, dan Leucocyanidin juga menunjukkan interaksi kuat melalui ikatan hidrogen, Pi-Pi, dan kontak hidrofobik. Analisis interaksi mengungkap kombinasi jangkar polar dan hidrofobik yang menjaga stabilitas kompleks, meskipun beberapa orientasi ligand masih kurang ideal. Temuan ini menunjukkan bahwa flavonoid kakao berpotensi menjadi sumber kandidat inhibitor MMP untuk aplikasi anti aging berbasis virtual screening.