cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 228 Documents
ANALISA KADAR NIKOTIN PADA TEMBAKAU DENGAN PERLAKUAN DALAM BENTUK ROKOK LINTINGAN DAN ROKOK KRETEK DI PASAR MANDALA, LAMPUNG TENGAH MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS ade mariaulfa; Diah Astika Winahyu; Desti galuh
Jurnal Analis Farmasi Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.38 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v1i2.1458

Abstract

Tembakau merupakan jenis tanaman yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Indonesia. Kegunaan utama tembakau adalah sebagai bahan baku pembuatan rokok sigaret kretek, rokok filter, rokok lintingan dan biasa juga digunakan sebagai tembakau susur. Nikotin zat kimia yang terkandung dalam rokok, nikotin bersifat adiktif (kecanduan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nikotin pada tembakau dengan perlakuan rokok lintingan dan rokok kretek yang beredar di wilayah Pasar Mandala, Lampung Tengah apakah kadar nikotin yang diizinkan dalam sebatang rokok memenuhi persyaratan Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan yaitu 1,5 mg/batang. Sampel yang digunakan adalah sampel tembakau dengan perlakuan dalam bentuk rokok lintingan dan rokok kretek pada pedagang yang berbeda. Analisis kuantitatif nikotin ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Dari hasil penelitian dengan panjang gelombang (λ) 261 nm dengan persamaan y= b.X+a sehingga diperoleh koefisien korelasi (r) 0,9996. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata nikotin dalam ekstrak tembakau matahari sebesar 0,74 mg/batang, sampel rokok kretek sebesar 0,80 mg/batang. Hal ini menunjukkan bahwa kedua sampel tersebut diperoleh hasil kadar nikotin yang diizinkan dalam sebatang rokok memenuhi syarat Peraturan Pemerintah No.81 tahun 1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan yaitu 1,5 mg/batang. Kata Kunci:Nikotin, tembakau, spektrofotometri UV-Vis.Tembakau merupakan jenis tanaman yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Indonesia. Kegunaan utama tembakau adalah sebagai bahan baku pembuatan rokok sigaret kretek, rokok filter, rokok lintingan dan biasa juga digunakan sebagai tembakau susur. Nikotin zat kimia yang terkandung dalam rokok, nikotin bersifat adiktif (kecanduan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nikotin pada tembakau dengan perlakuan rokok lintingan dan rokok kretek yang beredar di wilayah Pasar Mandala, Lampung Tengah apakah kadar nikotin yang diizinkan dalam sebatang rokok memenuhi persyaratan Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan yaitu 1,5 mg/batang. Sampel yang digunakan adalah sampel tembakau dengan perlakuan dalam bentuk rokok lintingan dan rokok kretek pada pedagang yang berbeda. Analisis kuantitatif nikotin ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Dari hasil penelitian dengan panjang gelombang (λ) 261 nm dengan persamaan y= b.X+a sehingga diperoleh koefisien korelasi (r) 0,9996. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata nikotin dalam ekstrak tembakau matahari sebesar 0,74 mg/batang, sampel rokok kretek sebesar 0,80 mg/batang. Hal ini menunjukkan bahwa kedua sampel tersebut diperoleh hasil kadar nikotin yang diizinkan dalam sebatang rokok memenuhi syarat Peraturan Pemerintah No.81 tahun 1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan yaitu 1,5 mg/batang. Kata Kunci:Nikotin, tembakau, spektrofotometri UV-Vis.
PENETAPAN KADAR PROTEIN IKAN TERI KERING (Stolephorus sp) YANG DIJUAL DI PASAR TANI KEMILING BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE KIJELDAHL Sutarno S
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.382 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2820

Abstract

Ikan teri adalah bahan makanan hewani laut yang biasa dikonsumsi olehmasyarakat Indonesia, ikan teri umumnya diawetkan. Ikan teri banyak dikonsumsikarena kaya akan kandungan gizinya, diantaranya adalah protein. Kebutuhan protein orang dewasa Indonesia menurut Permenkes RI , No. 75. Tahun 2013 adalah ltaki-laki 62 gram /hari dan perempuan 56 gram /hari. Telah dilakukan dilakukan pengujian terhadap kadar protein ikan teri (Stolephorus sp) dengan metode Kjeldahl. Penentapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl dimana padapenelitian ini dilakukan penentuan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan, setelah diketahui kandungan nitrogennya kemudian kadar protein dapat ditentukan dengan mengkalikan kadar nitrogen yang diperoleh dengan suatu faktof konversi. Analisa protein dengan menggunakan metode Kjeldahl pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap destruksi, destilasi dan titrasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di dapat masing-masing kadar protein total ikan teri tawar 3,72 g/2 g bahan, ikan teri asin 1,38 g/2 g bahan dan ikan teri rebus 1,91 g/2 g bahan.Berdasarkan penelitian tersebut bahwa Ikan Teri yang dijual di Pasar Tani KemilingBandar Lampung cukup untuk memenuhi kebutuhan protein perhari orang dewasayaitu laki-laki 62 g/100 g bahan, perempuan 56 g/100 g bahan.Kata kunci : Ikan Teri, Protein, Kjeldahl
PENENTUAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM DALAM SANTAN YANG DIJUAL DI PASAR KOGA DENGAN METODE MPN (MOST PROBABLE NUMBER) Dermawan D
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.913 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2769

Abstract

Santan adalah emulsi minyak dalam air yang berwarna putih, yang diperoleh dengan cara memeras daging kelapa segar yang telah diparut atau dihancurkan dengan atau tanpa penambahan air. Santan sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan makanan atau minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri coliform dalam santan yang akan diolah menjadi bahan tambahan pangan yang dijual di Pasar Koga Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Prinsip dari metode ini yaitu pertumbuhan bakteri coliform yang ditandai dengan terbentuknya gas dalam tabung durham. Pengujian ini menggunakan media cair Lauryl Sulfate Tryptose Broth (LSTB) dan media Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLBB). Sampel penelitian ini adalah santan cair yang akan digunakan sebagai tambahan makanan atau minuman dari 4 pedagang. Seluruh sampel yang diambil positif tercemar coliform dimana jumlah bakteri coliform melebihi persyaratan BPOM RI No.HK.00.06.1.52.4011 yaitu <3 APM/g. Kata Kunci : santan, Most Probable Number (MPN), coliform, perhitungan jumlah bakteri.
PENETAPAN KADAR HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH HERBAL YANG DIJUAL DILORONG KING PASAR TENGAH KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Annisa Primadiamanti; Niken Feladita; Rani Juliana
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.979 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1301

Abstract

DETERMINATION OF HYDROQUINON WHITENING WHITENING IN CREAM IN LORONG KING, PASAR TENGAH CITY, BANDAR LAMPUNG CITY USING UV-Vis SPECTROFOTOMETRY UV-Vis METHODWhitening cream is one type of cosmetics which is a mixture of chemicals or other ingredients with properties that can bleach black (brown) stains on the skin. Hazardous whitening creams contain the composition of various chemical compounds such as hydroquinone. The use of hydroquinone according to BPOM regulations includes a class of hard drugs that can only be used based on a doctor's prescription.Hydroquinone is prohibited from being used without a doctor's prescription because it has dangerous side effects. The sample used was herbal whitening cream which was sold in the king market hallway of the city of Lampung city with UV-Vis spectrophotometry method with purposive sampling sampling technique.The samples were tested qualitatively and quantitatively. Qualitative sample testing by spectrophotometry, which is observing the form of the standard solution spectrum with the sample, the samples that contain positive hydroquinone are samples C and D because the resulting spectrum is identical to the spectrum form of the standard solution, while samples A and B are negative containing hydroquinone.In the quantitative test with UV-Vis spectrophotometry with ethanol solvents the results of testing positive samples containing hydroquinone are samples C and D with hydroquinone levels obtained by the sampleC and D with hydroquinone levels obtained sample C 0.00247% sample D 0.0025% can be concluded that 2 out of 4 samples were positive containing hydroquinone and not in accordance with BPOM decree No.18 of 2015. Keywords:   Herbal whitening cream, Hidrikuinon, UV-Vis spectrophotometry ABSTRAKKrim pemutih adalah salah satu jenis kosmetik yang merupakan campuran bahan kimia atau bahan lainnya dengan khasiat bisa memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit.Krim pemutih yang berbahaya mengandung komposisi dari berbagai macam senyawa kimia misalnya hidrokuinon.Penggunaan hidrokuinon menurut peraturan BPOM termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter.Hidrokuinon dilarang digunakan tanpa resep dokter karena memiliki efek samping berbahaya. Sampel yang digunakan adalah krim pemutih herbal yang dijual di lorong king pasar tengah kota bandar lampung dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan teknik analisa pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Pengujian sampel secara kualitatif dengan spektrofotometri, yaitu mengamati bentuk spektrum larutan baku dengan sampel, sampel yang positif mengandung hidrokuinon ialah sampel C dan D karena spektrum yang dihasilkan identik menyerupai bentuk spektrum larutan baku, sedangkan sampel A dan B negatif mengandung hidrokuinon. Pada uji kuantitatif dengan spektrofotometri UV-Vis dengan pelarut etanol hasil pengujian sampel yang positif mengandung hidrikuinon ialah sampel C dan D dengan kadar hidrokuinon yang diperoleh sampel C 0,00247 % sampel D 0,0025 % dapat disimpulkan 2 dari 4 sampel positif mengandung  hidrokuinon dan tidak sesuai dengan keputusan BPOM No.18 tahun 2015. Kata kunci:    Krimpemutih Herbal, Hidrikuinon, Spektrofotometri UV-Vis
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA JERAMI CEMPEDAK (Artocarpuschempeden) DAN JERAMI NANGKA (Artocarpusheterpophyllus L.) DENGAN METODEKJELDAHL Annisa Primadiamanti; Ade Maria Ulfa; Fitri Amalia
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.845 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5490

Abstract

Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh yang berfungsi sebagai zat pembangun, pengatur, dan sebagai sumber energi. Salah satu sumber protein terdapat pada jerami buah nangka dan jerami buah cempedak. Jerami nangka dan jerami cempedak merupakan limbah buah nangka dan buah cempedak yang terbatas sebagai pakan ternak atau dibuang, dan juga berpotensi sebagai bahan baku berbagai hasil olahan pangan atau industri pangan seperti selai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein pada jerami nangka dan jerami cempedak dengan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl merupakan metode yang cukup spesifik untuk menentukan jumlah protein dengan penentuan kandungan nitrogen yang ada didalam makanan. Sampel diambil dari Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung. Hasil pengujian kualitatif protein pada jerami nangka dan jerami cempedak secara uji biuret yaitu terbentuknya warna ungu pada sampel yang menunjukan sampel positif mengandung protein, dan pada pengujian kuantitatif dengan metode Kjeldahl diperoleh kadar protein pada jerami cempedak sebesar 5,6% ± 0,27 dan pada jerami nangka sebesar 2,71% ± 1,22.Kata kunci : jerami nangka, jerami cempedak, protein, Kjeldahl
IDENTIFIKASISENYAWA EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa. L)DENGAN MENGGUNAKAN GC-MS Tutik Tutik; Vida Elsyana
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.18 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2237

Abstract

Bawang merah (Allium cepaL.) telah lama digunakansebagaiobattradisional, akantetapipemanfaatannyamasihterbataspadaumbi/buahnyasaja sedangkan kulitnya masih belum dimanfaatkan.Penelitianinibertujuanmengidentifikasisenyawa dariekstrakkulitbawangmerahmenggunakaninstrumen GC-MS untuk mengetahui jumlah senyawa dan jenis senyawa yang terdapat dalam ekstrak tersebut. Kulit bawang merah dimaserasi menggunakan etanol 96% kemudian ekstrak yang diperoleh dindentifikasi menggunakan instrumen GC-MS. Hasil analisis GC-MS menunjukan bahwa dalam ekstrak etanol kulit bawang merah terdapat 30 jenis senyawa dan senyawa dengan konsentrasi tertinggi adalah asam N-heksadekanoat 22, 84% dan Dibutil ptalat 22,49%. Selain itu juga terdapat senyawa golongan terpenoid dan alkaloid dengan konsentrasi 6,49 % dan 6,27%.Kata kunci: Kulit bawang merah, GC-MS
IDENTIFIKASI FUROSEMID PADA JAMU PELANGSING YANG BEREDAR DI PASAR TENGAH DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Nofita Nofita; Niken Feladita; Aldono Fantoro
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.868 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i2.1168

Abstract

Jamu pelangsing merupakan salah satu obat tradisional yang ada di Indonesia yang memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan. Dari populasi sampel jamu pelangsing yang berada di Pasar Tengah ada kemungkinan penambahkan bahan  kimia obat (BKO). Berdasarkan Permenkes No. 007 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat, obat tradisional dilarang mengandung bahan kimia obat (BKO). Di dalam jamu pelangsing diduga ditambahkan  BKO furosemid yang berkhasiat sebagai diuretik/pelancar air seni. Identifikasi furosemid pada sampel jamu pelangsing yang beredar di Pasar Tengah yaitu sampel A, B, C, D, dan E menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). KLT merupakan metode pemisahan campuran analit dengan mengelusi analit melalui suatu lempeng kromatografi lalu melihat analit yang terpisah dengan penyemprotan dan visualisasi dibawah sinar ultraviolet. Untuk menarik kesimpulan dapat dilihat dari warna bercak dan selisih antara angka Rf sampel dengan Rf baku pembanding.  Dari hasil pengujian terhadap lima sampel jamu pelangsing, terdapat tiga sampel yang mengandung BKO furosemid, yaitu sampel A, B, dan E. Kata Kunci : jamu pelangsing, furosemid, KLT
UJI DAYA HAMBAT DAUN, KULIT BATANG DAN BUAH SAWO MANILA MUDA (Manilkarazapota L)TERHADAP BAKTERI Escherichia coliDAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DIFUSI SUMURAN Annisa Primadiamanti; Robby Candra Purnama; Riza Aulia
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.631 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4086

Abstract

Penggunaan obat tradisional semakin diminati dibandingkan obat kimia, hal ini disebabkan karena mahalnya obat-obatan kimia, serta efek samping yang relatif tinggi. Tanaman sawo manila muda merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun, kulit batang dan buah sawo manila muda (Manilkara zapota L) terhadap bakteri Escherichia colidan Staphylococcus aureus. Serbuk kering daun, kulit batang dan buah sawo manila muda diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 80%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan prinsip membuat lubang sumuran pada permukaan agar padat. Penelitian ini menggunakan kontrol positif cotrimokasazole dan kloramfenikol, dan kontrol negatif menggunakan aquadest steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun, kulit batang dan buah sawo manila muda memiliki aktivitas antibakteri pada Escherichia colidan Staphylococcus aureusterdapat perbedaan aktivitas pada setiap konsentrasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit batang sawo manila muda lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureusdibandingkan dengan bakteri Escherichia coli, pada konsentrasi 100% dengan diameter sebesar 17,70 mm. Kata Kunci:Difusi Sumuran, Tanaman Sawo Manila Muda, Antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
PENETAPAN KADAR KALSIUM PADA KACANG PANJANG SEGAR DAN REBUS SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Robby Candra Purnama; Gusti Ayu Rai Saputri; Hendra Afriando
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.308 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2807

Abstract

Kacang panjang (Papilionaceae/Leguminosae) adalah salah satu sayuran yangmengandung beragam mineral penting diantaranya adalah kalsium. Fungsi kalsiumadalah membentuk tulang dan gigi, berperan dalam pertumbuhan dan sebagai faktorpembantu dan pengatur reaksi biokimia dalam tubuh. Kacang panjang dapat diolahmenjadi berbagai macam masakan selain itu, dapat juga dimakan mentah sebagailalapan. Ditinjau dari cara konsumsi kacang panjang baik secara segar maupundirebus maka penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungankalsium pada kacang panjang. Sampel kacang panjang didekstruksi kering, kemudian Analisis kualitatif, setelah dipastikan ada atau tidaknya kandungan kalsiumnya, kemudian Analisis kuantitatif kalsium dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) yaitu logam kalsium pada panjang gelombang 422,7 nm.Keuntungan dari metode ini adalah dapat menentukan kadar suatu logam tanpadipengaruhi oleh keberadaan logam lain dan dapat menganalisis logam dalam jumlah kecil. Pada penelitian ini dilakukan dua perlakuan yang berbeda, yaitu kacang panjang segar dan rebus. Hasil penelitian menunjukan kadar kalsium pada kacang panjang segar sebesar 5.7999 mg/100g dan pada kacang panjang rebus adalah sebesar 4.2758 mg/100g. Sedangkan, persentase penurunan kadar kalsium pada kacang panjang adalah 26.31 %. Secara statistik didapatkan beda rata-rata yaitu signifikan antara kadar kalsium pada kacang panjang segar dan rebus.Kata kunci : Kacang Panjang, Kalsium, Spektrofotometri Serapan Atom
PENETAPAN KADAR KALSIUM PADA TERUNG UNGU (Solanum melongena L) SEGAR, KUKUS DAN REBUS DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Robby Candra Purnama; Niken Feladita; Nurul Maesaroh
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.963 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1156

Abstract

Terung ungu (Solanum melongena L) adalah tanaman yang berasal dari Asia yang mengandung beragam mineral seperti kalsium, magnesium, fosfor dan kalium, serta kandungan gizi lainnya seperti karbohidrat dan vitamin serta mengandung antioksidan. Berdasarkan kandungan gizi dari terung ungu maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu kandungan mineral dari terung ungu yaitu kalsium dan di tinjau dari cara pengolahan dan kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi terung baik secara kukus maupun rebus maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan terhadap kadar kalsium. Sampel di ambil dari Pasar Tani Kemiling Bandar Lampung. Uji kualitatif kalsium pada terung ungu dilakukan dengan reaksi warna dan uji kuantitatif kalsium menggunakan metode spektrofotometri serapan atom dengan panjang gelombang 422,51 nm. Dari hasil kualitatif terung ungu menunjukan hasil positif kalsium dan dari uji kuantitatif diperoleh persamaan regresi linier y = 01306x+0,00991179 dengan koefisien korelasi 0,9990 didapat kan kadar terung ungu segar 1,7766 ± 0,05310 mg/100g dan terung ungu kukus 0,6754 ±0,04823 mg/100g dan terung ungu rebus 0,6053 ± 0,03331 mg/100g. Dari hasil penelitian ini terung ungu segar mengandung kalsium lebih tinggi dibandingkan dengan kalsium pada terung ungu kukus dan rebus. Penurunan kadar kalsium pada terung ungu k.ukus dan rebus dikarenakan kalsium hilang pada saat pemanasan yaitu perebusan dan pengukusan Kata kunci :   Terung ungu segar, kukus , rebus , kalsium, spektrofotometri serapan atom

Page 7 of 23 | Total Record : 228