cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal@fahutan.untan.ac.id
Phone
+6285345044457
Journal Mail Official
jurnal@fahutan.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Untan Jln. Imam Bonjol Pontianak Telp/fax : 0561-767673 / 0561-764513
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL HUTAN LESTARI
ISSN : 23383127     EISSN : 27761754     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v8i4
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hutan Lestari merupakan jurnal ilmu kehutanan yang menyajikan artikel mengenai hasil-hasil penelitian meliputi bidang teknologi pengolahan hasil hutan, pengawetan kayu, teknologi peningkatan mutu kayu, budidaya hutan, konservasi sumber daya alam, ekonomi kehutanan, perhutanan sosial dan politik kehutanan. Setiap naskah yang dikirimkan ke Jurnal Hutan Lestari akan ditelaah oleh Penelaah yang sesuai dengan bidangnya. Jurnal Hutan Lestari dipublikasikan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura diterbitkan setiap 3 bulan sekali.
Articles 915 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI HANDBODY LOTION BERBAHAN DASAR LEMAK TENGKAWANG (Illipe Butter) Diba, Farah; Afra, Akwilina; Tavita, Gusti Eva
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.71156

Abstract

Tengkawang seeds are one of the non-timber forest products that can be processed into Borneo tengkawang fat. Tengkawang fat contains myristic acid, palmitic acid, stearic acid, oleic acid and linoleic acid. The acid content in tengkawang fat has properties that can moisturize the skin for a long time so tengkawang fat can be used as an ingredient in handbody lotion formulas. This study aimed to formulate and evaluate a handbody lotion from tengkawang fat during a 28 day storage period. The benefits of this research are obtaining formulations and providing information regarding the potential use of tengkawang fat as a hand lotion. This research was made with variations in the concentration of tengkawang fat 1%, 3%, 6% and 9%. The results of the study showed that all concentrations of tengkawang fat in handbody lotion had good properties during the storage period.Keywords : Handbody Lotion, Tengkawang Fat, Tengkawang SeedsAbstrakBiji tengkawang merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu yang bisa diolah menjadi lemak tengkawang. Lemak tengkawang mengandung asam miristat, asam palmitat, asam stearat, asam oleat dan asam linoleat. Kandungan asam pada lemak tengkawang memiliki sifat yang dapat melembabkan kulit dalam waktu lama sehingga lemak tengkawang bisa dijadikan bahan pada formula handbody lotion. Tujuan dari penelitian ini memformulasikan dan mengevaluasi handbody lotion dari lemak tengkawang selama masa penyimpanan 28 hari. Manfaat dari penelitian ini memperoleh formulasi dan memberikan informasi mengenai potensi pemanfaatan lemak tengkawang sebagai handbody lotion. Penelitian ini dibuat dengan variasi konsentrasi lemak tengkawang 1%, 3%, 6% dan 9%. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa semua konsentrasi lemak tengkawang pada handbody lotion memiliki sifat yang baik selama masa penyimpanan. Kata kunci : Handbody Lotion, Lemak Tengkawang, Biji Tengkawang
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DI AIR PAOH DESA PANGKALAN BUTON KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Erianto, Erianto; Avrita, Sonia; Ardian, Hafiz
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.54853

Abstract

Butterflies are one of the insects of the Order Lepidoptera that play an important role in the pollination process in nature. The existence of butterflies cannot be separated from the conditions of their habitat. Air Paoh Pangkalan Buton Village is one of the butterfly habitats that can support the survival of butterflies. This study aims to determine the diversity and abundance of butterfly species in Air Paoh, Pangkalan Buton Village. The method used is a survey method. Data collection was carried out using a single plot method in the form of a square with a size of 25 meters x 25 meters. Butterflies are caught using nets. The results showed that there are 29 genera and 30 species of butterflies in Air Paoh Pangkalan Buton Village. These 30 species are divided into 5 families, namely 2 species from the Hesperiidae family, 7 species from Papilionidae, 2 species from Pieridae, 4 species from Lycaenidae, and 15 species from Nymphalidae. The butterfly diversity index in Air Paoh is moderate with a value of 2.838 and the species abundance index is classified as high with a value o.Keywords: Air Paoh, Diversity, Species of Butterflies.AbstrakKupu-kupu adalah salah satu serangga Ordo Lepidoptera yang berperan penting dalam proses penyerbukan di alam. Keberadaan kupu-kupu tidak dapat dipisahkan dari kondisi habitatnya. Air Paoh Desa Pangkalan Buton  merupakan salah satu habitat kupu-kupu yang dapat mendukung kelangsungan hidup kupu-kupu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis kupu-kupu di Air Paoh Desa Pangkalan Buton. Metode yang digunakan adalah metode survei, pengumpulan data dilakukan dengan metode petak tunggal berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 25meter x 25 meter. Kupu-kupu ditangkap menggunakan jaring (net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kupu – kupu di Air Paoh Desa Pangkalan Buton terdapat 29 genus dan 30 spesies. 30 spesies ini tersebar ke dalam 5 famili, yaitu 2 spesies berasal dari famili Hesperiidae, 7 spesies dari Papilionidae, 2 spesies dari Pieridae, 4 spesies dari Lycaenidae, dan 15 spesies dari Nymphalidae. Indeks keanekaragaman kupu- kupu di Air Paoh tergolong sedang dengan nilai 2,838 dan indeks kelimpahan jenis tergolong tinggi dengan nilai 0,834.Kata kunci: Air Paoh, Jenis Kupu – Kupu, Keanekaragaman jenis.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA MANGROVE DI KAWASAN HUTAN MANGROVE SURYA PERDANA MANDIRI KELURAHAN SETAPUK BESAR (The strategy for developing mangrove tourism objects in the Surya Perdana Mandiri mangrove forest area, Setapuk Besat village ) Rifanjani, Slamet; Siagian, Irma Dessy; Dirhamsyah, M
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.71380

Abstract

AbstractMangrove ecotourism is one of the tourist destinations that many people are interested in. The Setapuk mangrove tourist attraction is one of the tourist attractions in Setapuk Besar village. This research aims to determine strategic issues in the Setapuk mangrove tourist attraction and determine strategies for developing the Setapuk mangrove tourist attraction in Setapuk Besar village. The data collection method in this research uses survey and interview methods, so that the data produced will be analysed using SWOT analysis which consists of two factors, namely internal factors (IFAS) and external factors (EFAS). The respondents used in this research were 13 respondents, the data produced consisted of data on natural resources, human resources, and socio-cultural and economic conditions of the community. Based on the research results it shows that the strategy for developing the Setapuk mangrove tourist attraction is in quadrant I (Aggressive Strategy), which means this strategy uses strength to take advantage of existing opportunities. The strategic policy recommends carrying out promotions through social media and print media about the beauty of the Setapuk mangrove tourist attraction. Conduct training for local human resources. Adding mangrove ecotourism facilities and managing the potential of natural tourist attractions in terms of the diversity of flora and fauna by utilizing collaboration with the Singkawang city government.Keywords: ecotourism, mangrove, IFAS, EFASAbstrakEkowisata mangrove merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak di minati masyarakat. Objek wisata mangrove Setapuk merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kelurahan Setapuk Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isu-isu strategis pada objek wisata mangrove Setapuk dan menentukan strategi pengembangan objek wisata mangrove Setapuk di Kelurahan Setapuk Besar. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara sehingga data yang dihasilkan akan di analisis menggunakan analisis SWOT yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal (IFAS) dan faktor eksternal (EFAS). Responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 13 responden, data yang dihasilkan berupa data sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan objek wisata mangrove Setapuk berada pada kuadran I (Strategi Agresif) yang artinya strategi ini menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi kebijakan tersebut merekomendasikan untuk melakukan promosi melalui sosial media maupun media cetak tentang keindahan objek wisata mangrove Setapuk. Mengadakan pelatihan terhadap sumber daya manusia setempat. Menambah sarana ekowisata mangrove dan mengelola potensi objek wisata alam baik dari keberagaman flora dan faunanya dengan memanfaatkan kerja sama dengan pemerintah kota Singkawang.Kata kunci: ekowisata, mangrove, IFAS, EFAS 
KUALITAS ORIENTED STRAND BOARD (OSB) DARI LIMBAH FINIR KAYU LAPIS BERDASARKAN PANJANG STRAND DAN KADAR PEREKAT Indrayani, Yuliati; Habibi, Habibi; Nurhaida, Nurhaida
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.68338

Abstract

The plywood industry in PT. Sambas Alam Lestari produces waste that has been left to rot and pile up. One of the efforts that can be made to overcome the waste problem is to process the waste into an Oriented Strand Board which will provide added value and economic value to be a quality product. The purpose of this study was to determine the effect of strand length, adhesive content, and their interaction on the physical and mechanical properties of OSB boards from plywood finir waste and to determine the optimal strand length and adhesive content that produce OSB boards with the best physical and mechanical properties that meet JIS A 5908 (2003). The research was conducted at the Wood Processing Laboratory and Wood Workshop of the Faculty of Forestry and the Laboratory of PT Duta Pertiwi Nusantara for 3 months. The factorial experiment method used a completely randomized design with treatment factors consisting of strand length and adhesive content with six treatment combinations: a1b1 (10 cm strand length and 7% adhesive content), a1b2 (10 cm strand length and 9% adhesive content), a1b3 (10 cm strand length and 11% adhesive content), a2b1 (15 cm strand length and 7% adhesive content), a2b2 (15 cm strand length and 9% adhesive content), and a2b3 (15 cm strand length and 11% adhesive content), each with three replications. The results showed that OSB with a strand length of 15 cm and an adhesive content of 11% was the best quality OSB with the most parameters complying with JIS A 5908 (2003).Keywords: adhesive content, mechanical properties, oriented strand board, physical properties, strand lengthAbstrakIndustri kayu lapis di PT. Sambas Alam Lestari menghasilkan limbah yang selama ini hanya dibiarkan membusuk dan ditumpuk. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah limbah tersebut yaitu dengan mengolah limbah menjadi Oriented Strand Board yang akan memberikan nilai tambah dan bernilai ekonomis untuk dijadikan sebuah produk bermutu. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan pengaruh panjang strand, kadar perekat serta interaksi keduanya terhadap sifat fisis dan mekanis papan OSB dari limbah finir kayu lapis dan menentukan panjang strand dan kadar perekat optimal yang menghasilkan papan OSB dengan sifat fisis dan mekanis terbaik yang memenuhi JIS A 5908 (2003). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Kayu dan Wood Workshop Fakultas Kehutanan serta Laboratorium PT. Duta Pertiwi Nusantara selama 3 bulan. Metode percobaan faktorial menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor perlakuan terdiri dari panjang strand dan kadar perekat dengan enam kombinasi perlakuan yaitu a1b1 (panjang strand 10 cm dan kadar perekat 7%), a1b2 (panjang strand 10 cm dan kadar perekat 9%), a1b3 (panjang strand 10 cm dan kadar perekat 11%), a2b1 (panjang strand 15 cm dan kadar perekat 7%), a2b2 (panjang strand 15 cm dan kadar perekat 9%), dan a2b3 (panjang strand 15 cm dan kadar perekat 11%), masing-masing tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSB dengan panjang strand 15 cm dan kadar perekat 11% sebagai OSB dengan kualitas terbaik dan parameternya paling banyak memenuhi JIS A 5908 (2003). Kata kunci: kadar perekat, panjang strand, kualitas OSB
SIFAT FISIK DAN MEKANIK PAPAN ORIENTED STRAND BOARD (OSB) DARI LIMBAH FINIR KAYU LAPIS BERDASARKAN WAKTU KEMPA DAN KONSENTRASI FENOL FORMALDEHIDA Yani, Ahmad; Hidayat, Hidayat; Setyawati, Dina
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.69146

Abstract

The waste resulting from the production of the plywood industry is enormous, and until now, it has not been utilized optimally. Reduce the amount of waste, which can be done by processing finir waste into an Oriented Strand Board (OSB), which can reduce the fulfillment of raw wood materials. This study aimed to determine the best compression time and concentration of phenol formaldehyde in manufacturing Oriented Strand Board (OSB) from waste plywood. The research was conducted at the Wood Processing Laboratory and Wood Workshop at the Faculty of Forestry and the PT. Duta Pertiwi Nusantara for 3 months. The experimental method used a completely randomized design with treatment factors in compression time (8 minutes, 10 minutes, and 12 minutes), and phenol formaldehyde adhesive concentration (9% and 10%), three replicates were run for each. The treatment results show OSB with 12 minutes of compression time and 10% phenol formaldehyde concentration as the OSB with the best quality and the most parameters complied with JIS A 5908 (2003).Keywords: concentration of phenol formaldehyde, finir waste, oriented strand board, pressing timeAbstrakLimbah hasil dari produksi industri kayu lapis sangat besar dan sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk menekan besarnya limbah tersebut dapat dilakukan dengan mengolah limbah finir menjadi papan untai atau Oriented Strand Board (OSB) yang dapat mengurangi besarnya limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh waktu kempa dan konsentrasi fenol formaldehida terbaik dalam pembuatan papan Oriented Strand Board (OSB) dari limbah finir kayu lapis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Kayu dan Wood Workshop Fakultas Kehutanan serta Laboratorium PT. Duta Pertiwi Nusantara selama 3 bulan. Metode penelitin menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan waktu kempa (8 menit, 10 menit, dan 12 menit), dan konsentrasi perekat fenol formaldehida (9 % dan 10 %). Yang dilakukan dalam 3 ulangan. Hasil  penelitian menunjukkan OSB dengan perlakuan waktu kempa 12 menit dan konsentrasi fenol formaldehida 10% sebagai OSB dengan kualitas terbaik dan memenuhi JIS A 5908 (2003). Kata kunci: konsentrasi fenol formaldehida, limbah finir, oriented strand board, waktu kempa
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KEPADATAN BURUNG DIURNAL PADA KAWASAN WISATA ALAM RESORT BELABAN SPTN WILAYAH I NANGA PINOH TNBBBR Anwari, M Sofwan; Riko, Eryesiswanto; Nurhaida, Nurhaida; Purwano, Sigit
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.59532

Abstract

Birds are wild animals that have an important role in human life both in terms of economics, tourism, education, and science. Belaban Resort is a conservation area designated as a tourist attraction and research location. This research aims to examine the diversity of species and diurnal density of birds in the Belaban SPTN Resort natural tourism area, region I Nanga Pinoh, Bukit Baka Bukit Raya National Park. The method used is the IPA (Indices Ponctuels d'Abondance) method, where the data collection technique uses a combination of paths with point counting. The number of diurnal bird species in the natural tourist area of Belaban SPTN Resort Region I Nanga Pinoh, Bukit Baka Bukit Raya National Park was found of the 41 types of diurnal birds from 28 tribes (families) spread across km 37, 28 species were found with a total of 167 individuals, while at km 39 there were 17 species found with a total of 96 individual birds. The results of the diversity index calculation show a moderate level of species diversity with diversity index values of 1.41 (Km 37) and 1.20 (Km 39), while individual density falls into medium density with density values of 33.3 (Km 37) and 19.2 (Km 39).Keywords: Birds, Resort Belaban, Species Diversity and Density.AbstrakBurung merupakan satwa liar yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia baik ditinjau dari segi ekonomi, pariwisata, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Resort Belaban merupakan sebuah kawasan konservasi yang diperuntukan sebagai tempat wisata dan lokasi penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji keanekaragaman jenis dan kepadatan burung diurnal pada  kawasan wisata alam Resort Belaban SPTN wilayah I Nanga Pinoh Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Metode yang digunakan adalah metode IPA (Indices Ponctuels d'Abondance), dimana Teknik pengambilan data menggunakan kombinasi jalur dengan point count, Jumlah jenis burung diurnal yang ada pada kawasan wisata alam Resort Belaban SPTN Wilayah I Nanga Pinoh, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya ditemukan 41 jenis burung diurnal dari 28 suku (famili) yang tersebar di km 37 ditemui 28 jenis dengan jumlah individu sebanyak 167 individu, sedangkan pada km 39 ditemui sebanyak 17 jenis dengan jumlah individu sebanyak 96 individu burung. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman menunjukan tingkat keanekaragaman jenis yang sedang dengan nilai indeks keanekaragaman 1,41 (Km 37) dan 1,20 (Km 39), sedangkan untuk kepadatan individu masuk kedalam kepadatan sedang dengan nilai kepadatan 33,3 (Km 37) dan 19,2 (Km 39).Kata Kunci : Burung, Resort Belaban, Keanekaragaman Jenis Dan Kepadatan
IDENTIFIKASI POTENSI TUMBUHAN HIAS DI ZONA RIPARIAN KEBUN RAYA SAMBAS KABUPATEN SAMBAS Widhanarto, Ganjar Oki; Nantah, Nikomedes; Hardiansyah, Gusti
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.64859

Abstract

West Kalimantan is one of the centers of biodiversity. It has a wealth of flora are very much and most potential as an ornamental plant. Sambas Botanical Garden located in Sabung Village, Subah District, Sambas Regency supports educational activities, research, and ecotourism. The study aims to determine to identify the potential of ornamental plants in the riparian zone of Sambas Botanical Garden, Sambas Regency. The research time is one month effectively in the field from May until june 2022. This research was conducted with a systematic line plot sampling with a random start method. This research is using a double plot with a plot size of 20m x 20 m for epiphytic and liana plants, 2m x 2m for understorey, as many as 48 plots and the total number of observations made plot is 1.92 hectares. The results found that 9 families of ornamental plants, namely: Araceae, Arecaceae, Aspleniaceae, Dioscoreaceae, Fabaceae, Lycopodiaceae, Nepenthaceae, Orchidaceae dan Piperaceae. Of the 27 species of ornamental plant, the highest density is Agrostophyllum stipulatum with a density of 41,1458 individual/ha. The ornamental plant with a low density is Huperzia phlegmaria (L) Rothm with a density of 1,0417 individuals/ha.Keywords: Identification, ornamental plant potential, riparian zone, Sambas botanical gardenAbstrakKalimantan Barat dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati flora melimpah yang sebagian berpotensi sebagai tanaman hias. Kebun Raya Sambas yang terletak di Desa Sabung, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas merupakan kebun raya yang sangat mendukung kegiatan penelitian, pendidikan dan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi tumbuhan hias yang terdapat pada zona riparian kebun raya sambas, kabupaten sambas. Penelitian dilaksanakan dari bulan mei sampai dengan juni 2022. Penelitian ini menggunakan metode systematic line plot sampling with random start. Penelitian ini menggunakan plot ganda dengan ukuran plot 20m x 20m untuk tingkatan pohon yang ditumbuhi tumbuhan epifit dan liana, 2 m x 2 m untuk tumbuhan bawah, sebanyak 48 plot dan total seluruh plot pengamatan yang dilakukan yaitu 1,92 Ha. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan 27 jenis tumbuhan hias dari 9 famili, yaitu Araceae, Arecaceae, Aspleniaceae, Dioscoreaceae, Fabaceae, Lycopodiaceae, Nepenthaceae, Orchidaceae dan Piperaceae. Tumbuhan hias yang memiliki nilai kerapatan paling tinggi yaitu Agrostophyllum stipulatum dengan nilai 41,1458 individu/ha, sedangkan nilai kerapatan yang terendah yaitu Huperzia phlegmaria (L) Rothm dengan nilai 1,0417 individu/ha.Kata Kunci: Identifikasi, potensi tumbuhan hias, zona riparian, kebun raya sambas
KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA DI HUTAN MANGROVE DESA PADANG TIKAR I KECAMATANBATU AMPAR KABUPATEN KUBU RAYA Darwati, Herlina; Andriani, Titi; Rifanjani, Slamet
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.60684

Abstract

Gastropods as bioindicators of mangrove ecosystem stability. Information regarding Gastropods in the mangrove forest of Padang Tikar I Village and environmental changes are thought to influence the existence and abundance of Gastropod species. It is necessary to research the diversity of Gastropod species in the mangrove forests of Padang Tikar I Village, Batu Ampar District, Kubu Raya Regency. The research aims to calculate the diversity index of Gastropod species in the mangrove forest ecosystem in Padang Tikar I Village. The research uses a survey method, purposive sampling, and systematic data collection techniques, namely a combination of three grid lines. The identification results found 13 types of Gastropods from 7 families, namely Ellobiidae, Littorinidae, Muricidae, Neritidae, Nassariidae, Naticidae, and Potamididae. The gastropods that were often found were Nassarius stolatus on line one, Littorina scabra on line two, and Cerithidea cingulata on line three. The type with the greatest abundance is Cerithidea cingulata 45 ind/m2 dan Littorina scabra 14 ind/m2. Gastropod diversity in each route is in the low category. Some types dominate in line two, namely Littorina scabra and line three Cerithidea cingulata. The evenness of Gastropods in line one includes stable criteria, while lines two and three are unstable. The highest criteria type similarity is 57% in lines two and three, in lines one and two, and lines one and three 0%.Keywords: Abundance, Diversity, Gastropods, Mangrove.AbstrakGastropoda sebagai bioindikator kestabilan ekosistem mangrove. Informasi mengenai Gastropoda di hutan mangrove Desa Padang Tikar I dan perubahan lingkungan diduga mempengaruhi keberadaan dan kelimpahan jenis Gastropoda, perlu dilakukannya penelitian tentang keanekaragaman jenis Gastropoda di hutan mangrove Desa Padang Tikar I Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya. Tujuan penelitian menghitung indeks keanekaragaman jenis Gastropoda pada ekosistem hutan mangrove di Desa Padang Tikar I. Penelitian menggunakan metode survei, teknik pengumpulan data secara purposive sampling dan sistematik yaitu metode kombinasi jalur garis berpetak sebanyak tiga jalur. Hasil identifikasi ditemukan 13 jenis Gastropoda dari 7 famili yaitu Ellobiidae, Littorinidae, Muricidae, Neritidae, Nassariidae, Naticidae, Potamididae. Gastropoda yang banyak dijumpai Nassarius stolatus pada jalur satu, Littorina scabra pada jalur dua, dan Cerithidea cingulata pada jalur tiga. Jenis dengan kelimpahan terbesar Cerithidea cingulata 45 ind/m2 dan Littorina scabra 14 ind/m2. Keanekaragaman Gastropoda pada tiap jalur termasuk kategori rendah. Terdapat jenis yang mendominasi pada jalur dua yaitu Littorina scabra dan jalur tiga Cerithidea cingulata. Kemerataan Gastropoda jalur satu termasuk kriteria stabil sedangkan jalur dua dan tiga labil. Kesamaan jenis kriteria tertinggi 57% jalur dua dan tiga, pada jalur satu dan dua serta jalur satu dan tiga 0%. Kata Kunci: Gastropoda, Keanekaragaman, Kelimpahan, Mangrove
JENIS DAN MANFAAT TUMBUHAN OBAT DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER DESA TUMBANG TITI KECAMATAN TUMBANG TITI KABUPATEN KETAPANG Yanti, Hikma; Arianto, Ferdi Dwi; Wardenaar, Evy; Dirhamsyah, M
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.58032

Abstract

The use of medicinal plants has been cultivated in Tumbang Titi Village, Tumbang Titi District, Ketapang Regency, as an alternative medicine. People practice alternative medicine by using several medicinal plants to treat various types of diseases. The aim of this research is to analyze the types of medicinal plants in the secondary forest area in Tumbang Titi Village and the benefits of medicinal plants for the Tumbang Titi community in treating diseases. This research was carried out using descriptive methods, namely survey techniques and interview techniques. Collecting data from informants is carried out using the snowball sampling technique. Based on the results of the research, it was found that 26 types of medicinal plants from 21 families were used by the people of Tumbang Titi Village, Tumbang Titi District, Ketapang Regency in carrying out treatment. The most widely used habitus are shrubs of 16 types. The most common way to consume this herb is by drinking (25 types). The part of the plant that is often used is the leaf (16 types). The type of herb that is often used is a single ingredient (16 types). The benefits of medicinal plants for the people of Tumbang Titi Village include treating various diseases, such as external and internal diseases. External diseases commonly treated include acne, ulcers, burns, and body odor. Internal diseases commonly treated include diarrhea, coughs, colds, fever, stomach pain, sore throat, uterine cancer, breast cancer, hypertension, vomiting blood, mouth ulcers, urinary problems, rheumatism, tonsillitis, stomach ache, vaginal discharge, diarrhea, nosebleeds, hemorrhoids, kidney disease, dysentery, tuberculosis, and constipation.Keywords: Ethnobotany, Medicinal Plants, Secondary Forest, Tumbang Titi VillageAbstrakPemanfaatan tumbuhan obat telah dibudidayakan di Desa Tumbang Titi Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang sebagai pengobatan alternatif. Masyarakat melakukan pengobatan alternatif dengan memanfaatkan beberapa tumbuhan obat untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis jenis tumbuhan obat yang ada di kawasan hutan sekunder di Desa Tumbang Titi serta manfaat tumbuhan obat bagi masyarakat Tumbang Titi dalam mengobati penyakit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu teknik survei dan teknik wawancara. Pengumpulan data terhadap informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 26 jenis tumbuhan obat dari 21 famili yang digunakan masyarakat Desa Tumbang Titi Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang dalam melakukan pengobatan. Habitus yang paling banyak digunakan yaitu perdu sebanyak 16 jenis. Cara penggunaan tertinggi yaitu dengan cara diminum (25 jenis). Bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan yaitu daun (16 jenis). Jenis ramuan yang sering digunakan yaitu ramuan tunggal (16 jenis).  Manfaat tumbuhan obat bagi masyarakat di Desa Tumbang Titi yaitu mengobati berbagai penyakit seperti penyakit luar dan penyakit dalam. Penyakit luar yang biasa diobati antara lain jerawat, bisul, luka bakar dan bau badan. Penyakit dalam yang biasa diobati antara lain diare, batuk, pilek, demam, nyeri lambung, sakit tenggorokan, kanker rahim, kanker payudara, hipertensi, muntah darah, sariawan, kencing tidak lancar, rematik, radang amandel, sakit perut, keputihan, mencret, mimisan, wasir, sakit ginjal, disentri, TBC, dan sembelit.Kata kunci: Desa Tumbang Titi, Etnobotani, Hutan Sekunder, Tumbuhan Obat
KELAYAKAN USAHA BUDI DAYA Trigona sp. MSME STUDI KASUS UMKM ASY-SYURA DI DESA GALANG KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH Ilham, Muhammad Arifin; Roslinda, Emi; Darwati, Herlina
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.69650

Abstract

Trigona sp. is one of the bees that can produce honey by consuming nectar from flowers, producing propolis from consuming sap, and producing bee pollen from flower pollen. Honey bee cultivation can improve the social and economic conditions of the community as a source of livelihood and open up business opportunities for people's lives. The community of Galang Village, Mempawah Regency, is one of the communities that cultivate kelulut honey (Trigona sp.). This study aimed at the Trigona sp. cultivation carried out by the people of Galang Village, Sungai Pinyuh District, Mempawah Regency, and to analyze the feasibility study of Trigona sp. carried out by the people of Galang Village, Sungai Pinyuh District, Mempawah Regency. This study uses a qualitative method. The results of the Trigona sp. business feasibility study obtained 1.1, which means that the Trigona sp. business carried out by the people of Galang Village, Pinyuh District, Mempawah Regency is profitable and feasible to be cultivated or continued.Keywords: Business feasibility,  Trigona sp., Trigona sp. cultivationAbstrakTrigona sp. adalah salah satu lebah yang dapat menghasilkan madu dengan mengkonsumsi nektar dari bunga, dan memproduksi propolis dari mengkonsumsi getah serta memproduksi bee polen dari serbuk sari bunga. Budidaya lebah madu dapat meningkatkan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat sebagai sumber penghidupan dan membuka peluang usaha bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat Desa Galang Kabupaten Mempawah merupakan salah satu masyarakat yang budidaya madu kelulut (Trigona sp.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui budidaya Trigona sp. yang dilakukan oleh masyarakat Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah dan menganalisis studi kelayakan usaha Trigona sp. yang dilakukan oleh masyarakat Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan model pendekatan kualitatif. Hasil studi kelayakan usaha Trigona sp. didapatkan hasil 1,1 yang artinya usaha Trigona sp. yang dilakukan oleh masyarakat Desa Galang Kecamatan Pinyuh Kabupaten Mempawah menguntungkan dan layak untuk diusahakan atau dilanjutkan.Kata kunci : Kelayakan usaha, Budidaya Trigona sp., Trigona sp.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 1 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 2 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 1 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 4 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 3 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 2 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 1 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 4 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 3 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 2 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 4 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 1 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 4 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 2 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 1 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 4 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 3 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Lestari Vol 4, No 1 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 4 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 3 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 2 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Lestari More Issue