cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal@fahutan.untan.ac.id
Phone
+6285345044457
Journal Mail Official
jurnal@fahutan.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Untan Jln. Imam Bonjol Pontianak Telp/fax : 0561-767673 / 0561-764513
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL HUTAN LESTARI
ISSN : 23383127     EISSN : 27761754     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v8i4
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hutan Lestari merupakan jurnal ilmu kehutanan yang menyajikan artikel mengenai hasil-hasil penelitian meliputi bidang teknologi pengolahan hasil hutan, pengawetan kayu, teknologi peningkatan mutu kayu, budidaya hutan, konservasi sumber daya alam, ekonomi kehutanan, perhutanan sosial dan politik kehutanan. Setiap naskah yang dikirimkan ke Jurnal Hutan Lestari akan ditelaah oleh Penelaah yang sesuai dengan bidangnya. Jurnal Hutan Lestari dipublikasikan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura diterbitkan setiap 3 bulan sekali.
Articles 922 Documents
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KEBUN RAYA BATURRADEN SEBAGAI OBYEK EKOWISATA BERBASIS KONSERVASI TUMBUHAN Hanindita, Shafira; Junizar, Fahriza
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i2.98285

Abstract

Baturraden Botanical Garden is a nature tourism destination in Banyumas Regency with distinctive management focused on plant conservation, unlike nearby attractions that target mass visitors. It serves primarily as a conservation area, with tourism activities built around environmental education and ecotourism principles. Tourist perceptions play a key role in managing and sustaining this ecotourism destination. Understanding these perceptions aids in developing strategic plans, enhancing the destination’s eco-friendly image, and supporting local community empowerment. This study aims to identify tourist characteristics and perceptions of ecotourism sustainability at Baturraden Botanical Garden. Data were collected with a questionnaire survey measuring perceptions on ecotourism principles including recreation, conservation, environmental education, community empowerment and general tourism factors like accessibility and visitor satisfaction. Responses were recorded on a Likert scale from 1 to 5 and analyzed using qualitative descriptive methods. Results indicate generally positive tourist perceptions toward ecotourism aspects of the site. Strategies including the enhancement of interpretive media and local community empowerment can be employed to preserve favorable tourist perceptions and guarantee ecotourism sustainability at Baturraden Botanical Garden. Keywords: Baturraden, conservation, ecotourism, perception, tourist Abstrak Kebun Raya Baturraden merupakan salah satu obyek destinasi wisata alam di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan latar belakang dan fokus pengelolaannya, kawasan Kebun Raya Baturraden dibuka dengan fokus utama sebagai kawasan konservasi koleksi tumbuhan. Hasil dari kegiatan konservasi tumbuhan dan kawasan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai atraksi ekowisata. Pemahaman mengenai persepsi wisatawan tersebut berguna dalam penentuan strategi pengembangan, membantu pembentukan citra destinasi ekowisata ramah lingkungan, serta memperkuat dukungan kepada pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan persepsi wisatawan terhadap keberlanjutan ekowisata Kebun Raya Baturraden. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei menggunakan kuesioner. Kuesioner dirancang untuk mengetahui persepsi wisatawan terkait prinsip ekowisata, meliputi rekreasi, konservasi, pendidikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat serta konsep wisata secara umum meliputi aksesibilitas dan kepuasan wisatawan. Variabel persepsi diukur dengan skala likert dengan rentang nilai 1-5 . Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya persepsi baik dari wisatawan terhadap berbagai aspek ekowisata di Kebun Raya Baturraden. Beberapa upaya seperti pengembangan media interpretasi dan pemberdayaan masyarakat lokal dapat diterapkan untuk menjaga persepsi positif dari wisatawan serta menjamin keberlanjutan ekowisata di Kebun Raya Baturraden. Kata kunci: Baturraden, ekowisata, konservasi, persepsi, wisatawan
NILAI ERODIBILITAS TANAH DI DESA RIRANG JATI KECAMATAN NANGA TAMAN KABUPATEN SEKADAU Meida, Ririn Yunia; Herawatiningsih, Ratna; Lestariningsih, Siti Puji
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i3.79276

Abstract

Erodibility relates to soil loss by water and wind transport through a formulaic approach that combines the values of soil texture, soil structure, organic matter and soil permeability. This research aims to analyse the value of soil erodibility and provide information as input and conservation advice in the management and use of land in Rirang Jati Village. This research uses survey method, soil sampling is done by purposive sampling based on land unit map of rirang jati Village. Soil erodibility data analysis using Wischmeier and Smith 1978 equation. Based on the results of the analysis of soil erodibility classes were generated, ranging from class1 (very low) to class 6 ( very high). The highest erodibility occurs in LMU PD-HS-C with a value of 0,72 this occurs because the soil has poor permeability and high dust content. The lowest erobilility occurs in land unit PD-HS-SC with a value -0,060 this occurs because the soil has a high organic matter content. Conservation actions suggested are in the form of supervision of land use in areas that indicate high erodibilty if possible, planting ground cover crops or double cropping can be done. Keywords: Erodibility, Erodibility Factor, Land Use. Abstrak Erodibilitas berkaitan dengan kehilangan tanah oleh daya penghanyut air maupun angin melaui pendekatan rumus yang menggabungkan nilai tekstur tanah, struktur tanah, bahan organik dan permeabilitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai erodibilitas tanah serta memberikan informasi sebagai masukkan dan saran konservasi dalam pengelolaan dan penggunaan lahan di Desa Rirang Jati. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan sampel tanah dilakukan secara purposive sampling berdasarkan peta satuan lahan Desa Rirang Jati. Analisis data erodibilitas tanah menggunakan persamaan Wischmeier and Smith 1978. Berdasarkan hasil analisis nilai Erodibilitas (K) tanah dihasilkan 6 kelas erodibilitas tanah, mulai dari kelas 1(sangat rendah) sampai kelas 6 (sangat tinggi). Erodibilitas paling tinggi terjadi pada LMU PD-HS-C dengan nilai sebesar 0,72, hal tersebut terjadi karena tanah tersebut memiliki permeabilitas yang sangat lambat dan kandungan debu yang tinggi. Eerodibilitas paling rendah terjadi pada LMU PD-HS-SC dengan nilai sebesar -0,060, hal ini terjadi karena tanah tersebut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi. Tindakan konservasi yang disarankan berupa pengawasan terhadap penggunaan lahan pada wilayah yang terindikasi erodibilitas tinggi jika memungkinkan dapat dilakukan penanaman tanaman penutup tanah atau bercocok tanam ganda. Kata Kunci: Erodibilitas, Faktor Erodibilitas, Penggunaan Lahan
KEANEKARAGAMAN JENIS POHON DI ARBORETUM PT. ERNA DJULIAWATI LOGGING UNIT II SERUYAN HULU, SERUYAN KALIMANTAN TENGAH Deliana, Ade; Rifanjani, Slamet; Darwati, Herlina; Damiska, Septi
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i3.87805

Abstract

The arboretum area of PT. Erna Djuliawati is believed to have a variety of flora. Tree diversity as one element of the ecosystem can provide information which is the main factor in the conservation of forest resources. The arboretum is one source of seeds for the development of protected areas and increasing sustainability. Flora diversity as one element of the ecosystem can provide information which is the main factor in the conservation of forest resources. PT Erna Djuliawati owns an arboretum area with a high diversity of flora species; therefore, it is important to conduct an analysis of tree species diversity in the area. This study employed a census method using the line–plot technique. The results showed that the Important Value Index (INP) for all vegetation strata was dominated by Medang (Dehaasia incrassata). The species diversity index (H’) ranged from 3.15 to 4.06, which is classified as high diversity (H’ > 3). The dominance index (C) ranged from 0.00107 to 0.000281, indicating low dominance, meaning that no single species dominated the others. The evenness index (e) ranged from 0.78 to 0.91, indicating a more evenly distributed community, while the species richness index (R) ranged from 9.39 to 9.93, reflecting high species richness. Keyword: Arboretum, Diversity, Tree, Erna Julianti, Seruyan Hulu Abstrak Kawasan arboretum PT. Erna Djuliawati yang dipercayai memiliki jenis flora yang beragam. Keanekaragaman pohon sebagai salah satu unsur ekosistem dapat memberikan informasi yang merupakan faktor utama dalam konservasi sumber daya hutan. arboretum merupakan salah satu sumber benih bagi pengembangan Kawasan lindung dan peningkatan keberlanjutan. Keanekaragaman Flora sebagai salah satu unsur ekosistem dapat memberikan informasi yang merupakan faktor utama dalam konservasi sumber daya hutan.. PT Erna Djuliawati memiliki kawasan arboretum dengan jenis flora yang beragam, sehingga penting untuk dilakukan analisisKeanekaragaman Jenis Pohon di Areal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sensus teknik garis berpetak. Hasil penelitian menunjukan Indeks Nilai Penting (INP) untuk semua tingkat vegetasi yaitu Medang (Dehaasia incrassata), Indeks keanekaragaman jenis (H’) 3,15 – 4,06 yang tergolong kedalam kelas tinggi, indeks dominasi (C) 0,00107 – 0,000281 yang berarti rendah atau tidak hanya satu jenis saja yang dominan terhadap jenis lainnya, indeks kemerataan jenis (e) 0,78 – 0,91 menunjukkan komunitas tersebut lebih merata, nilai kekayaan jenis, nilai kekayaan jenis (R) 9,39 – 9,93 menunjukkan kekayaan yang tinggi. Kata kunci: Arboretum, Keanekaragaman, Pohon, Erna Djulianti, Seruyan Hulu
KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp.) DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG DUNGAN KECAMATAN SAJINGAN BESAR KABUPATEN SAMBAS Popiyola, Messi; Indrayani, Yuliati; Herawatiningsih, Ratna
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i3.76110

Abstract

Indonesia is known as a tropical country which is rich in biological natural resources and has a very diverse variety of flora and fauna. One of them is the Nepenthes spp. The purpose of this study was to obtain data on the diversity of pitcher plant found in the Dungan Mountain Nature Park Area Sajingan Besar District Sambas Regency. The method used in this study is a survey method with a double plot sampling technique by creating three observation paths measuring 200 m x 20 m in the Dungan Mountain Nature Park. Pitcher plant sampling was carried out by making as. The study found 8 types of pitcher plant with a total of 84 individuals in the Dungan Mountain Nature Park Area Sajingan Besar District Sambas Regency. The level of Species Diversity (H’) of 1,6475 is classified as medium. Abudamce of types in the Dungan Mountain Nature Park Area Sajingan Besar District Sambas Regency is low. Keywords: diversity of species, Nepenthes spp., Dungan Mountain Nature Park, Sambas Regency Abstrak Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang kaya akan sumber daya alam hayati serta memiliki keanekaragaman jenis flora dan fauna yang sangat beragam. Salah satu kekayaan jenis flora di Indonesia adalah kantong semar (Nepenthes spp.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data jenis keanekaragaman kantong semar (Nepenthes spp.) yang terdapat di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Dungan Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dengan teknik sampling petak ganda melalui pembuatan tiga jalur pengamatan berukuran 200 m x 20 m pada Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Dungan. Penelitian menemukan 8 jenis Nepenthes spp. dengan jumlah keseluruhan sebanyak 84 individu di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Dungan Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas. Tingkat Keanekaragaman Jenis (H’) sebesar 1,6475 tergolong sedang. Kelimpahan jenis pada kawasan Taman Wisata Alam Gunung Dungan Kecamatam Sajingan Besar Kabupaten Sambas termasuk rendah. Kata kunci: keanekaragaman jenis, Nepenthes spp., Taman Wisata Alam Gunung Dungan, Kabupaten Sambas
KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KRATOM (Mytragina sp) DI KELURAHAN KEDAMIN HULU KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU Roslinda, Emi; Taqwa, Takhta M; Destiana, Destiana
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i3.78432

Abstract

The kratom plant (Mitragyna sp.) is one of the non-timber forest products that grow abundantly in Kalimantan; it grows wild and is also widely cultivated. Kratom is a potential plant. The aim of the research is to calculate farmers' income from cultivating kratom and non-kratom plants, calculate farmer household expenses, and assess the welfare of kratom farmer households. This research used a survey method, with the research location purposively selected. Research data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The method used in analyzing research data is a quantitative description. The results of data analysis show that the largest household income comes from on-farm, namely, income from the use of kratom, amounting to IDR 287,505,000. Household expenditure on food was IDR 84,885,000, and non-food IDR 42,385,000. Expenditures for financing farming amounted to IDR 82,508,000. The farmer household purchasing power (DBPP) is 2.4. The average farmer household exchange rate (NTPRP) is greater than one (NTPRP = 1.62). Keywords: farmer, income, kratom, Kedamin Hulu, welfare. Abstrak Tanaman kratom (Mitragyna sp) adalah salah satu hasil hutan bukan kayu yang tumbuh subur di Kalimantan dan tumbuh liar kratom juga banyak dibudidayakan. Kratom merupakan tanaman yang potensial. Tujuan penelitian adalah menghitung pendapatan petani dari usaha budidaya tanaman kratom dan bukan kratom, menghitung pengeluaran rumah tangga petani, menilai kesejahteraan rumah tangga petani kratom. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dimana lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja (purposive). Teknik pengumpulan data penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode yang dilakunan dalam menganalisis data penelitian adalah deskripsi kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan pendapatan rumah tangga terbesar berasal dari on-farm, yaitu pendapatan dari pemanfaatan kratom sebesar Rp287.505.000. Pengeluaran rumah tangga untuk pangan sebesar Rp84.885.000 dan non-pangan sebesar Rp42.385.000. Pengeluaran untuk pembiayaan usahatani sebesar Rp82.508.000. Daya beli rumah tangga petani (DBPP) sebesar 2,4. Nilai tukar rumah tangga petani (NTPRP) rata-rata lebih besar dari satu (NTPRP = 1,62). Kata kunci: petani, pendapatan, kratom, Kedamin Hulu, kesejahteraan
VALUASI EKONOMI KUNJUNGAN WISATA SEBELUM DAN SELAMA PENDEMI COVID-19 DI LOH LIANG TAMAN NASIONAL KOMODO
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 4 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i4.72505

Abstract

Loh Liang Komodo National Park holds a lot of natural wealth and beauty, especially the Komodo dragon which is a rare animal as one of the tourist destinations of the 7 wonders of the world which is the main potential for natural tourism to earn local revenue. The COVID-19 pandemic at the beginning of 2020 had an impact on the number of visitors, who began to decline, resulting in a weakening of tourism activity and the economic value of Komodo tourism visits. This study aims to determine the difference in the number of visitors and measure the economic value of tourist visits before and during the Covid-19 pandemic in Loh Liang with a travel cost approach. The method of collecting data used in this study is the study of literature, interviews, and field observations. The data collected will be analyzed using the travel cost method. From the calculation of economic value in Loh Liang based on the course of the year 2018, amounting to Rp. 591.724.235.245,29 and there was a decline in 2019 by 22,70% from the previous year, 90,38% in 2020, and 2021 decreased 91,29%. Keywords: Economic value, Loh Liang, travel cost method. Abstrak Loh Liang Taman Nasional Komodo menyimpan banyak kekayaan alam dan keindahan, terutama komodo yang merupakan satwa langka sebagai salah satu destinasi wisata dari 7 keajaiban dunia merupakan potensi utama wisata alam untuk memperoleh pendapatan asli daerah. Pandemi COVID-19 pada awal tahun 2020, memberi dampak terhadap jumlah pengunjung yang mulai menurun sehingga melemahnya aktivitas pariwisata dan nilai ekonomi kunjungan wisata komodo. Penelitian ni bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah pengunjung dan mengukur nilai ekonomi kunjungan wisata sebelum dan selama pandemi Covid-19 di Loh Liang dengan pendekatan biaya perjalanan. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitan ini ialah studi literatur, wawancara, dan observasi. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan analisis biaya perjalanan (Travel Cost Method). Dari hasil perhitungan Nilai ekonomi di Loh Liang berdasarkan biaya perjalanan tahun 2018 sebesar Rp.591.724.235.245,29 dan menurun sebanyak 22,70% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 nilai ekonomi menurun 90,38% dan 91,29% pada tahun 2022. Kata kunci: Biaya perjalanan, Loh liang, valuasi ekonomi,.
VALUASI EKONOMI FUNGSI HIDROLOGIS CAGAR ALAM RAYA PASI DI KELURAHAN NYARUMKOP KECAMATAN SINGKAWANG TIMUR
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 4 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i4.78472

Abstract

One cause of human-induced forest destruction is the lack of understanding of the economic value of forest hydrological functions. One of the hydrological functions of forests is to provide water. To encourage people to protect the forest, they need to be educated about the economic value of the forest water they use daily. Raya Pasi Nature Reserve is a conservation area located in West Kalimantan Province. This area flows tributaries to the Nyarumkop Village area, East Singkawang Subdistrict. This study aims to calculate the economic value of the hydrological function of the Raya Pasi Nature Reserve, providing water for household and irrigation needs in rice paddy production for the community in Nyarumkop Village, East Singkawang Subdistrict. This research was conducted by measuring water discharge and using questionnaires to calculate household water use and irrigation of rice fields. Based on the study's results, the economic value of the hydrological function of Raya Pasi Nature Reserve for household needs is Rp 923,304,000/year. The economic value of the hydrological function of the Raya Pasi Nature Reserve for the needs of irrigation of rice fields for rice production by the community of Nyarumkop Village, East Singkawang Subdistrict is Rp 256,338,600/year. The total economic value of the hydrological function of the Raya Pasi Nature Reserve, based on the summation of the value of household water and the value of rice field water is Rp 1,179,642,600/year. Keywords: Raya Pasi Nature Reserve, Nyarumkop Village, hydrological functions, economic valuation Abstrak Salah satu penyebab kerusakan hutan akibat ulah manusia adalah kurangnya pemahaman tentang nilai ekonomi fungsi hidrologis hutan. Satu di antara fungsi hidrologis hutan adalah sebagai penyedia air. Guna mendorong masyarakat menjaga hutan, mereka perlu diberi pengetahuan tentang nilai ekonomi air hutan yang digunakan sehari-hari. Cagar Alam Raya Pasi adalah kawasan konservasi yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat. Kawasan ini mengalir anak sungai ke wilayah Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur. Penelitian ini betujuan untuk menghitung nilai ekonomi fungsi hidrologis Cagar Alam Raya Pasi sebagai penyedia air untuk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan pengairan sawah untuk produksi padi bagi masyarakat di Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur debit air dan menggunakan kuisioner untuk menghitung penggunaan air rumah tangga dan pengairan sawah. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui nilai ekonomi fungsi hidrologis Cagar Alam Raya Pasi untuk kebutuhan rumah tangga yaitu sebesar Rp 923.304.000/tahun. Nilai ekonomi fungsi hidrologis Cagar Alam Raya Pasi untuk kebutuhan pengairan sawah untuk produksi padi oleh masyarakat Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur yaitu sebesar Rp 256.338.600/tahun. Didapati nilai ekonomi total fungsi hidrologis Cagar Alam Raya Pasi berdasarkan penjumlahan dari nilai air rumah tangga dan nilai air sawah yaitu sebesar Rp 1.179.642.600/tahun. Kata kunci: Cagar Alam Raya Pasi, Kelurahan Nyarumkop, fungsi hidrologis, nilai air.
PERCEPATAN PEMBENTUKAN GUBAL GAHARU PADA BERBAGAI DIAMETER BATANG DAN JARAK LUBANG INOKULAN
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 4 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i4.75275

Abstract

The formation of agarwood can be accelerated through inoculation using inoculants derived from pure laboratory cultures. This study aimed to analyze the effect of stem diameter variation and inoculation hole spacing on the acceleration of agarwood formation. The research employed an experimental method using a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors: stem diameter (25 cm, 26.5 cm, 30 cm, 30.7 cm, 32.5 cm, 31.5 cm, 34.5 cm, 33 cm, and 30.5 cm) and inoculation hole spacing (5 cm, 10 cm, and 15 cm). Observations were conducted weekly for three months, measuring the infection area, color change (scoring), and aroma (scoring) as indicators of agarwood formation. The results showed that the agarwood area ranged from 42.12 cm² to 112.88 cm². The aroma of agarwood across all treatments ranged from fragrant to highly fragrant, while the dominant color formed was dark brown compared to brown and light brown. The highest agarwood area (112.88 cm²) was obtained at the combination of 30 cm stem diameter and 15 cm inoculation hole spacing. Keywords: agarwood, infection area, inoculation hole spacing, stem diameter Abstrak Pembentukan gubal gaharu dapat dipercepat melalui inokulasi menggunakan inokulan yang berasal dari biakan murni laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter batang dan jarak lubang inokulasi terhadap percepatan pembentukan gubal gaharu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu diameter batang (25 cm, 26,5 cm, 30 cm, 30,7 cm, 32,5 cm, 31,5 cm, 34,5 cm, 33 cm, dan 30,5 cm) dan jarak lubang inokulasi (5 cm, 10 cm, dan 15 cm). Pengamatan dilakukan setiap minggu selama tiga bulan terhadap luas infeksi lubang, perubahan warna (skoring), dan aroma (skoring) sebagai indikator pembentukan gubal gaharu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas gubal gaharu yang terbentuk berkisar antara 42,12 cm² hingga 112,88 cm². Aroma gaharu pada seluruh perlakuan berkisar dari wangi hingga sangat wangi, sedangkan warna yang dominan terbentuk adalah cokelat kehitaman dibandingkan cokelat dan putih kecokelatan. Luas gubal gaharu tertinggi sebesar 112,88 cm² diperoleh pada kombinasi diameter batang 30 cm dengan jarak lubang inokulasi 15 cm. Keyword: gubal gaharu, luas infeksi, jarak lubang inokulasi, diameter batang
PRODUKTIVITAS, EFESIENSI, DAN BIAYA PENEBANGAN Acacia crassicarpa DI PERUSAHAAN IUPHHK "“ HTI PT. KALIMANTAN SUBUR PERMAI (KSP)
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 4 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v%vi%i.79953

Abstract

Logging activities is an activity of harvesting trees which have met the criteria of trees to be cut down in a forest area and these activities are very important because mistakes in the work, it can cause losses in the form of decreased productivity both in quality and volume of the wood that has been cut down. The purposes of this study is to analyze and determine the amount of productivity produced, the efficiency of wood utilization, the technical efficiency of logging, and the amount of costs incurred in logging activities on Acacia crassicarpa tree at the IUPHHK – HTI company PT. Kalimantan Subur Permai (KSP). This research was conducted at the IUPHHK – HTI company PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) in the work area located in felling plot No. 6 (JLUA000600) in September 2022. This research used quantitative data types also primary and secondary data sources with data collection using purposive sampling method. The result of this study can be concluded that the average productivity generated in logging activities on Acacia crassicarpa tree at the IUPHHK – HTI company PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) is 28,69 m³/hour. The efficiency of wood utilization on Acacia crassicarpa tree in logging activities at the IUPHHK – HTI company PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) is 94.95 %. Logging activities on Acacia crassicarpa tree at the IUPHHK – HTI company PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) are technically classified as inefficient because the standard error intercept value on all researches variable are less than 1 (one). The total production cost incurred in logging activities on Acacia crassicarpa tree at the IUPHHK – HTI company PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) is Rp 499,022/hour or equivalent to Rp 17,395/m³. Keywords: Efficiency, Logging Acacia crassicarpa, Production Cost, Productivity. Abstrak Kegiatan penebangan merupakan suatu kegiatan pemanenan pohon yang sudah memenuhi kriteria pohon yang tepat untuk ditebang pada suatu areal kawasan hutan dan kegiatan tersebut sangat penting dikarenakan kesalahan dalam pekerjaan, maka dapat menimbulkan kerugian yaitu berupa penurunan produktivitas baik kualitas dan volume kayu yang ditebang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mengetahui besaran produktivitas yang dihasilkan, efisiensi pemanfaatan kayu, efisiensi teknis penebangan, dan besaran biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan penebangan pada pohon Acacia crassicarpa di perusahaan IUPHHK – HTI PT. Kalimantan Subur Permai (KSP). Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan IUPHHK – HTI PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) pada areal kerja yang berlokasi di petak tebangan No. 6 (JLUA000600) pada bulan September tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dan sumber data primer dan sekunder dengan pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata produktivitas yang dihasilkan dalam kegiatan penebangan pada pohon Acacia crassicarpa di perusahaan IUPHHK – HTI PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) adalah sebesar 28,69 m³/jam. Efisiensi pemanfaatan kayu pada pohon Acacia crassicarpa dalam kegiatan penebangan di perusahaan IUPHHK – HTI PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) adalah sebesar 94,95 %. Kegiatan penebangan pada pohon Acacia crassicarpa di perusahaan IUPHHK – HTI PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) secara teknis tergolong belum efisien karena nilai intercep standar error pada semua variabel penelitian bernilai kurang/lebih kecil dari 1 (satu). Total biaya produksi yang dikeluarkan dalam kegiatan penebangan pada pohon Acacia crassicarpa di perusahaan IUPHHK – HTI PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) adalah sebesar Rp. 499.022/jam atau setara dengan Rp. 17.395/m³. Kata kunci: Efisiensi, Penebangan Acacia crassicarpa, Biaya Produksi, Produktivitas.
ANALISIS PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI HUTAN BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN MENGGUNAKAN (NDVI) DI KECAMATAN ENTIKONG TAHUN 2013, 2017, 2023
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 4 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i4.85031

Abstract

AbstractEntikong is a sub-district in Sanggau Regency, West Kalimantan, Indonesia and has 4 regional functions. Entikong is a border that has abundant natural resources, the Entikong forest itself is an asset that must be protected because it is prone to illegal activities such as illegal logging, illegal hunting, and other natural resource exploitation that can threaten and damage the forest order. Therefore, it is necessary to analyze the density of forest vegetation to measure the quality of forests in Entikong District by analyzing changes in vegetation density based on regional functions with a span of 5 years, namely 2013, 2017, 2023. The procedure carried out is the collection and processing of image data and data in the field so that an accuracy value of 93.75% is obtained, where the accuracy of the landsat 8 OLI/TIRS image is quite good in the analysis stage carried out and can present the actual vegetation density in the field.  Keywords: Density of vegetation, Entikong Distric, NDVI  AbstrakEntikong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia dan memiliki 4 fungsi kawasan. Entikong merupakan perbatasan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, hutan Entikong sendiri merupakan aset yang harus dijaga karena rawannya kegiatan "“ kegiatan ilegal seperti penebangan liar, pemburuan ilegal, serta ekploitasi sumber daya alam lainnya yang dapat mengancam dan merusak tatanan hutan. Maka perlunya analisis kerapatan vegetasi hutan untuk mengukur kualitas hutan yang ada di Kecamatan Entikong dengan menganalisis perubahan kerapatan vegetasi berdasarkan fungsi kawasan dengan rentang waktu 5 tahun yaitu tahun 2013, 2017, 2023. Prosedur yang dilakukan yaitu pengumpulan dan pengolahan data citra dan data dilapangan sehingga didapatkan nilai akurasi sebesar 93,75% yang dimana keakuratan citra landsat 8 OLI/TIRS cukup baik dalam tahapan analisis yang dilakukan dan dapat mempresentasikan kerapatan vegetasi yang sebenarnya dilapangan. Kata kunci: Kerapatan vegetasi, kecamatan Entikong, NDVI.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 1 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 2 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 1 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 4 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 3 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 2 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 1 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 4 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 3 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 2 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 4 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 1 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 4 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 2 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 1 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 4 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 3 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Lestari Vol 4, No 1 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 4 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 3 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 2 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Lestari More Issue