cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3" : 19 Documents clear
PENGARUH SUBSTITUSI PUPUK CAIR LIMBAH TAHU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN BABY PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Said Aji Sutrisno; Rini Susana; Asnawati asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62839

Abstract

Budidaya mentimun baby di tanah podsolik merah kuning mengalami kendala yaitu rendahnya unsur hara di dalam tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara di tanah podsolik merah kuning dengan menambahkan pupuk organik dan anorganik, diantaranya melalui penggunaan pupuk pupuk organik cair limbah tahu dan pupuk NPK Phonska. Konsentrasi pupuk organik cair limbah tahu dan dosis pupuk NPK Phonska yang optimum akan memberikan dampak efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis substitusi yang terbaik dari pupuk organik cair limbah tahu dan pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan berupa POC limbah tahu dengan NPK Phonska dan diulang sebanyak 5 kali. Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sehingga jumlah tanaman 100. Adapun perlakuan sebagai berikut: t1= konsentrasi POC 0 % + 600 kg/ha NPK Phonska, t2 = konsentrasi POC 25% + 450 kg/ha NPK Phonska, t3 = konsentrasi POC 50% + 300 kg/ha NPK Phonska, t4 = konsentrasi POC 75% + 150 kg/ha NPK Phonska, t5 = konsentrasi POC 100% + 0 kg/ha NPK Phonska. Hasil analisis keragaman pemberian POC limbah tahu + NPK Phonska berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, panjang buah dan diameter buah, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian 50 % POC limbah tahu + 300 kg/ha NPK Phonska merupakan dosis terbaik pada varieabel berat kering tanaman dengan menghasilkan rerata 4,76 gram.
PENGARUH PUPUK HIJAU PAITAN DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT Watini Watini; Dwi Zulfita; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61904

Abstract

Kailan merupakan salah satu jenis sayuran daun yang termasuk jenis kubis-kubisan dan merupakan tanaman yang relatif baru. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus sampai 23 Oktober 2022. Penelitian bertujuan terjadi interaksi antara pupuk hijau paitan dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada lahan gambut dan mendapatkan interaksi antara pupuk hijau paitan 30 ton/ha setara dengan 375 g/polibag dan NPK 300 kg/ha setara dangan 1,2 g/polibag dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kailan pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakukan yaitu pupuk hijau paitan (B) dan NPK (P) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah perlakuan pupuk hijau paitan dengan 3 taraf yaitu b1 (pupuk hijau paitan 20 ton/ha),  b2 (pupuk hijau paitan 30 ton/ha) dan b3 (pupuk hijau paitan 40 ton/ha). Perlakuan pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu p1 (NPK 200 kg/ha), p2  (NPK 300 kg/ha), p3 (NPK 400 kg/ha).  Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat segar tanaman, jumlah daun, luas daun, berat  kering tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian pupuk hijau paitan dan NPK terhadap berat kering tanaman kailan pada tanah gambut. Interaksi antara pupuk hujau kalian dosis 30 ton/ha setara dengan 375 kg/polybag dan NPK dosis 200kg/ha setara dengan 0,8 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil kalian yang terbaik pada tanah gambut.
PENGARUH KONSENTRASI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEMBANG KOL SECARA HIDROPONIK SUMBU Yan Dalli; Iwan Sasli; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61837

Abstract

Budidaya kembang kol secara luas di Kalimantan Barat masih belum banyak dilakukan, karena lahan yang tergolong marjinal dan pengetahuan petani masih minim dalam pengelolaan lahan secara tepat. Salah satu teknik budidaya yang dapat dicoba untuk meningkatkan hasil adalah budidaya secara hidroponik. Keberhasilan budidaya secara hidroponik selain ditentukan media yang digunakan, juga sangat ditentukan oleh larutan nutrisi yang diberikan dan pemilihan varietas yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi AB Mix dan berapa varietas kembang kol terhadap pertumbuhan dan hasil kembang kol secara hidroponik sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di  Greenhouse Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan waktu penelitian dari tanggal 9 Juli - 13 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari 2 faktor, masing-masing faktor terdiri dari 3 perlakuan, 3 ulangan dan 4 tanaman sampel, sehingga Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 27 plot perlakuan penelitian, jadi total keseluruhannya terdapat 108 tanaman. Adapun pengaturan perlakuan yang dimaksud adalah k 1 v 1  = 1000 ppm + Larisa; k 1 v 2  = 1000 ppm + Varietas Mona; k 1 v 3  = 1000 ppm + Varietas Snowhite; k 2 v 1  = 1500 ppm + Varietas Larisa; k 2 v 2 = 1500 ppm + Varietas Mona; k 2 v 3  = 1500 ppm + Varietas Snowhite; k 3 v 1  = 2000 ppm + Varietas Larisa; k 3 v 2  = 2000 ppm + Varietas Mona; k 3 v 3  = 2000 ppm + Varietas Snowhite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai konsentrasi AB Mix pada berbagai varietas kembang kol secara hidroponik sumbu tidak terdapat interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil kembang kol. Penggunaan konsentrasi ab mix 1000 ppm adalah yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kembang kol sedangkan peningkatan konsentrasi dapat menurunkan hasil. Penggunaan varietas larisa dan mona memberikan hasil yang lebih baik daripada varietas Snowhite.
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL KEBUN KELAPA SAWIT DESA PANGKALAN SUKA KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG Bambang Wicaksono; Sulakhudin Sulakhudin; Rinto Manurung
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64124

Abstract

Kelapa sawit selama 20 tahun terakhir menjadi andalan ekspor dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit khususnya di lokasi penelitian di Desa Pangkalan Suka. Petani kelapa sawit di desa ini memiliki perkebunan kelapa sawit mandiri namun produksinya rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang sifat tanah dan pemberian pupuk yang sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian status kesuburan pada beberapa kelerengan di tanah ultisol perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada perkebunan kelapa sawit dan menghitung dosis pupuk untuk memberikan saran pemupukan tanaman kelapa sawit. Lokasi penelitian berada di Desa Pangkalan Suka Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Penelitian berlangsung selama 4 bulan. Penelitian ini melihat perbedaan karakteristik sifat kimia tanah pada lereng yang berbeda di perkebunan kelapa sawit. Bahan penelitian yang digunakan adalah sampel tanah, peta administrasi desa, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta kelas lereng, peta topografi, peta lokasi titik pengamatan, data curah hujan Kabupaten Ketapang periode 2015-2019 dan bahan bahan kimia lainya untuk keperluan analisis sifat kimia tanah di laboratorium. Lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor pembatas yaitu kandungan C-Organik tanah dan rendahnya N-total tanah. Ketersediaan bahan organik dalam tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara dalam tanah. Rendahnya Unsur hara dalam tanah perlu dilakukan penambahan saran pemupukan tanaman kelapa sawit pada setiap lokasi. Saran pemupukan di kelerengan 0-3% yaitu Urea 0,87 Kg/pohon, SP-36 0,76 Kg/pohon dan MOP 2,96 Kg/pohon. Saran pemupukan di kelerengan 3-8% yaitu Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,68 Kg/pohon dan MOP 4,3 kg/pohon kemudian di kelerengan 8-15% Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,49 kg/pohon dan MOP 4,8 kg/pohon.
PENGARUH PERANGSANG AKAR ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MELADA (Piper colubrinum L.) Helena Anjeli; Sarbino Sarbino; Nur Arifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64574

Abstract

Melada (Piper colubrinum L.) famili piperaceae berhabitus perdu yang resisten Phytophthora capsici digunakan sebagai batang bawah penyambungan dengan tanaman lada. Melada adalah spesies piper yang paling besar persentase perakarannya berkisar 82,24 %, pertumbuhannya cepat sehingga efektif jika diperbanyak secara stek batang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perangsang akar alami terhadap pertumbuhan stek melada. Penelitian ini dilaksanakan didalam green house Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak dari tanggal 30 September - 30 November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu K = rootone-F (kontrol), A = bawang merah 75%, B = air kelapa 75%, C = daun kelor 75%, D = urine sapi 75%. Variabel yang diamati adalah persentase tumbuh, jumlah daun, jumlah tunas, waktu muncul tunas, panjang tunas, panjang akar, jumlah akar dan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian zat perangsang akar alami ekstrak daun kelor dan air kelapa dengan konsentrasi 75% lebih efektif sebagai pengganti zat perangsang akar sintetis dalam meningkatkan persentase tumbuh pada stek tanaman melada.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY SISTEM BUDIDAYA AKUAPONIK Fikri Irawan; Nurjani Nurjani; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63867

Abstract

Budidaya tanaman pakcoy sistem budidaya akuaponik perlu mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang tinggi maka perlu didukung dengan memberikan  media tanam yang baik untuk pertumbuhan akar tanaman, salah satunya yaitu pemberian komposisi media substrat antara pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media substrat dan untuk mengetahui komposisi media substrat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy sistem budidaya akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang terletak di Jalan Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Waktu penelitian dari semai benih sampai panen berlangsung pada tanggal 16 Agustus – 12 Oktober 2022. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 1 faktor dengan 3 ulangan. Faktor yang dimaksud yaitu komposisi media substrat terdiri dari pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat dengan 8 taraf perlakuan : A = 5% : 75% : 20%, B = 5% : 70% : 25%, C = 10% : 70% : 20%, D = 10% : 65% : 25%, E = 15% : 65% : 20%, F = 15% : 60% : 25%, G = 20% : 60% : 20%, dan  H = 20% : 55% : 25%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, berat segar bagian atas tanaman, dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat  berpengaruh terhadap tinggi tanaman pakcoy pada umur 35 HST dan komposisi media substrat yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan pakcoy sistem budidaya akuaponik yaitu komposisi media substrat (pasir kerang : arang sekam padi : cocopeat) = 15% : 65% : 20%.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANMAN GAMBAS DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA MEDIA GAMBUT Veronika Gita Waroki; Asnawati Asnawati; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63141

Abstract

Gambas merupakan tanaman yang merambat, gambas juga  dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun tinggi dan banyak ditemukan di daerah tropis. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi gambas dan mengatasi masalah pada tanah gambut adalah dengan kombinasi pupuk NPK dan POC dengan dosis dan konsentrasi yang sesuai kebutuhan tanaman. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi  antara pupuk NPK dan  POC  yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada tanah gambut. Penelitian ini akan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari 11 Mei sampai 23 Juli tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL), dengan 2 factor  perlakuan. faktor pertama adalah konsentrasi POC TOP G2 yang terdiri dari 3 taraf (a1 = POC TOP G2 5 ml/polybag, a2 = POC TOP G2 3 ml/polybag, a3 = POC TOP G2 1 ml/polybag) dan factor kedua yaitu pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf (b1 = NPK 200 kg/ha, b2  = NPK 300 kg/ha,b3 = NPK 400 kg/ ha). Totalnya adalah 9 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali dimana setiap satuan unit percobaan terdiri dari  4 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan 108 tanaman.Variabel pengamatan yang diamati yaitu Volume Akar (cm³), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Tanaman, Panjang Buah (cm), Diameter buah (cm), Berat Buah Perbuah (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pupuk NPK dosis 200 kg/ha dan POC Top G2 dosis 1 ml/L air memberikan pertumbuhan dan hasil  yang optimal pada tanah gambut. Hasil penelitian dapat disimpulkan interaksi pupuk NPK dan POC memberikan rerata tertinggi terhadap volume akar, berat kering, jumlah buah pertanaman, Panjang buah dan diameter buah, dengan dosis yang optimal yaitu NPK 200 kh/ha, 300 kg/ha, 300 kg/ha dan POC1 ml/ L menunjukkan bertumbuhan  dan hasil tanaman gambas yang optimal pada tanah gambut.
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Muhammad Ridwan Priyanto; Rini Susana; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62286

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) merupakan tanaman sayuran jenis kol dengan bunga bewarna putih. Pupuk kandang bebek memiliki potensi dalam perbaikan sifat fisik tanah diantaranya memperbaiki struktur tanah, tanah menjadi ringan untuk diolah dan meningkatkan ketersediaan tahan air. Pupuk Kalium Nitrat (KNO3) merupakan jenis pupuk kimia dengan kandungan kalium dan nitrogen didalamnya. Pupuk KNO3 mengandung unsur nitrogen sebesar (1-14) % dan K2O sebesar (44-46) % yang dapat langsung terserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ dan segera tersedia bagi tanaman, sedangkan nitrat (NO3-) dapat langsung diserap oleh akar tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang bebek dan KNO3 yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di green house Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dilaksanakan dari tanggal 25 Januari – 29 Maret 2022 dengan ketinggian tempat ± 2 mdpl. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pupuk kandang bebek terdiri dari 3 taraf dan pupuk KNO3 3 taraf dengan 3 ulangan, setiap ulangan ada 4 sampel tanaman sehingga ada 108 tanaman. Faktor pertama adalah pupuk kandang bebek (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 10 ton/ha ≈ 250 g/tanaman, b2 = 15 ton/ha ≈ 375 g/tanaman dan b3 = 20 ton/ha ≈ 500 g/tanaman. Faktor kedua adalah pupuk KNO3 (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : k1 = 150 kg/ha ≈ 3,75g/tanaman, k2 = 250 kg/ha ≈ 6, 25 g/tanaman dan k3 = 350 kg/ha ≈ 8,75 g/tanaman. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), klorofil daun (spaad unit), berat kering tanaman (g), jumlah daun (helai), umur berbunga (hari), diameter krop (cm) dan berat krop/tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang bebek dan pupuk KNO3 pada semua variabel pengamatan, namun perlakuan pupuk kandang bebek sebesar 20 ton/ha ≈ 500 g/polybag dan  pupuk KNO3 350 kg/ha ≈ 8, 75 g/tanaman merupakan dosis yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK.
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME DI LAHAN PASANG SURUT DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Sulistiorini Sulistiorini; Nurjani Nurjani; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63353

Abstract

Kedelai edamame merupakan jenis tanaman dalam sayuran (vegetable soybean), perbedaan dengan kedelai biasa yaitu ukuran yang lebih besar dan rasanya lebih manis. Guna pengembangan budidaya kedelai edamame maka perlu terobosan teknologi budidaya tanaman yaitu dengan memanfaatkan lahan pasang surut. Lahan pasang surut untuk budidaya tanaman kedelai edemame menghadapi beberapa hambatan dan masalah, di antaranya pada sifat fisika, kimia, dan biologi tanah diatasi dengan melakukan sistem budidaya jenuh air. Pupuk anorganik berbahaya bagi lingkungan apabila diberikan secara terus menerus maka pupuk hayati dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk NPK dan pupuk Hayati serta mengetahui dosis pupuk NPK dan pupuk hayati terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut tipe C dengan jenis tanah aluvial yang berada di Jl. Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Peneltian berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 15 Juni tahun 2022 sampai 26 September tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) sebagai rancangan dasar yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama sebagai petak utama (main plot) yaitu pupuk hayati (h) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK (n) dengan 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 9 kombinasi. Perlakuan yang dimaksud yaitu: Pupuk hayati (h) dari 3 taraf: h1= 5 ml/L air, h2= 10 ml/L air, h3= 15 ml/L air dan Pupuk NPK (n) dari 3 taraf: n1= 150kg/ha, n2= 225kg/ha, n3= 300kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi: tinggi tanaman (cm), Volume Akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (buah), jumlah polong isi per tanaman (buah) dan berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi pupuk hayati dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 MST, jumlah polong per tanaman dan jumlah polong isi per tanaman. Pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 dan 4 MST, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan berat polong isi per tanaman. Pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 dan 4, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan berat polong isi per tanaman. Pemberian pupuk NPK 150 kg/ha dan pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L air memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame terbaik di lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air.
PENGARUH KOMBINASI BOKASI KOTORAN WALET DAN PUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Agustinus Arif Budiman; Maulidi Maulidi; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62121

Abstract

Kubis bunga atau biasa disebut kembang kol (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu komuditas tanaman hortikultura yang diminati masyarakat karena rasanya yang enak ketika dikonsumsi dan mengandung gizi yang baik bagi tubuh. Budidaya kubis bunga mempunyai prospek yang tinggi untuk diusahakan di Kalimantan Barat terutama di tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada kendala antara lain sifat fisik yang kurang baik yaitu bahan organik rendah, struktur tanah kurang baik mengupal atau keras waktu kering, tanah yang lembab waktu basah serta aerasi yang kurang baik, sifat kima tanah masam seperti pH Tanah rendah dan miskin unsur hara salah satunya adalah unsur hara kalium. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian kombinasi bokasi kotoran walet dan pupuk KCl sehingga dapat memperbaiki sifat fisik dan mengatasi kekurangan unsur hara kalium pada tanah yang tidak tersedia menjadi tersedia pada tanah untuk menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Pemberian bokasi kotoran walet dapat memperbaiki kerusakan tanah akibat penggunaan kalium anorganik yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatakan kombinasi yang terbaik dari bokasi kotoran walet dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian ini dimulai dari tanggal 12 Agustus 2022 hingga 23 Oktober 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan kombinasi bokasi kotoran walet dan pupuk KCl. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari empat sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu : P1 = 5 ton/ha bokasi kotoran walet + 350 kg/ha KClP2 = 10 ton/ha bokasi kotoran walet + 300 kg/ha KClP3 = 15 ton/ha bokasi kotoran walet + 250 kg/ha KCl P4 = 20 ton/ha bokasi kotoran walet + 200 kg/ha KCl P5 = 25 ton/ha bokasi kotoran walet + 150 kg/ha KCl. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), luas lingkar bunga (cm), dan berat segar bunga (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi bokasi kotoran walet 20 ton/ha dan pupuk KCl 200 kg/ha adalah perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial.

Page 1 of 2 | Total Record : 19