cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1: April 2014" : 28 Documents clear
HUBUNGAN DINAMIKA KELOMPOK DENGAN PENDAPATAN NELAYAN DI DESA SUNGAI PANGKALAN II KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG Eva Rinanty Nainggolan; Abdul Hamid A Yusra; Komariyati Komariyati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4292

Abstract

Hubungan Dinamika Kelompok Nelayan Di Desa Sungai Pangkalan II Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang, bertujuan untuk mengetahui tingkat dinamika kelompok nelayan dan mengetahui hubungan dinamika kelompok dengan pendapatan nelayan di Desa Sungai Pangkalan II. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan menggunakan rumus slovin, sehingga doperoleh 42 sampel, penentuan jumlah sampel dilakukan dengan tehnik acak proporsional (proportionate random sampling). Data yang dikumpulkan merupakan data primer melalui wawancara langsung terhadap nelayan dengan bantuan kuesioner dan data skunder diperoleh dari literatur. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Spearman Rank. Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya hubungan yang nyata dan signifikan antara Dinamika kelompok dengan Pendapatan. Hasil perhitungan dengan rumus diperoleh nilai Rho hitung (rs) = 0,33162. Kemudian nilai tersebut dimasukkan kedalam rumus t dan diperoleh nilai t hitung = 2,2231. Nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel untuk mengetahui signifikansinya. Dari Tabel Nilai t dengan dk = 40 taraf kesalahan = 0,05 diperoleh nilai tabel t = 2,2064 Hal ini menunjukkan bahwa nilai t hitung > nilai t tabel , artinya Ho ditolak Ha diterima. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa hipotesis dalam penelitian ini terbukti.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Sarang Burung Walet (Colacallia fuciphaga) Di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Yuniarti, Vina; Yurisinthae, Erlinda; Maswadi, Maswadi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya walet jinak di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Matan Hilir Selatan dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki letak geografis yang sesuai dengan kehidupan burung walet. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 43 penangkar burung walet. Penelitian ini menggunakan analisis finansial dengan 5 kriteria yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan menggunakan discount factor 12% menunjukan NPV sebesar Rp. 287,642,243.80,- Net B/C sebesar 2.27 dan IRR sebesar 21.79%. Payback Period menunjukan bahwa pengembalian investasi yaitu 2.1 yang artinya selama kurun waktu 2 tahun 1 bulan. Berdasarkan kegiatan tersebut usaha sarang burung walet ini layak untuk diusahakan secara finansial. Sementara Analisis Sensitivitas didapatkan bahwa kenaikan biaya operasional, kenaikan benefit, dan penurunan benefit sebesar 10% masih layak diusahakan dan dikembangkan.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi dengan Metode SRI Dalmasius Alberto A.S; Kiswan Muhammad; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan metode SRI. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang ayam (P) yang terdiri dari 2 taraf yaitu P1 (2 ton/ha) dan P2 (3 ton/ha), dan pupuk NPK (V) yang terdiri dari 5 taraf yaitu V1 (20% rekomendasi), V2 (40% rekomendasi), V3 (60% rekomendasi), V4 (80% rekomendasi) dan V5 (100% rekomendasi). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 30 satuan perlakuan dan 90 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah anakan maksimum (anakan), jumlah anakan produktif (anakan), persentase gabah isi per malai (%), kerapatan malai (bulir/cm), berat 1000 biji gabah (g) dan barat gabah per rumpun (g).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variable pengamatan. Pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Interaksi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman minggu ke-6. Perlakuan pupuk kandang ayam 18,75 g/ember setara dengan 3 ton/ha dan pupuk NPK 40% rekomendasi yaitu Urea 0,225 g/ember, SP36 0,30 g/ember dan KCl 0,13 g/ember atau setara dengan Urea 36kg/ha, SP36 48kg/ha dan KCl 21,6kg/ha memberikan pertumbuhan terbaik terhadap variabel tinggi tanaman minggu ke-6 yaitu 67,33 cm meskipun di bawah rerata deskripsi. Pada komponen hasil berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Namun rerata jumlah anakan produktif mencapai 15,10 anakan dan sama seperti yang tertera dalam deskrispi. Persentase gabah isi per malai tergolong rendah yaitu 75,55 % gabah isi. Kerapatan malai juga tergolong rendah yaitu 3,97 bulir/cm. Hal ini terlihat dari rerata jumlah gabah per malai yang tergolong rendah yaitu 85,62 bulir sementara pada deskripsi 157 bulir dan panjang malai yang tergolong sedang dengan rerata yaitu 21,52 cm. Barat 1000 bulir gabah tergolong rendah dengan rerata 26,48 g sementara pada deskripsi 28 g. Hal ini disebabkan oleh serangan hama penggerek batang padi atau biasa di sebut beluk.
Pengaruh Kompos Kelobot Jagung Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Pada Tanah Alluvial Kristina Lusiana; Dwi Zulfita; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4628

Abstract

Kelobot jagung merupakan salah satu bagian dari limbah tanaman jagung atau kulit di luar buah jagung yang dapat dibuat sebagai kompos. Kompos dapat digunakan sebagai pupuk organik yang dapat memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Tanaman tomat merupakan produk hortikultura yang dapat meningkatkan gizi masyarakat dan banyak di konsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis kompos kelobot jagung terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor, terdiri 6 perlakuan kompos kelobot jagung, diulang sebanyak 4 kali serta setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Perlakuan k1 (198 g/polybag), k2 (552 g/polybag), k3 (906 g/polybag) , k4 (1260 g/polybag), k5 (1615 g/polybag) dan k6 (1969 g/polybag). Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), kehijauan daun (spad unit), berat kering tanaman (g), tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), persentase bunga menjadi buah (%), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos kelobot jagung berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar, persentase bunga menjadi buah, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berpengaruh nyata terhadap kehijauan daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, umur berbunga tanaman. Dosis terbaik yaitu dengan pemberian 1615 g/polybag kompos kelobot jagung. Kata kunci : Kompos Kelobot Jagung, Tomat, Tanah Alluvial
PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PETSAI PADA TANAH ALLUVIAL RAMLI RAMLI; DWI ZULFITA; MULYADI SAFWAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.005 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.3349

Abstract

PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PETSAI PADA TANAH ALUVIAL Ramli (1), Dwi Zulfita (2), Mulyadi Safwan (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Kulit buah kopi dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia yang dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. Tanaman petsai merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan mengandung gizi yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kompos kulit buah kopi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman petsai pada tanah alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu factor pemberian kompos kulit buah kopi (K) yang terdiri dari 6 taraf yaitu k0 (tanpa pemberian kompos kulit buah kopi), k1 (27 g/polibag), k2 (368 g/polybag), k3 (709 g/polybag), k4 (1,050 g/polybag), k5 (1,391 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), luas daun total (cm2), kehijauan daun (spad unit), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), pengamatan suhu dan kelembaban di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos kulit buah kopi memberikan pertumbuhan dan hasil yang tidak berbeda terhadap tanaman petsai pada tanah alluvial. Dosis kompos kulit buah kopi yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman petsai pada tanah alluvial adalah 1,050 g/polybag. Kata kunci : Aluvial, Petsai, Kompos Kulit Buah Kopi
Analisi Nilai Tambah Dodol Kelapa Di Desa Parit Bugis Kecamatan Segedong Kabupaten Pontianak Mayasari, Ria; SP.MM, Nurliza; Suyatno. MP, Ir. Adi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah pengolahan dodol kelapa pada usaha kecil rumah tangga di Desa Parit Bugis Kecamatan Segedong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis nilai tambah metode Hayami. Nilai tambah dipengaruhi oleh kapasitas produk, jumlah bahan baku, tenaga kerja, harga output, upah TK, harga bahan baku dan input lain. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah yang diperoleh dari satu kilogram bahan baku pada setiap usaha kecil rumah tangga pengolahan dodol kelapa berbeda, yaitu masing-masing sebesar Rp 2.404.550, Rp 1.799.350, Rp 1.654.125. Kata Kunci: Nilai Tambah, Dodol Kelapa, Metode Hayami
PENGARUH KOMPOS SOLID KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI PEMBIBITAN AWAL Mustawa, Muhammad Huda; Susana, Rini; warganda, warganda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian kompos solid kelapa sawit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah Podsolik Merah Kuning di pembibitan awal. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Juni sampai September 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga jumlah seluruhnya 80 tanaman. Perlakuan tersebut adalah 15% bahan organik atau setara dengan 180 g kompos solid kelapa sawit/polibag, 30% bahan organik atau setara dengan 360 g kompos solid kelapa sawit/polibag, 45% bahan organik atau setara dengan 540 g kompos solid kelapa sawit/polibag, dan 60% bahan organik atau setara dengan 710 g kompos solid kelapa sawit/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah indeks luas daun, laju pertumbuhan relatif, tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman. Pemberian kompos solid kelapa sawit berpengaruh tidak nyata terhadap indeks luas daun periode pertama (diantara bulan ke-1 dan bulan ke-2) serta laju pertumbuhan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos solid kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap indeks luas daun periode kedua (diantara bulan ke-2 dan bulan ke- 3), tinggi tanaman, volume akar, dan berat kering tanaman. Pemberian kompos solid kelapa sawit pada taraf 45% bahan organik atau setara dengan 540 g kompos solid kelapa sawit/polybag memberikan pertumbuhan yang terbaik pada bibit kelapa sawit. Kata kunci : Bibit kelapa sawit, kompos solid kelapa sawit, pembibitan awal, podsolik merah kuning.
Effect of Cadmium Contaminants against Absorption of Cadmium and The Results of 3 Types of Families Brassicaceae Vegetables On Peat Soil Panthera Boy, Godefridus Delanova; Suswati, Denah; Susana, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cadmium (Cd) is a heavy metal that is often the pollutants on agricultural land. This research aimed to study the absorption of cadmium (Cd) and yield of the three kinds family brassicaceae grown in peat media contaminated with cadmium (Cd). The method used in this research was Split Plot Design. As the main plot are 3 types of vegetables consist of 3 types of mustards: mustard greens, Chinese cabbage, and Chinese broccoli. Sub plot the dose cadmium treatment consisting of c0 (no contaminant), c1 (Soil contaminated with 2 mg Cd/kg soil), c2 (Soil contaminated with 4 mg Cd/kg soil), c3 (Soil contaminated with 8 mg Cd/kg soil), c4 (Soil contaminated with 16 mg Cd/kg soil) and c5 (Soil contaminated with 32 mg Cd/kg soil). The observation variables in this study consisted of soil pH, available Cd after incubation (mg/kg), the shoot fresh Weight (g), and Total Cd absorption of shoot (mg). The results showed that soil reaction (pH) after contaminant application has not changed significantly, whereas availability of cadmium increase of dose of Cd contaminant. Dose of Cd contaminant influenced the fresh weight of three crops used. Cd contaminant at the highest dose (32mg Cd/kg) tend to decrease fresh weight of mustard green and chinese cabbage but not to chinese broccoli. Dose of Cd contaminated significantly effected the absorption of Cd in plant, the higher the dose the greater the absorption of Cd by plant. Keywords: Cadmium (Cd), Brassicaceae, Peat Soil
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN NANAS (Ananas Comosus Merr) DAN LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) DI DESA PARIT LABAK KECAMATAN KUALA MANDOR B KABUPATEN KUBU RAYA Andre Dwi Nanda Putra; Joni Gunawan; Asadi Asadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.7490

Abstract

Karakteristik lahan gambut di Desa Parit Labak Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya sangat cocok untuk budidaya tanaman Nanas (Ananas comosus Merr) dan Lidah Buaya (Aloe Bardanensis Milller) . Nanas dan Lidah Buaya adalah tanaman industri yang memilikin peluang dan potensi untuk dikembangkan sebagai suatu komoditas unggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman nanas (Ananas comosus Merr) dan Lidah Buaya (Aloe Bardanensis Milller) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Hasil evaluasi kesesuaian lahan sampai tingkat sub group menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2 yang mengindikasikan perlunya pengelolaan lahan dalam upaya pemanfaatan lahan. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) menyajikan informasi spasial berupa peta kesesuaaian lahan untuk tanaman nanas dan Lidah Buaya serta informasi luas area dari  masing-masing satuan peta tanah. Hasil evaluasi lahan menunjukkan terdapat beberapa faktor pembatas pada SPT 1 yaitu ketebalan dan kematangan gambut dan pada SPT 2 ketebalan gambut. Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Kata Kunci : Nanas Dan Lidah Buaya, Evaluasi kesesuaian lahan, Gambut.
COASTAL SEDIMENT UTILIZATION TO UPTAKE P, K NUTRIENTS AND THE YIELD OF CORN (Zea mays L.) PLANT ON TAILINGS MEDIA Siti Maspuroh; Denah Suswati; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4168

Abstract

Maize (Zea mays L.) is agricultural commodity that many has benefits for human and animals life. Increase of corn in production can be land through expansion (extension) with the former to land use Gold Mining Without Permission (GMWP) KalBar who reached 4922.3 ha and was expected to grow continue each years. Gold mined of land (tailings) has a pH of soil and low on nutrients that it can support the growth and of corn plants. Coastal sediment containing P, K, Ca, Mg and Na nutrients were high as to increase the pH of soil, adding nutrients and base saturation. This research was conducted to determine the effect coastal sediment to uptake P, K nutrients and the yield of corn on tailings media. Design to this research is Completely Randomized Design treatment that consist of 7, 3 replicated and 2 sets of plant. Dose of coastal sediment on treatment is no treatment (L0), 140 g/polybag (L1), 280 g/polybag (L2), 420 g/polybag (L3), 560 g/polybag (L4), 700 g/polybag (L5) and 860 g/polybag (L6). Parameters observed is uptake P, K and on top dry weight of plant and dry weight per plant. The yield indicate general of coastal sediment can increase the yield maize of crop is 6,8 ton/ha compared to control.   Keyword : Corn, coastal sediment, tailings

Page 1 of 3 | Total Record : 28