cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: April 2015" : 71 Documents clear
PENGARUH PUPUK HAYATI TERHADAP HASIL MENTIMUN DI TANAH ALLUVIAL Aprianto, Muhammad Toyib; Wasi'an, Wasi'an; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati terhadap hasil tanaman mentimun di tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan tersebut adalah dosis pupuk hayati petrobio GR yang terdiri dari : p0 = pupuk N, P, dan K sesuai dosis yang dianjurkan (tanpa pupuk hayati) ; p1 = 1,08 gram per tanaman; p2 = 2,16 gram per tanaman; p3 = 3,24 gram per tanaman; p4 = 4,44 gram per tanaman; p5 = 5,40 gram per tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah buah per pohon (buah), panjang buah (cm), lingkar buah (cm), berat buah per tanaman (g), berat buah per bedengan (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan yang diberikan pupuk hayati petrobio GR memberikan pengaruh yang tidak nyata.   Kata kunci: Pupuk hayati, Mentimun
STUDI KARAKTERISTIK SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) SENGARIT PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Alan, Imliyani; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.731 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik sub DAS Sengarit pada DAS Kapuas di Kabupaten Sanggau. Sub DAS Sengarit memiliki luas 23.407 ha. Penelitian dilakukan di lapangan untuk mengukur dan mengambil sampel, pada dua titikpengamatan yaitu di hulu dan hilir sub DAS Sengarit. Kemudian dilanjutkan analisis sampel air di laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura untuk analisis sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub DAS Sengarit memiliki pola dendritic (crystaline rock)dengan bentuk DAS seperti bulu burung. Kerapatan drainase pada sub DAS Sengarit sebesar 0,19,termasuk kategori rendah dan hanya terdiri atas 2 orde. Profil melintang sungainya berbentuk segitiga.Kualitas air sub DAS Sengarit memiliki rata-rata pH 6,59 pada bagian hulu dan 5,86 pada bagian hilir, suhu rata-rata 29,80ºC pada bagian hulu dan 28,96ºC pada bagian hilir, serta kecerahan rata-rata 49,1 cm pada bagian hulu dan 43,3 cm pada bagian hilir. Untuk hasil TSS didapat nilai rata-rata TSS sebesar 15,4 mg/l pada bagian hulu dan 12mg/l pada bagian hilir. Berdasarkan perbandingan antara TSS rata-rata di outlet hulu dan hilir dengan TSS standar untuk pertanian, maka nilai TSS rata-rata pada sub DAS Sengaritbelum berpengaruh terhadap pertanian dan perikanan.  This research aims to study the characteristic of the sub-watersheds Sengarit the Kapuas watersheds in Sanggau. Sub-watersheds Sengarit has an area of 23,407 ha. The study was conducted in the field to measure and take samples on two points observation of upstream and downstream the watersheds of Sengarit. Then continued analysis of the water samples analysis in the laboratory Quality and Health Land of Agriculture, University of Tanjungpura for sample analysis. The results showed that the sub-watersheds Sengarit was dendritic pattern (crystalline rock) to form the watersheds as a feather.  Drainage density in the sub-watersheds Sengarit of 0,19, including the low category and only consisted of 2 orders. Profilr triangular cross the river. Water quality Sengarit sub-watersheds has an average pH of 6,59 to 5,86 at the upstream and downstream sections, the average temperature of 29,80ºC to 28,96 ºCat the upstream and downstream sections, as well as the average brightness of 49,1 cm and 43,3 cm at upstream and downstream. TSS results obtained for the average value of TSS of 15,4 mg/l at the upstream and 12 mg/l in the lower reaches. Based on the comparison between the average TSSin upstream and downstream oulet with TSS standards for agriculture then the average value of TSS in river flows Sengarit not affect the agriculture and fishieries.
PENGARUH KOSARIN TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN PADA TANAH ALUVIAL Wahyu Kurniawan; Setia Budi; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8684

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu sayuran buah yang sudah lama dikenal masyarakat Kalimantan Barat dan juga banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dalam bentuk segar. Nilai gizi mentimun cukup baik karena sayuran buah ini merupakan sumber vitamin dan mineral. Dalam mendukung pertumbuhan yang optimal untuk  meningkatkan hasil mentimun dapat dilakukan dengan penggunaan kosarin.Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh pemberian kosarin dan mengetahui kosentrasi kosarin yang terbaik terhadap hasil  tanaman mentimun pada tanah aluvial. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan setiap perlakuan terdiri dari3 sampel tanaman. Perlakuan kosentrasi yang dimaksud antara lain p0 (tanpa perlakuan), p1 (25 ml/liter), p2 (50 ml/liter), p3 (75 ml/liter), p4 (100 ml/liter) dan p5(125 ml/liter).Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g), diameter buah per tanaman (cm) dan panjang buah per tanaman (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kosentrasi kosarin berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan panjang buah per tanaman, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap variabel diameter buah per tanaman. Perlakuan kosarin dengan kosentrasi 25 ml merupakan perlakuan yang efektif. Kata Kunci : Aluvial, Kosarin, Kosentrasi, Mentimun
Kajian Pembuatan Minuman Herbal Celup Kayu Sepang dengan Penambahan Jahe dan Daun Jeruk Purut Sebagai Minuman Fungsional rizki rizki; Retno Budi Lestari; Lucky Hartanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut sebagai minuman fungsional yang tepat dengan sifat fisikokimia terbaik dan sensori yang dapat diterima masyarakat. Metode penelitian  menggunakan rancangan acak lengkap dengan 1 faktor perlakuan yang terdiri dari 6 taraf perlakuan.Taraf perlakuannya adalah: t0 (1g kayu sepang : 0g jahe : 0g daun jeruk purut), t1 (1 g kayu sepang : 0 g jahe : 1 g daun jeruk purut), t2 (1g kayu sepang : 0,25g jahe : 0,75g daun jeruk purut), t3 (1g kayu sepang : 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut), t4 (1g kayu sepang : 0,75g jahe  : 0,25g daun jeruk purut), t5 (1 kayu sepang : 1g jahe : 0 g daun jeruk purut), masing-masing perlakuan diulang 4 kali. parameter pengamatan meliputi: sifat fisikokimia minuman herbal celup kayu sepang , yaitu: kadar air (serbuk), kadar abu (serbuk), pH (serbuk dan seduhan), vitamin C (serbuk dan seduhan), total fenol (serbuk dan seduhan), jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut berpengaruh nyata terhadap vitamin C serbuk dan seduhan, pH serbuk dan seduhan, kadar air dan kadar abu serbuk, total fenol serbuk dan seduhan, rasa, aroma, warna, dan kesukaan. Perlakuan minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut terbaik adalah formula t3 (1g kayu sepang: 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut) dengan karakter fisikokimia vitamin C 35,5 mg/100g (serbuk); 23 mg/100g (seduhan), pH 6,44 (serbuk); 6,26 (seduhan), kadar air 9,69% (serbuk), kadar abu 1,33(serbuk), total fenol 1,26% (serbuk); 0,97% (seduhan), total asam 2,44% (serbuk); 1,70% (seduhan), dengan karkter sensori aroma 3,28 (agak wangi), warna 3,07 (agak jingga), rasa 3,17 (agak pedas jahe), dan kesukaan 3,79 (suka).
RESPON PERTUMBUHAN KLON LIDAH BUAYA TERHADAP PUPUK KOTORAN BEBEK PADA TANAH GAMBUT Devi Devi; Hidayat Hidayat; Wasi'an Syafiuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pertumbuhan tanaman klon lidah buaya pada lahan gambut terhadap pupuk kotoran bebek. yang dilaksanakan di Kota Pontianak selama 5 bulan dimulai dari tanggal 17 Mei 2013 sampai dengan tanggal 10 Desember 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kelompok. Pengelompokkan berdasarkan tinggi tanaman dan jumlah pelepah. Masing-masing kelompok terdapat 5 sampel tanaman yaitu d0 (kontrol), d1 (133 g per polibag), d2 (266 g per polibag), d3 (399 g per polibag), dan d4 (533 g per polibag). Variabel yang diamati meliputi : pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), dan jumlah anakan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kotoran bebek dengan dosis 399 g/polybag menunjukkan respon terbaik terhadap pertumbuhan klon lidah buaya.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH OXISOLS PADA BERBAGAI UMUR PENGELOLAAN BUDIDAYA LADA (Piper nigrum Linn) DI DESA SEBUBUS KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS sapara, itri; suryadi, urai edi; junaidi, junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lada merupakan tanaman tropis sehingga hanya dapat dikembangkan di daerah tropis. Lada sangat peka terhadap genangan air yang berkepanjangan.  Lada akan mulai berproduksi pada kurun waktu 3 – 3,5 tahun. Tanah Oxisols adalah tanah yang telah mengalami pelapukan tingkat lanjut di daerah-daerah subtropis dan tropis.  Kandungan tanah ini didominasi oleh mineral-mineral dengan aktivitas rendah, seperti kwarsa, kaolin, dan besi oksida. Penelitian ini dilakukan pada lahan budidaya lada dengan umur pengelolaan tanah selama 3 tahun (L1), 6 tahun (L2), dan 11 tahun (L3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan hubungan sifat-sifat fisika tanah Oxisols. Metode analisis yang digunakan yaitu uji F dan korelasi regresi linear. Parameter yang diamati meliputi tekstur tanah, kemantapan agregat tanah (%), kadar air kapasitas lapangan (% vol), bobot isi (gr/cm3), bobot jenis partikel (gr/cm3), porositas tanah (%), bahan organik (%). Berdasarkan hasil penelitian tekstur tanah dengan fraksi pasir tertinggi pada L1 kedalaman 0-30 cm (43,04 %) dan terendah L1 0-30 cm (33,19 %), kemantapan agregat tanah berpengaruh nyata pada kedalaman 30-60 cm dengan L2 terhadap L3, kadar air kapasitas lapangan berpengaruh nyata pada kedalaman 0-30 cm dengan L2 terhadap L3, bobot isi tanah berpengaruh sangat nyata pada kedalaman 30-60 cm L2 terhadap L3, bobot jenis partikel tidak terdapat hubungan dan perbedaan yang nyata, porositas tanah berpengaruh nyata pada kedalaman 30-60 cm L2 terhadap L3, bahan organik berpengaruh nyata pada kedalaman 0-30 cm dengan L1 terhadap L2 dan L3. Kata-kata kunci : Tanaman lada, sifat fisika tanah Oxisols.
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADA PERKEBUNAN KARET DI DESA SEMPADIAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS Jumadi, Jumadi; sarbino, Sarbino; Astina, Astina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia karet alam merupakan komoditas strategis terutama ditinjau dari total area dan sumber devisa. Desa Sempadian merupakan salah satu daerah penghasil karet. Gulma yang tumbuh dipertanaman karet merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma berbahaya bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui struktur komunitas gulma pada perkebunan karet  di desa Sempadian Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis gulma dari 16 family. Pada areal perkebunan karet  TBM ditemukan 19 jenis gulma dari 11 family dan pada areal perkebunan karet TM ditemukan 19 jenis gulma dari 10 family. Spesies gulma yang paling dominan pada jalur tanaman TBM adalah gulma Ischaemum rugosum salisb dengan SDR sebesar 21.27% dan pada gawangan TBM didominasi oleh gulma Rhynchospora corymbosa dengan SDR sebesar 16.27%. Selanjutnya spesies gulma yang paling dominan pada Jalur tanamanTM adalah gulma Paspalum conjugatum dengan nilai SDR 42.44% dan pada gawangan TM didominasi oleh gulma Axonopus compressus SDR sebesar 22.11%.   Kata kunci : Gulma, Perkebunan karet, Struktur komunitas
Pengaruh Kerapatan Gulma Teki Cyperus brevifolius Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau Vigna radiate Pada Tanah Alluvial Malawati, Sari; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan gulmateki C.brevifolius terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), perlakuan yang terdiri dari 5 taraf perlakuan; tanpagulma, 3 gulma/polybag, 5 gulma/polybag, 7gulma/polybag, dan 9 gulma/polybag dengan 4 kali ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman.Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah polong pertanaman, berat biji kering pertanaman, berat 100 butir biji kering, dan nilai kompetisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kerapatan gulma teki berpengaruhnya taterhadap berat biji kering pertanaman dan perlakuan kerapatan gulma teki berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong pertanaman, berat 100 butir biji kering, dan nilai kompetisi
KARAKTERISASI BEBERAPA KLON LIDAH BUAYA PADA STADIA PRODUKTIF Asih Kurnia Sari; Hidayat Hidayat; Wasi'an Syafiuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi klon lidah buaya yang dibudidayakan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak, Jl. Sepakat II dimulai dari tanggal 10 Juni sampai 27 Oktober 2013. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari: E4, E5, E6, E7 dan E8. Faktor jenis asal tanah terdiri dari dua lokasi pengambilan yang digunakan Rasau Jaya I dan Rasau Jaya III, disusun secara berseri. Terdapat 10 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Masing-masing kombinasi terdapat empat sampel tanaman, sehingga total seluruh tanaman adalah 120 tanaman. Variabel yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), pertambahan jumlah anakan, lebar pelepah hasil (cm), Panjang Pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), berat per pelepah hasil (g), berat total pelepah hasil (g), warna pelepah, bentuk pelepah. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian karakter klon lidah buaya yang baik untuk dibudidayakan adalah pada klon E5.
AKTIVITAS INSEKTISIDA EKSTRAK DAUN Piper aduncum TERHADAP Callosobruchus maculatus (COLEOPTERA: BRUCHIDAE) Dwi Andriyani; Edy Syahputra; Tris Haris Ramadhan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9657

Abstract

Callosobruchus maculatus merupakan  salah satu hama penting kacang hijau di penyimpanan yang biasanya dikendalikan dengan menggunakan insektisida sintetik. Pengendalian alternatif hama ini dengan menggunakan insektisida botani perlu dilakukan. Penelitian bertujuan mengevaluasi aktivitas ekstrak tumbuhan Piper aduncum terhadap C. maculatus. Pengujian dilaksanakan dengan metode residu pada permukaan gelas. Pengamatan mortalitas dilakukan setiap hari hingga 6 hari setelah perlakuan. Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit. Pengujian hambatan peletakan peneluran dilakukan  dengan  metode pilihan dan tanpa pilihan. Pada pengujian ini ekstrak diuji pada konsentrasi setara LC25, LC50 dan LC75.  Jumlah telur yang diletakan dihitung selanjutnya ditentukan persentase penghambatan peletakan telur. Hasil pengujian menunjukkan  bahwa  ekstrak  daun P. aduncum  memiliki aktivitas insektisida dengan LC50 sebesar 0,29%.  Ekstrak pada konsentrasi 0,18%-0,45% tidak menunjukan aktivitas penghambatan peletakan peneluran.   Kata Kunci: Aktivitas insektisida, Callosobruchus maculatus, ekstrak daun, insektisida botani, Piper aduncum