cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018): April 2018" : 41 Documents clear
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK KULIT PISANG BARANGAN (Musa acuminata L.) YANG DIPERKAYA DAGING IKAN LELE (Clarias sp.) CHANDRA, DEFRI ORCHIO; Dewi, Yohana Kusuma; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.252 KB)

Abstract

ABSTRAKKerupuk merupakan makanan kering yang dibuat dari tepung pati dengan penambahan bahan-bahan lainnya. Kulit pisang barangan (Musa acuminata L.) merupakan bagian dari buah yang kaya karbohidrat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kerupuk sekaligus menjadi alternatif permasalahan limbah. Peningkatan nutrisi kerupuk pati dilakukan dengan penambahan daging lele. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan organoleptik kerupuk kulit pisang barangan yang diperkaya daging lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor perlakuan yaitu komposisi perbandingan kulit pisang barangan dan daging ikan lele yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan formulasi terbaik adalah 35 g kerupuk kulit pisang barangan yang ditambah 15 g daging ikan lele. Karakteristik fisikokimia formulasi terbaik kerupuk yang dihasilkan kadar air (8,51%), abu (1,17%), lemak (1,25%), protein (0,23%), dan kadar karbohidrat (88,60%). Karakteristik organoleptik formulasi kerupuk tersebut aroma 5,57 (suka), warna 5,33 (agak suka), rasa 5,77 (suka) dan kerenyahan 6,17 (suka).                                                                          Keywords :  Kerupuk, kulit pisang barangan, ikan lele
SWEET CORN CROP RESPONSE TO PEAT LAND ON APPLIE SEVERAL KINDS OF SOIL ENHANCEMENT MATERIALS JUMADI JUMADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.26319

Abstract

 ABSTRACTThe purpose of this research was to investigate the effect of five kind of soil enhancers to growth and yield of sweet corn plant grown on peat soil. This research was conducted on peat land located in Permata City Complex, Bansir Darat Village, Pontianak Southeast Subdistrict, Pontianak Regency, West Kalimantan Province. The study was conducted in December 2017 until February 2018 This research used field experiment with Randomized Block Design (RBD), with one factor, consit of 5 treatments and 5 replications, each treatment plot taken 4 plant samples. The treatment were: p1 = 2.5 kg of Dolomite Lime per block, p2 = 2.85 kg of Clam Powder per block, p3 = 4.56 kg burn of Ash Wood per block, p4 = 5,8 kg ash coconut husk per block, P5 = 7.12 kg of Palm Long Ash per block. Observational Variables observed were leaf area (cm2), root volume (cm3), dry weight (g), unsweethed cob weight per plant (g), cob length (cm), cob diameter (cm) and cob weight per block (kg) and the enviromental variables are Air Temperature (oC), Air Humidity (%), Rainfall (mm), and soil pH. Result of this research have significantly have to all observation variables. Based on the results of the study can be concluded that the provision of several types of soil enhancers apllied affect the growth and yield of sweet corn plants on peat soil. The burn of wood ash has a better effect when compared with other treatments on growth observations and sweet corn yields on peat soils.Keywords: Peat, ameliorant, and Sweet Corn.
PENGARUH JUMLAH BIBIT DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI HITAM DI TANAH ALUVIAL Fadli Faturahman; Tatang Abdurrahman; Radian Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.845 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24233

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat Khususnya desa Senakin diketahui memiliki kandungan antosianin dan mengandung pigmen lebih baik dari beras merah dan beras putih serta baik untuk kesehatan manusia. Dewasa ini produksi padi di Kalimantan Barat mengalami penurunan akibat berbagai kendala, diantaranya penerapan budidaya padi yan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi hitam di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jumlah bibit (bibit/polybag) sebanyak 4 taraf (b1=1; b2=5; b3=10; b4=20), Faktor kedua yaitu pupuk N, P, K (dosis anjuran) sebanyak 3 taraf (p1=0,5; p2=1; p3=1,5). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, berat gabah permalai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan variabel pengamatan lainnya. Pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman.
THE EFFECT OF CHICKEN DUCK MANURE TO GROWTH AND YIELD OF GREEN MUSTARD PLANTS ON THE ALUVIAL SOIL. KURNIAWATI, RESKA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PUPUK KOTORAN BEBEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU PADA TANAH ALUVIAL                  Reska Kurniawati(1), Dwi Zulfita(2), Dini Anggorowati(2), (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kotoran bebek terhadap pertumbhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah aluvial yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan dan masing – masing ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Total dari seluruh sampel penelitian adalah 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah  aluvial, k1= 300g/polybag kotoran bebek, k2= 600g/polybag, k3= 900g/polybag, k4= 1200g/polybag dan k5= 1500g/polybag kotoran bebek, adapun variabel pengamatan yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun total, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk kotoran bebek berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah aluvial. Pemberian pupuk kotoran bebek dengan dosis 600g/polybag adalah dosis yang terbaik. Kata Kunci : Aluvial, Pupuk Kotoran Bebek, Sawi Hijau.           THE EFFECT OF CHICKEN DUCK MANURE TO GROWTH AND YIELD OF GREEN MUSTARD PLANTS ON THE ALUVIAL SOIL. ABSTRAKSThe research aimed to find the best dosage of duck manure on growth and yield of green mustard plants on aluvial soil. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications, and each replication consist of three plant samples, in which all samples were 75 plants. The treatment dosage ratio of duck manure are were k1 = 300g/polybag, k2 = 600g/polybag, k3 = 900g/polybag, k4 = 1200g/polybag and k5 = 1500g/polybag, the observed variables were the number of leaves, press weight, total leaf area, root volume, dry weight. The results of this study indicated the dosage of duck manure on growth and yield of green mustard plants on aluvial soil have good effect. The giving of duck manure on dosage 600g/polybag is the best dosage. Keyword : Aluvial, Duck Manure Green Mustard.
Pengaruh Limbah Sludge Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah pada Tanah Podsolik Merah Kuning bambang sujito; maulidi maulidi; elly mustamir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.304 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24451

Abstract

PENGARUH LIMBAH SLUDGE KELAPA SAWIT TERHADAP   PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Bambang Sujito(1) Maulidi(2) Elly Mustamir(3)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah sludge kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung 24 Juli 2017 sampai tanggal 23 September 2017. Metode yang digunakan adalah Percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan, dan 3 tanaman sampel. Pemberian limbah sludge kelapa sawit yaitu s1 6% (setara dengan 655 g/polibag ), s28% (setara dengan 887 g/polibag),s3 10% (setara dengan 1.104 g/polibag), s4 12% (setara dengan 1.309 g/polibag), dan s5 14% (setara dengan 1.502 g/polibag). Pengamatan yang dilakukan yaitu jumlah daun, jumlah anakan, berat segar umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah sludge kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap variabel berat segar umbi dan berat kering umbi namun berpengaruh tidak nyata pada variabel pengamatan jumlah daun dan jumlah anakan perumpun. Berdasarkan hasil selama penelitian dapat di simpulkan bahwa pemberian limbah sludge kelapa sawit sebanyak 8% merupakan perlakuan yang efektif dalam meningkatkan berat kering angin umbi sebanyak 4,81 ton/ha. Kata kunci : Bawang merah, limbah sludge kelapa sawit, podsolik merah kuning.   Effect of Palm Sludge Wastes on Growth and Red onion Result on Ultisol Bambang Sujito (1) Maulidi (2) Elly Mustamir (3)(1) Student of Faculty of Agriculture and (2) Faculty of Agriculture FacultyUniversity of Tanjungpura Pontianak ABSTRAK This study aims to determine the dosage of palm sludge waste to the growth and yield of onion crops in ultisol soil This research was conducted on experimental farm Faculty Of Tanjungpura Pontianak University which took place July 24, 2017 until 23 September 2017 The method used is Completely Randomized Design Trial (RAL) consisting of 5 treatments, 5 replications, and 3 sample plants. Sludge oil palm waste is s1 6% (equivalent to 655 g / polybag), s2 8% (equivalent to 887 g / polybag), s3 10% (equivalent to 1.104 g / polybag), s4 12% (equivalent to 1,309 g / polybags), and s5 14% (equivalent to 1.502 g / polybags). Observations made were number of leaf, number of tillers, fresh weight of tubers, and dry weight of tubers The result of this research showed that the effluent of oil palm sludge had significant effect to the fresh weight and tuber weight, but it was not significant in the observation variable of the number of leaves and the number of tillers. Based on the results during the research can be concluded that the provision of waste oil palm sludge as much as 8% is an effective treatment in increasing the dry weight of tuber bulbs as much as 4.81 tons / ha. Keywords: Red Onion, Sludge Waste Palm Oil, Ultisol  
PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING BENI, BENI; RAHMIDYANI, RAHMIDYANI; ABDURRAHMAN, TATANG
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.413 KB)

Abstract

PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNINGBeni 1), Rahmidyani 2), Tatang Abdurrahman 2)1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Dosen Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik kompos kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 19 maret sampai 7 juni 2017, penelitian dilaksanakan di Kampung Berungkat Kecematan Sekayam Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, jumlah keseluruhan sebanyak 90 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah k1= 300 g/polybag kompos kulit buah kakao, k2= 600 g/polybag kompos kulit buah kakao, k3= 900 g/polybag kompos kulit buah kakao, k4= 1.200 g/polybag kompos kulit buah kakao, k5= 1.500 g/polybag kompos kulit buah kakao dan k6= 1.800 g/polybag kompos kulit buah kakao. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kulit buah kakao dengan 900 g/polybag merupakan dosis efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning.Kata Kunci: kompos kulit buah kakao, podsolik merah kuning, terung
EFFECT OF ORGANIC MATERIAL COMPOSTED BY Trichoderma Spp. TO CHILI PEPPER IN CONTAMINATED MEDIA BY Fusarium oxysporum Aris Setiawan; Fadjar Rianto; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.25205

Abstract

ABSTRACT               Chili pepper is one of horticultural crop that is quite important in Indonesia, it has a high economic value. Chili pepper plant productivity tends to fluctuate due to Fusarium wilt disease. This study aims to suppress the development of F. oxysporum disease in chili pepper plant using compost inoculated by Trichoderma spp. which de Decomposers and as biological agent. This research was conducted at Plant Disease Laboratory Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak. The experiment ased a randomized block design with 4 treatments: (Trichoderma spp. that has inoculated capability as dissolving cellulosa), (Trichoderma spp. Isolates as antagonists, and mixed two isolates Trichoderma spp. cellulose solvent with antagonist), and Control (EM4 as decomposer). This research is divided into two stages, on nursery and planting in the field. Trichoderma both as decomposer and antagonist treatment can suppress disease incidence at nursery 14.21%. composting give Trichoderma spp. has ent been able to stop the development Fusarium attacks on chili papper although the plant can still produce the fruit.
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA LAHAN BERPASIR YASINTA YASINTA; SARBINO SARBINO; ASTINA ASTINA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.433 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24336

Abstract

ABSTRAK     Perbedaan pengelolaan di perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perbedaan struktur komunitas gulma. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma merugikan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan dan perkebunan kelapa sawit TBM milik rakyat di lahan berpasir di Desa Goa Boma, Kec. Monterado. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 29 jenis gulma yang mencakup 19 family. Pada areal kebun perusahaan ditemukan 19 jenis gulma dan pada areal kebun rakyat ditemukan 17 jenis gulma. Gulma yang memiliki Summed Dominance Ratio (SDR ) tertinggi pada  kebun perusahaan adalah Gleichenia linearis sebesar 25,29 %, Melastoma affine sebesar 13,77 %, Micania micranta  15,89, dan Nephrolepis bisserata 15,68 %. Sedangkan pada perkebunan rakyat  gulma dominan yang ditemukan yaitu Scoparia dulcis 35,45 %, Paspallum comersenii 17,50 %, Imperata cylindrica  23,57 % dan Pteridium esculentum 11,38%. Kata kunci :gulma, lahan berpasir, struktur komunitas, TBM kelapa sawit
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH GAMBUT HAMZAH, HAMZAH; RAHMIDIYANI, RAHMIDIYANI; ASTINA, ASTINA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.079 KB)

Abstract

PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH GAMBUT Hamzah 1), Rahmidiyani 2), Astina 2)1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Dosen Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kompos TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 14 Juni sampai 12 Agustus 2017, penelitian dilaksanakan di Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah metode ekprimen lapang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, jumlah keseluruhan sebanyak 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah k0 = kontrol, k1 = kompos TKKS 20 g/polybag atau setara dengan 5 ton/ha, k2 = kompos TKKS 40 g/polybag atau setara dengan 10 ton/ha, k3 = kompos TKKS 60 g/polybag atau setara dengan 15 ton/ha, k4 = kompos TKKS 80 g/polybag atau setara dengan 20 ton/ha, k5 = kompos TKKS 100 g/polybag atau setara dengan 25 ton/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun dan berat kering angin umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos TKKS berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman pada minggu ke 8 dan jumlah daun pada minggu ke 2, 4, 6 dan 8 serta berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan berat segar umbi dan berat kering angin umbi. Tetapi pemberian kompos TKKS berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada minggu ke 2, 4 dan 6. Pemberian kompos TKKS 10 ton/ha memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah gambut.Kata Kunci: Bawang merah, gambut, kompos tandan kosong kelapa sawit
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HIJAU LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GAMBAS PADA TANAH ALUVIAL zulfita, emi; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.831 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk hijau lamtoro yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2015 di kebun percobaan  Fakultas  Pertanian Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah metode eksperimen lapang dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman dengan jumlah tanaman seluruhnya 100 tanaman. Perlakuan terdiri dari tanpa pupuk hijau lamtoro (I1), 900 g/polybag pupuk hijau lamtoro setara 9% bahan organik (I2), 1.100 g/polybag pupuk hijau lamtoro setara 11% bahan organik (I3), 1.300 g/polybag pupuk hijau lamtoro setara 13% bahan organik (I4), dan 1.500 g/polybag pupuk hijau lamtoro setara 15% bahan organik (I5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijau lamtoro dapat meningkatkan diameter buah, panjang buah, dan berat buah per tanaman, sehingga dosis efektif yang didapatkan yaitu pada perlakuan pupuk hijau lamtoro sebanyak 1.300 g/polybag pupuk hijau lamtoro setara 13% bahan organik.