cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 20 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 1" : 20 Documents clear
THE EFFECT OF RICE HUSK BIOCHAR AND NPK FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELD OF RADISH IN RED YELLOW PODSOLIC SOIL Yayat, Yopianus; Darussalam, Darussalam; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60499

Abstract

Radish (Raphanus sativus L.) is an annual plant, In Podsolic Soil. Utilization red-yellow podsolic soil as a growing medium is fact with the characteristics of dense soil and high clay content, low organic matter content, moderate to high base saturation, generally low nutrient content of N, P, K, and low pH. Efforts to improve the physical and chemical properties of red-yellow podzolic soil can be carried out by giving balanced organic matter and inorganic fertilizers so that it is expected to increase soil productivity. One of the organic materials that can be used was rice husk biochar. NPK anorganik fertilizer is an important macro nutrient needed by plants in large quantities so it must be available in sufficient quantities contain the growing media. This study aims were to find the interaction of biochar and NPK fertilizer on the growth and yield of radish on Red Yellow Podsolik soil. This research was conducted from 27 April "“ 30 May 2022, in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor consisted of planting media, namely husk charcoal biochar (A) which consisted of 3 treatment levels and the second factor was NPK fertilizer (P) with 3 treatment levels. Each treatment combination was repeated 3 times and each experimental unit contained 4 sample plants, so there were 108 plants. The variables observed in this study were the number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, tuber length, tuber diameter and tuber fresh weight. The results showed that the dose of 10 tons/ha of biochar and 400 kg/ha of NPK fertilizer gave the best results on the growth and yield of radish on red-yellow podzolic soil. Keywords : Fertilizer, Radish, Rice Husk Biochar, Red-Yellow Podzolic Soil, Response.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI LEGUMENOSE DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH ALUVIAL Sanga Tariu, Are Pabayo; Asnawati, Asnawati; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60334

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to obtain the best interaction dose of bokasi legume and NPK fertilizer on the growth and yield of mustard greens on alluvial soil. This research started from 28 April "“ 28 May 2022, on Jl. Perdamian, Parit Banjar, Melati Hamlet, Kalimas Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The study used a factorial design with a Completely Randomized Design (CRD) pattern consisting of 2 treatment level factors. and the second factor is the dose of NPK fertilizer in which each factor consists of 3 levels. Each treatment was repeated 3 times and the treatment unit contained 4 plant samples. The treatment in question is the first factor, the dose of bokasi legumes b1 = 20 tons/ha, b2 = 30 tons/ha, b3 = 40 tons/ha, and the second factor is the dose of NPK fertilizer consisting of 3 levels, namely n1 = 50 kg/ha, n2 = 100 kg/ha, n3 = 150 kg/ha. The variables observed in this study were the number of leaves, leaf area, root volume, fresh weight and dry weight. Based on the results of the study, it can be concluded that the provision of 30 tons/ha of legumenose bocation + 50 kg/ha of NPK fertilizer is an interaction that provides the most effective growth of mustard greensKeywords : alluvial soil, bokasi legumes, mustard greens, legume plant, NPK
PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PORANG DENGAN PERENDAMAN AIR KELAPA Sianturi, Tota Selvia; Palupi, Tantri; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.58593

Abstract

Porang merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian yang belum banyak dibudidayakan. Tanaman porang dapat diperbanyak dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, terdapat kendala dari perbanyakan benih porang secara generatif yaitu benih porang mengalami dorman. Upaya untuk mempercepat dan menyeragamkan perkecambahan benih porang yakni dengan metode invigorasi benih yaitu perendaman benih dengan air kelapa muda sebagai zpt alami. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik sebagai bahan perendaman benih porang dalam air kelapa muda untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah Konsentrasi Air Kelapa Muda terdiri dari 6 perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan dimaksud adalah: a0 = Tanpa air kelapa, a1= 10%, a2 = 20%, a3= 30%, a4 = 40%, a5 = 50%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman air kelapa dengan berbagai konsentrasi berpengaruh tidak nyata terhadap indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula benih porang.Kata Kunci : Air Kelapa, Perkecambahan, Porang.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) PADA LAHAN GAMBUT Muzanni, Muzanni; Warganda, Warganda; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59508

Abstract

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang sangat penting di dunia dan banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Produktivitas jagung di Kalimantan Barat tahun 2018 hanya mencapai 3,76 ton/ha, lebih rendah dari produktivitas tahun sebelumnya yang mencapai 3,98 ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas jagung dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi meliputi perbaikan kualitas tanah/lahan dengan pupuk kandang ayam serta pemupukan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk kandang ayam dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di jl. Parit Demang gg. Nurhidayat Pontianak (22 September "“ 10 Desember 2021). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan sembilan taraf perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, setiap ulangan terdiri dari enam tanaman sampel. Kombinasi pupuk kandang ayam (ton/ha) dan NPK (kg/ha) yang diberikan yaitu a1p1 = 10 ton/ha Pukan ayam + 150 kg/ha NPK; a1p2 = 10 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK; a1p3 = 10 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK; a2p1 = 15 ton/ha pukan ayam + 150 kg/ha NPK; a2p2 = 15 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK; a2p3 = 15 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK; a3p1 = 20 ton/ha pukan ayam + 150 kg/ha NPK ; a3p2 = 20 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK ; a3p3 = 20 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol berklobot, berat tongkol tanpa klobot, berat tongkol tanpa klobot per petak, berat tongkol tanpa klobot per petak, panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat 100 biji per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan NPK 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada lahan gambut. Kata kunci : gambut, jagung pulut, NPK, pupuk kandang ayam
PENGARUH SISTEM TANAM DOUBLE ROW DENGAN MODIFIKASI JARAK ANTAR BARIS DAN DALAM BARIS TANAMAN JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT DI DESA RASAU JAYA II Revo, Oktavianus; Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60316

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman yang mengandung karbohidrat lebih banyak sehingga menjadi salah satu komoditi terpenting kedua setelah padi, baik sebagai sumber pangan maupun pakan. Jarak antar baris dan dalam baris yang terlalu sempit akan membuat populasi tanaman meningkat sehingga serapan hara lebih tinggi yang mengakibatkan kompetisi unsur hara, air, sinar matahari, dan ruang tumbuh, selain itu proses fotosintesis tanaman juga terganggu dengan tajuk tanaman lainnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jarak antar baris dan dalam baris yang terbaik pada modifikasi sistem tanam double row tanaman jagung manis pada lahan gambut di Desa Rasau Jaya II. Penelitian dilakukan di lahan milik bapak Sugianto yang berada di patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 Juli 2022 - 17 September 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan yaitu j1 =(15+15)cm x 80 cm, j2 =(20+20)cm x 80 cm, j3 =(25+25)cm x 80 cm, j4 =(30+30)cm x 80 cm, j5 =(35+35)cm x 80 cm, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel pengamatan terdiri dari volume akar, diameter batang, jumlah daun, bobot jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol. Hasil penelitian modifikasi jarak antar baris dan dalam baris pada sistem tanam double row berpengaruh nyata terhadap volume akar, diameter batang, berat jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah dau. Jarak tanam (20 + 20)cm x 80 cm menunjukkan hasil terbaik dibandingkan modifikasi jarak tanam lainnya. Jarak tanam yang rapat menghasilkan produksi pertanaman sedikit, karena populasi tinggi, walaupun sedikit hasil produksinya lebih tinggi dibandingkan jarak tanam lebar. Jarak tanam lebar menghasilkan produksi pertanaman banyak dan kualitas yang bagus karena jumlah populasinya sedikit maka hasil produksi pertanaman lebih rendah dibandingkan jarak tanam rapat.Kata Kunci: Double Row, Jagung Manis, Jarak Tanam, Kompetisi Tanaman, Lahan Gambut
PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL SAWI HUMA pada TANAH ALUVIAL Jimiando, Mantius; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60337

Abstract

The purpose of this study was to obtain the best interaction of various doses of sawdust ash and NPK fertilizer on peat soil. The research was carried out on peat land, Jungle Jaya hamlet, Sungai Duri village, Sungai Raya sub-district, Bengkayang Regency, West Kalimantan. The research design used was a randomized block design with 2 factors and 3 treatment levels. Powder ash factor consisting of a1=1.8 kg/plot, a2=2.7 kg/plot, a3=3.5 kg/plot and NPK fertilizer factor consisting of m1=22.25 gr/plot, m2= 37.50 gr/plot, m3=45.00 gr/plot. Planting is done by placing the seeds in each planting hole with a total of two seeds with a spacing of 25 cm x 25 cm per planting hole. Variable observations were made on plant height, plant dry weight, number of pods, weight of pods, number of filled pods, and number of seeds. The results showed that the application of sawdust ash and NPK fertilizer doses of 2.7 kg/plot and 37.50 g/plot had a significant effect on all observed variables.Keywords: compost empty bunches of oil palm, mustard huma, alluvial soil.
PENGARUH NITROGEN DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Iswiyanto, Andi; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60354

Abstract

Edamame soybeans contain antioxidants and isoflavones. Consumption of foods rich in antioxidants is associated with strengthening the body's immune system and reducing the risk of cancer. Application of N fertilizer to stimulate overall plant growth, is part of the plant cell itself, for the synthesis of amino acids and proteins in plants and stimulates vegetative growth. P fertilizer is useful for transporting energy from metabolism in plants, stimulating flowering and fruiting, stimulating root growth, stimulating seed formation, stimulating plant cell division and enlarging cell tissue. This study aims to determine the effect of applying N and P fertilizers and the interaction of N and P fertilizers on the growth and yield of edamame soybeans on peat soils. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors which were repeated 3 times. The first factor was N fertilizer consisting of 3 levels (n1: 50 kg/ha, n2: 100 kg/ha, n3: 150 kg/ha) and P fertilizer consisting of 3 levels (p1: 150 kg/ha, p2: 200 kg /ha, p3: 250 kg/ha Observational variables observed in this study were plant height, dry weight of plants, root volume, number of pods/plant, weight of pods/plant, weight of 100 seeds.Based on the research results that the interaction of N fertilizer and P fertilizer was able to affect plant height 2 WAP, but root volume, plant dry weight, plant height 3 WAP and 4 WAP, number of pods/plant, weight of pods/plant, and weight of 100 seeds had no significant effect and the same good growth was obtained. Keywords : nitrogen, phosphorus, soya bean, edamame, peat soil
PENGARUH JUMLAH POPULASI IKAN LELE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM MERAH PADA SISTEM AKUAPONIK Pusvita, Dian Prisilia; Sasli, Iwan; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60383

Abstract

Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan tanaman sayuran yang memiliki kandungan vitamin A, vitamin B, vitamin C, serta zat besi yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan. Penurunan produksi sayuran bayam merah yang terjadi menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumisnya, oleh karenanya salah satu cara untuk meningkatkan produksi adalah dengan melakukan pemanfaatan lahan perkarangan melaui sistem budidaya akuaponik. Sistem akuaponik merupakan penerapan suatu sistem yang terintegrasi antara akuakultur dan hidroponik. Penelitian ini telah dilaksanakan di perkarangan rumah, Jl. Sejarah Gg. Gunung Putting 2, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2022 sampai dengan Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan, masing-masing perlakuan memiliki 24 tanaman, dengan demikian terdapat 96 tanaman bayam merah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akuaponik dengan populasi 50 ikan telah mampu untuk memberikan hasil yang cukup baik pada tanaman bayam merah, sedangkan perlakuan dengan populasi 150 ikan memberikan hasil yang tidak baik.Kata Kunci: Akuaponik, Bayam Merah, Populasi Ikan
PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA SISTEM DOUBLE ROW DI LAHAN GAMBUT Hendri, Adrianus; Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60548

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang telah banyak dibudidayakan. Satu diantara faktor pembatas pertumbuhan tanaman jagung manis adalah kesuburan tanah. Masalah utama dalam pemanfaatan lahan gambut adalah terbatasnya kemampuan kimia dan biologis tanah. Perlu dilakukan upaya pemanfaatan dan pengelolaan untuk memperbaiki kesehatan tanah, khususnya gambut diantaranya dengan menggunakan pupuk hayati (biofertilizer). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk hayati yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman jagung manis dengan sistem tanam double row di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di Lahan Pertanian Patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Juli "“ 17 September 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Pupuk Hayati Bioboost, B = Pupuk Hayati Biokonversi, C = Pupuk Hayati PGPR dan D = Pupuk Hayati Tricoderma. Variabel pengamatan terdiri dari yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, luas daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, volume akar, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris per petak dan berat tongkol per petak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis pupuk hayati Bioboost, Biokonversi, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Tricoderma harzianum dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis.Kata Kunci : Double Row, Jagung Manis, Lahan Gambut, Pupuk Hayati
ASPEK REPRODUKSI IKAN BELUT (Monopterus albus) DI AREA PERSAWAHAN DESA TERENTANG HILIR DAN DESA SUNGAI RADAK DUA KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBU RAYA Afifah, Nur; Munir, Ahmad Mulyadi Sirodjul; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60605

Abstract

Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya berperan dalam menambah produksi perikanan tangkap perairan umum di Kalimantan Barat. Potensi sumber daya salah satu ikan di perairan Kecamatan Terentang yaitu ikan belut (Monopterus albus), didapatkan informasi bahwa produksi belut masih ditangkap dari alam dengan menggunakan alat pancing oleh para pencari belut. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek biologi reproduksi dari belut seperti rasio kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), ukuran pertama kali matang gonad, pola pertumbuhan, dan sebaran frekuensi panjang. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2021 sampai Maret 2022 menggunakan metode Purposive Sampling di area persawahan Desa Terentang Hilir dan Desa Sungai Radak Dua Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Rasio Kelamin belut jantan dan betina adalah 1 : 3,4. Belut jantan ditemukan berada pada TKG I sampai III dan betina berada pada TKG I sampai V. Nilai IKG stasiun 1 pada belut jantan 0,024 dan betina 9,250. Nilai IKG stasiun 2 pada belut jantan 0,133 dan betina 3,627.Ukuran pertama kali matang gonad belut stasiun 1 jantan pada panjang 51,00 cm dan berat 155,52 gr, pada betina panjang 37,33 cm dan berat 43,41 gr. Ukuran pertama kali matang gonad belut stasiun 2 jantan pada panjang 60,21 cm dan berat 308,29 gr, pada betina panjang 47,96 cm dan berat 121,32 gr. Pola pertumbuhan belut stasiun 1 jantan dan betina allometrik negatif, stasiun 2 pola pertumbuhan jantan dan betina allometrik positif. Sebaran frekuensi panjang belut terdapat 6 kelas kisaran panjang.Kata Kunci : kecamatan Terentang, belut, aspek reproduksi, pola pertumbuhan

Page 2 of 2 | Total Record : 20