cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
Evaluasi Kesesuaian Lahan Pasang Surut untuk Pengembangan Tanaman Lada dan Karet di Desa Trikembang Kecamatan Galing Kabupaten Sambas GUNAWAR GUNAWAR; Joni Gunawan; Sulakhudi Sulakhudi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45893

Abstract

Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pembatas untuk tanaman lada dan karet di Desa Trikembang Kecamatan Galing Kabupaten Sambas.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Trikembang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas. Analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari 09-11 juli 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu Satuan Peta Tanah yaitu Typic Fluvaquents. Kesesuaian lahan aktual pada jenis tanah Typic Fluvaquents (SPT 1) adalah tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor penghambat untuk tanaman lada dan karet yaitu drainase, media perakaran dan retensi hara. Rekomendasi perbaikan pada SPT 1 adalah pembuatan saluran drainase, pemupukan, pengapuran, tanpa olah tanah yang berlebihan, penggunaan bibit unggul serta teknik budidaya yang baik maka kesesuaian lahan potensial untuk tanaman lada dan karet pada SPT 1 menjadi cukup sesuai (S2). Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Karet,Lada, Pasang Surut, Sambas  
PENGARUH BOKASI KULIT RAMBUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY PADA MEDIA ALUVIAL Kamarul Kamarul; Ir. Dini Anggorowati, M.Sc; Maullidi, S.P, M.Sc Maullidi, S.P, M.Sc
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43750

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi kulit rambutan yang memberikanpertumbuhan dan hasil pakcoy yang terbaik pada media aluvial. Penelitian ini dilakukan dilokasi yang tarletak di lokasi di Jalan Budi Utomo, Komplek Taman Anggrek, Siantan,Pontianak, dimulai dari tanggal 25 Mei – 24 Juni 2020. Rancangan Penelitian menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas satu faktor yaitu dosis bokasi kulitrambutan (B) dengan 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4sampel tanaman sehingga dihasilkan 100 tanaman. Tanaman di tanam dalam polybag denganmedia sebanyak 6 kg. Perlakuan yang dimaksud adalah b0 = tanpa perlakuan bokasi kulitrambutan (3,034 % bahan organik tanah), b1= 299 g/polybag bokasi kulit rambutan setaradengan 5 % bahan organik, b2 = 539 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 9%bahan organik, b3 = 779 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 13% bahan organik,b4 = 1.019 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 17% bahan organik. Variabelpeengamatan yang diamati dalam penelitian yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman(g), jumlah klorofil daun (spad unit), jumlah daun (helai), dan berat segar tanaman (g).Variabel pengamatan pendukung terhadap kondisi lingkungan yaitu pH tanah, suhu udaraharian (0C), kelembaban udara relatif (%) dan curah hujan (mm). Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa perlakuan bokasi kulit rambutan berpengaruh nyata terhadap semuavariabel pengamatan yaitu volume akar, jumlah daun, jumlah klorofil daun, berat keringtanaman, dan berat segar tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pemberian bokasi kulit rambutan dengan 1.019 g/polybag memberikan pertumbuhan danhasil pakcoy yang terbaik pada media aluvial. 
Studi Laju Infiltrasi Tanah Gambut Pada Beberapa Tipe Penggunaaan Lahan di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah Junaidi Riduansyah Nazarudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42512

Abstract

Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah sebagian besar jenis tanah gambut penggunaannya sebagai pertanian, beberapa tanaman dibudidayakan yaitu jagung, kelapa sawit dan sayur-sayuran. Tanah gambut memiliki laju infiltrasi tanah yang berbeda dengan tanah mineral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju infiltrasi dan perbedaan sifat fisika tanah  gambut pada tiga tipe penggunaan lahan yaitu : kebun kelapa sawit, kebun jagung, dan hutan sekunder di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Penelitian ini di lakukan pada masing-masing lahan dengan 5 titik pengamatan menggunakan metode grid. Parameter penelitian meliputi parameter utama. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi penelitian, penentuan titik pengamatan, pengukuran laju infiltrasi, dan pengambilan sampel tanah. Pengolahan data menggunakan microsof excel 2013 dan aplikasi statistik SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan kebun kelapa sawit memilki laju infiltrasi dengan kriteria sangat cepat yaitu (85 cm/jam). Kebun jagung memiliki laju infiltrasi dengan kriteria sangat cepat yaitu  (67 cm/jam). Hutan sekunder memiliki laju infiltrasi dengan kriteria sangat cepat  (62 cm/jam). Namun secara analisis laju infiltrasi pada tiga tipe penggunaan lahan berdasarkan uji t menunjukkan kebun kelapa sawit, kebun jagung, dan hutan sekunder adalah berbeda tidak nyata (tn).
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN HABITAT KIJING TAIWAN (Sinanodonta woodiana) DI ALIRAN IRIGASI DESA SAMBORA KECAMATAN TOHO KABUPATEN MEMPAWAH Fitri Nurleha; widadi padmarsari soetignya; Sri Rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42029

Abstract

Sinanodonta woodiana is known as kijing taiwan which is mostly found in the irrigation flow of the village of Sambora Toho District Mempawah Distric. However, its existence is now experiencing a decline. For this reason, management is needed that requires data on morphometric and habitat characteristics. Therefore the purpose of this study was to determine the morphometric characteristics and habitat characteristics of S. woodiana in the irrigation flow of Sambora Village, Toho District, Mempawah Regency. The research method used was Purposive Random Sampling, using three different observation stations, namely station 1 is in the upstream part of the irrigation area close to a waterfall of oil palm plantations and freshwater fish cultivation ponds, station 2 is in an area adjacent to freshwater fish cultivation ponds and settlements, and station 3 is in a downstream area close to factory waste disposal tofu, freshwater fish farming ponds, and oil palm plantations.This research was conducted in March - May 2020 in the irrigation flow of Sambora Village, Toho District, Mempawah Regency. Based on the results of the study, there were 565 individuals of S. woodiana. All characters of mean shell length (PC), shell height (TC), shell thickness (TBL), and total weight (BT) show that the size varies between male and female sex, the female sex is greater than the male sex. The density values ranged from 0.37 to 3.02ind / m2. The density between stations is different and the highest is at station I and the lowest is at station III. Keywords: S. woodiana, Morphometric, Density.
Pengaruh Dosis Tepung Cangkang Keong Mas dengan Lama Inkubasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Aluvial Geri Suta; Siti Hadijah; Henny Sulistyowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendapat dosis tepung cangkang keong mas dengan lama inkubasi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 januari – 10 maret 2020, bertempat di Jalan Budi Utomo, Dusun Sungai Rengas, Desa Kakap, Kebupaten Kubu Raya, Provinsi  Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan dengan 4 sampel tanaman pada setiap ulangan.. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), berat umbi(g), panjang umbi (cm), dan diameter umbi (cm). Hasil penelitian pemberian berbagai dosis tepung cangkang keong mas dengan lama inkubasi belum memberikan hasil yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah aluvial.Kata Kunci : Tepung Cangkang Keong Mas, Tanah Aluvial, Lobak.
PERANAN AMELIORAN RED MUD DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA LAHAN PASCA TAMBANG BAUKSIT KABUPATEN SANGGAU Denah Suswati Asrifin Aspan Arisandi Pratama
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46821

Abstract

Penelitian  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  red  mud  dan  pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan N, P, dan K pada lahan pasca tambang bauksit di PT. Antam  Kabupaten  Sangau.  Penelitian  menggunakan  metode  eksperimen lapangan  dengan  pola  Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK)  yang  terdiri  dari  4 perlakuan dengan 5   ulangan sehingga terdapat 20 petak percobaan, dimana sampel tanah  diambil  pada  kedalaman  0-30  cm dan  di analisis  di laboratorium.  Hasil penelitian  menunjukkan  perlakuan  D (4,5  kg/bedeng  red  mud  + 50 kg/bedeng pupuk  kandang sapi) dapat   meningkatkan pH tanah dari 4.77 menjadi 7,12 atau meningkat 49,3 %, meningkatkan C-organik tanah dari 1, 45 % menjadi 4,7 % atau meningkat 224,1% dan meningkatkan K yang dari 0,42 cmol(+)kg-1  menjadi 4,93 cmol(+)kg-1   atau  meningkat  1074%.  Perlakuan  C (3 kg/bedeng  red  mud  +  40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat  meningkat P tersedia dari 4,83 ppm menjadi 62,64 ppm atau meningkat 366,8%, meningkatkan pertumbuhan tinggi 144,64 cm atau meningkat  31,3%  dan diameter  batang  jagung 25,816  cm atau  meningkat 61,2%. Perlakuan B (1,5 kg/bedeng  red mud + 30 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dan perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) sama- sama dapat  meningkatkan N total dari 0,28 % menjadi 0,55 % atau meningkat 96,4 %. Kata Kunci: Red Mud, Ketersedia Hara, Lahan Pasca Tambang
PENGARUH MEDIA MS DAN MEDIA ALTERNATIF TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK CATTLEYA sp SECARA IN-VITRO Yuni Muharni; Asnawati, S.Hut., M.Si Asnawati, S.Hut., M.Si; Nur Arifin, SP., M.Si
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43974

Abstract

Kultur in-vitro merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalammedia buatan secara aseptik. Media kultur jaringan membutuhkan bahan-bahankimia yang relatif mahal dan sulit didapatkan sehingga perlu dicari bahanalternatif. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai alternatif adalah pupukmajemuk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh mediaalternatif dan media MS serta mencari media alternatif yang terbaik untukpertumbuhan anggrek Cattleya sp secara in-vitro. Penelitian dilaksanakan mulaitanggal 12 September 2017 sampai 3 Januari 2018 di Laboratorium BioteknologiFakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Rancangan penelitian yangdigunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu media MS,Growmore, Growquick S, Hyponex Hijau dan Gandasil D. Variabel yang diamatiyaitu pertambahan jumlah daun, persentase eksplan membentuk tunas, waktumuncul tunas pertama, jumlah tunas, dan pertambahan jumlah akar. Responpertumbuhan anggrek Cattleya sp secara in-vitro pada media alternatif sama baikdengan media MS pada variabel pertambahan jumlah daun, persentase eksplanmembentuk tunas, waktu muncul tunas pertama dan jumlah tunas. Media GandasilD merupakan media yang lebih baik dibandingkan media MS dan media alternatiflainnya pada variabel pertambahan jumlah akar anggrek Cattleya sp secara invitro. 
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus LINN) DI DESA SAHAM KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Riduansyah Bambang Widiarso Yosafat Gleen
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.48530

Abstract

ABSTRAK            Evaluasi Kesesuaian lahan adalah suatu proses penilaian sumber daya lahan untuk tingkat kecocokan lahan untuk penggunaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sifat fisika dan kimia tanah, menenetukan kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman mentimun dan rekomendasi perbaikan lahan. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan, survei pendahuluan, survei lapangan, pengambilan sampel tanah, analisis tanah dan data, serta penyajian hasil. Berdasarkan identifikasi karakteristik sifat fisika dan kimia serta hasil analisis di laboratorium pada lokasi penelitian maka didapat Jenis tanah pada lokasi penelitian berdasarkan klasifisikasi USDA Soil Taxonomy (Soil Survey Staff, 2014) didapat ada 2 Satuan Peta Tanah yaitu SPT 1 Lithic Dystrudepts dan SPT 2 Oxic Dystrudepts. Kelas kesesuaian lahan aktual pada SPT 1 dan SPT 2  adalah S3wanrna yaitu cukup sesuai dengan faktor pembatas ketersedian air, retensi hara dan hara tersedia. Setelah dilakukan perbaikan pada faktor-faktor pembatas kesesuaian lahan aktual maka didapat kesesuaian lahan potensial pada SPT 1 dan SPT 2 menjadi S2wa yaitu cukup sesuai dengan faktor pembatas kelembaban udara. Kata Kunci : Kesesuaian lahan, tanaman mentimun,karakterstik dan kualitas                                lahan.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG PADA TANAH SULFAT MASAM WIWIN -; Ir. Elly Mustamir M.Sc; Ir. Putu Dupa Bandem, MMA.
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang ayam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong pada tanah sulfat masam. Penelitian ini berlangsung selama 68 hari dimulai pada tanggal 27 April 2020 – 7 Juli 2020. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu Dosis Pupuk Kandang Ayam (P) terdiri dari 6 taraf perlakuan, masing – masing perlakuan diulangan 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 6 tanaman sampel, sehingga terdapat 120 tanaman. Perlakuan terdiri dari p0 (5 ton/ha), p1 (10 ton/ha), p2 (15 ton/ha), p3 (20 ton/ha) p4 (25 ton/ha) dan p5 (30 ton/ha). Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g) panjang buah (cm), berat buah (g), dan jumlah buah (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi berpengaruh nyata terhadap variabel volume akar (cm3), berat kering tanaman dan jumlah buah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan panjang buah (cm) dan berat buah (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 20 ton/ha lebih efisien sudah menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong yang baik pada tanah sulfat masam.
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Cengkeh di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau wahyudi wahyudi wahyudi; eva dolorosa dolorosa; maswadi maswadi maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36761

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial usaha pada usahatani cengkeh di Kecamatan Midai Kabupaten Natuna Studi Kasus di Kecamatan Midai Kabupaten Natuna. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), Kabupaten Natuna memiliki luas lahan untuk perkebunan cengkeh sebesar 12.189 hektar. Kecamatan Midai adalah salah satu penghasil buah cengkeh terbesar dalam 5 (lima) tahun terakhir dengan luas lahan 542 ha menurut data BPS 2017 karena faktor geografis yang menyebabkan tanaman cengkeh dapat berkembang dengan baik. Produksi yang stagnan dalam 3 (tiga) tahun berturut-turut pada tahun 2013 – 2015 sebanyak 550 ton/tahun, namun . pada tahun 2016, produksi mengalami penurunan menjadi 449 ton/tahun yang bisa jadi disebabkan perawatan yang tidak maksimal dari petani meliputi pemberian pupuk dan kurangnya tenaga pemanen dan lain sebagainya, untuk itu perlu dilakukan analisis kelayakan finansial usahatani cengkeh di Kecamatan Midai Kabupaten Natuna. Analisis kelayakan finansial dengan kreteria kelayakan yang digunakan untuk menilai kelayakan proyek yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate Return (IRR), payback period (PP) dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cengkeh di Kecamatan Midai menghasilkan nilai positif berarti layak untuk diusahakan, petani dengan luas lahan 1 ha dan 2 ha menghasilkan NPV, Net B/C, IRR dan Payback Period < dari petani yang memiliki luas lahan 3 ha, hal ini mengindikasikan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal sebaiknya petani mengusahakan dengan luas lahan 3 ha.