cover
Contact Name
Bahril Hidayat
Contact Email
jurnaljpiapi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaljpiapi@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Psychology and Socio-cultural Sciences. (Dr. Soekiman Wirjosandjojo Building) Universitas Islam Indonesia. Jln. Kaliurang KM 14.5 Sleman, Yogyakarta. Indonesia.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Islam
ISSN : 18581161     EISSN : 25499297     DOI : https://doi.org/10.47399/jpi
Jurnal Psikologi Islam Focus and Scope is integration of Psychology and Islamic values, such as Islamic psychology measuring instruments, Islamic psychology intervention, Study of classical and modern Islamic Psychology, Study of classical and modern Islamic Psychology figures, Muslim community, Islamic spirituality and religiosity, Study of developing Islamic psychology concept from Al-Quran and Hadith, Study of the concept of the moral in psychological development.
Articles 112 Documents
TEMA-TEMA PENGALAMAN BERAGAMA PADA INDIVIDU YANG MELAKSANAKAN IBADAH HAJI Perdana, Luthfan Rezqi
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.372 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan tema-tema pengalaman beragama yang dialami oleh orang-orang islam yang telah melaksanakan ibadah haji. Data penelitian diperoleh dengan wawancara mendalam terhadap empat orang yang telah selesai menunaikan ibadah haji di Yogyakarta. Data di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat empat belas tema pengalaman beragama yang diklasifikasikan ke dalam empat tipe yang mengacu pada konsep Stark (1965), antara lain tipe confirming, tipe responsive, tipe ecstatic, dan tipe revelational.
HUBUNGAN TAWAKAL DAN RESILIENSI PADA SANTRI REMAJA PENGHAFAL AL QURAN DI YOGYAKARTA Putri, Ardina Shulhah; Uyun, Qurotul
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.256 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tawakal dan resiliensi pada santri remaja penghafal Al Quran. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah akan ada korelasi positif antara tawakal dan resiliensi pada santri remaja penghafal Al Quran. Hipotesis penelitian diuji dengan melakukan pengambilan data dengan menggunakan Skala Resiliensi milik Connor & Davidson (2003) yang disusun oleh Fitria (2015) yang telah diadaptasi Notario-Pacheco, dkk.( 2011)dan Skala Tawakal yang disusun oleh Sartika dan Kurniawan (2014). Kedua skala penelitian tersebut diberikan kepada 196 santri remaja penghafal Al Quran perempuan yang sedang menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat kelas X, XI, dam XII di Yogyakarta. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16.0. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi antara tawakal dan resiliensi sebesar = 0,33 dengan signifikansi 0.00 (p<0,05). Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara tawakal dan resiliensi yang berarti tingkat tawakal subjek berbanding lurus dengan tingkat resiliensi subjek. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa tingkat tawakal yang diimiliki subjek menyumbang 11.15% dalam proses meningkatkan resilensi. Kata kunci : Tawakal, Resiliensi, Santri, Remaja Penghafal Al Quran.
RIDA DALAM PSIKOLOGI ISLAM DAN KONSTRUKSI ALAT UKURNYA Rusdi, Ahmad
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.608 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.41

Abstract

Rida terdiri dari lima dimensi yang telah diuji masing-masing reliabilitasnya dengan Cronbacg Alpha, antara lain pada dimensi rida terhaap musibah (0.704), nikmat (0.753), masa lalu (0.620), masa depan (0.874), dan kesalahan orang lain (0.858). Penelitian ini telah mengkonfirmasi apakah lima dimensi tersebut dapat mengukur rida secara umum. Analisis faktor konfirmatori telah menunjukkan bahwa kelima dimensi tersebut dapat mengukur rida. Ditemukan RMSEA sebesar 0.079, TLI sebesar 0.906, CFI sebesar 0.926. Semua menunjukkan model yang baik. Untuk penggunaan praktis, alat ukur ini juga direduksi dari 22 item menjadi 14 item. Analisis korelasi menunjukkan bahwa sama saja dalam mengukur rida (0.984). Item yang lebih sedikit namun mewakili akan membuat alat ukur menjadi lebih efesien. Penelitian kedepannya diharapkan dapat menguji rida dengan berbagai variabel lain. Kata Kunci: rida, skala, instrumen, alat ukur, psikologi Islam
Gratitude training to reduce job stress on people with work-family conflict Noviati, Nur Pratiwi
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.971 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i2.42

Abstract

Job stress is the pressure due to the difficult situation encountered in the workplace. Job stress can have a negative impact, decrease in the individuals ability in the completion of tasks. One of the factors that influence job stress is work-family conflict. This study aims to design an intervention that can be reduce job stress on people with work-family conflict. The intervention design created in the form of gratitude training prepared based on the research that has been done before. The study test the correlation between work-family conflict and job stress. Reliability coefficient alpha of job stress scale is 0,765 and work-family conflict scale is 0.930. This preliminary study involving 182 muslim respondents consisting of 118 women and 64 men with age range between 23 years to 60 years. Respondents working at the government service in Yogyakarta spread in 5 places namely the Province of Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo and Gunung Kidul. The results showed that work-family conflict has positive correlation to job stress (p< 0.00), these indicate that if there are has high work-family conflict, the job stress will be high too. Based on 182 muslim respondents, there are 74 people (46 women and 28 men) who showed the job stress and work-family conflict in the range category of moderate to very high. It means that these respondents experienced a work-family conflict and job stress. The design of interventions in the form of gratitude training is compiled based on the cognitive behavioral approach to gratitude exercise, and the concept of gratitude related to optimization cognitive, affective and psychomotor of participants through the introduction turn back of blessings given from Allah. The steps conducted in the training that is (a) identifying the wrong thoughts (deficiencies, weaknesses or regret over the fate), (b) formulate things that support the mind of gratitude, (c) replace wrong thoughts toward thoughts of gratitude, and (d) applying gratitude in the heart, the thoughts, words and actions. The expectation is the design of gratitude training can be used to reduce work stress on people with work-family conflict.
Psikologi al-Fatihah: Solusi untuk mencapai kebahagiaan yang sebenarnya Ansyah, Eko Hardi; Hadi, Cholichul
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.175 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i2.43

Abstract

Memahami problematika kehidupan manusia akan tampak dari ekspresi emosi seseorang saat menghadapi situasi yang tidak diinginkannya. Agar seseorang mampu dengan mudah menyelesaikan problematika tersebut, orang itu harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang psikologinya sendiri. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan sistem psikologi manusia berdasarkan kajian tentang surat Al-Fatihah dengan kajian literatur. Kajian ini dilakukan dengan melakukan perbandingan kajian tafsir Al-Fatihah dengan choice theory dari William Glasser. Hasilnya menunjukkan bahwa Al-Fatihah dengan berbagai keistimewaannya mampu menjelaskan tentang psikologi manusia sebagai sebuah sistem yang terdiri dari input, proses, output, dan dampak yang menjelaskan kejiwaan manusia sebagai sebuah sistem psikologi untuk mencapai kebahagiaan yang sebenarnya. Implikasi dari kajian ini akan merombak definisi terkait kesehatan mental maupun gangguan mental serta metode intervensi psikologi khususnya konseling berbasis psikologi Al-Fatihah.
Kejujuran dalam perspektif psikologi Islam: Kajian konsep dan empiris Suud, Fitriah; Subandi, .
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.622 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i2.44

Abstract

Fenomena tentang ketidakjujuran saat ini menjadi hal yang sangat faktual. Dampak dari ketidakjujuran seperti korupsi, kecurangan akademik dan menyebarnya berita hoax dimedia sosial yang meresahkan masyarakat. sementara Islam sangat menekankan kejujuran akan perilaku kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana konsep kejujuran dalam perspektif psikologi Islam melalui kajian konsep dan empiris. Kajian dalam studi ini ditempuh dengan dua acara yaitu, yang pertama dengan kajian literature dan yang kedua kajian empiris. Kajian literature meliputi kajian ayat suci al-Qur’an, Hadits dan pendapat tokoh Islam yang membahas tentang kejujuran. Jalan yang kedua adalah melalui cara empiris dengan melakukan interview terhadap 2 orang guru yang telah berhasil menerapkan pendidikan kejujuran di sekolahnya dan 3 mahasiswa program doktor jurusan Psikologi Pendidikan Islam. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan rancangan grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jujur yang dimaknai oleh subjek penelitian hampir sama dengan apa yang terdapat dalam kajian Islam. Kejujuran merupakan kebenaran yaitu kesesuaian antara ucapan, perbuatan, perasaan dengan kenyataan sebenarnya. Islam mewajibkan prilaku jujur tentu karena ada sebab yaitu akan membawa manusia pada kebaikan. Orang yang jujur adalah mereka yang memiliki jiwa pahlawan dan berani menerima kenyataan serta kejujuran dapat meningkatkan ketenangan, dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun secara psikis.
Kedisiplinan siswa-siswi SMA ditinjau dari perilaku shalat wajib lima waktu Widi, Eggy Nararya Narendra; Saraswati, Putri; Dayakisni, Tri
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.481 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i2.45

Abstract

Sekolah membuat tata tertib guna menjamin keberhasilan pendidikan, sedangkan kedisiplinan merupakan hal yang penting dalam mentaati tata tertib, akan tetapi tidak dapat dipungkiri masih banyak permasalahan yang muncul terkait dengan kedisiplinan. Kedisiplinan adalah sikap dan perilaku siswa yang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di kelompok sekolah. Salah satu prediktor individu mempunyai kedisiplinan adalah disiplin shalat wajib lima waktu, karena individu yang disiplin shalat wajib akan mampu terbiasa berperilaku disiplin, mengatur waktu, dan mampu memunculkan perilaku yang baik karena dengan shalat individu tersebut senantiasa mengingat larangan dan perintah Allah SWT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan disiplin shalat wajib lima waktu dengan kedisiplinan siswa SMA. Adapun subjek penelitian berjumlah 207 siswa SMA dengan menggunakan teknik cluster sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan dua skala, yaitu skala disiplin shalat wajib dan skala kedisiplinan. Analisis menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif disiplin shalat wajib terhadap kedisiplinan siswa (r = 0.654, p = 0.000< 0.05).
Makna kematian pada Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Ciamis Jawa Barat Fannaniya, Farisa; Fahmi, Irfan; Supenawinata, Anwar
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.207 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i2.46

Abstract

Pada umumnya setiap individu menghindari bahasan kematian karena terkait dengan adanya konflik psikologis yakni keinginan untuk terus hidup bertentangan dengan kenyataan harus menghadapi kematian sehingga cenderung takut terhadap kematian. Berbeda dengan kelompok Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Ciamis Jawa Barat yang justru berbeda dan cenderung tidak memandang kematian sebagai hal yang menakutkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna kematian jamaah Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Ciamis Jawa-Barat dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek adalah 4 orang dari jamaah dengan beberapa ketentuan tertentu. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi participant. Adapun guideline wawancara berdasarkan aspek-aspek makna kematian personal (personal meaning of death) dari Cicirelli (1998) yang diperluas dengan pemahaman Al-Ghazali (1963) yang terdiri dari death asafterlife, legacy, exitance, motivation, dan makna kematian diantara khauf dan raja’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamaah tarekat Naqsabandiya Khalidiyah Ciamis Jawa Barat memaknakan kematian sebagai suatu jalan untuk memenuhi rasa cinta dan rindunya kepada Allah Swt dimana kematian menuntun subjek kepada kehidupan setelah kematian (afterlife, kematian dimaknai di antara khauf dan raja’, motivation. Faktor-faktor yang mempengaruhi makna kematian pada subjek yaitu religiusitas, usia, pengalaman yang berkaitan dengan kematian.
Resiliensi mahasiswa ditinjau dari pemaafan dan sifat kepribadian agreeableness Saputro, Iswan; Nashori, Fuad
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.063 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i2.47

Abstract

College students report experiencing psychological distress and interpersonal problem. Resilience as a protective factor required to help students reduce the negative effects of psychological distress and promote adaptation. The study aimed to identify the relationship between resilience, forgiveness, and agreeableness among college student. The number of subjectin this study were 211 college students agedbetween 17 to 23 years. Data collection method was conducted using Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) (Cronbach’s alpha= 0,89) developed by Connor and Davidson (2003), forgiveness scale (Cronbach’s alpha= 0,935) and agreeableness scale (Cronbach’s alpha= 0,743) developed by Nashori (2017). The data analysis used multiple linear regression tests. Results showed that there was a significant correlation toward the university student resilience in terms of forgiveness and agreeableness (p= 0,000; F= 13,319), a significant positive correlation between resilience with forgiveness (p= 0,003; r= 0,201) and also with agreeableness (p= 0,000; r= 0,326).
The role of religiousity: Keikutsertaan dalam pembinaan keislaman mahasiswa dan implikasinya terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa tahun pertama Raudatussalamah, .; Susanti, Reni
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.589 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i2.48

Abstract

Tahun pertama di perguruan tinggi merupakan masa adaptasi dan transisi yang menantang mahasiswa baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Tantangan ini mempengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa dan menjadi sumber permasalahan yang lebih serius. Seperti ketidakmampuan meregulasi diri yang berdampak pada pencapaian prestasi akademik serta perilaku maladjustment yang tidak sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. Untuk itu diperlukan suatu usaha yang dapat membantu mahasiswa melewati proses tersebut secara lebih sehat. Salah satunya adalah membekali mahasiswa dengan pengetahuan keislaman dan mendorong mereka untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program pembinaan keislaman diharapkan religiusitas mahasiswa mengalami peningkatan. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengetahui bagaimana peran religiusitas dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa yang mengikuti pembinaan keislaman. Subjek penelitian berjumlah 94 orang mahasiswa psikologi tahun pertama pada TA 2016/2017. Skala kesejahteraan psikologis menggunakan Ryff’s Psychological Well-Being Scale (1995) dengan reliabilitas sebesar 0,876. Sedangkan skala religiusitas disusun berdasarkan teori Fetzer (1999) dan diperoleh reliabilitas skala sebesar 0,942. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh F sebesar 16.980, r = 0.395 (p=0.000), dengan nilai R Square sebesar 0,156. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa religiusitas berpengaruh terhadap kesejahteran psikologis mahasiswa tahun pertama, dengan kontribusi sebesar 15.6%. Program pembinaan keislaman yang komprehensif dan berkelanjutan dapat menunjang religiusitas mahasiswa dan mengembangkan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.

Page 3 of 12 | Total Record : 112