cover
Contact Name
Bahril Hidayat
Contact Email
jurnaljpiapi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaljpiapi@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Psychology and Socio-cultural Sciences. (Dr. Soekiman Wirjosandjojo Building) Universitas Islam Indonesia. Jln. Kaliurang KM 14.5 Sleman, Yogyakarta. Indonesia.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Islam
ISSN : 18581161     EISSN : 25499297     DOI : https://doi.org/10.47399/jpi
Jurnal Psikologi Islam Focus and Scope is integration of Psychology and Islamic values, such as Islamic psychology measuring instruments, Islamic psychology intervention, Study of classical and modern Islamic Psychology, Study of classical and modern Islamic Psychology figures, Muslim community, Islamic spirituality and religiosity, Study of developing Islamic psychology concept from Al-Quran and Hadith, Study of the concept of the moral in psychological development.
Articles 112 Documents
KONVERSI AGAMA: STUDI KASUS PERPINDAHAN AGAMA DARI ISLAM KE KERISTEN LASIMAN, WILLIBRODUS
Jurnal Psikologi Islam Vol. 3 No. 5 (2007): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v3i5.25

Abstract

Penelitian ini mengambil tema tentang “Konversi Agama (Studi Kasus Perpindahan Agama dari Islam ke Kristen)”. Untuk mengingat kualitas tema yang dibahas, maka subyek penelitian yang diambil dari orang yang mempunyai peran sosial yang relatif terpandang di masyarakat. Adapun yang dijadikan subyek penelitian adalah Dra. Hj. SW yang melakukan konversi dari Islam ke kristen, bagaimana peran serta lika-liku kehidupan khususnya kehidupan spiritual) yang dialami subjek yang diteliti. Penelitian ini memaparkan tentang proses konversi dan faktor-faktor terjadinya konversi yang dialami oleh subjek penelitian. Proses koversi agama melewati masa tenang pertama, maa kegelisahan dan masa tenag kedua. Adapun beberapa faktor secara umum dapat mendorong terjadinya koversi agama antara lain : 1) Keluarga; 2) Pengaruh bacaan; 3) Masyarakat; 4) Pendidikan; 5) Psikologi; 6) Konflik; 7) Cinta; 8) Niat. Faktor-faktor ini jugalah yang mendorong subyek penelitian untuk melakukan konversi agama. Dari penelitian ini yang penulis lakukan diperoleh kesimpulan bahwa dari berbagai faktor diatas yang paling mendorong terjadinya kinversi agama dari Islam ke Kristen yang dilakukan oleh Dra. Hj. SW adalah faktor kekecewaan yang mendalam akibat kegagagalan cintanya terhadap seoarang seniman kenamaan Yogyakarta. Kekecewaan ini berubah kegelisahan spiritual yang berahir keguncangan jiwa. Suasana psikologis demikian menimbulkan konflik psiko-spiritual dalam diri Dra. Hj. SW untuk membangun kebali motivasinya hidupnya, ia membaca buku-buku perenungan dan lagu-lagu rohani Kristen. Dalam perkembanganya ia kemudian berkenalan dengan seoarang pemuda Kristen yang bersedia menerima cintanya. Melalui proses kehidupan yang demikian itulah ia kemudian melakukan konversi dari Islam ke Kristen. Kata kuci : konveri, Islam, Kristen
PERKEMBANGAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA MUALLAF: Studi Kualitatif Fenomologis MULYONO, NININ KHLOLIDA; ABIDIN, ZAINAL; SISWATI, SISWATI
Jurnal Psikologi Islam Vol. 3 No. 5 (2007): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v3i5.26

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses dan peranan konversi agama terhadap pencarian identitas diri pada remaja yang melakukan konversi agama Kristen ke Islam atau lazim disebut muallaf. Metode yang digunakan adalah fenomonologi. Sampel terdiri dari empat subjek remaja yang melakukan konversi agama ke Islam. Dua subjek seleumnya beragama Kristen Protestan dan dan dua orang yang lain sebelumnya beragama Katolik. Metode utama yang digunakan dalam pengumpulan adalah depth iinterview, sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi, perkaman interview, catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan baha konversi agama dapat mendorong pencapaian identitas diri (identity achievement) tapi juga berpotensi menimbulkan kebingungan identitas (identity difusion). Hal ini dipengaruhi oleh faktor : penerimaan diri, inisiatif dan motivasi, keterampilan komunikasi, strategi koping dan kehendak bertanggung jawab, tingkat ancaman dan tekanan eksternal, seta dukungan sosial. Peran konstruktif konversi agama dalam pencarian identitas diri remaja antara lain : keberanian membuat komitmen, kematangan emosi, ketatagan, otonomi, kemantapan dalam mengarahkan diri ( self direction) dan munculnya motivasi keberagaman intrinsik. Sedangakan peran dekonstuktif berupa kebingungan dan ragu-ragu dalam mengambil keputusan, takut membuat komitmen, ketergantungan secara emosional terhadap orang lain, menghindari tanggung jawab yang besar. Keputusan muallaf untuk melakukan konversi agama dilatar belakangi oleh motif intelektual, afeksional dan transendenta. Sedangkan faktor yang mempengaruhi keputusan melakukan konversi agama adalah faktor kognitif, psikologis, sosial dan adanya hidayah Tuhan. Kata kunci : Konversi Agama, Muallaf, Pencarian Identitas
PENGETAHAUAN HUKUM PERKAWINAN ISLAM DAN SIKAP TERHADAP PERKAWINAN ANATAR AGAMA PADA MAHASISWA MUSLIM DARSIYANTI, DWI FIFI; NASHORI, FUAD
Jurnal Psikologi Islam Vol. 3 No. 5 (2007): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v3i5.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan hokum perkawinan Islam dengan sikap perkawinan antar agama. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini dalah ada hubungan negative antara pengetahuan hukum perkawian Islam dengan sikap terhadap perkawinan antar agama pada mahasiswa muslim. Semakin tinggi tingkat pengetahuan humum perkawinan Islam maka semakin negative sikap seseorang terhadap perkawaninan antar agama. Subjek Penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Indonesia dari berbagai angkatan dan jurusan, yaitu Hukum Islam, Pendidikan Agama Islam, dan Ekaonomi Islam, S-1, berusia 18-24 tahun dan berjenis kelamin pria atau wanita. Adapun sekala yang digunakan adalah skala pengetahuan Perkawian Hukum Islam yang disusun oleh peneliti yang mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Basyir (2000) dan Ramulyo (2004) dan skala sikap Perkawinan Antar Agama yang disusun oleh peneliti dengan mengacu pada aspek yang dikemukakakan oleh Secord & Backman (Azwar, 2005 dan Walgito, 2002). Metode analisis yang digunakan opada metode ini menggunakan fasilitas SPSS progam 12. Untuk menguji Perkawinan Islam dengan sikap terhadap perkawinan antar agama. Korelasi product moment dari person dengan menunjukan korelasi sebesar r= -0,583 yang artinya ada hubungan yang sangat signifikan anatra pengetahuan hukum Perkawinan Islam dengan sikap perkawinan antar agama. Jadi hipotesis penelitian diterima. Kata Kunci : Pengethauan Hukum Perkaeinan Islam,Sikap terhadap perkawinan antar agama .
KELAPANGDADAAN MAHASISWA-SANTRI DAN MAHASISWA-REGULER NASHORI, FUAD
Jurnal Psikologi Islam Vol. 3 No. 5 (2007): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v3i5.28

Abstract

Intisari Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelapangdadaan antara mahasiswa-santri dan mahasiswa-reguler (non-santri). Hipotesis uamh diajukan adalah ada perbedaan kelapangdadaan antara mahasiswa-santri dan mahasiswa-reguler. Alat ukur yang digunakan adalah skala kelapangdadaan. Subjek penelitian adalah mahasiswa-santri yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan pendidikan agama di Pondok Pesantren UII dan Pondok Pesantren Kyai Ageng Giring Yogyakarta. Mereka berjumlah 20 orang santri. Sementara 89 orang lainnya adalah mahasiswa-reguler yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswa-santri dan mahasiswa-reguler memiliki kelapangdadaan yang tidak berbeda satu dengan yang lainnya. Kata Kunci : kelapangdadaan, mahasiswa-santri, mahasiswa-reguler
Family resilience factors in conflict region Mawarpury, Marty; Naidi Faisal, Naidi
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.455 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.33

Abstract

Aceh is one of provinces in Indonesia exposed to traumatic events such as armed and politic conflict for decades until the Tsunami disaster in 2004. The impact is structural damage to the socio-culturaland society wellbeing. Most studies of the conflict are reviewed from pathological life experience perspective which managed individually, however some studies showed that experience in life may produce positive effect called resilience. Family resilience can occur in various contexts, but in the conflict context are still understudy, especially in Indonesia. The aim of this research was to identify determinant of family reselience in Aceh. The research used qualitative approach with case study method. Depth interview was conducted on three families with elligibility criteria i.e. had violence both personally and family member during conflict period 1998-2005, aged over 25 years, staying together with family and living in North Aceh. The result showed that factors affecting family resilience in conflict region consisted of religiosity, coping flexibility, social support, optimism and family structure. Furthermore, individual resilience in family contributed to family resilience in facing challenges and difficulties due to conflict. Keywords : Family Resilience, Conflict, Aceh
Early literacy stimulation of preschool children using instructional media and prhophet guidance Ruhaena, Lisnawati; Jauharoh, Su’ad; Chusniatun, Chusniatun
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.279 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.34

Abstract

Interaction of mothers and their preschool children could benefit as a stimulation of children’s letter recognition at home. This research is aimed to explore how mothers interact and used learning media in stimulating children’s early literacy skills. Data was collected by observation and interview. There were three dyad mother-children participated in this research, each of them using flash card, story book, and exercise book as learning media to introduce letters. The children were 2-5 years old and they lived in Surakarta. The result showes that during interaction, mothers gave scaffolding to their children and encouraged children to learn. While learning media supported the stimulating interaction and children early literacy skills. However children were still moody in responding to early literacy stimulation. How the findings are compared to Prophet Muhammad suggestion in children education were discussed. In conclusion, all of participants applied the interaction pattern from the Prophet Guidance and stimulated by their own in different ways. Keywords: mother- child interaction, the introduction of literacy, learning media.
Parenthood preparedness in young muslim families Septyaninda, Taqwa Hasma; Kumaidi, Kumaidi
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.336 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.35

Abstract

The purpose of this research is to describe important points of parenthood preparedness in Muslim young families. Data were collected through qualitative methods and involve two Muslim young families to interview. Results show that the important points toward parenthood preparedness are selective in choosing a partner, looking for information from various sources, self improvement, and learn from their parents. These important points is being influenced by socioeconomic aspect, psychologycal characteristic, intelectual, and motivation. Keywords: Preparedness, Parenthood Preparedness, Muslim Young Families
Religious coping among wives whose husband had extramarital affairs Makarim, Zahira Rahmatika; Filsuf T, Muhammad Novvaliant
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.11 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.36

Abstract

This study aims to explore the dynamic of religious coping on the wives whose husband had extramarital affair. Religious coping is also taught by Islam. Every muslim is commanded to be patient in dealing with every problem. This verse is commanded ery problem. This command is genai orang tua. ng menyin Al-Qur’an surah Al-baqarah:155 that said “we test you with danger, hungry and losing something that precious to you like life and fruits; then give good news for them who always patient”. Respondents in this research are two wives as victims of extramarital affair by their husbands. They engaged in religious coping to cope with their situation. Researcher use qualitative method with phenomenology design. Data were collected by interview. The content of the interview guideline constructed based on Pargament’s questionnare of religious coping. The data was classifying into categories and sub-categories. The result showed that using negative religious coping in respondent N withdrawn her from God and caused her to focus on negative emotion. Meanwhile, using positive religious coping in respondent N and F created positive emotion where both respondent succeed to conquer and take benevolent from the problem. In conclusion, religious coping (especially positive religious coping) helps respondents to have control over theirselves. Before the used of this coping, respondents tend to used emotion focus to control their feeling then manifested in negative behavior. Religiousity need to be developed by doing more religious activities to increase positive religious coping. In the other hand, respondents have to learn forgiving and stop blaming theirselves which might make them involved more in their negative emotion. Key words : Extramarital affair , Religious coping
THE ROLE OF EMPATHY ON BEHAVIORAL AND EMOTIONAL STRENGHT AMONG ISLAMIC PRESCHOOLERS: PARENTS AS RESPONDENTS Rizkyanti, Charyna Ayu
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.496 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.37

Abstract

Preschool age is a special time where children develop their ability in controlling emotion and behavior. Empathy is one of the most important virtues encouraged in Islam, which helping the children to manage themselves. This basic human capacity could be identified in a very early age. However, many environmental factors may diminish the children’s empathy that actually is still flourishing. This research investigated the effect of the empathy on the emotional-behavioral strength among preschool children in Islamic Kindergarten, Jakarta, through parents’ reports. There were 107 out of 150 parents completed two types of questionnaires. The Empathy Questionnaire (EmQue) measures three aspects in young children: (a) emotion contagion, (b) attention to other’s feelings, and (c) prosocial actions; while PreBers Scale assessed the Emotional and Behavioral strength by four facets (a) emotional regulation, (b) school readiness, (c) social confidence, and (d) family involvement. The result indicated that empathy has significant effects on behavioral and emotional strength among preschoolers. Based on this finding, parents should nurture their child’s empathy to help them see from the point of views of others.
VALIDASI ISLAMIC POSITIVE THINKING SCALE (IPTS) BERBASIS KRITERIA EKSTERNAL Gusniarti, Uly; Wibisono, Susilo; Nurtjahjo, Fani Eka
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.491 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i1.38

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi validitas instrumen pengukuran berpikir positif yang didasarkan pada nilai-nilai Islam. Konsep berpikir positif tersebut dikembangkan berbasis pada konsep husnudzan sebagai bentuk prasangka positif dalam ajaran Islam. Tiga komponen yang dikembangkan dalam instrumen ini meliputi berpikir positif pada Allah, berpikir positif pada berbagai peristiwa dan berpikir positif pada sesama manusia. Validasi dilakukan dengan menggunakan kriteria eksternal. Beberapa variabel yang dijadikan sebagai acuan dalam penelitian ini antara lain kepuasan hidup, perasaan positif, perasaan negatif, dan religiositas. Data diambil dari kelompok mahasiswa Muslim yang berjumlah 216 mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara instrumen husnudzan yang dikembangkan dan instrumen husnudzan yang dibuat oleh Rusydi (2012) dengan r=0,253; kepuasan hidup (r=0,147). Sedangkan hipotesis ada korelasi antara instrumen husnudzan yang dikembangkan dengan perasaan positif dan negatif serta religiositas dan self-esteem tidak terbukti. Korelasi instrumen Islamic positive thinking dengan instrumen kepatutan sosial menunjukkan skor sebesar -0,328 dengan p sebesar 0,00. Kata Kunci: husnudzan, kriteria eksternal, validitas.

Page 2 of 12 | Total Record : 112