cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,284 Documents
Peranan Sains Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Dan Perkembangan Masyarakat Modern: Tinjauan Sistematis Literatur: Peranan Sains Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Dan Perkembangan Masyarakat Modern: Tinjauan Sistematis Literatur Agni Pratiwi; Tsamratul Wahdaniyah; Valent Dwi N.P.; Winda Naila H.; Habibah Khusna Baihaqi; I Ketut Mahardika; Kendid Mahmudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9699

Abstract

ains memiliki peranan yang sangat penting dalam mendorong kemajuan peradaban dan membentuk masyarakat modern. Melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, berbagai temuan dan inovasi dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa bidang, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pertanian. Perkembangan sains tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan hidup, tetapi juga mendorong terbentuknya pola pikir yang kritis, logis, dan terbuka terhadap perubahan. Selain itu, kemajuan sains membantu menciptakan masyarakat yang lebih kompeten dan berdaya saing melalui penguatan literasi serta kemampuan berpikir ilmiah. Artikel ini bermaksud membahas peranan sains terhadap peningkatan kualitas hidup dalam perkembangan masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya peranan sains dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi. Dengan demikian, sains menjadi landasan utama dalam membangun masyarakat modern yang cerdas, kreatif, dan beroirentasi pada kemajuan berkelanjutan.
Matematika Sebagai Sarana Berpikir Deduktif: Tinjauan Sistematis Literatur: Systematic Literature Review: The Effectiveness of Vitamin A Supplementation in Reducing the Risk of Pneumonia in Toddlers Ailun Febriyanari; Alya Ramadhani Azzahro; Dian Rivelinda Yunita; Habibah Khusna Baihaqi; I Ketut Mahardika; Kendid Mahmudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9700

Abstract

Penalaran deduktif adalah ciri fundamental dalam matematika, di mana kebenaran suatu kesimpulan diperoleh secara logis dari premis-premis yang telah diterima kebenarannya. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis peran dan kedudukan matematika sebagai sarana utama untuk mengembangkan kemampuan berpikir deduktif. Metode yang digunakan adalah Studi Literatur Sistematis (SLS) yang melibatkan analisis, sintesis, dan interpretasi temuan dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa struktur aksiomatik matematika, yang melibatkan definisi, postulat, dan teorema, secara inheren memfasilitasi pengembangan keterampilan deduktif, seperti menarik kesimpulan logis, melakukan pembuktian matematis, dan menguji konsistensi argumen. Pembahasan lebih lanjut akan mencakup tantangan dan implikasi pedagogis dalam memanfaatkan matematika untuk melatih penalaran deduktif di berbagai jenjang pendidikan. Kesimpulan dari studi ini menegaskan kembali posisi sentral matematika dalam melatih pola pikir deduktif, yang esensial tidak hanya untuk disiplin ilmu itu sendiri, tetapi juga untuk aplikasi dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari dan ilmu pengetahuan lainnya.
Hubungan antara Pengetahuan dengan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberculosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah: The Relationship between Knowledge and Treatment Adherence in Pulmonary Tuberculosis Patients in the Sangurara Community Health Center, Palu City, Central Sulawesi Province Arifuddin; I Wayan Supetran; Amir; Supirno
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9701

Abstract

Pengetahuan masyarakat yang mengidap penyakit Tuberculosis Paru di Puskesmas Sangurara mempunyai pengetahuan kurang baik dikarenakan sebagian masyarakat tidak paham cara penanganan yang efektif terkait tuberculosis paru serta karena kurang mampu menerima informasi yang diberikan serta motivasi untuk mencari liputan mengenai kesehatan. Selain itu, sebagian besar masyarakatnya tidak patuh dalam pengobatan serta ada yang putus berobat dikarenakan efek samping obat OAT. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien Tubreculosis paru di wilayah kerja Puskesmas sangurara. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari populasi sebanyak 62 orang pasien yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Sangurara, yang semua dijadikan sampel penelitian (Sampel Jenuh). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru yang menerima pengobatan. Analisis uji Chi-square terhadap hubungan ini menghasilkan nilai p = 0,003 < 0,05, yang menunjukkan bahwa Ha diterima. Kesimpulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberculosis paru di Wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Saran dari penelitian ini Diharapkan lebih banyak peneliti yang meneliti unsur- unsur tambahan, seperti motivasi dan perspektif, edukasi melalui media leaflet, dan dukungan keluarga, yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis paru.
Empat Pilar Kualitas Hidup Penderita Diabetes Militus Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu Propinsi Sulawesi Tengah: Four Pillars of Quality of Life for Diabetes Mellitus Patients at Undata Regional General Hospital, Palu, Central Sulawesi Province Yulianus Sudarman; Amyadin; Lenny; Rina Tampake; Selvi Alfrida Mangundap
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9702

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat defek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Insulin, yang dihasilkan oleh pankreas, berperan penting dalam memasukkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Penderita diabetes mengalami kesulitan dalam menyerap glukosa, yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) dan kerusakan jaringan seiring waktu. Penatalaksanaan diabetes melitus melibatkan empat pilar penting: edukasi, terapi nutrisi, aktivitas fisik, dan farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh empat pilar terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II di RSUD Undata Palu. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, dengan sampel 67 responden penderita diabetes melitus tipe II yang dirawat inap di RSUD Undata Palu, diambil melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara edukasi (p value = 0,028), terapi nutrisi (p value = 0,008), aktivitas fisik (p value = 0,022), dan farmakologi (p value = 0,007) dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara empat pilar tersebut dan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman bagi peneliti lain dalam menerapkan riset terkait diabetes melitus dan empat pilar penatalaksanaannya
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Tenga Tahun 2025: Analysis of Outpatient Satisfaction Levels Regarding the Quality of Pharmaceutical Services at the TengaTahun Community Health Center in 2025 Miranda G Wurangian; Prycilia Pingkan Mamuaja; Lucyana Leonita Pongoh
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9703

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tenga tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Insrumen penelitian menggunakan kuesioner yang mengacu pada lima dimensi kualitas pelayanan menurut teori Servqual yaitu (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (75%) pasien merasa puas, (21%) sangat puas dan (4%) cukup puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan di Puskesmas Tenga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan kefarmasian berada pada kategori baik dan memberikan tingkat kepuasan yang tinggi kepada pasien rawat jalan.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Di Puskesmas Matani Kota Tomohon Menggunakan Metode Hot-Fit: Evaluation of the Community Health Center Management Information System at the Matani Community Health Center in Tomohon City Using the Hot-Fit Method Desidaria Uta Napa; Christian Bertom Pajung; Fuad Hilmi Sudasman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9704

Abstract

Dalam rangka transformasi kesehatan nasional, Kementrian Kesehatan telah menggagas enam pilar transformasi, salah satunya adalah transformasi teknologi kesehatan yang menekankan digitalisasi sistem pelayanan kesehatan. Namun, implementasi SIMPUS seringkali menghadapi kendala yang berkaitan dengan sumber daya manusia, dukungan organisasi, dan keterbatasan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan SIMPUS di Puskesmas Matani Kota Tomohon dengan menggunakan metode Human, Organization, Technology-Fit (HOT-Fit) sehingga dapat diketahui faktor pendukung dan hambatan dalam implementasinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari penanggungjawab simpus, kepala puskesmas, petugas klaster II, IV, V dan kepala tata usaha. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek human, pengguna SIMPUS masih mengalami kendala dalam pemahaman teknis sehingga dibutuhkan pelatihan lanjutan. Dari aspek organization, pihak manajemen puskesmas mendukung penggunaan SIMPUS, tetapi belum optimal dalam penyediaan tenaga ahli IT dan pelatihan berkelanjutan. Dari aspek technology, SIMPUS telah membantu mempercepat proses pencatatan, pelaporan, dan penyimpanan data, tetapi masih terkendala jaringan internet yang tidak stabil. Sedangkan aspek Net Benefit, SIMPUS terbukti meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi beban administrasi manual serta memberikan manfaat sosial. Diperlukan peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, penambahan tenaga teknis IT, perbaikan infrastruktur jaringan, serta komitmen manajerial yang lebih konsisten agar SIMPUS dapat berfungsi optimal.
Pengaruh Risiko Likuiditas, Risiko Kredit Dan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Industri Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia : The Effect Of Liquidity Risk, Credit Risk, And Good Corporate Governance On Financial Performance In The Banking Industry Listed On The Indonesia Stock Exchange Fatmawati; Juliana Kadang; Munawarah; Erwan Sastrawan Farid
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan yang terdiri dari Risiko Likuiditas, Risiko Kredit, Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023 dengan jumlah sampel sebanyak 29 industri perbankan. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknok analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda yang diolah dengan menggunakan bantuan softeware SPSS ver 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keuangan yang terdiri Loan To Deposito Ratio (LDR), Non-Peforming Loan (NPL) dan Komite Audit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Loan To Depostio (LDR) secara parsial memiliki nilai koefisien negatif tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, Non-Peforming Loan (NPL) secara parsial memiliki nilai koefisien negatif signifikan terhadap kinerja keuangan, dan Komite Audit secara parsial memiliki nilai koefisien positif signifikan terhadap kinerja keuangan
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Matani Kota Tomohon : Overview of Stunting Incidents in Toddlers at the Matani Community Health Center, Tomohon City Marsinondang Butarbutar; Deviana Pratiwi Munthe; Andi Pramesti Ningsih; Bintang Sri Rezeki Panjaitan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9706

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon serta faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 100 balita. Data diperoleh melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan telaah buku KIA, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 35%. Beberapa faktor yang cenderung berhubungan dengan kejadian tidak stunting adalah: pendidikan ibu tamat SMA (41%), pekerjaan ibu yang tidak bekerja (55%), jumlah anggota keluarga lebih dari 4 orang (38%), dan pendapatan keluarga tinggi (43%). Sementara itu, balita dengan berat lahir normal lebih banyak tidak stunting (58%), riwayat infeksi yang tidak ada lebih banyak tidak stunting (40%), pemberian MPASI yang normal (tepat waktu) lebih banyak tidak stunting (49%), serta imunisasi lengkap lebih banyak tidak stunting (54%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian stunting di wilayah Puskesmas Matani masih tinggi dan dipengaruhi oleh karakteristik ibu, keluarga, gizi, dan kesehatan balita. Disarankan peningkatan edukasi gizi dan pola asuh melalui posyandu, intervensi gizi sensitif dari pemerintah, serta peran aktif keluarga dalam pemenuhan gizi dan pencegahan penyakit.
Tinjauan Wanprestasi Dalam Perjanjian Simpan Pinjam Pada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sebagai Perwujudan Desa Mandiri: Review of Default in Savings and Loan Agreements in Village-Owned Enterprises (BUMDes) as a Manifestation of Independent Villages Milawartati T Ruslan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9707

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada permasalahan tentang penyebab terjadinya wanprestasi dalam perjanjian simpan pinjam yang terjadi di Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)?, dan bagaimanakah upaya untuk mengatasi wanprestasi dalam perjanjian simpan pinjam pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ?. Adapun tujuan untuk Mengetahui penyebab terjadinya wanprestasi dalam perjanjian simpan pinjam pada badan usaha milik desa (BUMDes) Desa dan untuk mengetahui upaya pencegahan agar wanprestasi tidak terjadi dalam perjanjian simpan pinjam pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan Undang-Undang (Statute Approucht), dan pendekatan konseptual (Conseptual Approucht). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penyebab terjadinya wanprestasi dalam perjanjian simpan pinjam adalah faktor ekonomi, iklim, faktor kesengajaan sehingga dapat mempengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya, adapun upaya untuk mengatasi terjadinya wanprestasi pada perrjanjian simpan pinjam yaitu dengan melakukan pendekatan persuasif dan pendekatan refresif. Dan disarankan agar BUMDes memperkuat perjanjian tertulis, serta meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada debitur agar resiko wanprestasi dapat diminimalkan.
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kabupaten Morowali: The Influence Of Organizational Culture And Competence On Employee Performance At The Trade And Industry Office Of Morowali Regency Hasnindar Ayuningtias; Yoberth Kornelius; Niluh Putu Evvy Rossanty; Nur Riski Islianty
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pengaruh budaya organisasi dan kompetensi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Morowali, 2) Pengaruh budaya organisasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Morowali, 3) Pengaruh kompetensi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Morowali. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 43 Responden. Metode Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Budaya organisasi dan kompetensi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Morowali, 2) Budaya organisasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Morowali, 3) Kompetensi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Morowali.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue