cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,284 Documents
Gambaran Pengobatan Tuberkulosis Pada Pasien Tb Di Puskesmas Dungingi Tahun 2024: Overview of Tuberculosis Treatment Among TB Patients at Dungingi Public Health Center in 2024 Sinta Kurniasih; Ilham Saputra Abas; Sri Mulyani Lapananda; Istiqomah Halada; Artika D. Pasambuna; Zuhriana K. Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9671

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan beban penyakit yang tinggi. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien, ketepatan regimen obat, serta pencegahan resistensi obat, terutama di tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengobatan tuberkulosis pada pasien TB di Puskesmas Dungingi tahun 2024, meliputi kepatuhan berobat, jenis obat yang digunakan, dan resistensi obat. Penelitian menggunakan desain observasional retrospektif dengan data sekunder rekam medis, melibatkan 84 pasien melalui total sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia ?50 tahun (34,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (53,6%). Hasil akhir pengobatan menunjukkan 61,9% pasien sembuh dan 21,4% menyelesaikan pengobatan, sedangkan 7,1% mengalami putus obat. Sebanyak 92,9% pasien menggunakan OAT Kategori 1 dan seluruh hasil Tes Cepat Molekuler menunjukkan sensitivitas terhadap rifampisin. Kesimpulannya, pengobatan TB di Puskesmas Dungingi tahun 2024 berjalan baik sesuai pedoman dan mendukung keberhasilan pengendalian TB.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Kedokteran Di Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha Tahun 2025: The Relationship Between Sleep Quality and Learning Concentration Among Medical Students at the Faculty of Medicine, Ganesha University of Education, in 2025. Komang Harum Barlianty Suari; I Made Kusuma Wijaya; Ni Luh Putu Pranena Sastri
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9672

Abstract

Mahasiswa kedokteran memiliki beban akademik yang tinggi sehingga rentan mengalami gangguan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada fungsi kognitif, khususnya konsentrasi belajar, yang merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 145 mahasiswa kedokteran angkatan 2022, 2023, dan 2024 yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan konsentrasi belajar diukur menggunakan kuesioner konsentrasi belajar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai dengan distribusi data, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kualitas tidur yang kurang baik dan tingkat konsentrasi belajar yang bervariasi. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha tahun 2025 (p < 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa kedokteran. Mahasiswa dengan kualitas tidur yang lebih baik cenderung memiliki konsentrasi belajar yang lebih optimal.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Minat Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi Melalui Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Tadulako: The Effect Of Emotional Intelligence And Learning Interest On Accounting Understanding Through Learning Motivation In Accounting Students At Tadulako University Fitriani; Asti Irawati; Apolonia Emrianti Meo; Erwinsyah; Andi Mattulada Amir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap pemahaman akuntansi di kalangan mahasiswa Akuntansi di Universitas Tadulako, dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data primer dari 70 partisipan melalui kuesioner. Prosedur analisis meliputi uji validitas dan reliabilitas, penilaian asumsi klasik, regresi berganda, dan uji Sobel untuk mengeksplorasi efek mediasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional tidak secara signifikan mempengaruhi pemahaman akuntansi, sedangkan minat belajar memiliki dampak positif dan signifikan. Bersama-sama, kecerdasan emosional dan minat belajar secara signifikan menjelaskan pemahaman akuntansi dengan R² yang disesuaikan sebesar 42,7%. Selain itu, motivasi belajar tidak memediasi hubungan antara kecerdasan emosional atau minat belajar dan pemahaman akuntansi. Hasil penelitian menekankan bahwa minat belajar memainkan peran yang lebih penting daripada kecerdasan emosional dalam meningkatkan pengetahuan akuntansi.
Tinjauan Literatur : Hubungan Hipertensi Dengan Kejadian Stroke Iskemik: Literature Review: The Relationship Between Hypertension and the Incidence of Ischemic Stroke I Nyoman Dino Adhi Pradnya; Nyoman Intan Permatahati Wiguna; I Putu Adi Wibowo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9678

Abstract

Hipertensi merupakan silent killer dan faktor risiko utama stroke iskemik yang mendominasi kasus stroke global. Patofisiologinya melibatkan aterosklerosis dan disfungsi endotel yang memicu penyumbatan aliran darah otak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hipertensi dengan kejadian stroke iskemik melalui metode literature review. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar dan PubMed dengan rentang tahun 2015–2025. Tujuh artikel dengan desain cross-sectional dan case-control dianalisis. Mayoritas studi mengonfirmasi hubungan signifikan antara hipertensi dan stroke iskemik. Ditemukan nilai Odds Ratio (OR) berkisar antara 3,0 hingga 129,0, mengindikasikan pasien hipertensi memiliki risiko jauh lebih tinggi dibandingkan individu normotensi. Peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik terbukti berkontribusi signifikan terhadap kerusakan vaskular otak, meskipun terdapat satu studi yang menunjukkan hasil tidak signifikan. Hipertensi terbukti konsisten sebagai prediktor kuat kejadian stroke iskemik, sehingga pengendalian tekanan darah menjadi strategi pencegahan yang krusial
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian Gizi Seimbang Dengan Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita: The Relationship Of Mother Level Knowledge Providing Balanced Nutrition With Stunting Prevention Efforts In Toddlers Ni Komang Ari Pebri Santi; Ni Wayan Trisnadewi; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9683

Abstract

Stunting termasuk masalah nutrisi kronis yang dialami oleh balita di Indonesia, penyebabnya yaitu rendahnya pengetahuan ibu terkait pemberian gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian gizi seimbang dengan upaya pencegahan stunting pada balita. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelasional dengan metode cross sectional pada 85 ibu dengan anak berusia 0-5 tahun di Posyandu Desa Singakerta, yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling. Kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data telah terstandar dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas selanjutnya proses analisis digunakan untuk uji Rank Spearman dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berada pada tingkat pengetahuan baik (92,9%), dan upaya pencegahan stunting baik (67,1%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan sangat signifikan diantara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan upaya pencegahan stunting (p-value = 0,001 < 0,05; r = 0,347). Temuan ini menyatakan bahwa tingkat pengetahuan ibu memiliki peranan untuk mendukung proses pencegahan stunting terhadap balita, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan yang berkelanjutan oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas.
Strategi Group Discussion untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Santri Pondok Pesantren: Group Discussion Strategies to Enhance the Critical Thinking Skills of Islamic Boarding School Students Devi Rahma Islami; Faatimatuzzahro; Ainnaya Faatihah; Tsaniatus Soraya
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9685

Abstract

Pondok pesantren memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis santri, khususnya melalui pembelajaran fikih ibadah. Namun, pola pembelajaran yang masih dominan bersifat satu arah sering kali membuat santri pasif dan kurang analitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi group discussion dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Sumber data meliputi kitab fikih ibadah yang umum digunakan di pesantren serta buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan diskusi kelompok dan berpikir kritis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui pengkajian konsep, indikator berpikir kritis, serta hubungan antara strategi group discussion dan pembelajaran fikih. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi group discussion mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, dialogis, dan partisipatif. Diskusi kelompok melatih santri menganalisis dalil, membandingkan pendapat ulama, menyusun argumen, dan menarik kesimpulan secara rasional. Dengan demikian, strategi ini efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memperkuat karakter ilmiah santri.
The Relationship Between Body Mass Index and Pain Severity in Patients with Knee Osteoarthritis at Buleleng Regional General Hospital (RSUD Buleleng): Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Derajat Nyeri Pada Pasien Osteoarthritis Genu Di Rsud Buleleng I Komang Trio Cahyadi; Putu Adi Suputra; Made Budiawan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9686

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a prevalent joint disease marked by morning stiffness, crepitus, and pain during movement, and it represents a major cause of disability among older adults worldwide. Body mass index (BMI) has been identified as an important factor associated with pain severity in patients with knee osteoarthritis. This study aimed to examine the relationship between body mass index and pain intensity in individuals with knee osteoarthritis. A cross-sectional study design was employed involving 50 participants who fulfilled the inclusion and exclusion criteria, consisting of 22 men and 28 women. Body mass index was assessed using standardized measurements of body weight and height, while pain intensity was evaluated using the Numeric Rating Scale (NRS). The association between BMI and pain severity was analyzed using Spearman’s rank correlation test. The findings demonstrated a statistically significant positive correlation between body mass index and pain intensity in patients with knee osteoarthritis, with a moderately strong correlation (p < 0.001; r = 0.549).
Studi Literatur Peran Penjadwalan Jangka Pendek dalam Meningkatkan Efisiensi Operasional Perusahaan: Literature Study on the Role of Short-Term Scheduling in Improving Company Operational Efficiency Aisha Zahira Khairunnisa; Alia Marlianis; Rahma Zikry Mulyati; Revalina Fitri; Safira
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9693

Abstract

Penjadwalan adalah elemen penting dalam operasi perusahaan karena berfungsi untuk memastikan kelancaran kegiatan, mengoptimalkan efisiensi, dan mengurangi risiko keterlambatan serta pemborosan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep serta tantangan penjadwalan jangka pendek dalam sistem operasional, terutama di fasilitas yang berfokus pada proses. Metodologi yang diterapkan adalah penelitian literatur dengan mengevaluasi berbagai jurnal nasional dan buku rujukan yang relevan. Fokus analisis terletak pada penentuan masalah penjadwalan, pengaturan dan pengurutan tugas, serta penerapan penjadwalan dengan kapasitas terbatas. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penjadwalan jangka pendek memiliki peran krusial dalam menangani keterbatasan kapasitas, memenuhi batas waktu pelanggan, serta mengurangi biaya operasional. Pelaksanaan teknik pengaturan tugas, aturan prioritas, dan sistem penjadwalan dengan kapasitas terbatas (Finite Capacity Scheduling/FCS) dapat meningkatkan fleksibilitas dan respons sistem terhadap perubahan dalam lingkungan operasional yang tidak tetap. Dengan demikian, penjadwalan jangka pendek yang dirancang secara sistematis dapat membantu perusahaan mencapai tujuan operasional dengan cara yang efektif dan efisien.
Perlindungan Hukum Karyawan Notaris Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) Pada Kantor Notaris & PPAT Daud Widya Pranata Septiadi, S.H., M.Kn : Legal Protection for Notary Employees with Fixed-Term Employment Agreements (PKWT) at the Office of Notary & PPAT Daud Widya Pranata Septiadi, S.H., M.Kn Ilham Jurisq; Uswatun Hasanah; Marlinah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada Kantor Notaris & PPAT Daud Widya Pranata Septiadi, S.H., M.Kn di Kota Bengkulu serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal yang memadukan data primer melalui wawancara dengan pemberi kerja dan karyawan PKWT, serta data sekunder dari literatur ketenagakerjaan, peraturan perundang-undangan, dan sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum terhadap karyawan PKWT telah berjalan cukup baik, khususnya dalam pemenuhan hak normatif seperti upah sesuai UMP, waktu kerja, cuti, dan pemberian beberapa tunjangan non-upah. Namun, perlindungan masih belum optimal pada aspek jaminan sosial tenaga kerja, di mana sebagian karyawan belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana diwajibkan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011. Hambatan implementasi perlindungan hukum berasal dari faktor internal seperti kurangnya kesadaran pemberi kerja dan rendahnya pemahaman pekerja mengenai hak-hak ketenagakerjaan, serta faktor eksternal berupa minimnya pengawasan ketenagakerjaan dan lemahnya penegakan sanksi terhadap pelanggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi perlindungan hukum terhadap karyawan PKWT perlu diperkuat melalui peningkatan kepatuhan pemberi kerja, peningkatan pengetahuan pekerja, serta efektivitas pengawasan pemerintah.
Perlindungan Hak Terkait Pencipta/Pemegang Hak Cipta Lagu Di Kota Bengkulu : Protection Of Rights Related To Creators/Copyright Holders Of Song In Bengkulu City Diona Joy Fitria; Ashibly; Andri Zulpan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9698

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perlindungan hukum hak terkait pencipta/pemegang hak cipta lagu di Kota Bengkulu, khususnya dalam bidang performing rights atau pengumuman karya secara publik. Lagu dan/atau musik sebagai bagian dari hak cipta memiliki perlindungan hukum yang bersifat eksklusif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Namun dalam praktiknya, masih banyak pelanggaran yang terjadi, terutama yang memanfaatkan lagu tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan socio-legal, serta pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perlindungan dilakukan secara preventif melalui pencatatan ciptaan dan keanggotaan dalam Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), serta secara represif melalui penagihan royalti, mediasi, hingga gugatan hukum. Hambatan utama dalam pelaksanaan perlindungan tersebut meliputi rendahnya kesadaran hukum pencipta, belum dilakukannya pendaftaran ciptaan, serta minimnya informasi terkait hak-hak hukum yang dimiliki oleh pencipta. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan penguatan kelembagaan untuk meningkatkan efektivitas perlindungan hukum terhadap hak cipta lagu di wilayah Kota Bengkulu.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue