cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Nilai sun protection factor anggur laut segar dengan metode dan jenis pelarut ekstraksi yang berbeda: SPF Value of Fresh Sea Grape Extract from Different Solvent and Method of Extraction Ayun Erwina Arifianti; Rizky Clarinta Putri; Salsabiela Haz Ekaputri; Wanda Nisrina Aqilah; Effionora Anwar
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.416 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30692

Abstract

Kanker kulit melanoma merupakan satu dari sembilan belas kanker yang sering terjadi di seluruh dunia. Kebutuhan akan adanya alternatif zat aktif tabir surya menjadi sangat penting terutama dari bahan alam laut yaitu anggur laut (Caulerpa sp.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai SPF ekstrak cair anggur laut segar dengan metode ekstraksi yang berbeda. Metode ekstraksi dilakukan dengan dua cara yaitu maserasi dan microwave-assisted extraction (MAE) masing-masing dengan tiga jenis pelarut (etanol, air, dan etanol-air 1:1). Ekstrak cair yang dihasilkan diukur pH dan ditentukan nilai SPF secara invitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Ekstrak cair anggur laut segar dengan nilai SPF in vitro tertinggi kemudian dianalisis aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Ekstrak cair yang dihasilkan berbau amis, dan berwarna hijau dengan intensitas warna yang berbeda. Interaksi antara perlakuan metode ekstraksi dan jenis pelarut menunjukkan perbedaan signifikan terhadap nilai pH ekstrak cair anggur laut segar. Nilai SPF dari ekstrak maserasi etanol, air, dan etanol-air berturut-turut 0,583; 3,099; 2,911 sedangkan ekstrakMAE 3,807; 5,555; 4,979. Metode MAE menunjukkan nilai SPF in vitro yang lebih tinggi secara signifikan daripada maserasi tanpa melihat perbedaan pelarut.Hasil persentase penghambatan DPPH dari ekstrak MAE dengan pelarut etanol, air, dan etanol-air pada konsentrasi 106 mg/mL berturut-turut 33,85%; 22,99%; 17,44%. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol dengan metode ekstraksi MAE lebih tinggi daripada ekstrak dengan pelarut lainnya namun tidak lebih tinggi dibandingkan dengan asam askorbat sebagai pembanding.
Ekstraksi dry rendering dan karakterisasi minyak ikan patin (Pangasius sp.) hasil samping industri filet di lampung: Extraction with Dry Rendering Method and Characterization of Fish Oil by-Product of Pangasius Fillet Industries In Lampung Sugeng Heri Suseno; Ahmad Khoirudin Rizkon; Agoes Mardiono Jacoeb; Nurjanah Nurjanah; Pipin Supinah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.395 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30722

Abstract

Produksi minyak ikan di Indonesia memiliki kualitas rendah dan hanya dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak. Tingginya suhu dan lamanya ekstraksi memicu pembentukan radikal bebas dan oksidasi pada minyak sehingga memengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan. Perbaikan proses ekstraksi mampu menghasilkan minyak ikan dengan kualitas baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan suhu dan waktu ekstraksi untuk menghasilkan minyak ikan sesuai standar IFOS dengan metode dry rendering. Ekstraksi dilakukan pada suhu 50, 60, 70oC dan waktu 1, 2, 3 jam dengan metode dry rendering. Hasil ekstraksi terbaik yaitu pada suhu 50oC, 2 jam dan selanjutnya dilakukan pemurnian dengan proses bleaching menggunakan magnesol XL. Minyak ikan yang dihasilkan memiliki asam lemak bebas 0,08±0,03%, p-anisidin 1,92±0,63 mEq kg-1, total oksidasi 7,48±0,23 mEq kg-1 dan bilangan peroksida 2,70±0,20 mEq/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan memenuhi standar IFOS pada parameter asam lemak bebas (≤ 1,5%), bilangan p-anisidin (≤ 20,0 meq kg-1), total oksidasi (≤ 26,0 meq kg-1) dan bilangan peroksida (≤5,0 meq kg-1).
Logam berat pada hiu tikus (Alopias pelagicus) dan hiu kejen (Loxodon macrorhinus) dari Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh: Heavy Metal Concentration in Pelagic Thresher (Alopias pelagicus) and Sliteye Shark (Loxodon macrorhinus) from Ocean Fishing Port of Lampulo, Banda Aceh Ilham Zulfahmi; Dewi Nola Nasution; Khairun Nisa; Yusrizal Akmal
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.913 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30724

Abstract

Hiu merupakan salah satu jenis ikan yang berpotensi tercemar logam berat. Hal ini karena hiu memiliki sebaran yang luas dan tergolong ke dalam konsumen tingkat tinggi pada jejaring makanan akuatik. Informasi terkait kandungan logam berat pada ikan hiu hasil tangkapan di Indonesia masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan logam berat (Pb, Hg, Cu dan Cd) dan batas aman konsumsi daging hiu tikus (Alopias pelagicus) dan hiu kejen (Loxodon macrorhinus) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh. Sebanyak sepuluh contoh dari masing-masing daging hiu tikus dan hiu kejen dianalisis kandungan logam beratnya menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Penentuan batas aman konsumsi dari daging hiu dilakukan menggunakan metode maximum tolerable intake (MTI). Hasil penelitian mengungkap dari 20 sampel daging hiu tikus dan hiu kejen yang diperiksa, keberadaan Pb, Cu dan Cd tidak terdeteksi. Sebaliknya, 60% dari total hiu yang diperiksa (baik hiu kejen maupun hiu tikus) terdeteksi mengandung Hg. Kandungan rata-rata Hg pada hiu tikus berkisar antara 0,007– 0,768 mg/kg sedangkan pada hiu kejen berkisar antara 0,030 – 0,708 mg/kg. Batas toleransi maksimum daging hiu tikus yang dapat dikosumsi oleh orang dewasa dan anak-anak dalam waktu satu minggu menurut SNI adalah masing masing sebesar 1,690 kg/minggu dan 0,507 kg/minggu. Sementara itu, batas toleransi maksimum daging hiu kejen yang dapat dikosumsi oleh orang dewasa dan anak-anak dalam waktu satu minggu menurut SNI 7387 adalah masing masing sebesar 2,112 kg/minggu dan 0,633 kg/minggu.
Komponen bioaktif dan aktivitas antioksidan ekstrak kasar Sargassum plagyophyllum: Bioactive Components and Antioxidant Activity of Sargassum plagiophyllum Crude Extract Edison Edison; Andarini Diharmi; Nurul Muji Ariani; Mirna Ilza
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.39 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30725

Abstract

Rumput laut cokelat (Sargassum plagyophyllum) berpotensi sebagai antioksidan alami karena memiliki kandungan flavonoid dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi proksimat, mengidentifikasi komponen bioaktif, dan aktivitas antioksidan ekstrak kasar S. plagyophyllum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan melakukan ekstraksi S. plagyophyllum menggunakan beberapa pelarut organik, antara lain: n-heksana, etil asetat, dan metanol. Parameter analisis terdiri atas analisis proksimat, rendemen, fitokimia, dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan komposisi kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan total serat kasar) berturut-turut sebesar 15,98 (bb); 21,38%; protein 9,05%; 0,88%; 68,69%; 22,24% (bk). Rendemen ekstrak heksana, etil asetat, dan metanol adalah 0,6; 0,28; dan 0,31%. Hasil ekstraksi dengan pelarut heksana didapatkan senyawa steroid/triterpenoid; pelarut etil asetat didapatkan senyawa alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid, saponin, dan fenolik; sedangkan ekstraksi dengan pelarut metanol didapatkan semua komponen bioaktif kecuali flavonoid. Aktivitas antioksidan ekstrak S. plagyophylum dengan heksana, etil asetat, dan metanol dihasilkan nilai nilai IC50 1105,58 ppm; 532,42 ppm; dan 777,79 ppm.
Pemanfaatan Ekstrak Buah Mangrove Untuk Menghambat Pembentukan Melanosis Pada Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei): Application of Mangrove Extract for the Melanosis Inhibition in Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei) Tatty Yuniarti; Yuliati Sipahutar; Husnul Khatimah Ramli; Noor Pitto Sari Nio Lita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.513 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30862

Abstract

Mangrove diketahui mempunyai kemampuan bioaktif untuk menghambat aktivitas enzim tirosinase. Penelitian bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak buah mangrove yang berperan dalam menghambat melanosis udang vaname selama penyimpanan 10 hari pada 0oC. Buah mangrove yang digunakan adalah Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata dan Avicennia marina. Buah mangrove diekstraksi menggunakan air. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 25% dan 50%. Udang disimpan selama 10 hari pada suhu 0oC menggunakan coldbox. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Parameter uji melanosis, organoleptik, warna dianalisis dengan ANOVA, dengan uji lanjut duncan. Parameter organoleptik dianalisis dengan uji non parametrik kruskal wallis, uji lanjut multiple comparison. Hasil penelitian menunjukkan udang yang direndam menggunakan ekstrak mangrove R. mucronata 50% dan R. apiculata 50% kemudian disimpan pada suhu 0oC mempunyai nilai melanosis terendah dibandingkan dengan ekstrak mangrove lainnya. Kenampakan organoleptik udang dapat dipertahankan dengan perendaman ekstrak R. mucronata 50% dan R. apiculata 50%, seluruh ekstrak tidak mempengaruhi bau khas dan tekstur udang vaname. Uji warna menunjukkan R. mucronata 25% mempunyai nilai L* tertinggi yang tidak berbeda nyata dengan R mucronata 50%. Nilai L* udang yang direndam A. marina 25% memiliki tingkat keefektifan terendah dalam mempertahankan nilai L*, seluruh jenis ekstrak, tidak mempengaruhi nilai a* dan b* warna udang. Ekstrak buah mangrove R. mucronata 50% dan R.apiculata efektif dalam menghambat melanosis udang.
Studi Kandungan Logam Berat pada Kerang Lokan (Geloina erosa) di Perairan Aceh Barat: Study of Heavy Metal Content in Locan Clam (Geloina Erosa) Muscle in West Aceh Waters Nabila Ukhty; Hayatun Nufus; Anhar Rozi; Ikhsanul Khairi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.137 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30887

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri di wilayah pesisir Aceh Barat diduga menjadi sumber pencemaran logam berat di perairan dan terakumulasi pada biota laut, salah satunya yaitu kerang lokan (Geloina erosa). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Hg, Cd, Pb, Cu, As, dan Zn pada kerang lokan mentah dan rebus, serta menentukan batas toleransi konsumsi kerang lokan yang mengandung logam berat. Pengambilan sampel kerang lokan dilakukan di 3 stasiun, yaitu perairan Peunaga Rayeuk, Ujong Baroh, dan Kuala Bubon. Sampel dikelompokkan menjadi dua perlakuan, yaitu P1 (mentah) dan P2 (rebus). Analisis kandungan logam berat menggunakan Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Hasil analisis kandungan logam Hg pada stasiun 2 yaitu P1 13,2754 mg/kg dan P2 sebesar 12,5491 mg/kg, pada stasiun 3 yaitu P1 1,2418 mg/kg dan P2 0,1956 mg/kg. Kandungan logam Cd hanya terdeteksi pada stasiun 2 yaitu P1 0,0058 mg/kg. Kandungan logam Cu pada stasiun 1 yaitu P1 sebesar 0,0686 mg/kg dan P2 0,0541 mg/kg, pada stasiun 2 yaitu P1 0,1381 mg/kg dan P2 sebesar 0,0999 mg/kg, dan pada stasiun 3 yaitu P1 sebesar 0,1062 mg/kg dan P2 sebesar 0.022 mg/kg. Kandungan logam Zn pada stasiun 1 yaitu P1 3,4883 mg/kg dan P2 s 3,3229 mg/kg, pada stasiun 2 yaitu P1 sebesar 2,7643 dan P2 sebesar 2,6225 mg/kg, dan pada stasiun 3 yaitu P1 4,2511 mg/kg dan P2 2,8687 mg/kg. Batas maksimum berat daging kerang lokan yang boleh dikonsumsi untuk orang dewasa (50 kg bb) yaitu 0,131 kg daging per minggu.
Sintesis Biokoagulan Berbasis Kitosan Limbah Sisik Ikan Bandeng dan Aplikasinya Terhadap Nilai BOD dan COD Limbah Tahu di Kota Tarakan: Biochoagulant Synthesis Based on Chitosan from Bandeng Fishing Waste and Its Application of Reduction of BOD and COD Value of Tofu Waste In Tarakan City Stephanie Bija; Yulma Yulma; Imra Imra; Aldian Aldian; Akbar Maulana; Anhar Rozi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.888 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30888

Abstract

Biokoagulan merupakan koagulan alami yang berperan untuk mengikat kotoran yang terdapatdi dalam limbah tahu. Sumber biokoagulan dapat berasal dari kitosan sisik ikan bandeng. Penelitian ini menentukan penurunan nilai BOD dan COD pada limbah tahu melalui biokoagulasi kitosan dari limbahsisik ikan bandeng. Metode yang digunakan dalam pembuatan kitosan melalui tahap deproteinasi (NaOH 0,1 N selama 2 jam pada suhu 65℃), demineralisasi (HCl 1 N selama 30 menit pada suhu ruang), dan deasetilasi (NaOH 20% selama 1 jam pada suhu 121℃). Karakteristik kitosan berupa derajat deasetilasi memiliki nilai 44%. Aplikasi kitosan sebagai biokoagulan dilakukan dengan prinsip koagulasi-flokulasi dengan penambahan larutan kitosan pada konsentrasi 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm pada limbah tahu. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan terhadap nilai BOD dan COD setelah penambahan kitosan 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm. Perlakuan dengan penambahan kitosan 30 ppm merupakan perlakuan terbaik dengan nilai BOD yaitu 7 mg/L dan nilai COD yaitu 5600 mg/L.
Profil Protein Daging Ikan Kurisi Merah (Pagrus major) yang Diberi Pakan dengan Tambahan Tepung Daun Zaitun (Olea europaea L.): Profile Protein of Fish Red Sea Bream (Pagrus major) Muscle Fed with Additional Olive (Olea europaea L.) Leaf Powder Muh Ali Arsyad; Arham Rusli
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.929 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30890

Abstract

Pemberian pakan dengan tambahan antioksidan dari bahan alam terbukti mampu meningkatkan kualitas daging yang dihasilkan. Aktivitas antioksidan dari bahan alam ditentukan oleh kandungan polifenol. Daun zaitun mengandung 6-9% polifeneol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan tepung daun zaitun pada pakan terhadap profil protein daging ikan yang dikultur selama 25 hari pada akuarium dengan kondisi yang terkontrol. Komposisi protein daging dianalisis dengan SDS-PAGE dan kandungan protein sarkoplasma, miofibril dan kolagen dianalisa dengan metode biuret. Kandungan protein sarkoplasma dan miofibril tidak berbeda pada kedua kelompok ikan, tetapi kandungan kolagen daging ikan yang diberi pakan dengan tepung daun zaitun 1,63 kali lebih tinggi dibanding ikan dengan pakan kontrol. Mikrostruktur daging ikan dengan pakan tepung daun zaitun lebih kompak dibanding ikan dengan pakan kontrol, hal tersebut disebabkan kandungan kolagen yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung daun zaitun pada pakan mampu meningkatkan tekstur pada daging melalui peningkatan kuantitas dan kualitas serat kolagen pada endomisium.
Teknik penanganan dan cemaran mikroba pada ikan layang segar di pasar tradisional Kota Ambon. : Handling techniques and Microbial Contamination on Fresh Scads Fish (Decapterus sp) in Traditional Markets, Ambon City Edir Lokollo; Meigy Nelce Mailoa
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.293 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30923

Abstract

Hasil perikanan merupakan produk yang mudah mengalami kebusukan, sehingga diperlukan teknik penanganan yang cermat dan tepat untuk mempertahankan mutunya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dampak penanganan ikan layang yang dijual di pasar. Ikan layang diambil secara acak di Pasar Arumbae dan Pasar Batu Merah Kota Ambon dua kali dalam sehari yakni pada waktu pagi dan waktu sore hari. Teknik penanganan ikan diamati pada saat distribusi dan penanganan di pasar yang meliputi pembersihan, penyimpanan, peletakan ikan serta pemberian es. Jumlah cemaran mikroba pada sampel dihitung menggunakan metode total plate count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cemaran mikroba pada ikan yang diambil pada pagi hari lebih rendah dibandingkan pada ikan yang diambil pada sore hari. Teknik penanganan dan penjajakan ikan layang yang diterapkan oleh para pedagang di Pasar Arumbae dan Batu Merah belum diterapkan dengan baik dan belum memperhatikan sistem rantai dingin, sanitasi air, dan tempat penyimpanan ikan selama penjualan. Jumlah cemaran mikroba pada ikan layang segar di Pasar Arumbae dan Pasar Batu Merah pada pagi hari yakni 1,2x10⁴-2,6x104 CFU/g dan 1,5x104-2,6x104 CFU/g sedangkan pada sore hari yaitu 2,4x10⁴-5,0x105 CFU/g dan 4,9x104-4,6x105 CFU/g. Jumlah mikroba pada ikan layang segar di pasar tradisional Kota Ambon masih sesuai standar mutu mikrobiologi ikan segar yaitu maksimal 5x10⁵ CFU/g.
Penanganan Ikan Cakalang oleh Nelayan Pole and Line: Handling System of Skipjack Tuna by Pole and Line Fishermen Christina Litaay; Sugeng Hari Wisudo; Hairati Arfah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.129 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30924

Abstract

Penanganan ikan segar merupakan bagian penting dari rantai pasokan industri perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan dan penyimpanan ikan cakalang. Penelitian ini difokuskan pada kegiatan penangkapan pole and line untuk ikan cakalang di perairan Seram. Penelitian ini menggunakan teknik observasi lapangan dan uji organoleptik. Proses penanganan ikan di kapal menggunakan es balok dan air laut yang didinginkan terdiri atas penyortiran, pencucian, dan penirisan namun belum optimal. Fasilitas dan infrastruktur untuk penanganan ikan di pusat pendaratan juga tidak memadai, tidak ada tempat untuk melakukan beberapa pekerjaan yaitu penyortiran, pencucian, dan penirisan. Nilai organoleptik menurun dari 9,00 pada 0 jam menjadi 8,68 pada 12 jam, ketika ikan tiba di pusat pendaratan ikan. Peningkatan penanganan cakalang di kapal dan di pusat pendaratan ikan diperlukan untuk menjaga kualitas ikan dan mencegah kerusakan ikan

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue