cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Penghambatan fraksi fukoidan rumput laut cokelat (Sargassum polycystum dan Turbinaria conoides) terhadap α-amilase dan α-glukosidase: The Inhibition of Fucoidan Fraction from Sargassum polycystum and Turbinaria conoides to α-Amylase and α-Glucosidase Widya Puspantari; Feri Kusnandar; Hanifah Nuryani Lioe; Noer Laily
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.984 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30925

Abstract

Fukoidan merupakan polisakarida tersulfat dalam rumput laut cokelat yang memiliki aktivitas biologis, di antaranya sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan fukoidan dari rumput laut cokelat (Sargassum polycystum dan Turbinaria conoides) sebagai antidiabetes, yaitu dalam menghambat aktivitas α-amilase dan α-glukosidase secara in vitro. Kemampuan penghambatan enzim dievaluasi dari ekstrak kasar fukoidan, hasil fraksinasi dengan membran ultrafiltrasi (10 dan 30 kDa), dan kromatografi filtrasi gel. Ekstrak kasar fukoidan (1 mg/mL) dari S. polycystum hasil ekstraksi asam, dan dari T. conoides hasil ekstraksi air menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap α-amilase dan α-glukosidase yang tertinggi. Fraksi dengan berat molekul >30 kDa hasil ultrafiltrasi ekstrak fukoidan dari S. polycystum dan T. conoides (pada konsentrasi 50 mg ekstrak/3,0 mL akuabides) menunjukkan aktivitas penghambatan yang rendah terhadap α-amilase (16,88% dan 9,67%), tetapi tinggi terhadap α-glukosidase (99,06% dan 65,97%). Fraksinasi dengan kromatografi filtrasi gel menunjukkan adanya senyawa aktif dalam fraksi fukoidan yang memiliki aktivitas penghambatan yang tinggi terhadap α-glukosidase, yaitu fraksi dengan berat molekul 30-70 kDa untuk S. polycystum dan >70 kDa untuk T. conoides. Penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi fukoidan dari S. polycystum dan T. conoides memiliki kemampuan penghambatan terutama terhadap α-amilase dan α-glukosidase, dan berpotensi sebagai antidiabetes.
Kinerja Membran Komposit Kitosan-Karagenan pada Sistem Microbial Fuel Cell dalam menghasilkan Biolistrik dari Limbah Pemindangan Ikan: Performance of Chitosan-Carrageenan Composite Membrane on Microbial Fuel Cell System in Producing Bioelectricity from Boiled Fish Wastewater Bustami Ibrahim; Uju; Agus Muhamad Soleh
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.142 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.31056

Abstract

Microbial fuel cell (MFC) merupakan suatu teknologi yang memanfaatkan mikroba untuk mendegradasi bahan organik dan anorganik menjadi energi listrik, dapat dilakukan menggunakan sistem satu bejana atau dua bejana. Sistem MFC dua bejana menggunakan membran penukar proton yang berfungsi untuk mengalirkan proton yang dihasilkan dari ruang anoda ke ruang katoda, salah satu alternatif membran yang digunakan yaitu komposit kitosan-karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan komposit kitosan-karagenan sebagai membran penukar proton pada MFC, menentukan kinerja MFC dalam menghasilkan elektrisitas, serta menentukan kinerja penurunan beban polutan limbah cair pada MFC. Nilai elektrisitas MFC diukur menggunakan multimeter dengan parameter yang diuji adalah tegangan listrik, serta arus listrik. Parameter uji yang digunakan untuk mengukur penurunan beban polutan limbah cair adalah chemical oxygen demand (COD), biologycal oxygen demand (BOD) dan total amonia nitrogen (TAN). Membran komposit kitosan-karagenan dibuat dengan perlakuan perbedaan komposisi kitosan dan karagenan 1:1; 1,5:1; 3:1 (v/v). Perbedaan rasio kitosan dan karagenan pada membran komposit kitosan-karagenan memberikan pengaruh terhadap sifat mekanik membran, nilai elektrisitas MFC, serta beban polutan cair pada MFC. Membran komposit kitosan-karagenan dengan perbandingan 1:1 menghasilkan nilai konduktivitas proton tertinggi sebesar 1,15x10-3 S/cm, kuat tarik tertinggi 7,047 MPa, tegangan listrik 0,97 V, arus 7,02 mA, serta daya listrik 6,84 mW. Nilai COD, BOD, serta TAN limbah cair pemindangan ikan mengalami penurunan sebesar 90%, 76% dan 32%.
Komposisi Kimia dan Profil Asam Lemak Ikan Layur Segar Penyimpanan Suhu Dingin: Chemical Composition and Fatty Acid Profile in Hairtail Fish During Chilling Storage Agoes Mardiono Jacoeb; Nurjanah; Taufik Hidayat; Riyanda Perdiansyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.402 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.31057

Abstract

Ikan layur merupakan komoditas bahan baku ekspor bernilai ekonomis penting. Proses penyimpanan memengaruhi komposisi kimia ikan layur. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh penyimpanan dingin terhadap perubahan komposisi kimia dan profil asam lemak ikan layur (Trichiurus sp.). Prosedur penelitian yang dilakukan adalah penyimpanan pada suhu dingin 6-10°C selama 0 hari (H0) segar, 6 hari (H6) agak segar, dan 10 hari (H10) tidak segar. Ikan layur mengalami kenaikan kadar air dan lemak, sedangkan kadar protein dan kadar abu, mengalami perubahan. Hasil manunjukkan bahwa asam lemak secara umum tidak mengalami perubahan secara deskriptif selama penyimpanan dingin 10 hari. Ikan layur terdiri dari 24 jenis asam lemak yang terdiri dari 10 jenis SFA, 7 jenis MUFA, dan 7 jenis PUFA. Asam lemak tertinggi ikan layur yaitu DHA yaitu 24,01% (H0) dan 21,39% (H10)
Estimasi Stok Suplai Kebutuhan Bahan Baku untuk Industri Pengolahan Ikan: Stock Assesment for Raw Materials Supply of Fish Processing Industry Yonvitner; Mennofatria Boer; Taryono; Mochammad Riyanto; Rahmat Kurnia; Isdradjat Setyobudiandi; Joko Santoso; Nandi Sukri; Kiagus Abdul Aziz
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.155 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.31058

Abstract

Industri perikanan yang berdaya saing adalah industri perikanan yang mampu mendorong tumbuhnya sektor ekonomi perikanan dengan kemandirian bahan baku. Skema industri dengan memperhatikan kekuatan stok bahan baku perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan bahan baku industri pengolahan serta proyeksi kebutuhan 2025 dari nilai pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan UMKM dan industri besar. Data dikumpulkan dari pengambilan sampel 2010-2015 dengan teknik purposive sampling yang mewakili provinsi dan jenis industri pengolahan. Data tahun 2015-2019 diperoleh dari data monitoring KKP dan laporan dari industri pengolahan. Data yang diperoleh dianalis dengan statistik inferensia dengan pemodelan dari pola distribusi data yang ada. Model distribusi data yang paling mendekati digunakan sebagai model proyeksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku ada kecenderungan selalu meningkat dengan pertumbuhan bahan baku 6,07% per tahun, pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri tumbuh 2,25 persen pertahun dan UMKM 0,57% pertahun. Dari model proyeksi sampai 2025, maka kebutuhan bahan baku kekurangan 5,9 juta 2019 sampai 9,9 juta ton tahun 2025. Kekurangan mendorong tumbuhnya industri budidaya perikanan untuk memperkuat kebutuhan bahan baku pengolahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kekurangan bahan baku dapat diatasi dengan produksi budidaya, perlunya mengembangkan pengolahan dengan jenis ikan bahan baku dari spesies yang berbeda, dan perlunya menyiapkan skema penguatan stok bahan baku melalui gudang pendingin untuk jangka panjang.
Karakteristik Kolagen Larut Asam Teripang Gama (Stichopus variegatus): Characteristics of Stichopus variegatus acid solution collagen Mega Safithri; Kustiariyah Tarman; Pipih Suptijah; Sri Novita Sagita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.682 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.31063

Abstract

Kolagen dibutuhkan pada berbagai industri farmasi, makanan, dan kosmetik, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Komoditas perikanan terutama teripang gama dapat digunakan sebagai sumber kolagen yang halal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik fisikokimia kolagen larut asam teripang gama. Perlakuan untuk mendapatkan protein kolagen dilakukan dengan misahankan protein non kolagen menggunakan perendaman dalam NaOH 0,1 M selama 48 jam kemudian di netralisasi. Tahap selanjutnya dilakukan hidrolisis dan ekstraksi protein kolagen dengan asam asetat 0,5 M selama 48 jam. Hasil pemisahan protein non kolagen menunjukkan kadar protein non kolagen sebesar 0,02 mg/mL. Rendemen kolagen teripang gama yang didapat sebesar 2,4%. Kolagen larut asam teripang gama memiliki karakteristik fisik yaitu, derajat putih 61,83%, suhu denaturasi pada 48°C, suhu transisi pada 87,80°C, dan suhu pelelehan pada 162,40°C, serta viskositas 5,37 cP. Karakter kimia kolagen larut asam teripang gama yaitu pH 6,12 denganjenis asam amino penyusun kolagen, yaitu prolina 6,80%, alanina 10,61% dan glisina 12,63%, serta bilangan gelombang FTIR gugus fungsi yaitu amida I (1657,9), II (1572,0), dan III (1242,2) A (3406,3), dan B (2920,2) (cm-1).
Evaluasi Periode Pemberian Pakan mengandung Daun Kayu Manis Cinnamomum burmannii terhadap Kualitas Daging Ikan Nila Oreochromis niloticus: Evaluation of Feeding Period Contain Cinnamon Leaf Flour Cinnamomum burmannii on The Meat Quality of Tilapia Oreochromis niloticus Triana Retno Palupi; Mia Setiawati; Dedi Jusadi; Ichsan Ahmad Fauzi; Wasjan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.113 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.31064

Abstract

Tekstur dan aroma menjadi salah satu indikator kualitas filet ikan nila untuk diekspor. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas filet ikan dapat dilakukan dengan pemberian tepung daun kayu manis pada pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan periode waktu pemberian tepung daun kayu manis (DKM) yang dapat meningkatkan kualitas daging dan pertumbuhan ikan nila. Dosis tepung daun kayu manis yang diberikan pada adalah 1%. Pakan diberikan selama 15 hari (15D), 30 hari (30D), 45 hari (45D) dan 60 hari (60D) sebelum panen. Pemeliharaan ikan dilakukan menggunakan 20 hapa berukuran 2x1x1,5 m3 dengan padat tebar 20 ekor ikan/hapa, bobot ikan 30,23±0,15 g/ekor dan panjang 11-13 cm/ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung DKM mampu meningkatkan kualitas tekstur daging ikan nila dengan perlakuan terbaik pada 30D dengan nilai 547,5±9,1 gf. Uji kinerja pertumbuhan bobot dan retensi protein perlakuan 60D memberikan nilai yang berbeda nyata dibanding kontrol dengan nilai 3.854,3±219,0 g dan 44,0±6,3%. Nilai glikogen hati menunjukkan semua perlakuan memberikan nilai yang berbeda nyata dibanding kontrol dengan nilai berturut-turut 0,33±0,01, 0,35±0,01, 0,35±0,00,dan 0,35±0,00 (mg g-1). Nutrien berupa protein, lemak dan kadar air paling baik ditunjukkan pada perlakuan 60D dengan nilai masing-masing 18,8±0,7%, 1,85±0,14%, dan 76,6±0,9%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan mengandung daun kayu manis selama periode waktu 30 hari memberikan kualitas kekerasan daging ikan paling tinggi.
Penggunaan Edible Film yang Ditambahkan Ekstrak Purun Tikus (Eleocharis dulcis) pada Pempek yang Disimpan pada Suhu Ruang: The use of Edible Film added with Water Chestnut (Eleocharis dulcis) Extract on Pempek Stored at Room Temperature Ace Baehaki; Shanti Dwita Lestari; Lisa Violita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.174 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.31065

Abstract

Edible film adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dimakan, digunakan sebagai pelapis permukaan komponen makanan. Penambahan ekstrak bahan tertentu bertujuan agar edible film yang dihasilkan memilki aktivitas bioaktif tertentu misalnya aktivitas antibakteri yang dapat meningkatkan umur simpan bahan makanan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh penggunaan edible film dengan penambahan ekstrak purun tikus pada pempek yang disimpan pada suhu ruang. Perlakuan yang digunakan yaitu konsentrasi ekstrak purun tikus. Parameter penelitian ini meliputi analisis kimia (kadar air dan total volatile base-nitrogen), analisis mikrobiologi (total plate count dan kapang khamir), serta analisis sensori (penampakan, aroma, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak purun tikus pada edible film memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air (48,98-54,89%), total plate count (2,33-6,63 log cfu/g), dan total volatile base-nitrogen (7,05-25,88 mg/100g) selama penyimpanan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai kapang dan khamir. Analisis sensori menunjukkan bahwa penambahan ekstrak purun tikus berpengaruh tidak nyata terhadap aroma pempek dan berpengaruh nyata terhadap tekstur dan kenampakan pempek.
Kandungan Nutrisi dan Bioaktif Rumput Laut (Euchema cottonii) dengan Metode Rakit Gantung pada Kedalaman Berbeda: Nutrition and Bioactive Compound of Seaweed (Euchema cottonii) with Hanging Raft Method at Different Depths Waode Safia; Budiyanti; Musrif
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v23i2.29460

Abstract

Industri makanan, kosmetik, farmasi, tekstil, dan pertanian memanfaatkan bahan baku yang berasal dari rumput laut sebagai sumber agar, karagenan, dan alginat yang digunakan sebagai stabilisator, pengental, pembentuk gel, pengemulsi, dan sebagainya. Kadar nutrisi dan senyawa bioaktif rumput laut bervariasi tergantung jenis, penanganan, umur panen, dan lokasi perairan sebagai tempat budidayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedalaman rakit gantung yang optimal dalam menghasilkan nutrisi dan senyawa bioaktif rumput laut (Eucheuma cottonii). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan masing-masing kelompok terdri dari tiga perlakuan. Pengelompokan berdasarkan jarak dari garis pantai terdiri atas tiga kelompok yaitu: kelompok I (mulai dari garis pantai sampai surut terendah; kelompok II (100 m dari garis surut terendah) dan kelompok III (100 m dari kelompok II) dengan 3 perlakuan kedalaman yang berbeda yakni kedalaman 0,5 m, 1 m, dan 2 m. Parameter yang diuji adalah kadar protein, lemak, abu, air, dan karbohidrat serta senyawa bioaktif. Kandungan nutrisi yang tertinggi terdapat pada penempatan rakit gantung kedalaman 1 m yaitu protein sebesar 4,16±0,61%, lemak 0,36±0,23%, air 23,22±16,49%, abu 43,49±9,23% dan karbohidrat 25,50±6,06%. Sedangkan senyawa fitokimia pada semua kedalaman dan kelompok mengandung flavonoid, fenol hidrokuinon, dan tanin. Parameter kualitas air semua berada pada kisaran yang layak untuk pertumbuhan E.cottonii, kecuali kadar fosfat yang berkisar 0,0037–0,0041 ppm.
Pengaruh Perbedaan Pre-Treatment terhadap Stabilitas Karotenoid dan Fenol pada Ekstrak Sargassum duplicatum selama Penyimpanan: The effect of different pre-treatments on carotenoid and phenol stability of Sargassum duplicatum methanol extract during storage Ayunda Dita Wardani; Eko Susanto; Eko Nurcahya Dewi; Lukita Purnamayati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v23i2.30878

Abstract

Karotenoid, fukosantin dan fenol merupakan senyawa yang terkandung pada rumput laut Sargassum duplicatum. Senyawa-senyawa ini berperan dalam menghambat radikal bebas. Namun, kemampuan penghambatan radikal bebas senyawa ini mempunyai kestabilan yang rendah, terutama terhadap perlakuan suhu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pre-treatment suhu tinggi (blanching) dan suhu rendah (pembekuan) serta perlakuan terbaik yang dapat mempertahankan stabilitas senyawa aktif pada ekstrak metanol rumput laut selama penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 2x5 yaitu pola terbagi menjadi faktor suhu pengolahan (suhu tinggi dan suhu rendah) dan lama penyimpanan (0, 2, 4, 6, dan 8 hari). Blanching dilakukan pada suhu 95 oC sedangkan pembekuan pada suhu -27 oC. Hasil penelitian menunjukkan karotenoid, fukosantin, dan senyawa fenol dengan perlakuan blanching lebih stabil dibandingkan perlakuan pembekuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya interaksi antara pre-treatments dan lama penyimpanan yang berpengaruh nyata terhadap nilai total karotenoid, kandungan fukosantin, total kandungan fenol, dan nilai perubahan warna (ΔE).
Optimasi Penggunaan Karagenan dan Kalsium Sulfat pada Pembuatan Tahu Sutra dalam Penembangan Pangan Fungsional: Optimization the Use of Carrageenan and Calcium Sulfate in Silken Tofu Production in Functional Food Development Nurheni Sri Palupi; Nindya Atika Indrastuti; Uju; Elvira Syamsir
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v23i2.30973

Abstract

Wedang tahu merupakan olahan tradisional kombinasi antara tahu sutra yang disiram dengan kuah jahe. Kedelai dan jahe yang menjadi bahan baku utama dalam pembuatan wedang tahu memiliki sifat fungsional bagi tubuh bila dikonsumsi. Hal ini menjadikan wedang tahu berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Mutu tekstur tahu sutra menjadi salah satu faktor penentu kualitas wedang tahu. Penambahan karagenan pada pembuatan tahu sutra diharapkan dapat meningkatkan mutu tekstur tahu sutra yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah menentukan kombinasi konsentrasi kalsium sulfat dan karagenan sehingga diperoleh nilai respon rendemen dan tekstur yang optimal menggunakan program Design Expert 7.0. Penentuan formula optimal didasarkan pada hasil pengamatan secara visual (subjektif) yang dikorelasikan dengan hasil pengukuran tekstur secara objektif menggunakan TA-XT2i Texture Analyzer. Formula optimal kemudian dilanjutkan dengan uji sensori, uji proksimat, perhitungan angka kecukupan gizi (AKG), uji tekstur dan uji sineresis. Formula optimal yang direkomendasikan adalah kombinasi kalsium sulfat sebanyak 0,45% dan karagenan 0,10% dengan nilai desirability sebesar 0,75. Formula optimal tersebut memiliki nilai rendemen sebesar 85,36%, kekerasan sebesar 173,60 gf, daya kohesif sebesar 0,07; elastisitas sebesar 0,54; dan daya kunyah sebesar 6,58 gf.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue