cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 240 Documents
MOTIVASI KELOMPOK WANITA TANI DALAM PENGOLAHAN TEPUNG CASSAVA DI KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN M.Y. Samber; Nawangwulan Widyastuti; A. Musyadar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 7 No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.367 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v7i1.288

Abstract

Cassava flour is the alternative of carbohydrate source as the subtitute of flour. The productivity of cassava (Manihot esculenta) is higher than the other agricultural commodities in Cibadak. This research is aimed to: (1) evaluate the motivation level from the woman farmers group in producing the cassava to be cassava flour in Keduagung Barat village and Pasar Keong Subdistrict Cibadak village (2) analyze factors which are influencing the motivation level of woman farmers group to produce cassava to be cassava flour in Keduagung Barat village and Keong Market Subdistrict Cibadak, (3 Determine which is the lowest aspect during the production technique in producing cassava to be cassava flour for the woman farmers group in Keduagung Barat dan Pasar Keong village, as the material in penyuluhan. This research was conducted in october 2011 until december 2011. The result of this research showed (1) The level of woman farmers group motivation in cassava flours production is included in high category, (2)Based on the factors that are influencing the farmers motivation level,the age of woman farmers group is included in the productive age category, the formal education is included in the low category, the non formal education in this case extension,is included in low category, training is included in middle category, wide area is included in very narrow category, innovation adjustment included in match category, the quality of cassava is included in good enough category and the way in using the cassava flours production tools is included in the easy use category, and (3) cassava production variable, demand, price, and transportation facilitation of cassava doesn't have a significant correlation with the woman farmers group motivation.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PENYULUH PERTANIAN DENGAN KEPUASAN PETANI DALAM AGRIBISNIS BAWANG MERAH (Alliumcepa L.) DI DESA TORONGREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR Elih Juhdi Muslihat; Nurafiat Anwar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.824 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.289

Abstract

Efektivitas pelaksanaan penyuluhan pertanian dapat diukur melalui tingkat kepuasan masyarakat petani dalam memperoleh pelayanan dari penyuluh pertanian. Kegiatan pertanian harus didukung dengan lembaga pendukung/penyuluhan yang dapat menyediakan fasilitas informasi terbaru ataupun teknologi tepat guna yang dapat membantu proses pengembangan agribisnis petani khususnya serta membantu upaya pemecahan masalah yang dihadapi petani. Pada hakekatnya, apabila penyelenggaraan penyuluhan tersebut dilaksanakan secara benar, berkualitas, kontinyu, dan konsisten oleh pemerintah kabupaten/kota maka tingkat kepuasan petani juga akan tinggi yang berdampak pada tingkat kualitas hidup petani. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan penyuluhan pertanian dengan kepuasan petani dalam agribisbis bawang merah dan (2) untuk mengetahui faktor yang masih menjadi titik lemah atas pelayanan penyuluh kepada petani melaksanakan agribisnis bawang merah dilihat dari lima subsistem agribisnis. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada Tanggal 09 Maret sampai 09 Mei 2010. Jumlah responden pada kajian ini sebanyak 30 orang yang berasal dari 3 kelompoktani yang merupakan petani bawang merah. metode pengambilan responden adalah purposive sampling. Metode kajian yang digunakan adalah deskriptive dalam bentuk korelasi. Analisis data dengan koefisien rank spearman dengan bantuan software SPSS ver 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas pelayanan penyuluhan dengan kepuasan petani dalam agribisnis bawang merah. Faktor terlemah dari kualitas pelayanan penyuluhan adalah variabel responsiveness dan tangible pada subsistem agroindustri dan agroniaga.
ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT KURANG ENERGI PROTEIN DAN PREVENTIFNYA MELALUI PENYULUHAN PERTANIAN PADA KELOMPOK WANITA TANI DI KOTA BOGOR Yoyon Haryanto; Nawangwulan Widyastuti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.301 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.291

Abstract

Kurang Energi Protein (KEP) merupakan masalah gizi yang bersifat utama namun seringkali terabaikan karena tidak dirasakan secara langsung oleh penderitanya, karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk terlihat gejalanya. Kerugian ekonomi yang ditimbulkannya cukup besar, dari mulai awal infeksi sampai benar-benar terjadinya penyakit. Hampir 6–30 milyar dana pemerintah tersedot untuk membiayai pemulihan sehingga estimasi kerugian ekonomi akibat KEP terhadap PDB Kota Bogor adalah 0,090,4%. Upaya pemberdayaan melalui penyuluhan pertanian kepada kelompok wanita tani di sekitar Kota Bogor dilakukan untuk mengurangi kerugian ekonomi. Melalui 4 metode pemberdayaan secara estimasi berhasil menurunkan kerugian antara 5–8%.
EVALUASI DAN PENENTUAN POLA KEMITRAAN YANG TEPAT DALAM PRODUKSI BERAS BERLABEL DI KABUPATEN CIANJUR Rini Indrayani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.651 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.292

Abstract

-
KOMPOSISI KIMIA DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK ABON DAGING DOMBA DENGAN PENAMBAHAN KUNYIT SELAMA PENYIMPANAN Novita Herdiana; Supriyanto Supangat
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.09 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.293

Abstract

Daging sebagai salah satu sumber protein hewani, juga memiliki zat nutrisi lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh yaitu lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pengolahan daging bertujuan untuk mengawetkan, meningkatkan cita rasa dan menambah variasi daging olahan. Salah satu diversifikasi produk olahan daging adalah melalui pembuatan abon. Abon merupakan produk olahan yang berbentuk serat daging yang halus dan kering. Keterbatasan umur simpan dari abon merupakan masalah yang sering dihadapi, sehingga penelitian tentang cara pengawetan abon perlu dilakukan. Penambahan kunyit pada proses pembuatan abon menarik untuk diteliti karena selain digunakan sebagai bumbu dan pewarna, kunyit juga berfungsi sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Komposisi Kimia dan karakteristik organoleptik abon daging domba dengan penambahan kunyit selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abon daging domba dengan penambahan kunyit 1,5% memiliki komposisi kimia dan kandungan gizi yang lebih baik jika dibandingkan dengan abon tanpa penambahan kunyit, namun kadar airnya lebih tinggi dari SNI (Departemen Perindustrian, 1995). Hasil uji organoleptik terhadap warna, aroma dan tekstur abon daging domba dengan penambahan kunyit 1,5% masih dapat diterima oleh panelis dengan memberikan penilaian antara netral hingga suka.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN ADOPSI TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Samsudin Samsudin; Sugeng Widodo; Achdiyat Achdiyat
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 7 No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.52 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v7i1.294

Abstract

The research was conducted from October to December 2011. The aim is to determine the level of application of the technology components of rice integrated crop management and the factors that affect the speed of technology adoption of integrated crop management of rice paddies in the village of Tegal regency Jatinegara Luwijawa District. The results showed that application of research of basic technology components in lowland rice PTT is still weak, namely: the provision of organic matter, plant population regulation through legowo row cropping systems, site-specific fertilization, and control of the IPM approach. While the application of component technology of choice, which is weak at: planting seeds 1-3 stems/clump, and planting young seedlings<21 days after seedling. The factors that affect the speed of technology adoption of integrated rice crop management is strongly influenced by the simultaneous perception of innovation characteristics (relative advantage, compatibility, complexity, triabilitas, and observabilitas), and PTT paddy promotional activities undertaken by the officer/extension. However, partially, not all of these factors significantly affect the speed of technology adoption PTT rice.
PERSEPSI PETANI TENTANG INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) Kusmiyati Kusmiyati; Dedy Kusnadi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.758 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v7i2.295

Abstract

The adoption of innovation is affected by perception of farmers. The aims of this research are: (1) to explain the farmers internal factors and its correlations with innovations perception; (2) to explain the farmers external factors and its correlations with innovation’s perception; and (3) to explain the level of farmers' perceptions about innovation. This research was conducted from June until September 2010 in Dramaga District, Bogor regency, West Java Province. The results showed internal and external factors are correlated to farmer perceptions. The farmers’ age, and formal education and availability of market are real correlated with farmers innovations perception (rs=0.323; 0.374; and -0.395; respectively). The average level of farmers inovation perceptions is 84% moderate up to very high.
PENGARUH PEMBERIAN FEED SUPLEMENT UREA MOLASSES BLOCK (UMB) TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FH (FRIESIAN HOLSTEIN) DI KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT Endang Endrakasih; R. Eddy Sugiharto; Sasmita Miharja
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.328 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Feed Supplement Urea Molasses Block (UMB) terhadap produksi susu sapi perah jenis FH. Hasil penelitian menunjukkan pemberian UMB pada ternak sapi perah laktasi selama pengkajian 30 hari dapat menghasilkan tambahan produksi susu 1,67 liter/ekor/hari. Pemberian pakan UMB memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi susu sapi perah. Berdasarkan analisis ekonomi dari kedua perlakuan, ternyata perlakuan P1 yang paling menguntungkan adalah pemberian pakan tambahan UMB dengan pendapatan (Output– Input) yaitu sebesar Rp3.123.100,- sedangkan perlakuan P0 yaitu sebesar Rp2.511.700. Titik impas (Break Even Point/BEP) unit produksi antara perlakuan dan kontrol masingmasing P1 Rp1.610/liter dan P0 Rp 1.770,-/liter, sedangkan B/C Ratio perlakuan P1 1,2 dan perlakuan P0 1,0. Selisih pendapatan antara Po dan P1 sebesar Rp611.400.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DALAM PENYEDIAAN PUPUK PADA USAHATANI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Effendy, Lukman; Surohman, Surohman
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.912 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v7i2.297

Abstract

This study is to carry out from March up to May 2010. This study is aimed to explain how does empowerment of farmer group enableness in supplying fertilizer for rice business plants at district Tembilahan Regency Indragiri. Study result shows that group enable passes group function as class learns; has value rangking bottommost/atonic, cooperation vehicle; togetherness effort with side has bottommost/atonic value, and production unit; exertion rdk and RDKK has bottommost/atonic value. While level empowerment or group ability in supplying fertilizer correctly; fertilizer availability in area occupies value rangking bottommost, and ability in look for alternative other in fertilizing; extension agent character in get and submit has value rangking bottommost/atonic. weaknesses necessary be repaired to pass institute organization character at village level so that farmer group institute function can increase enableness level in supplying fertilizer to rice business.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI DALAM PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA LERAN KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR Susana Susana; Djaka Sulistya; Tri Ratna Saridewi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.115 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.298

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan pengetahuan dan sikap petani dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2010 di Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 32 orang responden dari 4 kelompoktani. Berdasarkan pengkajian pengetahuan diketahui bahwa sebagian besar petani tahu tentang varietas unggul baru (81,25%), pemberian bahan organik (87,50%), pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah (59,38%), pengendalian OPT dengan pendekatan PHT (65,62%), pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam (84,38%), tanam bibit 1-3 batang per rumpun (78,13%), serta panen tepat waktu dan gabah segera dirontok (68,75%). Sebagian besar petani kurang tahu tentang benih bermutu berlabel (62,50%), pengaturan populasi tanaman (65,62%), penggunaan bibit muda (71,88%), serta pengairan secara efektif dan efisien (59,38%). Sebanyak 56,25% petani tidak tahu tentang penyiangan dengan landak atau gasrok. Sedangkan dari hasil pengkajian sikap diketahui bahwa sebagian besar petani setuju terhadap varietas unggul baru (56,25%), pemberian bahan organik (81,25%), pengendalian OPT dengan pendekatan PHT (53,12%), pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam (81,25%), serta panen tepat waktu dan gabah segera dirontok (87,50%). Sebagian besar petani kurang setuju terhadap benih bermutu dan berlabel (62,50%), pengaturan populasi tanaman (71,88%), pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah (56,25%), penggunaan bibit muda (65,62%), tanam bibit 1-3 batang per rumpun (62,50%), serta pengairan secara efektif dan efisien (65,62%). 59,38% petani tidak setuju terhadap penyiangan dengan landak atau gasrok. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani terhadap teknologi PTT maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan.

Page 11 of 24 | Total Record : 240