cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 240 Documents
KESEHATAN AMBING DAN HIGIENE PEMERAHAN DI PETERNAKAN SAPI PERAH DESA PASIR BUNCIR KECAMATAN CARINGIN Kusuma Sri Handayani; Maya Purwanti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.56 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan ambing sapi-sapi perah di Desa Pasir Buncir Kecamatan Caringin dan mengetahui higiene pemerahan yang dilakukan oleh pemerah di peternakan. Hasil analisis yang dilakukan pada sampel yang diambil dari peternakan rakyat tersebut diketahui bahwa rata-rata jumlah sel somatik dari susu yang langsung diperah dari keempat kwartir ambing adalah 7,0 x 104 sel/ml dengan rata- rata jumlah mikroba 6,8 x 104 bakteri/ml. Ditemukan S. aureus dan koliform dalam sampel susu yang langsung diperah dari puting (3,2 x 103 CFU/ml; 4,4 x 102 CFU/ml), susu yang sudah ditampung dalam ember perah (4,2 x 103 CFU/ml; 2,8 x 105 CFU/ml), tangan pemerah (1,4 x 10 CFU/ml; 3,7 x 104 CFU/ml); air (1,0 x 102 CFU/ml; 4,9 x 102 CFU/ml), dan ember perah (1,0 x 10 CFU/ml; 1,1 x 104 CFU/ml). E. coli tidak ditemukan dalam seluruh sampel yang diteliti.
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH DAN ADOPSI TEKNOLOGI OLEH PETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI KABUPATEN TASIKMALAYA Saridewi, Tri Ratna; Siregar, Amelia Nani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.498 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.277

Abstract

Saat ini sentra pengembangan produksi padi di jalur pantai utara, namun ke depan ada pemikiran untuk mengembangkan peningkatan produksi padi di daerah selatan, diantaranya adalah di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam pelaksanaan tugas, penyuluh pertanian di Tasikmalaya dihadapkan pada masalah kelembagaan, karena belum memiliki Badan Pelaksana Penyuluhan, dan masih bergabung dengan Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan. Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui hubungan antara peran penyuluh dengan peningkatan produksi padi, (2) Mengetahui hubungan antara adopsi teknologi oleh petani dengan peningkatan produksi padi, dan (3) Mengetahui peran penyuluh dan adopsi teknologi oleh petani dalam peningkatan produksi padi. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April sampai dengan September 2009 di Kabupaten Tasikmalaya. Populasi dari penelitian ini adalah petani padi yang telah berusaha tani minimal 2 tahun di Kabupaten Tasikmalaya. Sampel penelitian adalah petani padi sebanyak 30 orang yang dipilih berdasarkan snowball sampling. Variabel dan Indikator Penelitian adalah peran penyuluh (X1), adopsi teknologi oleh petani (X2) dan Peningkatan produksi (Y). Untuk analisis, dilakukan uji korelasi dan regresi terhadap variabel tersebut. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Peran penyuluh di Kabupaten Tasikmalaya tidak berkontribusi dan tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi (2) Adopsi teknologi oleh petani di Kabupaten Tasikmalaya tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi, dan (3) Peran penyuluh dan adopsi teknologi di Kabupaten Tasikmalaya secara bersama-sama bersinergi meningkatkan produksi padi.
MODEL KOMUNIKASI EFEKTIF PADA PEMASYARAKATAN PANGAN NON BERAS DI KELURAHAN PASIR KUDA DAN KELURAHAN PASIR JAYA KECAMATAN BOGOR BARAT Wida Pradiana
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.957 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.279

Abstract

Kenaikan permintaan akan beras, dipacu oleh pertumbuhan penduduk tanpa diimbangi oleh perluasan areal yang memadai, telah mendorong dicanangkannya berbagai program penganekaragaman pangan non beras sebagai pengganti bahan makanan pokok. Dalam proses penyebarannya diperlukan teknik-teknik berkomunikasi yang efektif agar inovasi yang didiseminasikan dapat diterima oleh sasaran. Komunikasi merupakan suatu proses yang dinamis dan melibatkan banyak unsur atau faktor, kaitan antara unsur/faktor dengan unsur/faktor lainnya dapat bersifat struktural atau fungsional. Struktur menunjuk pada tatanan kedudukan dan garis hubungan antara satu unsur/faktor dengan unsur/faktor lainnya, sedangkan fungsional menunjuk pada tugas dan peran dari setiap unsur/faktor dalam sebuah sistem. Melalui model, kita akan dapat memahami secara mudah dan komprehensif mengenai struktur dan fungsi dari unsur-unsur/faktor yang terlibat dalam proses komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah merancang model komunikasi yang efektif dalam pemasyarakatan pangan non beras, melalui penelusuran beberapa komponen komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi yang paling efektif dalam pemasyarakatan pangan non beras di Kelurahan Pasir Kuda dan Kelurahan Pasir Jaya adalah kombinasi Model Komunikasi S-R (Stimulus-Response) dan Model Komunikasi bertahap dua (Two step flow model of communication) dari Katz dan Lazarsfeld. Hal ini disesuaikan dengan jenis inovasinya yang sulit mereka terima karena faktor kebiasaan menjadi penentu. Respon masyarakat teradap penyebarluasan (diseminasi) informasi pangan non beras cukup baik, hal ini dibuktikan dari perhatian masyarakat terhadap kegiatan ini yaitu tingkat kehadiran (100%), antusias bertanya (76,92%), dan mencicipi pangan yang disajikan (100%).
HUBUNGAN VARIASI PAKAN TERHADAP MUTU SUSU SEGAR DI DESA PASIRBUNCIR KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR Iis Soriah Ace; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.941 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.281

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui mutu susu sapi segar dan menganalisis hubungan variasi pakan dengan mutu susu yang berada di desa Pasirbuncir Kecamatan Caringin Pengujian kualitas susu, dilakukan terhadap 5 ekor sapi untuk masing-masing peternakan dan diulang sebanyak 4 kali setiap 2 hari sekali, dilakukan pada pemerahan susu pagi dan sore hari. Pengujian mutu susu dilakukan melalui pengukuran kadar lemak, SNF, Laktosa, Protein dan titik beku. Hasil penelitian menunjukkan kadar Laktosa, Protein dan titik beku antara 3 peternakan rakyat dipilih sebagai sample. Peternakan 2 dan 3 berbeda sangat nyata, antara peternakan 1 dan peternakan 2 tidak berbeda terhadap kadar lemak dan SNF antara peternakan 1, 2, dan 3 tidak berbeda. Berdasarkan Analisis Korelasi Pearson ternyata Variasi pakan ternak secara signifikan mempengaruhi kadar lemak (0,31) dan sangat signifikan mempengaruhi kadar SNF (0,59), laktosa (0,59), protein (0,50) dan titik beku (0,62). Rataan mutu susu segar di peternakan desa Pasirbuncir memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar No. 01-3141-1998. ditinjau dari kadar lemak, kadar protein, kadar laktosa tetapi terhadap kadar SNF dan titik beku tidak memenuhi standar.
PEMBINAAN KELOMPOKTANI DALAM PASCAPANEN DAN PEMASARAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KECAMATAN LEMBAH MASURAI KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Tri Ratna Saridewi; Ohi Ohi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.19 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.282

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pascapanen kentang, meningkatkan pengetahuan petani tentang pemasaran kentang dan menganalisis perbedaan keuntungan yang diterima petani tanpa grading dan melakukan grading. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2009 sampai dengan 9 Mei 2009, di Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif. Sasaran pelaksanaan kegiatan yaitu anggota kelompoktani yang ada di Desa Sungai Lalang, Kecamatan Lembah Masurai. Responden yang diambil sebanyak 30 orang yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu petani yang menjadi anggota kelompoktani kentang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan petani meningkat dari kriteria kurang (100%) menjadi sangat baik (76%). Keterampilan penanganan pascapanen sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar termasuk kriteria cukup (76,7%) menjadi sangat baik (90%). Pengetahuan petani tentang pemasaran kentang sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar termasuk kriteria kurang (53,3%) dan setelah dilakukan penyuluhan menjadi sangat baik (63,3%). Pemasaran kentang yang dijual langsung ke pasar memberikan keuntungan sebesar Rp 38.676.800,00/ha dan jika dijual ke tengkulak memberikan keuntungan sebesar Rp 33.676.800,00/ha. Setelah penyuluhan, petani melakukan grading dan menjual melalui kelompok tani dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 45.176.800,00/ha.
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Junaidi Junaidi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.057 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.283

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan penggunaan pupuk organik serta mengetahui perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman cabai merah antara perlakuan petani dan anjuran. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2006 di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Responden sebanyak 20 orang berasal dari 2 kelompoktani yaitu kelompoktani Sumber Mulyo di Desa Wonokerto dan kelompoktani Mekar Sari di Desa Bangunkerto. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani tentang pembuatan bokashi meningkat dari 58 (kurang baik) menjadi 70,75 (baik). Ketrampilan petani tentang pembuatan bokashi meningkat dari 65,5 (cukup terampil) menjadi 78,75 (terampil). Pengetahuan petani tentang penggunaan pupuk organik meningkat dari 62 (cukup baik) menjadi 77 (baik). Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan anjuran dan perlakuan petani terhadap tinggi tanaman.
PEMBINAAN KELOMPOKTANI MELALUI PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN KOMPOS JERAMI PADA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa.L) DI KECAMATAN JUNTINYUAT KABUPATEN INDRAMAYU PROVINSI JAWA BARAT Jajat Sudarjat; Tri Ratna Saridewi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.267 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pembuatan dan penggunaan pupuk organik pada usahatani padi sawah dan membandingkan pertumbuhan tanaman yang menggunakan pupuk anjuran dan kebiasaan petani, yang meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun. Responden ditentukan secara sengaja (purposive sampling) sebanyak 30 orang dari 10 kelompoktani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan ketrampilan petani tentang pembuatan dan penggunaan kompos jerami menjadi meningkat. Secara keseluruhan pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun tanaman padi sawah dengan menggunakan kompos jerami lebih baik dibandingkan dengan pemupukan kebiasaan petani.
PEMBINAAN KELOMPOKTANI MELALUI PENANGANAN PASCAPANEN DAN PENGOLAHAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA CIBEBER I, KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Diyono Diyono; Amelia N Siregar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.384 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengembangan agribisnis padi sawah (Oryza sativa L) melalui penanganan dan pengolahan pascapanen, mengetahui perbedaan tingkat kehilangan hasil gabah/beras dalam penanganan dan pengolahan, mengetahui kelayakan/keuntungan pendapatan usahatani padi yang dijual dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) dibandingkan dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), beras dan tepung beras. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2009 sampai dengan 9 Mei 2009 di Desa Cibeber I, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Responden adalah anggota kelompoktani Cinta Damai, Mayang Sari, Hegar Manah, dan Bina Mandiri sebanyak 20 orang yang mengusahakan komoditas padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan petani secara nyata tentang penanganan pascapanen padi sawah rata-rata sebesar 25,5% dan keterampilan sebesar 15,5%. Terjadi peningkatan pengetahuan petani secara nyata tentang pengolahan padi sawah sebesar 23,5% dan analisis usahatani sebesar 20%. Terjadi perbedaan tingkat penyusutan/kehilangan hasil gabah dalam penanganan pascapanen. Kehilangan hasil cara petani sebesar 9,95%, sedangkan cara anjuran sebesar 6,63%. Penanganan panen sesuai anjuran menyebabkan kehilangan hasil berupa susut saat panen 2,42%, susut saat penumpukan sementara 0,96% dan susut saat perontokan 3%, sedangkan cara petani menyebabkan kehilangan hasil lebih besar, yaitu 2,60%, 1,60% dan 5,75%. Penyusutan GKP menjadi GKG, baik cara anjuran maupun cara petani sebesar 23%. GKG menjadi beras menghasilkan rendemen 62%, bekatul/dedak 13% dan sekam 25%. Pengolahan beras menjadi tepung tidak terjadi penyusutan, baik cara anjuran maupun cara petani. Hasil perhitungan analisis usahatani padi sawah diketahui R/C rata-rata GKP sebesar 1,44, GKG sebesar 1,45, beras sebesar 1,23 dan tepung beras sebesar 1,61. Tepung beras lebih menguntungkan karena tidak terjadi penyusutan dan harga jual lebih tinggi dibandingkan GKP, GKG dan beras.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN PNS DALAM MELAKSANAKAN TUPOKSI DI KABUPATEN BOGOR (Kasus di BP3K Cibungbulang) Kusmiyati Kusmiyati; Ait Maryani; Dedy Kusnadi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.05 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor internal dan eksternal penyuluh yang mendukung pelaksanaan TUPOKSI sebagai penyuluh PNS (Pegawai Negeri Sipil), dan (2) Mengetahui kinerja penyuluh perrtanian PNS di BP3K Cibungbulang dalam melaksanakan TUPOKSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal penyuluh pertanian yang mendukung kinerja dalam melaksanakan TUPOKSI di BP3K Cibungbulang adalah tingkat pendidikan formal. Sebagian besar penyuluh pertanian PNS di BP3K Cibungbulang berpendidikan DIV/S1, sedangkan faktor usia penyuluh yang sebagian besar (50 persen) berusia > 52 tahun masih produktif untuk mendukung kinerja. Dari 9 indikator keberhasilan penyuluh pertanian PNS dalam melaksanakan TUPOKSI, 7 indikator termasuk kategori baik, sedangkan kategori sedang ada dua indikator yaitu memotivasi petani dalam meningkatkan peran dalam pembangunan pertanian, dan pengembangan swadaya dan swakarsa petani.
PENGARUH INTENSITAS NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN BIOAKTIF DAUN DUA AKSESI TANAMAN CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl.) Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.828 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.287

Abstract

The aims of this research are (1) to study the morphology, physiology and plant growth of two accessions of javanese long pepper some shading intensites, and (2) to analyze the nutrients content and bioactive compounds in the leaves of two accessions of javanese long pepper. The research was conducted in June 2009 to February 2010, in Field Experimental Station, Darmaga, Bogor Agricultural University. Split Plot Design was used with three replications. The main plots were shading intensities: 0, 25 and 55%, while the subplot were plant accessions, namely Lampung and Madura. Increased shading intensity had different effects on plant morphology characteristics, Lampung accession tended to have higher values of morphological characteristics than those of Madura. Shade tended to increase the physiological characteristics of leaves of two accessions, except the density of stomata, content and uptake of Mg in leaves. Qualitative bioactive compound test results showed that the leaves of javanese long pepper contained alkaloid and steroid. Increasing shading intensity significantly increased leaf alkaloid, but tends to reduce leaf steroid. Lampung is shade loving plant and Madura is sun loving plant.

Page 10 of 24 | Total Record : 240