cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 240 Documents
TINGKAT PELAKSANAAN TUGAS TENAGA HARIAN LEPASTENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN (THL-TBPP) DI PROVINSI LAMPUNG Achdiyat Achdiyat
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.5 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komitmen dan kinerja THL-TBPP dalam melaksanakan tugasnya sesuai Permentan No.1/2008, mengetahui manfaat diklat pembekalan bagi THL-TBPP, mengetahui persepsi THL-TBPP terhadap pelaksanaan diklat pembekalan dan mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap pelaksanaan tugas. Penelitian dilakukan di Provinsi Lampung (Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelaksanaan tugas THLTBPP di Provinsi Lampung sudah baik, yang ditunjukkan oleh komitmen dan kinerja yang tinggi. Diklat pembekalan bermanfaat bagi THL-TBPP dalam menjalankan tugas. Persepsi THL-TBPP terhadap diklat pembekalan yang diselenggarakan oleh STPP Bogor bahwa diklat pembekalan bermanfaat, metode diklat terlalu banyak teori dan tempat diklat tidak di Pusdikzi Bogor. Pengaruh faktor internal dan eksternal menunjukkan bahwa THL-TBPP yang sudah bertugas 10 bulan mempunyai kinerja yang lebih baik daripada THL-TBPP yang sudah bertugas 20 bulan. THL-TBPP yang berpendidikan SPP mempunyai kinerja yang lebih baik daripada DIII, DIV dan S1. THL-TBPP wanita mempunyai komitmen yang lebih baik daripada laki-laki, walaupun nilai kinerjanya lebih baik daripada komitmen.
PENDAPAT PETANI TERHADAP PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADA BUDIDAYA PADI SAWAH DI KECAMATAN CISALAK KABUPATEN SUBANG Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.155 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.260

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pendapat petani tentang penggunaan pendekatan PHT dalam budidaya padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2007 di Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, melalui pengisian kuesioner oleh 25 orang responden yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dari petani padi sawah dari Desa Darmaga. Variabel penelitian meliputi aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek sosial. Hasil yang diperoleh adalah berdasarkan aspek teknis dan sosial sebagian besar petani menyatakan tidak setuju dengan indikator yang ditetapkan, sedangkan berdasarkan aspek ekonomi sebagian besar petani menyatakan setuju dengan indikator yang ditetapkan. Pendekatan PHT menurut petani terlalu menyita banyak waktu, dan informasi belum menjangkau seluruh petani walaupun dari aspek ekonomi menguntungkan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITATANI MELALUI PENGOLAHAN PISANG (Musa paradisiaca Linn.) DI KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT Wahyu Trisnasari
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.705 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.264

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang pengolahan pisang, (2) mengetahui kelayakan usaha pengolahan pisang dan (3) menyusun rencana pengembangan pengolahan pisang. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2006 di Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan adalah deskriptif, dengan responden dipilih anggota kelompok wanitatani sebanyak 30 orang. Pembinaan dilakukan pada kelompok wanitatani melalui pengolahan hasil pisang yaitu bolu pisang, keripik, selai, sale, dan dodol. Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan kelompok wanitatani dilaksanakan pre test dan post test yang kemudian dilakukan uji beda (uji t), sedangkan untuk mengetahui keterampilan kelompok wanitatani setelah penyuluhan dilakukan uji keterampilan kemudian dibuat skor. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata pengetahuan meningkat dari 51.39 (cukup trampil) menjadi 83.86 (sangat trampil) dan keterampilan wanitatani termasuk dalam katagori terampil (81.47). Berdasarkan analisa usahatani dapat diketahui bahwa produk pengolahan pisang yang dihasilkan cukup layak dikembangkan. Rencana pengembangan produk olahan pisang adalah melakukan pembinaan secara berkelanjutan, penumbuhan industri rumah tangga dan pembangunan sub terminal agribisnis.
KUALITAS PELAYANAN PENYULUH PERTANIAN DAN KEPUASAN PETANI DALAM PENANGANAN DAN PENGOLAHAN HASIL UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Abubakar Abubakar; Amelia Nani Siregar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.795 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.265

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2009, bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan penyuluh pertanian dan kepuasan petani dalam penanganan dan pengolahan hasil ubi jalar di Kecamatan Cibungbulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan penyuluh pertanian lebih rendah daripada tingkat kepentingan petani (petani tidak puas dengan kualitas pelayanan penyuluh pertanian). Pada dimensi tangible, kualitas pelayanan penyuluh pertanian dalam penanganan dan pengolahan hasil ubi jalar masih rendah dan respon petani juga kurang sehingga diabaikan saja. Pada dimensi reliability (kendala) memperlihatkan tingkat kualitas pelayanan penyuluh pertanian sangat tinggi sedangkan respon petani sangat kurang, sehingga dimensi ini dianggap mubazir atau sia-sia. Sedangkan pada kegiatan pengolahan hasil ubi jalar kualitas pelayanan penyuluh pertanian masih rendah sedangkan respon petani juga rendah. Untuk itu dimensi tersebut diabaikan saja. Pada dimensi responsiveness dalam penanganan dan pengolahan hasil ubi jalar menunjukkan bahwa tingkat kepentingan petani sangat tinggi akan tetapi kualitas pelayanan penyuluh pertanian masih rendah, petani belum puas sehingga perlu adanya perbaikan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian. Penanganan hasil ubi jalar pada dimensi inssurance menunjukkan bahwa terdapat kepuasan petani terhadap kualitas pelayanan penyuluh pertanian, dan pelayanan penyuluh pertanian sudah dianggap berkualitas, oleh sebab itu dimensi ini perlu dipertahankan. Pada pengolahan hasil ubi jalar menunjukkan tingkat kualitas pelayanan penyuluh pertanian sudah baik akan tetapi respon petani masih kurang. Dengan demikian kegiatan ini dianggap mubazir. Pada dimensi empaty, kualitas pelayanan penyuluh petanian sudah dianggap berkualitas oleh petani dan pelayanan penyuluh pertanian sudah mencapai kepuasan petani didalam penanganan dan pengolahan hasil ubi jalar, untuk itu dimensi ini perlu dipertahankan.
HUBUNGAN ANTARA BENTUK KELEMBAGAAN DAN RANTAI PASAR DENGAN PRODUKTIVITAS USAHA SUSU SEGAR Wardani Wardani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.146 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.266

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui hubungan antara bentuk kelembagaan terhadap produktivitas susu segar 2) mengetahui hubungan antara rantai pasar terhadap produktivitas susu segar 3) mengetahui hubungan antara bentuk kelembagaan dan rantai pasar terhadap produktivitas susu segar. Penelitian dilaksanakan di Koperasi Peternak Sapi Perah (KPS) Gemah Ripah Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, dilaksanakan 2 September sampai dengan 15 Nopember 2007. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuesisoner dengan sampel 76 responden menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya pengaruh bentuk kelembagaan terhadap produktivitas Usaha susu segar ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 6,276 lebih besar dari t tabel pada taraf signifikasi alpha 0,05 atau 6,276 >t tabel (76) : 1,671 dinyatakan dengan regresi Y +3,06 0,99 X1, nilai korelasi ry1 sebesar 0,589 berarti ada keterkaitan antara bentuk kelembagaandan produktivitas usaha sedangkan nilai koefisien sederhana 0,35 memberi pengertian bahwa 35 persen variasi dan produktivitas usaha ditentukan oleh bentuk kelembagaan dan 65 persen oleh variabel lain.
PENGGUNAAN ZAT ADDITIVE ALAMI DAN NON ALAMI DI DESA SITU UDIK DAN DESA CIMANGGU-I KECAMATAN CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR Ait Maryani; Ida Nuraeni
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.132 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana responden mengenal zat additive khususnya pewarna, penyedap dan pengawet makanan alami dan non alami, serta untuk meningkatkan pengetahuan penggunaan zat additive tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen kemudian dianalisis secara deskriptif, dengan jumlah responden 75 orang (2 desa). Berdasarkan penelitian yang dilakukan responden sebagian besar mengenal zat additive non alami terutama pada penyedap dan pengawet yang tidak baik untuk kesehatan. Dengan penyuluhan bahaya penggunaan zat additive non alami, responden meningkat pengetahuannya sehingga terjadi peningkatan jumlah responden yang mengenal zat additive dan memilih penggunaan bahan pewarna, penyedap dan pengawet alami. Adanya peningkatan jumlah responden dan pengetahuan responden dibuktikan dengan hasil pretest dan postest dilanjutkan dengan uji t menunjukan ada pengaruh penyuluhan yang signifikan.
PENGARUH UMUR PEMANGKASAN TERHADAP PRODUKSI KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans POIR) Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.252 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.269

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan terhadap produksi kangkung darat. Rancangan penelitian menggunakan RAL satu faktor, yaitu pemangkasan, dengan 5 taraf umur pemangkasan, yaitu: P0 (tanpa dipangkas), P1 (umur pemangkasan 11 HST, P2(umur pemangkasan 14 HST), P3 (umur pemangkasan 17 HST), P4 (umur pemangkasan 20 HST). Percobaan dilakukan dengan 5 kali ulangan sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan uji F dan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemangkasan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kangkung darat (tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang sekunder). Perlakuan terbaik adalah tanpa pemangkasan (P0) karena memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang sekunder dan bobot basah (panen segar) tertinggi dibandingkan empat perlakuan lainnya.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA DENGAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN SUBANG, PROVINSI JAWA BARAT Amelia Nani Siregar; Tri Ratna Saridewi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.986 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan budaya kerja dengan kinerja penyuluh pertanian di kabupaten Subang, baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kontribusi motivasi dan budaya kerja terhadap kinerja penyuluh pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat (r = 0,75) antara motivasi dengan kinerja penyuluh pertanian. Budaya kerja mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kinerja penyuluh pertanian (r = 0,79). Motivasi dan budaya kerja mempunyai hubungan yang sangat kuat (r = 0,81) dengan kinerja penyuluh pertanian. Secara parsial, motivasi memberikan kontribusi sebesar 56% terhadap kinerja, sedangkan budaya kerja berpengaruh 62% terhadap kinerja penyuluh pertanian. Secara bersama-sama, motivasi dan budaya kerja mempunyai efek sinergi sehingga berpengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian sebesar 66%. Sebagian besar (57,14%) penyuluh pertanian di kabupaten Subang melaksanakan tugas (bekerja) karena kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement), 20,41% penyuluh pertanian bekerja karena kebutuhan untuk berafiliasi dan hanya 4,08% penyuluh pertanian yang bekerja karena kebutuhan akan jabatan (kekuasaan), sedangkan penyuluh pertanian lainnya bekerja karena ketiganya, yaitu kebutuhan akan afiliasi, kekuasaan dan prestasi
KEPUASAN KERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR Azhar Azhar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.776 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian menurut petani, unsur pimpinan dan rekan kerja penyuluh dan mengetahui tingkat kepuasan petani, unsur pimpinan dan rekan kerja penyuluh terhadap kinerja penyuluh. Penelitian yang dilaksanakan di Badan Penyuluhan Pertanian Bogor ini menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional. Responden penelitian dipilih dengan simple random sampling terhadap Penyuluh Pertanian lingkup Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja penyuluh menurut petani, pimpinan dan rekan kerja penyuluh pertanian adalah baik dan tingkat kepuasan terhadap kinerja penyuluh pertanian adalah baik.
KELEMBAGAAN PENYULUHAN PASCA DITERBITKAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN DI KABUPATEN BANDUNG Eddy Sugiharto; Sugeng Widodo; Kenedy Putra; Achdiyat Achdiyat; Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.698 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.273

Abstract

Tujuan penelitian kelembagaan penyuluhan pertanian adalah: mengetahui kondisi kelembagaan penyuluhan pertanian, mengetahui kondisi fasilitas/sarana-prasarana peyuluhan pertanian, dan merekomendasikan penyempurnaan subsistim penyuluhan pertanian. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli sampai dengan Oktober 2008 di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelembagaan penyuluhan di Kabupaten Bandung belum memenuhi amanat dalam Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K).

Page 9 of 24 | Total Record : 240