cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 240 Documents
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN DAN KONSENTRASI BENZYL AMINO PURINE (BAP) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Endang Krisnawati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.715 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemberian dan konsentrasiBenzyl Amino Purine (BAP) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial terdiri dari tiga faktor dan tigaulangan. Faktor pertama adalah varietas yaitu Malabar dan Argo Mulyo. Faktor kedua adalahwaktu pemberian BAP terdiri dari tiga taraf : pada saat 15 hari setelah tanam (W1), saat inisiasibunga (W2), dan saat 15 hari setelah tanam dan inisiasi bunga (W3). Faktor ketiga adalahkonsentrasi BAP terdiri dari tiga taraf: 0, 50, dan 100 ppm, sehingga terdapat 54 satuanpercobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Malabar memberikan pengaruh yanglebih baik, yang ditunjukkan oleh jumlah daun yang lebih banyak (33.3 helai) dari padavarietas Argo Mulyo (28.6 helai), jumlah biji lebih banyak, bobot biji per tanaman lebih berat,dan bobot biji per petak lebih berat. Waktu pemberian BAP dengan dua kali pemberian yaitupada umur 15 hari setelah tanam dan pada saat inisiasi bunga mampu meningkatkan jumlahklorofil (41.64 per mm2), bobot 100 biji (18.39 g).Konsentrasi BAP sampai 100 ppm mampu meningkatkan jumlah daun (32.9 helai),jumlah klorofil (44.29 per mm2), jumlah biji per tanaman (168.0 butir), bobot 100 biji (18.81g), bobot biji per tanaman (30.93 g), dan bobot biji per petak.
PEMBERDAYAAN KELOMPOKTANI DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PADI SAWAH (Oryza sativa L.) MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) DI DESA CIMEUHMAL, KECAMATAN TANJUNGSIANG, KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.203 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i1.248

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan tentang penumbuhankelompok, penyusunan RDK dan Administrasi kelompok, (2) meningkatkan pengetahuanpetani tentang teknologi PTT, (3) mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tanaman padidengan menggunakan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dibandingkan dengannon PTT dan (4) menumbuhkan kelompoktani. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 3 Maret2008 sampai dengan tanggal 3 Mei 2008 di Desa Cimeuhmal Kecamatan TanjungsiangKabupaten Subang, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Untukmengetahui peningkatan pengetahuan petani sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhanmenggunakan uji t. Di dalam kegiatan penyuluhan dibuat petak percontohan tanaman padidengan pendekatan PTT dan tanpa PTT untuk lebih meyakinkan petani terhadap materi.Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa setelah dibina, para petani dapat membuatRDKK dan administrasi kelompok, serta terjadi peningkatan pengetahuan petani tentangteknologi PTT sebesar 23,5%.
PERSEPSI PENGGUNA (USERS) TENTANG KEBERADAAN SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM DIPLOMA IV DITINJAU DARI ANALISIS KEPENTINGAN DAN KINERJA Amelia Nani Siregar; Tri Ratna Saridewi; Anshar Demar; Elih Juhdi Muslihat
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.3 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa, alumni dan atasanlangsung alumni STPP Bogor terhadap penyelenggaraan program Diploma IV ditinjau darianalisis kepentingan dan kinerja. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai denganNovember 2007 di STPP Bogor. Responden adalah mahasiswa STPP Bogor tingkat IIsampai dengan IV, alumni yang sudah bekerja dan atasan alumni di wilayah Jawa Barat.Jumlah responden sebanyak 37 orang mahasiswa tingkat II sampai IV, 8 orang alumni dan 8orang atasan alumni, sehingga jumlah responden seluruhnya 53 orang. Data yang terkumpuldianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (Martilla JA, James JC, 1977).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program DIV STPP Bogormempunyai tingkat kepentingan dan manfaat yang tinggi, walaupun unsur-unsur strukturorganisasi dan manajemen (tata pamong), pengelolaan program, suasana akademik dansistem jaminan mutu masih rendah sehingga harus ditingkatkan.
KONDISI TENAGA PENYULUH SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN DI KABUPATEN BANDUNG Kusmiyati Kusmiyati; Ait Maryani; Nawang Wulan Widyastuti; Dedy Kusnadi; Purwanto Purwanto; Ida Nuraeni
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.250

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tenaga penyuluh yang ada setelahberlakunya UU SP3K No. 16 tahun 2006 di Kabupaten Bandung dan mengetahui kualitaspenyuluh di Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan terhitung mulai1 September sampai 31 Oktober 2008 di Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah jumlahpenyuluh pertanian di Kabupaten Bandung sebanyak 206 orang yang bertugas pada 257 desa.Untuk memenuhi satu desa satu penyuluh diperlukan tambahan penyuluh sebanyak 41 orang.Berdasarkan status penyuluh, maka Penyuluh PNS sebanyak 68,4% dan sisanya sebanyak31,6% adalah THL TBPP. Penyuluh PNS yang berpendidikan S1/D4 sebanyak 29,79%,sedangkan THL TBPP yang berpendidikan S1/D4 sebanyak 49,23%. Penyuluh PNS yangtermasuk jenjang penyuluh terampil sebanyak 58,16% sedangkan penyuluh ahli sebanyak41,85%.
PENGARUH PUPUK PELENGKAP CAIR DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI BAWANG DAUN (Alium fistulosum L.) DI KECAMATAN PACET KABUPATEN CIANJUR Rudi Hartono
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.327 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.251

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memasyarakatkan penggunaan pupuk pelengkapcair dalam budidaya bawang daun dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petanitentang penggunaan pupuk pelengkap cair dalam budidaya bawang daun. Kegiatan penelitiandilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2006 di Kecamatan Pacet KabupatenCianjur. Metode yang digunakan adalah deskriptif, dengan responden dipilih secarapurposive yaitu petani bawang daun sebanyak 15 orang dari 3 desa. Untuk mengetahuiberbedaan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun dan hasil panen dilakukan uji beda(uji t), sedangkan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petanidihitung nilai rata-rata yang diperoleh dan dibuat skor. Hasil yang diperoleh adalah bahwapenggunaan PPC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi tidakberpengaruh terhadap jumlah anakan dan hasil panen. Melalui kegiatan penyuluhan, nilairata-rata pengetahuan petani meningkat dari 75,64 menjadi 87,00, sedangkan nilai rata-rataketerampilan petani meningkat dari 68,52 menjadi 73,84.
PENYELENGGARAAN PENYULUHAN PASCA DITERBITKAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN DI KABUPATEN BANDUNG Tri Ratna Saridewi; Achmad Suwandi; Wardani Wardani; Supriyanto Supriyanto; Dradjat Dradjat
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.419 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.252

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyelenggaraan penyuluhan di KabupatenBandung pasca diterbitkannya Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan danKehutanan (SP3K). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2008 diKabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptifkualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanpenyuluhan di Kabupaten Bandung belum dilaksanakan sepenuhnya seperti amanat dalamUndang-Undang SP3K. Hal ini terutama disebabkan oleh belum diterbitkannya PeraturanPemerintah tentang Sistem Penyuluhan yang menjadi acuan provinsi dan kota untukmenerbitkan Perda Sistem Penyuluhan.
IDENTIFIKASI STRATEGI PEMASARAN TELUR AYAM RAS (Studi Kasus Pada PT. Dara Molek Farm Kabupaten Bogor) R. Eddy Sugiharto
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.22 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.253

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang danancaman yang paling berpengaruh dalam pemasaran dan mengetahui strategi pemasaran yang dilaksanakan oleh PT. Dara Molek Farm. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2008 di PT. Dara Molek Farm, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Penentuan faktor yang paling berpengaruh dilakukan dengan analisis SWOT (strength, weaknesses, opportunities and threaths) yang diolah secara kuantitatif. Analisis selanjutnya adalah analisis bauran pemasaran meliputi produk, harga, distribusi dan promosi. Kekuatan dalam pemasaran adalah lokasi yang strategis dan mudah dijangkau konsumen produksi telur yang bermutu. Kelemahan dalam pemasaran adalah modal usaha yang terbatas dan kurangnya promosi perusahaan. Peluang yang dapat ditangkap dalam pemasaran telur adalah adanya dukungan pemerintah Kabupaten Bogor dan banyaknya kunjungan wisata ke KabupatenBogor. Ancaman utama yang dihadapi PT. Dara Molek Farm adalah semakin meningkatnya inflasi dan peningkatan harga BBM. Strategi pemasaran untuk yang dilaksanakan oleh PT. Dara Molek Farm adalah mempertahankan citra produk dan mengembangkan produkdengan memproduksi telur yang mengandung omega 3 dan omega 6 dan omega 9.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BAURAN PEMASARAN DENGAN KEBERHASILAN PENJUALAN TELUR AYAM DI KOTA BLITAR Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.537 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.256

Abstract

-
EFEKTIVITAS KEBERADAAN KELOMPOKTANI TERHADAP PROSES ADOPSI Purwanto Purwanto
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.381 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.257

Abstract

Anggota kelompoktani pada umumnya tidak memperhatikan dinamika kelompoktani dan fungsi kelompoktani dalam mempengaruhi proses adopsi yang terjadi pada anggota kelompoktani dalam memajukan usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dinamika kelompok dan fungsi kelompok dengan proses adopsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika kelompoktani dan fungsi kelompoktani berpengaruh sangat nyata terhadap proses adopsi.
PENGARUH MANAJEMEN KESEHATAN PEMERAHAN TERHADAP KUALITAS SUSU DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT Iis Soriah Ace; Supriyanto Supangat,; Rine Emilia
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.966 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.258

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh manajemen kesehatan pemerahan terhadap kualitas dan produksi susu di tingkat peternak sapi perah. Penelitian dilakukan terhadap 6 ekor sapi perah laktasi, data diambil dalam 3 tahap kegiatan yaitu tahap pertama sesuai dengan manajemen peternak (P0), tahap kedua menggunakan manajemen pemerahan sesuai anjuran disertai dengan menggunakan desinfektan untuk membersihkan peralatan pemerahan (P1), dan tahap ketiga menggunakan manajemen pemerahan sesuai anjuran, menggunakan desinfektan untuk membersihkan peralatan pemerahan dan celup puting (P2). Masing-masing tahap diambil datanya selama 15 hari. Data yang diambil berupa jumlah produksi susu harian, jumlah padatan susu, jumlah mikroba aerob, dan titik beku susu. Untuk 3 data terakhir diambil setiap 5 hari sekali. Berdasarkan analisis data terlihat bahwa, celup puting dan desinfeksi pada peralatan pemerahan berpengaruh pada jumlah produksi susu harian, jumlah padatan susu, dan jumlah mikroba aerob. Titik beku tidak terpengaruh oleh manajemen pemerahan yang dilakukan. Hasil terbaik dalam manajemen pemerahan adalah menggunakan desinfektan untuk membersihkan peralatan pemerahan dan celup puting.

Page 8 of 24 | Total Record : 240