cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2022): Desember" : 10 Documents clear
ASET PENGHIDUPAN MASYARAKAT DALAM MENCEGAH KEKUMUHAN DI DUSUN DELIKSARI, KOTA SEMARANG Novia Cecilia Medina; Sunarti Sunarti
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.2954

Abstract

Perbaikan permukiman kumuh yang menitikberatkan pada aspek fisik dapat memicu transformasi parsial, sehingga pertimbangan penghidupan penting untuk mencegah kekumuhan. Dusun Deliksari perlu pencegahan kekumuhan karena masyarakat telah berulang kali tinggal di permukiman kumuh karena keterbatasan ekonomi, kerawanan bencana, dan ketergantungan pada bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik aset penghidupan dalam mencegah kekumuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis skoring dari jawaban kuesioner 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset penghidupan masyarakat berada pada level sedang dan masih terdapat 5 indikator aset dengan kondisi rendah. Aset ekonomi dengan skor terendah merupakan masalah utama yang mempengaruhi rendahnya kesejahteraan dan masalah aset fisik, seperti ketidakmampuan mengakses perumahan yang layak dan alokasi sumber daya yang tidak merata untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Di sisi lain, kekuatan aset penghidupan terutama keberadaan kelompok masyarakat, tolong menolong, dan kesediaan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, dapat mendukung pencegahan kekumuhan.
TIPOLOGI DAN MORFOLOGI RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT SAMIN BOJONEGORO Irawan Setyabudi; Rizki Alfian; Dian Kartika Santoso
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3030

Abstract

Komunitas masyarakat Samin adalah salah satu kelompok kultural di nusantara yang masih mempertahankan sisi tradisional dan memiliki nilai-nilai kesetempatan yaitu Saminisme. Budaya masyarakat Samin di Dusun Jepang, tidak bersifat antoposentris dan sangat dipengaruhi oleh gubahan arsitektural maupun lanskap tradisionalnya. Pola pemukiman menyesuaikan topografi dan ketersediaan sumber daya alam wilayah setempat. Permasalahannya adalah rumah tradisional terdiri atas beberapa tipe dan telah mengalami perubahan bentuk, sehingga perlu pendokumentasian untuk mengetahui seberapa jauh tingkat perubahan ruangnya. Hal ini sebagai salah satu wujud pelestarian arsitektur. Tujuan penelitian ini adalah membuat hasil klasifikasi tipe rumah komunitas samin berikut sisi perubahan ruangnya dengan mengambil acuan dari beberapa penelitian sebelumnya. Metode analisis dilakukan dengan analisis deskriptif-kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode ini memungkinkan peneliti membuat kesimpulan yang detail terhadap tipologi rumah tradisional. Kesimpulan penelitian ini Terdapat tiga tipologi rumah Samin Bojonegoro. Penyebab perbedaan tipologi adalah kebutuhan akan rasa nyaman, faktor lingkungan dan mata pencaharian
PEMODELAN KOMPUTASIONAL UNTUK MENENTUKAN KEKUATAN STRUKTUR BANGUNAN Nasyiin Faqih; Ersyad Aji Laksono
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3034

Abstract

Seiring berjalannya waktu, peningkatan jumlah penduduk mengharuskan penambahan fasilitas dan kualitas pada Rumah Sakit Islam Wonosobo. Manajemen Rumah Sakit yang merencanakan pembangunan gedung baru untuk mewujudkan hal tersebut. Gedung mengacu pada persyaratan sesuai S N I 2847-2019, S N I 1726-2019, S N I 1727-2013, S N I 1729-2015. Data yang digunakan melingkupi data sondir tanah dan gambar rencana bangunan. Perencanaan dimulai dari pengumpulan data, preliminary desain, peninjauan pembebanan, permodelan struktur menggunakan aplikasi SAP2000 v.18, ETAB dan SPColoumn untuk mendapatkan gaya dalam. Data diolah untuk mengetahui kebutuhan tulangan dan diteruskan membuat gambar kerja menggunakan aplikasi Autocad 2013. Hasil dari pengolahan data, bangunan menggunakan kolom 70x70cm, Balok B1 60x40cm, Balok B2 50x35cm, Balok anak 40x25cm, tebal pelat S1 15cm, pelat S2 12cm, pelat tangga dan bordes 20cm. Struktur bawah menggunakan pondasi dalam, terdiri dari pilecap 1 ukuran 210x210cm ditopang 4 boredpile berdiameter 50cm, pilecap 2 berukuran 250x120cm ditopang 2 boredpile berdiameter 50cm, kedalaman pondasi 7,80m. Harapan untuk perencanaan gedung selanjutnya memahami dasar statistika dalam pengolahan data dari aplikasi yang digunakan. Serta menyiapkan dan mempelajari referensi yang digunakan guna hasil terbaik.
DESAIN LANSKAP ALUN-ALUN HANGGAWANA SLAWI SEBAGAI SARANA REKREASI MASYARAKAT Hanifah Husna; Akhmad Arifin Hadi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3184

Abstract

Alun-alun merupakan salah satu bentuk RTH yang umumnya terdapat di tengah kota di kota-kota di Pulau Jawa. Alun-alun Hanggawana Slawi merupakan salah satu alun-alun yang terletak di Kabupaten Tegal dengan luas lahan 14.716 m2. Alun-alun Hanggawana Slawi belum memiliki desain lanskap yang menarik dan kurang sarana dan prasana bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berekreasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan desain lanskap dengan konsep desain yang ideal untuk mengoptimalisasikan fungsi alun-alun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan empat tahap pelaksanaan mulai dari persiapan, pengumpulan data, pengolahan data (konsep, analisis, dan sintesis), serta perancangan lanskap. Konsep dasar yang digunakan adalah "Community recreational area" yaitu menciptakan alun-alun sebagai ruang publik yang layak bagi pengunjung dan masyarakat sekitar Kota Slawi. Desain Lanskap ini mampu memperkuat karakter dari sebuah alun-alun, serta dapat mengakomodasi kegiatan masyarakat untuk berekreasi.
GAYA ARSITEKTUR BANGUNAN KOLONIAL DI WONOSOBO Hermawan Hermawan; Nasyiin Faqih; Fitri Nur Azizah; Yodi Hermansyah; Annisa Nabila Arrizqi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3405

Abstract

Arsitektur Kolonial merupakan salah satu arsitektur yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Bangunan kolonial banyak terdapat di kota-kota Indonesia. Karakteristik bangunan kolonial mempunyai keunikan dan bisa mengembangkan kepariwisataan. Gaya arsitektur kolonial juga diterapkan untuk membangun bangunan baru. Tujuan Penelitian adalah melakukan investigasi dengan cara pengamatan gaya arsitektur kolonial pada bangunan yang bercorak kolonial di Wonosobo. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan sampel 7 bangunan. Hasil penelitian memperlihatkan beberapa bangunan mempunyai karakteristik yang sesuai dengan arsitektur kolonial, sedangkan bangunan baru tidak terlalu lengkap elemen kolonialnya.
KARAKTERISTIK ELEMEN ARSITEKTUR MASJID DI WONOSOBO Adinda Septi Hendriani; Hermawan Hermawan; Eko Wahyu Kurniawan; Dama Primanda; Annisa Nabila Arrizqi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3409

Abstract

Masjid seringkali dibangun dengan menerapkan gaya arsitektur Islam. Beberapa masjid juga dibangun dengan menggabungkan Arsitektur Islam dan Nusantara. Kajian karakteristik elemen arsitektur pada masjid akan memperlihatkan perkembangan gaya arsitektur. Penelitian bertujuan melakukan kajian elemen bangunan masjid di Wonosobo. Metode penelitian menggunakan metode kulaitatif deskriptif dengan cara menggali dan mendokumentasikan elemen beberapa masjid di Wonosobo. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada masjid yang mencoba untuk total dalam menerapkan arsitektur Islam dan ada masjid yang menggabungkan antara gaya arsitektur Islam dan Nusantara.
WARNA DAN ORNAMEN SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA PADA BANGUNAN IBADAH DI KAWASAN WISATA RELIGI MULTI AGAMA Aan Mardian; Mutiawati Mandaka
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3430

Abstract

Indonesia terdiri dari masyarakat yang majemuk dan memiliki keanekaragaman kebudayaan. Dalam banyak hal, perbedaan tidak dapat dipungkiri sehingga perbedaan ini justru memiliki fungsi untuk mempertahankan dasar identitas dan integrasi sosial pada masyarakat. Termasuk juga pada tempat-tempat ibadah yang merupakan tempat yang sakral bagi para pemeluk agama masing-masing. Elemen estetika di masing-masing agama memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam kawasan wisata religi akan menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat dikunjungi. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan gambaran elemen-elemen estetika pada bangunan ibadah di kawasan wisata religi multi agama di Indonesia. Terdapat beberapa elemen estetika dalam kajian suatu objek seni bangunan yaitu elemen bentuk, warna, ornamen dan patung. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan melakukan studi komparatif. Studi kasus menganalisa rumah ibadah dari 6 agama di Indonesia yaitu Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Hasil penelitian adalah terdapat beberapa elemen estetika yang hampir sama antara bangunan ibadah umat yang satu dengan yang lain. Jika dianalisa dari elemen warna, warna yang ada pada bangunan vihara dan kelenteng hampir sama, dengan menggunakan warna merah dan kuning keemasan. Berdasarkan ornamen, terdapat ornamen yang sama pada bangunan kelenteng dan vihara, yaitu adanya motif naga, burung, kelelawar dan singa.
TERITORI RUANG KOMUNAL BERBASIS WAKAF DI PERMUKIMAN KOTA (STUDI KASUS KAMPUNG KAUMAN SEMARANG) Agus Rochani; Ardiana Yuli Puspitasari
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3558

Abstract

Urban regions nowadays are constrained by a scarcity of land for the construction of community space. The waqf of land is one of the charitable endeavours that has been long-established in the neighbourhood. Because the waqf serves as the primary gathering place for the community that manages it, the Muslim community's act of prayer directly influences the spatial organisation of the city. Waqf is practised by almost all Muslim communities worldwide. Waqf has a significant role in defining the city's community spaces, including as places of worship, places of learning, places of health, economies, businesses, and environmental infrastructure. Seventy percent of urban villages, like Semarang City, hold waqf land. The goal of this study is to provide a description of the area of community space that develops from land waqf in urban communities. Kampung Kauman Semarang was chosen for the study because it is a crowded community representative of urban centres. To comprehend territorial traits that are specifically generated in the midst of people's lives, the research technique employs a holistic single case study methodology. This research contributes to our understanding of how waqf territoriality develops through communal defence and the long-term creation of benefits in a variety of dimensions, reflecting the qualities of sustainable space. Keywords: Territory, Communal space, Land waqf, Urban settlement, Kauman Village
DESAIN WAYFINDING DALAM KETERBACAAN DAN PELAKSANAAN STUDI KASUS JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM Pawitra Sari; Desta Promesetiyo Bomo
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3585

Abstract

Wayfinding diperlukan perannya dalam peletakkan, pengarah, penuntun, dan titik keputusan sehingga dalam perencanaan dan proses pelaksanaannya harus terintegrasi dengan tepat. Keterbacaan menjadi kunci keberhasilan dalam perencanaan bagaimana orang mampu untuk memahami wayfinding. Oleh sebab pentingnya wayfinding dalam pergerakan manusia, maka penelitian ini mengangkat kasus di Jakarta International Stadium (JIS) yang bersifat sangat kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterbacaan wayfinding, terutama dalam keadaan darurat, bagaimana penonton sepak bola dapat melakukan evakuasi dengan cara mengikuti rute wayfinding. Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Pada tahap teknik analisis data dilakukan dengan memfokuskan alur pergerakan penonton sepak bola sampai pada tujuan yang diinginkan. Alur pergerakan ini sebagai strategi pencapaian dengan menggunakan landmarks model. Hasil penelitian ini menunjukan desain wayfinding di JIS dominan pada desain grafis dan struktural. Desain grafis adalah aspek ukuran dan huruf untuk memenuhi keterbacaan, warna untuk membantu klasifikasi zona dan sebagai penuntun serta simbol untuk memudahkan penyandang disabilitas. Ada konsistensi terhadap aspek ukuran, warna, huruf, dan simbol pada keragaman wayfinding di JIS. Desain wayfinding juga memudahkan penonton sepak bola yang mayoritas bergender laki-laki yaitu orientasi dan arah. Proses pelaksanaan wayfinding menjadi krusial keterlibatannya untuk memperoleh hasil akhir. Struktural diterapkan dalam wayfinding menyangkut pada perkuatan dan posisi aman pemasangan mengacu pada peraturan.
ZONING KAWASAN PELABUHAN KUALA KOTA SINGKAWANG Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari; Della Meitri Astari; Meta Indah Fitriani
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3701

Abstract

Kalimantan Barat sebagai provinsi dengan julukan “Seribu Sungai” menjadikan transportasi air sebagai jalur utama angkutan antar daerah. Sarana Pelabuhan sangat penting diperhatikan sesuai fungsinya. Kegiatan pada pelabuhan saat ini melayani rute pelayaran dari Jakarta dan Pulau Tambelan yang membawa komoditi berupa bahan pokok, non migas, dan kargo. Meskipun Sungai Singkawang terus mengalami pendangkalan, RTRW Kota Singkawang Tahun 2022–2042 Pelabuhan Kuala menetapkan sebagai pelabuhan pengumpul. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun zoning rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang. Zoning rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang terdiri atas kegiatan yang diperbolehkan (perkantoran dan RTH) kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat dan/ atau terbatas (perdagangan dan jasa, bangunan pengendali banjir, rumah kepadatan sangat rendah, dan pariwisata), kegiatan yang tidak diperbolehkan (yang mengganggu fungsi utama kawasan). Selain itu, rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang disusun dengan hasil penataan kembali melalui penyediaan fasilitas penunjang wilayah daratan seperti kawasan perkantoran, perumahan dinas, ruang terbuka hijau, pariwisata, serta perdagangan dan jasa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10