cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOHE KAMBING YANG DIFERMENTASI DENGAN BIOAKTIVATOR Streptomyces sp. TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM TANAMAN CABAI Nurizal, Imam; Petrunella Thei, Ruth Stella; Muthahanas, Irwan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kohe kambing yang difermentasi dengan bioaktivator Streptomyces sp. terhadap penyakit layu yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp. pada tanaman cabai (C. frutescens). Percobaan dilaksanakan di sawah milik petani pada bulan Mei - September 2023, di Kelurahan Surya Wangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu T0 (Tanpa pemberian pupuk), B0 (Pupuk KOHE Kambing tanpa penambahan bioaktivator), BA1 (Pupuk KOHE Kambing + SH + BSI), BA2 (Pupuk KOHE Kambing + SH + BSC), BA3 (Pupuk KOHE Kambing + BSI + BSC), dan BA4 (Pupuk KOHE Kambing + SH + BSI + BSC) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 36 unit petak percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada parameter insiden penyakit fusarium, jumlah buah, serta bobot buah menunjukkan hasil yang berbeda nyata.
STABILITAS PARAMETRIK HASIL 14 GENOTIPE TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI EMPAT LINGKUNGAN DATARAN RENDAH Dewi, Suprayanti Martia; Sobir, Sobir; Syukur, M; Kisman, Kisman
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.887

Abstract

This study aimed to obtain information stability results 14 tomato genotypes grown in four lowland locations using multiple methods of parametric stability analysis. The experiments were conducted at four locations, namely Purwakarta, Lombok, Tajur and Leuwikopo. Experiments at each location using Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications which replicates nested within location. The method used were Francis and Kannenberg, Wrickle ekovalens, Finlay and Wilkinson, Eberhart and Russel, Wrickle ekovalens and AMMI . Research carried out shows based on the concept of static stability using the method of Francis and Kannenberg and Russell Eberhart, who declared stable genotype were IPBT3, IPBT53 and IPBT78. Based on the concept of dynamic stability using Wrikle ekovalens and Finlay & Wilkinson methods, stable genotype were IPBT3, IPBT8, IPBT33, IPBT34, IPBT57, IPBT60, IPBT64 and Intan. IPBT3, IPBT33, IPBT34, IPBT60 and Intan as stable genotypes under AMMI methods.
PENENTUAN LOKASI SENTRA INDUSTRI HASIL TEMBAKAU (SIHT) DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukardi, Lalu; Tajidan, Tajidan; Fahrudin, Fahrudin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.982

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menentukan lokasi SIHT prioritas di Lombok Barat, dan (2) merumuskan skenario pengelolaan SIHT, dan (3) mengkaji alternatif badan usaha pengelola SIHT. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Sentra pengembangan Tembakau Kabupaten Lombok Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik wawancara, wawancara mendalam, penelusuran dokumen, observasi dan focus group discussion (FGD). Selanjutnya untuk menentukan lokasi SIHT prioritas, dilakukan Analisis Hirarki Proses (AHP) dengan lima kriteria, yaitu: (1) potensi lahan yang tersedia, (2) ketersediaan SDM, (3) ketersediaan infrastruktur pendukung, (4) ketersediaan utilitas, dan (5) aksesibilitas lokasi. Hasil penelituan: (1) lokasi SIHT menurut skala prioritasnya adalah: Kecamatan Lembar, Gerung, Sekotong, dan Kuripan; (2) skenario pengelolaan SIHT, yaitu: pengembangan usaha di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal mereka, mempersiapkan generasi muda untuk merintis dan mengembangkan usaha industri hasil tembakau, kerjasama Pemerintah Daerah dengan perusahaan industri hasil tembakau, dan mendirikan BUMD; dan (3) alternatif badan usaha pengelola SIHT adalah: Bumdes, koperasi atau asosiasi, dan persero. Sebelum dilakukan pengembangan SIHT, direkomendasikan untuk dilakukan kajian lingkungan, melengkapi izin, dan pelatihan SDM.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA DUA SISTEM BEDENGAN DAN PEMBERIAN PEMBENAH TANAH DENGAN DOSIS YANG BERBEDA DI TANAH VERTISOL LOMBOK Cahyani, Karnila; Suheri, Herman; Farida, Nihla
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1026

Abstract

This article is the result of an experiment that aims to determine the effect of rorak and conventional bed systems given soil ameliorant in various doses on the growth and yield of tomato. The experiment was carried out in Lombok vertisol soil using Group Randomized Design. The soil ameliorant was applied as a mixture of manure and rice husk charcoal (1: 1) with the following doses: no ameliorant, 5 tons/ha, 10 tons/ha), and 15 tons/ha. The experimental results analyzed based on factorial anova indicated that bedding type had a significant effect on the number of branches per plant, total fruit weight per plant, fruit weight per plot and potential fruit weight per hectare. Conventional beds are higher in plant growth, while rorak beds are higher in plant yield. Application of soil ameliorant had no significant effect on all observed parameters. The interaction of bedding type and dosage of soil ameliorant had no significant effect on all observed parameters.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI TEBU DI KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU Satriawan, Abdullah; Hayati, Hayati; Muktasam, Muktasam
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tingkat pendapatan dan kelayakan usahatani tebu yang telah dilaksanakan di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik survey, lokasi penelitian di pilih secara purposive sampling dengan pertimbangan petani tebu terbanyak yang berada di kawasan PT Sukses Mantap Sejahtera(SMS), pemilihan petani tebu sebagai responden dengan menentukan jatah(kuota) 35 orang kemudian di uji tingkat pendapatan yang diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani tebu petani adalah Rp. 13.183.244/Ha pada 1 musim panen (12 bulan), kemudian dari pendapatan petani, dilakukan analisa sehingga mendapatkan nilai R/C ratio sebesar 2,5. Artinya bahwa R/C ratio lebih dari 1, maka usahatani tebu di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu menguntungkan dan memiliki prospek pengembangan lanjutan kedepannya.
JENIS PAKAN DAN PERILAKU MAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI ZONA PEMANFAATAN PULAU SATONDA TAMAN NASIONAL MOYO SATONDA Chatami, Lalu Radinal Ihya; Syaputra, Maiser; Hadi, Islamul
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.973

Abstract

Satonda Island, which is located in Dompu Regency, West Nusa Tenggara Province, is a habitat for long-tailed monkeys. This research aims to determine the type of food and eating behavior of long-tailed monkeys in the utilization zone of Satonda Island. The method used in this research isFocal animal sampling with the alpha long-tailed monkey as the research object. The results of the research show that there are 8 types of food sources for long-tailed monkeys in the utilization zone of Satonda Island, Moyo Satonda National Park, consisting of figs (fig tree), sour (Tamarindus indica), offerings (Lannea coromandelica), ivory coconut (Cocoa nuts), cherries (Muntingia calabura), ketapang (Terminalia catappa), lantana (Lantana montevidensis), and hibiscus (China rose). Acid is the most consumed feed with a percentage of 22.67%. The most eaten part is fruit with a percentage of 42%. Meanwhile, the eating behavior of long-tailed monkeys that appears most often is chewing with a percentage of 30.7%, and swallowing behavior is the least common eating behavior with a percentage of 20.4% in observations of eating behavior Keywords: Types of food, long-tailed monkeys, feeding behavior, Satonda Island.
ANALISIS KEMISKINAN PETANI BERDASARKAN TIPOLOGI WILAYAH TEMPAT TINGGAL DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Tanaya, I Gusti Lanang Parta; Usman, Abdullah; Hidayati, Asri; Hidayanti, Anna Apriana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1045

Abstract

Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dengan penduduk miskin 27,04 persen pada tahun 2021 jauh diatas persentase penduduk miskin di Provinsi NTB yaitu 14,14 persen. Penduduk miskin ini tersebar di seluruh desa yang ada di KLU namun yang rentan berubah kategori dari tidak miskin menjadi miskin adalah penduduk yang tinggal di pulau-pulau kecil seperti Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air (Tramena). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik rumah tangga miskin berdasarkan tipologi sistem pertanian di Pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Utara; menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, kesehatan, aksesibilitas, kondisi ekonomi rumah tangga, dan tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pembangungan, serta aspek kewilayahan terhadap kerentanan kemiskinan di Pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Utara dan menganalisis perbedaan magnitude tingkat kerentanan rumah tangga miskin berdasarkan sistem pertaniannya di Pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Utara. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan mengambil sampel sebanyak 90 orang yang terdiri atas 30 orang di masing-masing gili yang ada, Kerentanan kemiskinan dianalisis dengan fungsi z dan peluang terjadinya kerentanan ini dianalisis dengan Regresi Model Logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan rumah tangga terhadap kemiskinan dari perspektif mikro dipengaruhi oleh kepala rumah tangga perempuan, jumlah tanggungan rumah tangga yang besar, rendahnya tingkat pendidikan kepala rumah tangga, tingkat kesehatan kepala rumah tangga, kurangnya akses ke lembaga keuangan formal, kurangnya akses ke energi listrik, rendahnya tingkat partisipasi dalam proses pembangunan, dan rendahnya nilai asset yang dimiliki. Kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara berasosiasi dengan karakteristik wilayah, dimana rumah tangga yang berdomisili pada wilayah pegunungan memiliki kerentanan atau peluang untuk menjadi miskin lebih kecil dibanding dengan rumah tangga yang berdomisili pada wilayah pesisir dan dataran rendah. Peningkatan share sektor pertanian dan share sektor industri terhadap PDRB berpengaruh signifikan dalam mereduksi kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara, akan tetapi besar pengaruhnya berbeda. Kemudian Peningkatan harga barang dan jasa (GDP_Deflator), peningkatan PAD dan krisis moneter, berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat yang pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penduduk miskin.
The STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUK KOPI CILIBUR DI KECAMATAN PAGUYANGAN, KABUPATEN BREBES khatimah, khusnul; Saraswati, Nurul Mega; Rahayu, Yasinta Sri; Rizqiyani, Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.827

Abstract

Kopi termasuk komoditas perkebunan terbesar di Kecamatan Paguyangan. Kopi Cilibur merupakan satu-satunya usaha yang mengolah biji kopi menjadi produk kopi bubuk. Selama hampir 3 tahun, usaha produk Kopi Cilibur belum mengalami perkembangan yang signifikan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, kemudian menyusun Matriks IFE dan EFE, selanjutnya merumuskan strategi pengembangan usaha melalui metode SWOT. Responden adalah pemilik, pemasok biji kopi, dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan produk Kopi Cilibur memiliki (a) kekuatan utama, yakni kualitas produk Kopi Cilibur yang baik, (b) kelemahan utama, yakni lokasi Kopi Cilibur yang kurang strategis, (c) peluang utama, yakni peningkatan tren minuman kopi, dan (d) ancaman utama, yakni persaingan produk yang sejenis. Matriks IFE diperoleh skor 2,172 dan Matriks EFE diperoleh skor 2,360 dengan kategori ‘sedang’ menempati posisi sel V. SeI V menggambarkan posisi Kopi Cilibur pada kondisi pertahankan dan pelihara. Analisis SWOT diperoleh 14 rumusan strategi yang terbagi dalam 4 kelompok (S-O,S-T,W-O-W-T). Strategi utama terletak pada kombinasi S-O, yakni (a) Optimalisasi kualitas dan kontinuitas produk Kopi Cilibur, (b) Melakukan kerjasama dengan pemerintah melalui berbagai program binaan, (c) Mengikuti berbagai kegiatan pameran/bazar/lokakarya, dan (d) Meningkatkan inovasi pada kemasan produk Kopi Cilibur yang lebih bervariasi.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI MEDIA TANAM PUPUK KASCING DAN ARANG SEKAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Suryaningsih, Liana; Ngawit, I Ketut; Deona, Elisabet Berbara Bare
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi media tanam arang sekam dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilakukan pada bulan April-juni 2023, di Jalan Jempiring No. 9 Gomong Baru Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor 15 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor I terdiri dari 3 taraf yaitu m1 perlakuan arang sekam : tanah (1:1), m2 arang sekam : tanah (1:2), m3 arang sekam : tanah (1:3). Faktor perlakuan ke II dosis pupuk kascing dengan 5 taraf yaitu: dosis d1= 20 gram/polybag, d2= 30 gram/polybag, d3= 40 gram/polybag, d4= 50 gram/polybag, d5= 60 gram/polybag. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemberian media tanam arang sekam dan pupuk kascing tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Pemberian media tanam arang sekam pada perlakuan m3 (arang sekam : tanah 1:3) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah per tanaman. Pemberian mandiri dosis pupuk kascing tidak berbeda nyata terhadap semua parameter pengamatan, namun dosis tertinggi pupuk kascing yang digunakan (60 gram per polybag) cenderung memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy.
UJI ORGANOLEPTIK NUGGET AYAM DENGAN PENAMBAHAN BROKOLI (Brassica Oleracea var Italica) Mahayani, Anak Agung Putu Sri; Cahyani, Wahyu Kanti Dwi; Saputra, Jefrianto
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1054

Abstract

This research involved 20 panelists with several nugget samples that had to be assessed. The samples are NA0 which is a control or chicken nugget without broccoli; NA1 is a chicken nugget with the addition of 10% broccoli; NA2 is a chicken nugget with the addition of 15% broccoli; and NA3 is a chicken nugget with the addition of 20% broccoli. The assessment that the panelists must carry out is to rate each sample with 5 ratings, namely very dislike, dislike, moderate, like, and very like. According to the results of the research based on taste, most of the panelists liked the chicken nugget treatment with the addition of 15% broccoli. For the color category, most of the panelists liked chicken nuggets with the addition of 10% - 20% broccoli. For the texture category, some panelists liked chicken nuggets with the addition of 15% broccoli. For the aroma category, most of the panelists liked chicken nuggets with the addition of 10% - 20% broccoli. Based on these four aspects, the addition of broccoli was 15%, and the control (without broccoli) was most popular with the panelists.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue