cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 442 Documents
Peningkatan Daya Hasil dan Stay-Green Tanaman Jagung Melalui Seleksi Tandem dan Independent Culling Level di Lahan Kering i Wayan Sudika; Muliarta a; Sudharmawan Sudharmawan; dwi Ratna; Idris Idris
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.854 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i1.184

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemajuan seleksi tandem dan independent culling level selama tiga siklus di lahan kering dan mengetahui rerata daya hasil dan stay-green (brangkasan segar) populasi hasil seleksi dibanding dengan populasi awal dan varietas unggul Lamuru. Percobaan dirancang dengan rancangan acak kelompok, 3 blok di lahan kering Lombok Utara. Data dianalisa dengan analisis sidik ragam pada taraf nyata 5 persen. Rata-rata kemajuan seleksi per siklus setiap cara, diperoleh dari koefisien regresi antara karakter dengan siklus seleksi (populasi). Rerata perlakuan, diuji lanjut dengan BNT0,05. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kemajuan seleksi per siklus kedua cara hingga siklus ketiga untuk daya hasil dan brangkasan segar bersifat linear yang nyata. Besarnya kemajuan seleksi per siklus daya hasil secara tandem dan independent culling level berturut-turut 2,19 dan 2,74 g/tan; sedangkan untuk brangkasan segar sebesar 6,86 dan 13,77 g/tan. Rerata daya hasil dan bobot brangkasan segar, populasi hasil seleksi siklus ketiga kedua cara lebih besar dibanding populasi awal. Daya hasil populasi hasil seleksi independent culling level siklus ketiga lebih besar dibanding varietas Lamuru; namun populasi hasil seleksi tandem sama. ABSTRACT The objective of this research was to determine the progress of tandem and independent culling level selections until the three cycles on dry land and determine the mean grain yield and stay - green of selected plant populations compared with the base population and Lamuru superior variety. The experiment was designed using randomized block design with 3 replicates in North Lombok dry land. The observed data were analyzed using analysis of variance and LSD at the 5 percent significance level. The average of selection progress per cycle each way was obtained from the regression coefficient between the observed characters and the selection cycle (population). The results of the research showed that the progress of selection per cycle until the third cycle for yield (dry grain seed weight) and fresh biomass for both ways were significant linear. The selection progress of yield potential for tandem selection and independent culling level were 2,19 dan 2,74 g/tan respectivelly. The selection progress of biomass weight were 6,86 dan 13,77 g/tan for tandem selection and independent culling level. Mean of yield potential and fresh biomass weight for two ways were higher base population. Yield population of independent culling level selection three cycles were higher than Lamuru variety; but population result of tandem selection as the same.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH YANG DIBERI RHIZOBIUM PADA CEKAMAN KEKERINGAN Sadmaka 1); Suwardji 2); A. Farid Hemon 2)
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.44 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil kacang tanah yang diberi Rhizobium sp pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian ini merupakan percobaan pot di rumah kaca yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama yaitu menguji efektifitas sumber inokulum terhadap pertumbuhan bitil akan dan pertumbuhan tanaman kacang tanah pada kondisi cekaman kekeringan. Tahap kedua yaitu mengamati hasil kacang tanah yang diiokulasi dengan sumber inokulan Rhizobium sp. Hasil percobaan tahap pertama ini selanjutnya akan digunakan untuk percobaan tahap kedua. Percobaan ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi, yaitu kondisi cekaman kekeringan sebagai petak utama dan sumber inokulum Rhizobium sp sebagai anak petak. Petak utama terdiri atas tanaman mengalami cekaman kekeringan dan tanaman tidak mengalami kekeringan. Anak petak terdiri atas sumber inokulum dari Nodulin, Rhizoplus, Agrimeth, tanah bekas kacang tanah, dan tanpa sumber inokulum (sebagai kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Rhizobium dari Nodulin mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pada kondisi cekaman kekeringan. Kacang tanah yang diberi Nodulin memberikan bobot berangkasan kering bagian atas tanah yang terberat (24,5 g per tanaman) dan menghasilkan bobot polong kering yang terberat (20,4 g per tanaman), serta menghasilkan kadar N jaringan tanaman yang tertinggi (1,95 %) dibanding dengan tanaman yang tidak diberi Nodulin. ABSTRACT This research aims to know peanut yield and growth inoculated Rhizobium sp on drought stress. This research was done in Glass House which consisted of 2 steps. First step was evaluation of inoculum source effectiveness against root nodule growth and peanut growth under drought stress. Second step was observation of peanut yield inoculeted with Rhizobium sp under drought stress. The experiment was carried out with Split Plot Design, ie. main plot (drought stress) and sub plot (inoculum source of Rhizobium sp). Main plot consisted of peanut plant under drought stress and no drought stress. Sub plot consisted of inoculum source (Nodulin, Rhizoplus, Agrimeth, residu soil from planted peanut), and no inoculation (control). Result of experiment showed that Rhizobium application from Nodulin increased peanut growth and yield under drought stress. Plant peanut inoculated Nodulin had higher uper soil dry matter weight (24,5 g per plant) and dry pod weight (20,4 g per plant), including produced higher tissue N content than peanut plant without Nodulin application.
ANALYSIS OF CONSUMER DEMAND FOR ORGANIC VEGETABLES IN MATARAM CITY Mega Silastri Septiana; Amiruddin Amiruddin; Rosmilawati Rosmilawati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.282 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i1.620

Abstract

This study aims to: (1) Analyze the demand for organic vegetables in the city of Mataram, (2) To analyze the factors that influence the demand for organic vegetables in the city of Mataram. the type of data used in this study is qualitative data and quantitative data obtained in the form of not numbers and figures. Data collection methods are through the questionnaire (survey) method using primary data and secondary data. Analysis of the data used in this research is descriptive data analysis used to analyze consumer demand, and statistical data analysis used to analyze the factors that influence the demand for organic vegetables is done by analyzing the cob-douglas function. The results of the analysis show that: (1) the average demand for organic broccoli in Mataram City is 1,300 kg / month, (2) the average demand for organic cucumber vegetables in Mataram City is 2,333 kg / month, (3) the average the average demand for organic eggplant in Mataram City is 1,019 kg / month, (4) the factors that influence the demand for organic broccoli in Mataram are the price of the organic broccoli itself and the price of conventional broccoli, (5) factors that affect the demand for organic cucumber vegetables in Mataram City is the price of organic cucumber itself, the price of conventional cucumber, and consumer tastes, (6) the factors that influence the demand for organic eggplant in Mataram City are the price of organic eggplant itself and the price of conventional eggplant . Keywords: Demand for organic vegetables and the factors that influence demand
ANALISIS RANTAI NILAI PEMASARAN IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ni Putu Rika S; Abdullah Usman; Sri Maryati Maryati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.169 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat pendapatan usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (2) jumlah rantai nilai dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (3) tingkat efisiensi pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (4) jenis kendala yang dihadapi pembudidaya ikan air tawar dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lombok Barat yaitu Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada dengan menetapkan empat desa yaitu Desa Sigerongan, Desa Batu Kumbung, Desa Nyurlembang dan Desa Lembuak dengan melibatkan 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendapatan pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp. 132.179.174/proses produksi. (2) Rantai nilai pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat melibatkan empat lembaga pemasaran yakni pembudidaya ikan air tawar, pedagang pengepul desa (PPD), pedagang antar pulau (PAP), dan pedagang pengecer dalam menyalurkan produksi ikan air tawar kepada konsumen akhir. (3) Tingkat efisiensi pemasaran ikan air tawar berdasarkan share produsen yaitu saluran I, II tergantung pada komoditas ikan air tawar, sedangkan berdasarkan distribusi keuntungan pada pemasaran ikan air tawar dikatakan tidak adil/tidak merata pada seluruh saluran pemasaran ikan air tawar. (4) Kendala yang dihadapai pembudidaya dalam pemasaran ikan air tawar yaitu harga jual yang rendah pada musim penghujan yang menyebabkan jumlah ikan air tawar meningkat dari biasanya sedangkan permintaan ikan di pasar stabil. ABSTRACT The ais of this research were to find out 1) the level of farmers income in freshwater fish farms in West Lombok 2) the value chain in marketing the fish 3) the level of efficiency in marketing the fish 3) the constraints faced by farmers. This research located in West Lombok, district of Lingsar and Narmada with villages: Sigerongan villages, Batu Kumbung villages, Nyurlembang, and Lembuak villages, using 30 respondents. The results indicated that: The income of freshwater fish farmers is Rp. 132.17.174/production process, 2) the marketing value chains involved 4 stake holders: farmers, village collector, inter-island seller and retailer seller; marketing efficiency level of freshwater fish water based on producer share consists of Channel I, Channel II, depend on the commodity of fish water, 4) The constraints is the decrease of selling price in rainy season cause the increase of productivity but in other hand the demand of it is stable.
5. PENGARUH MULSA, MASUKKAN ORGANIK DAN PUPUK NPK TERHADAPSIFAT TANAH, PERTUMBUHAN DAN HASIL CABE (CAPSICUM ANNUM L.) PADA LAHAN KERING LOMBOK UTARA Bambang Hari Kusumo
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.427 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemenuhan permintaan pasar akan cabe, dapat diupayakan melalui peningkatan produksi komoditi di lahan kering. Berkaitan adanya faktor pembatas lahan kering yang berkaitan dengan sifat tanah dan iklimn, maka diperlukan teknik budidaya cabe yang berbeda dengan lahan basah. Untuk mengatasi faktor pembatas tersebut antara lain ditempuh melalui pemanfaatan mulsa dan pupuk organik yang dipadu dengan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa,masukkan organik, dan pemberian pupuk NPK terhadap bebrapa sifat tanah, pertumbuhan, dan hasil cabe. Penelitian dilaksanakan di lahan kering Amor-Amor Lombok Utara, dengan menerapkan rancangan acak kelompok lengkap yang ditata secara faktorial (3 x 3) dengan tiga ulangan. Faktor pertama Mulsa (M) yang terdiri dari 3 aras, yaitu M1 = Tanpa mulsa, M2 = mulsa jerami padi + tanaman legum, M3 = mulsa plastik perak hitam, dan faktor kedua Masukkan organik (pupuk kandang) dan pupuk NPK (O) yang terdiri atas 3 aras; O1= 5 ton per ha + (150 kg urea + 300 kg TSP + 262,5 kg KCl per ha), 02 = 10 ton per ha + (100 Kg urea + 150 kg TSP + 175 kg KCl per ha), 03 = 15 ton per ha + (50 kg urea + 100 kg TSP + 87,5 kg KCL per ha). Cabe yang ditanam adalah varietas Hot Beauty. sil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pupuk organik yang dibarengi dengan pengurangan pupuk anorganik sampai batas tertentu dalam satu paket pemupukan, berperan dalam meningkatkan kadar bahan organik dan KTK tanah, disamping itu berperan pula menurunkan nilai BV dan permeabilitas tanah. Macam mulsa tidak berpengaruh nyata terhadap sifat tanah. Perlakuan pupuk organik dan anorganik dengan kadar total unsur hara yang relatif sama tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan cabe, tetapi berpengaruh terhadap hasil cabe. Selain itu, mulsa plastik perak hitam dan mulsa jerami padi + tanaman legum, berpengaruh lebih baik terhadap produksi cabe daripada tanpa mulsa. ABSTRACT To meet demand on chilli, efforts to improve production of the commodity have been carried out through utilisation of dryland. Concerning the limiting factors of dryland relating to the soil characteristics and climate, specific technique of chilli cropping system is required which is difference from that in wetland. An effort aimed to overcome the limiting factors through the use of mulch, and application of organic and inorganic fertilisers. The objective of the research is to determine the effects of mulch, organic input, and NPK application on soil characteristics, the growth and yield of chilli. he research was carried out in a dryland of Amor-Amor, North Lombok, by applying a field experiment randomised completely block design arranged using factorial (3 x 3) with 3 replications. The first factor was mulch (M) consisting of 3, namely M1 = no mulch, M2 = rice straw mulch, and M3 = plastic mulch. The second factor was organic input OM + NPK (O), consisting of 3 levels, O1 = 5 ton OM + 150 kg Urea + 300 kg TSP + 162,5 kg KCl per ha, O2 = 10 ton OM + 100 kg Urea + 150 kg TSP + 175 KCl per ha, and O3 = 15 ton OM + 50 kg Urea + 100 kg TSP + 87,5 kg KCl per ha. The crop was chilli of Hot Beauty. sult indicates that the increase of organic input, incorporate with decrease inorganic fertilisers up to certain level of fertilisation package, could increase the content of soil organic matter and CEC, but decrease soil bulk density and permeability. Type of mulch did not significantly affect soil characteristics. Organic and inorganic fertiliser did not significantly affect crop growth, but yield. The plastic mulch and rice straw + legumes mulch had a better effect on yield of chilli than that of without mulch.
5. ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG SISTEM MONOKULTUR DENGAN SISTEM CAMPURAN DI KECAMATAN KAYANGAN KABUPTEN LOMBOK UTARA Rahmat Hidayat; Abdullah Usman; Taslim Sjah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.304 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: untuk mmbandingkan:(1) pendapatan usahatani jagung sistem monokultur dengan jagung sistem campuran (2) tingkat efisiensi usahatani jagung sistem monokultur dengan jagung sistem campuran (3) faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam memilih sistem tanam pada usahatani jagung di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunkan metode deskriptif dan teknik yang digunakan adalah teknik survey. Unit analisis dalam penelitian ini adalah petani jagung sistem tanam monokultur dan campuran. Penentuan daerah sampel penelitian ditentukan secara Purposive Sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 orang petani, jumlah tersebut ditentukan secara Quota Sampling dengan masing-masing desa sebanyak 20 responden. Pengambilan responden dilakukan dengan cara Accidental Sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif sedangkan sumber data terdiri dari data primer dan data skunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pendapatan per hektar usahatani campuran jagung dengan kacang tanah lebih besar dari usahatani monokultur jagung (2) Nilai R/C ratio usahatani campuran sebesar lebih besar dari yang monokultur (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam memilih sistem tanam pada usahatani jagung antara lain hobi, modal, fokus pada tanaman, jenis tanah, pasaran, dan hemat waktu. ABSTRAK The research was purposed to: (1) To compare differences in corn farming income with monoculture system and mixed maize system with peanuts in Kayangan Subdistrict, North Lombok Regency (2) To compare the efficiency of maize farming systems with mixed maize systems with peanuts in the District Kayangan North Lombok (3) To confare the factors that influence farmers in choosing a cropping system in maize farming in Kayangan District, North Lombok Regency. This research uses descriptive method and the technique used is survey technique. The unit of analysis in this study was corn monoculture and mixed cropping systems. Determination of the study sample area is determined by purposive sampling. The number of respondents in this study was 40 farmers, the number was determined by Quota Sampling with each village as many as 20 respondents. Respondents were taken by Accidental Sampling. The type of data used is quantitative data and qualitative data while the data sources consist of primary data and secondary data. The results showed that (1) the income of maize mixed with peanut farming was greater than monoculture. (2) R / C ratio mixed farming is greater than that of monoculture. (3) Factors that influence farmers in choosing a cropping system in corn farming include hobbies, capital, focus on plants, types of soil, markets, and saving time.
PENGARUH PENERAPAN PAKET TEKNOLOGI BUDIDAYA TERHADAP KARAKTER PERTUMBUHAN DAN HASIL GENOTIPE TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Kisman kis man
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.376 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.590

Abstract

ABSTRAK Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia. Jagung tidak hanya diperlukan untuk pangan, namun juga lebih banyak dibutuhkan untuk pakan dan bahan baku industri dalam jumlah yang terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan permintaan jagung, peningkatan produksi masih perlu diupayakan. Penerapan teknologi budidaya merupakan salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung, sehingga dapat memenuhi kebutuhan permintaan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan paket teknologi budidaya terhadap karakter pertumbuhan dan daya hasil genotipe tanaman jagung (Zea mays L.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan lapang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan teknologi budidaya (T) : yaitu T1=Varietas Sukmaraga dengan jarak tanam (35x35)x100) cm. T2=Populasi C2 dengan jarak tanam 70 x 20 cm. T3=Lokal Bima dengan jarak tanam 70 x 20 cm. T4=Varietas Lamuru dengan jarak tanam (40x30)x60) cm. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penerapan paket teknologi budidaya T1 dan T4 secara statistik memberikan hasil sama atau menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap hasil berat kering pipil (gr/tan) serta lebih baik dibandingkan dengan perlakuan paket teknologi T2 dan T3
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SAYURAN DAUN DI KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Desi Istianatur Rokhmah; Abdullah Usman; Rosmilawati .
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.989 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang didapat oleh petani dari usahatani sayuran daun (bayam, sawi, kangkung), (2) mengetahui kelayakan finansial usahatani sayuran daun (bayam, sawi, kangkung), (3) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani dalam melakukan usahatani sayuran daun (bayam, sawi, kangkung) di daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif . Jumlah responden ditentukan 40 orang secara quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei yaitu wawancara (interview) secara langsung dengan responden dan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hasil penelitian adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani dapat ditutupi oleh pendapatan yang di dapat. Usahatani sayuran daun layak untuk diusahakan karena nilai R/C lebih dari satu. Kendala yang dihadapi petani adalah ketersedian pupuk urea bersubsidi. ABSTRACT This research aims to :(1) to know the coast incurred and the income earned by farmers from the result of leaf vegetable farming (spinach, mustard, kale), (2) to know about financial feasibility of leaf vegetable farming (spinach, mustard, kale), (3) to know the constraints faced by farmers in doing of leaf vegetable farming (spinach, mustard, kale) in researche areas. This research uses descriptive method. Amount of respondent determined from fourty people in quota sampling. The data collection was done by interview survey with respondent directly and guidanced the list of questions which had been prepared in advanced. Research result is coast incurred by farmers may be closed by income revenue of farmers . And leaf vegetable farming was being worthy which that in because of mark of R/C more than one . Farming constraints is there are no avability of fertilizer subsidized.
PERBAIKAN DAYA HASIL DAN UMUR PANEN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) MELALUI SELEKSI MASSA Wayan Sudika
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.746 KB)

Abstract

ABSTRAK Daya hasil dan umur panen jagung manis varietas HSSC No 9, telah diperbaiki melalui seleksi massa. Daya hasil diperbaiki didasarkan atas keserempakan masaknya bunga jantan dan bunga betina, yang telah dilakukan selama enam siklus. Berat tongkol layak jual meningkat dari 12,033 ton menjadi 13,920 ton per hektar setelah enam siklus tersebut. Seleksi massa siklus ketujuh dan ke delapan diarahkan terhadap umur panen melalui dua cara, yaitu secara langsung dan secara tidak langsung didasarkan atas umur keluar rambut tongkol. Selama dua siklus seleksi, cara tidak langsung memberikan kemajuan seleksi lebih besar daripada cara langsung, yakni 1,00 hari untuk cara tidak langsung dan 0,80 hari untuk cara langsung. Perbaikan umur panen ini ternyata menyebabkan pula kenaikan berat tongkol layak jual, yakni 0,608 ton untuk cara tidak langsung dan 0,325 ton per hektar per siklus untuk cara langsung. Oleh karenanya perbaikan daya hasil dan umur panen tanaman jagung manis dapat dilakukan melalui seleksi massa sekaligus hanya menggunakan kriteria seleksi umur keluar rambut tongkol. ABSTRACT The yield potential and harvesting days of Sweet Corn HSSC No 9 variety have been improved through mass selection. The yield potential has been improved based on reducing the time laps between pollen shedding and silking; which has been done for six cycles. The weight of marketable ears increased from 12.033 ton to 13.920 ton per hectare after six cycles of mass selection. Mass selection on seventh and eighth cycles is directed to the improvement of harvesting days through two selection method i.e. direct and indirect selection. Indirect selection is the improvement of harvesting days through silk emergence date. During two cycles of selection, the gain selection of indirect selection was greater than direct selection method, i.e. 1.0 day for indirect selection and 0.8 days for direct selection. The improvement of harvesting days also caused the improvement of marketable ear weight, i.e. 0.608 ton for indirect selection and 0.325 ton per hectare per cycles for direct selection. Therefore, the improvement of the yield potential and harvesting days of sweet corn could be done by mass selection based on silk emergence date.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI: KASUS PERALIHAN USAHATANI PADI KE USAHATANI IKAN DI DESA BUNKATE KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Yupi Ratnasari; Abdullah Usman; Muhammad Siddik
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.213 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v28i3.163

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah: menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan peralihan usahatani padi ke usahatani ikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik survei dan wawancara. Unit analisis penelitian ini adalah petani padi dan petani ikan di desa Bunkate. Penelitian ini dilakukan di Desa Bunkate, berdasarkan data petani ikan terbesar di Kecamatan Jonggat. Jumlah responden ditetapkan secara “Quota Sampling” sebanyak 44 orang, 22 orang petani padi dan 22 orang petani ikan. Analisis data yang digunakan adalah: analisis regresi logistik dan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi peralihan usahatani padi ke usahatani ikan adalah pendapatan. Hal ini disebabkan oleh pendapatan usahatani ikan yaitu Rp. 122.752.923/ha lebih besar dibandingkan dengan pendapatan usahatani padi Rp. 13.183.734/ha. Modal, luas lahan, jumlah tanggungan keluarga dan resiko usahatani tidak berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan petani melakukan peralihan usahatani. Nilai R/C ratio pada usahatani padi lebih kecil dibandingkan dengan usahatani ikan. Hal ini desabkan oleh produksi dan harga produk pada usahatani ikan lebih besar dibandingkan dengan produksi dan harga produk pada usahatani padi. ABSTRACT The purpose of this research is to analyze the factors that influence the decision of farmers in making the transition of rice farming to fish farming. This research uses descriptive method and data collection technique used is survey and interview technique. The unit of analysis of this research is rice farmers and fish farmers in Bunkate village. This research was conducted in Bunkate Village, based on the data of the biggest fish farmer in Jonggat District. The number of respondents is determined by "Quota Sampling" as many as 44 people, 22 rice farmers and 22 fish farmers. Data analysis used were: analysis of factors influencing rice farming transition to fish farming, and income comparison analysis between rice farming and fish farming. The results showed that the factors affecting the shift of rice farming to fish farming were income. This is caused by the income of fish farming is Rp. 122.752.923 / ha greater than the income of rice farming Rp. 13,183,734 / ha. Capital, land area, number of family dependent and farming risk have no significant effect to farmer's decision making to make farming transition. The value of R / C ratio in rice farming is smaller than fish farming. This is explained by the production and price of products in fish farming is greater than the production and price of products in rice farming.

Page 3 of 45 | Total Record : 442


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue