cover
Contact Name
Tambun
Contact Email
tambunsimarsoit@gmail.com
Phone
+6281375020453
Journal Mail Official
tambunsimarsoit@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Romeby Lestari Blok C, No C14 Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi
ISSN : 23029668     EISSN : 28091183     DOI : https://doi.org/10.35335/fruitset
Core Subject : Agriculture,
Diterbitkan oleh Institute Of Computer Science (IOCS). Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Terbit perdana pada Desember 2012. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi merupakan jurnal ilmiah yang dapat memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian dibidang agroteknologi dan Ilmu Pertanian yang mencakup bidang genetika, pemuliaan tanaman, teknologi benih, hama, gulma, dan penyakit, budidaya tanaman, Ekonomi Pertanian serta ilmu dan kesuburan tanah
Articles 252 Documents
INTENSITAS SERANGAN HELOPELTIS SPP. PADA BUAH MUDA DAN BUAH TUA THEOBROMA CACAO L. DI PROVINSI LAMPUNG R. Dadang Rieswanto S.Wa; Firsttio M. Amin; Sungkono
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 05 (2022): Desember: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan hama penghisap buah Helopeltis spp pada buah muda dan buah tua kakao varietas Lindak dan Criollo serta mengetahui keberadaan jenis-jenis musuh alaminya di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada penelitian ini terlihat bahwa hama Helopeltis spp menyerang baik pada Varietas Criollo maupun Lindak. Pada pengamatan pertama, jumlah hama Helopeltis spp yang ditemukan pada Varietas Criollo sebanyak 35 ekor, sedangkan pada Varietas Lindak sebanyak 32 ekor; semua dalam berbagai stadium. Hama Helopeltis spp teramati lebih banyak ditemukan pada buah tua dibandingkan buah muda baik pada varietas Criollo. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah:  (1) Serangan hama Helopeltis spp cukup banyak ditemukan pada buah tua varietas Criollo dibandingkan pada varietas Lindak, untuk intensitas serangan akibat dari serangan hama Helopeltis spp dari kategori ringan hingga sedang. (2) Helopeltis spp yang menyerang varietas Criollo berbeda nyata antara buah muda dengan buah tua untuk setiap ulangannya, namun pada varietas Lindak berbeda nyata antara buah muda dengan buah tua pada ulangan pertama, kedua dan ketiga, sedangkan pada ulangan keempat serangan Helopeltis spp tidak berbeda nyata pada uji t taraf 5 %. (3) Musuh alami  Helopeltis spp yang ditemukan antara lain laba-laba (Hogna aspersa), semut rangrang (Oecophylla smaragdina), belalang sembah (Stagmomantis carolina), semut hitam (Dolichoderus bituberculatus); yang populasinya cukup banyak hanya semut hitam. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah ukuran buah kakao berpengaruh terhadap serangan Helopeltis spp.
IMPLEMENTASI SWOT PADA STRATEGI PEMASARAN HYBRID DI PERUSAHAAN UMUM DAERAH PUSPAHASTAMA KABUPATEN PURBALINGGA Suwali Suwali; Victor Bintang Panunggul; Ayu Sitanini; Faizah Noviani
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 05 (2022): Desember: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat dunia khusunya Indonesia. PERUMDA Puspahastama merupakan perusahaan yang berada di Kabupaten Purbalingga yang bergerak dibidang perdagangan khusunya beras. Strategi pemasaran yang digunakan Puspahastama selama ini mengunakan hybrid (online dan offline), namum belum tercapai secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan analisis deskritif dengan SWOT. Data diambil dari wawancara Direktur PERUMDA Puspahastama. Hasil dari penelitian mendapati strategi pemasaran hybrid memberikan pengaruh pada hasil penjualan. Strategi pemasaran online yang dilakukan harus diikuti dengan pemberian media yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh konsumen. Penjualan secara offline harus meningkatkan pelayanan di sektor distribusi barang.  Masing- masing kekurangan mampu diatasi dengan kedua strategi tersebut.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI GENOTIPE CABAI BESAR DENGAN PEMBERIAN PUPUK DI LAHAN PASANG SURUT Billy Hadi Wijaya; Ummi Kalsum kalsum; Ruli Joko Purwanto; Karlin Agustina; Evriani Mareza; Yursida; Arifin
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 05 (2022): Desember: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya produktivitas cabai di Indonesia berkaitan dengan sedikitnya varietas berdaya hasil tinggi. Varietas bermutu mempunyai sifat keunggulan yang dapat menghasilkan buah yang berproduksi tinggi dan respons terhadap pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi lima genotipe cabai besar dengan pemberian beberapa jenis pupuk di lahan pasang surut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan lima genotipe cabai besar dan 4 perlakuan pupuk yang berbeda, dengan 3 ulangan. Pengaruh genotipe terhadap peubah tinggi tanaman, tinggi dikotom cabai besar ditunjukkan pada B1. Pengaruh genotipe terhadap peubah panjang buah ditunjukkan pada B8. Pengaruh genotipe terhadap peubah diameter buah ditunjukkan pada B6. Pengaruh genotipe terhadap peubah bobot per 10 buah ditunjukkan pada B10. Pengaruh pupuk terhadap peubah umur mulai berbunga ditunjukkan pada P4.Pengaruh pupuk terhadap peubah bobot buah per tanaman, produktivitas  ditunjukkan pada P2.Pengaruh pupuk terhadap peubah bobot 1000 biji per tanaman  ditunjukkan pada P1 dan P2. Sedangkan pengaruh interaksi terhadap peubah diameter buah ditunjukkan pada B6P4. Pengaruh interaksi terhadap bobot buah per tanaman ditunjukkan pada B8P3. Berdasarkan penelitian kelima genotipe cabai besar tersebut mempunyai daya adaptif yang baik ditanam lahan pasang pasang surut.
OPTIMASI KONDISI BLANSIR TERHADAP WHITENESS INDEX TEPUNG UMBI KAYU MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM Ellyas Alga Nainggolan; Dedy Amwar
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v10i6.3344

Abstract

Ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi secara global. Penangan pasca panen pada ubi kayu penting untuk mengurangi kerusakan yang disebut sebagai postharvest physiological deterioration (PPD). Blansir merupakan salah satu pretreatment yang dapat diterapkan untuk menginaktifasi enzim oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan waktu yang optimum terhadap whines index (WI) tepung ubi kayu dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Software Design-Expert 13.0.5.0 digunakan dalam mendesain percobaan menggunakan RSM melalui Central Composite Design (CCD) serta diperoleh 13 konfigurasi suhu dan lama waktu blansir pada tepung ubi kayu dengan respon WI. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi optimum blansir terdapat pada suhu 79.4o C dengan waktu 5.92 menit. Konfigurasi suhu dan waktu blansir yang optimum tersebut menghasilkan karakteristik tepung ubi kayu dengan nilai WI sebesar 83,87 dan 84,12 untuk nilai prediksi dan aktual secara berurutan.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI HUTAN BEKAS PERLADANGAN DI DESA HILIFALAGO KECAMATAN ONOLALU KABUPATEN NIAS SELATAN Versi Putra Jaya Hulu; Adam Smith Bago
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan dapat mengalami penurunan akibat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia salah satunya adalah kegiatan perladangan berpindah. Penurunan kualitas hutan mengurangi penyerapan dan penyimpanan karbon tumbuhan sehingga mempengaruhi aktivitas biologi tumbuhan dan berdampak pada keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui struktur hutan bekas perladangan di desa Hilifalago Kecamatan Onolalu Kabupaten Nias Selatan, (2) Untuk mengetahui komposisi hutan bekas perladangan di desa Hilifalago Kecamatan Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif yaitu suatu metode yang bertujuan untuk membuat gambar atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dan hasilnya. Penelitian ini menggunakan plot dengan ukuran 40 x 40 m. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang dipilih karena memang menjadi sumber dan kaya dengan informasi tentang fenomena yang ingin diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui struktur hutan bekas perladangan di Desa Hilifalago Kecamatan Onolalu terdiri atas lapisan tajuk atas dan lapisan tajuk bawah yaitu stratum A, B, C, dan D dan yang paling banyak ditemukan adalah lapisan tajuk pada stratum C, sedangkan komposisi hutan bekas perladangan Kecamatan Onolalu terdiri atas 8 famili dan 10 jenis dengan 44 jumlah individu. Nilai penting tertinggi ditemukan pada jenis Hevea brasiliensis Muell. Arg. (110,68%), dan famili yang dikategorikan sebagai famili dominan adalah famili Euphorbiaceae.
TRANSFORMASI GEN Hd3a PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) KULTIVAR IPB CP (CHIP POTATO) 1 MELALUI Agrobacterium tumefaciens Nonozisokhi Gea; Karunia Gea
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang cv IPB CP (Chip Potato) 1 merupakan kentang hasil  modifikasi dari kentang kultivar Atlantik dengan meradiasi pada dosis 15 gray di BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional). Di Indonesia kentang ini digunakan sebagai kentang olahan seperti keripik. Umbi adalah organ tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk dari organ lain pada  tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat tertentu. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi umbi kentang  dengan melakukan induksi pengumbian. Gen heading date 3a (Hd3a) merupakan salah satu gen yang dapat  mengatur waktu pembungaan pada padi. Gen Hd3a juga dapat menginduksi pembungaan pada beberapa tanaman lain seperti jarak pagar, Nicotiana benthamiana, Saussurea involucraten dan kentang. Selain menginduksi pembungaan gen ini dapat menginduksi pembentukkan umbi pada kentang cv Andigena. Penelitian ini bertujuan untuk mengintroduksikan gen Hd3a dibawah kendali promotor 35s  ke dalam tanaman kentang cv IPB CP1 untuk menginduksi pembentukkan umbi. Introduksi gen Hd3a ke dalam kentang cv IPB CP 1 dilakukan dengan menggunakan  metode kokultivasi melalui A. tumefaciens LBA 4404. Transformasi terhadap 157 eksplan dari internode  menghasilkan efesiensi transformasi 16.4 %, efesiesnsi regenerasi sebesar 23.1% serta 6 tunas transgenik putatif. Keenam tunas transgenik putatif ini dapat bertahan hidup pada media induksi kalus yang mengandung 15 mg/L antibiotik higromisin. Analisis terhadap 6 tunas tanaman trangenik putatif dilakukan  dengan menggunakan PCR dengan primer 35S-F dan Hd-R. Analisis PCR menunjukkan bahwa keenam tanaman tersebut merupakan kentang transgenik yang mengandung gen Hd3a di bawah kendali promotor 35S CaMV. 
PENGARUH FREKWENSI PEMANGKASAN TANAMAN INANG CENDANA DAN KOMPOSISI BAHAN ORGANIK MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT CENDANA Agnes.V. Simamora; Effy Roefaida; Y. R.Y. Gandut; A. S. S. Ndiwa; Agnes.V. Simamora
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk untuk mendapatkan  informasi mengenai pengaruh komposisi bahan organik media tanam cendana  dan frekwensi pemangkasan tanaman inang cendana terhadap pertumbuhan bibit cendana dilakukan di Naikolan Kupang yang berlangsung dari bulan Maret hingga Desember 2022. Percobaan dirancang secara faktorial  dengan rancangan dasar acak kelompok. Faktor yang dicobakan adalah komposisi bahan organik media tanam  dan frekwensi pemangkasan tanaman inang cendana. Komposisi bahan organik media tanam terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 1) komposisi bahan organik media tanam 0 %, 2) komposisi bahan organik media tanam   2 %, 3) komposisi bahn organik media tanam 4  %, , dan 4) komposisi bahan organik media tanam 6 %. Sedangkan frekwensi pemangkasan tanaman inang terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa pemangkaan tanaman inang, 2) pemangkasan tanaman inang 1 bulan sekali, dan 3) pemangkasan tanaman inang 2 bulan sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kandungan N, kandungan P, Laju Asimilasi Berih (LAB) rata-rata, dan Laju Pertumbuhan Relatif (LTR) rata-rata lebih tinggi pada komposisi bahan oragnik media tanam  6 %,  namun kandungan N, kandungan P, Laju Asimilasi Berih (LAB) rata-rata, dan Laju Pertumbuhan Relatif (LTR) rata-rata bibit cendana lebih tinggi lagi pada bibit cendana yang dipangkas tanaman inang 1 bulan sekali. Jumlah houstoria akar bibit cendana tidak dipengaruhi oleh interaksi antara komposisi bahan organik media tanam dengan frekwensi pemangkasan tanaman inang cendana. Demikian pula oleh faktor mandiri komposisi bahan organik media tanam maupun faktor mandiri frekwensi pemangkasan tanaman inang cendana. Kandungan K bibit cendana lebih tinggi  dan Nisbah Akar Pupus (NAP) rata-rata bibit cendana lebih rendah  pada komposisi bahan organik media tanam 6 % dan pada pemangkasan tanaman inang cendana 1 bulan sekali. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit cendana sebaiknya menggunakan komposisi bahan organik media tanam sebanyak 6 % serta tanaman inangnya dipangkas 1 bulan sekali.
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE DI PENGOLAHAN SALE PISANG DI SKALA USAHA KECIL DAN MENENGAH Lativa Lisya Maghfira; Winda Lestari; Anis Asmediana
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sale pisang goreng merupakan produk pangan olahan dari pisang yang dipotong tipis lalu dikeringkan, dan dibaluri dengan adonan tepung terigu, tepung beras, air, garam, dan perisa vanili yang selanjutnya digoreng. Pengamatan ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan konsep GMP pada pembuatan sale pisang goreng yang meliputi evaluasi keadaan UKM, bahan baku, proses pengolahan, serta pengemasan yang mengacu pada BPOM RI Nomor HK 03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 tentang Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB). Selain evaluasi, dilakukan rekomendasi konsep GMP yang mengacu pada BPOM RI Nomor HK 03.1.23.04.12.2207 tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan observasi dilengkapi dengan pengujian produk akhir. Hasil evaluasi menunjukkan jumlah ketidaksesuaian sarana produksi pangan pada UKM yang mana termasuk dalam level IV. Hasil pengujian mutu yang dilakukan pada produk akhir sale pisang diketahui bahwa kandungan kadar air, abu, dan asam lemak bebas (FFA) berturut-turut sebesar 9,228%; 0,748%; 1,149%.
PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR URINE KELINCI DAN LIMBAH TAHU CAIR UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TALAS KETAN (Colocasia esculenta L. Schott) Dandhy Lutsfi Yusmurwanda; Adhi Surya Perdana; Putri Laeshita
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor-faktor peningkatan pertumbuhan vegetatif yang terjadi pada tanaman talas ketan, memperoleh konsentrasi POC urine kelinci dan limbah tahu cair yang optimal, dan melakukan analisis interaksi antara konsentrasi dengan pengaruhnya terhadap parameter. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2022 di lahan pertanian Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Magelang. Dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok Lengkap, 3 kali ulangan dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu konsentrasi POC urine kelinci 80 ml/l, 110 ml/l, 140 ml/l. Faktor kedua yaitu konsentrasi POC limbah cair tahu 80 ml/l, 110 ml/l, 140 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah tahu cair berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif talas ketan yaitu pada parameter lebar daun, jumlah daun, dan berat kering. Pemberian POC urine kelinci tidak berpengaruh pada semua parameter. Konsentrasi 80 ml/l POC limbah tahu cair berpengaruh terhadap parameter lebar daun, konsentrasi 140 ml/l berpengaruh terhadap jumlah daun, dan konsentrasi 110 ml/l berpengaruh terhadap parameter berat kering tanaman. Konsentrasi urine kelinci tidak berpengaruh pada semua parameter pengamatan. Interaksi perlakuan POC urine kelinci dan POC limbah tahu cair memiliki pengaruh pada parameter kandungan klorofil tanaman, kombinasi perlakuan POC urine kelinci dan limbah tahu cair 133 ml/l pada kandungan klorofil sebesar 78,75 µm.
SEKUEN SIFAT MORFOLOGI PADA FISIOGRAFI ALUVIAL BANTARAN SUNGAI BATANG HARI JAMBI Karunia Gea; Nonozisokhi Gea
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Batang hari merupakan sungai terpanjang di Provinsi Jambi. Sungai ini dimanfaatkan untuk areal pertanian muda. Fluktuasi banjir yang terjadi dari waktu ke waktu di sungai batang hari sangat mempengaruhi pembentukan fisiografi serta tanah di daerah sekitar aliran sungai. Data awal menunjukkan bahwa hail produksi jagung di Kecamatan Sumay (Tebo) dan Kecamatan Muara Tembesi (Batanghari) lebih rendah dibandingkan dengan Kecamatan Maro Sebo (Muaro Jambi).  Hal ini diduga pada daerah Maro Sebo (daerah hilir) bahan yang diendapkan lebih halus dibanding di daerah Tebo dan Batanghari.  Ketiga lokasi yang menjadi tempat penelitian merupakan daerah pinggiran sungai yang mendapatkan endapan setiap tahun dari sungai, sehingga terjadi penambahan lapisan atas pada tanah yang akan mempengaruhi sifat morfologi tanah pada daerah tersebut. Judul dari penelitian ini adalah “Sekuen Sifat Morfologi Tanah pada Fisiografi Aluvial Bantaran Sungai Batanghari Jambi“. Penelitian dilakukan untuk mengetahui beberapa sifat morfologi tanah pada fisiografi aluvial bantaran sungai Batanghari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei dengan pendekatan tapak (site) aluvial bantaran sungai Batanghari, yang kemudian dilakukan penggalian profil tanah pada masing-masing lokasi penelitian. Berdasarkan hasil deskripsi tanah di lapangan dan hasil analisis tanah dilaboratorium dapat disimpulkan bahwa semakin rendah ketinggian tempat maka sifat morfologi dan fisikanya semakin berkembang. Disarankan agar dalam memanfaatkan tanah yang berkembang dari endapan alluvial untuk keperluan pengembangan pertanian hendaklah diperlukan pembuatan saluran drainase guna mempertahankan kondisi kadar air didalam tanah dan mencegah proses terbentuknya Al didalam tanah akibat proses oksidasi-reduksi.

Page 6 of 26 | Total Record : 252