cover
Contact Name
Tambun
Contact Email
tambunsimarsoit@gmail.com
Phone
+6281375020453
Journal Mail Official
tambunsimarsoit@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Romeby Lestari Blok C, No C14 Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi
ISSN : 23029668     EISSN : 28091183     DOI : https://doi.org/10.35335/fruitset
Core Subject : Agriculture,
Diterbitkan oleh Institute Of Computer Science (IOCS). Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Terbit perdana pada Desember 2012. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi merupakan jurnal ilmiah yang dapat memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian dibidang agroteknologi dan Ilmu Pertanian yang mencakup bidang genetika, pemuliaan tanaman, teknologi benih, hama, gulma, dan penyakit, budidaya tanaman, Ekonomi Pertanian serta ilmu dan kesuburan tanah
Articles 252 Documents
KAJIAN KEBUTUHAN PUPUK KOMPOS KOTORAN SAPI DAN DOSIS NPK MAJEMUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS LOKAL SABU Antonius S. S. Ndiwa; Yosep S Mau; Shirly S Oematan; I G. B. Adwita Arsa
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk diperolehnya informasi mengenai pengaruh interaksi (kombinasi) terbaik akibat aplikasi pupuk kompos kotoran sapi dan pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada lahan kering di NTT. Penelitian ini merupakan percobaan ekperimen yang dirancang dalam percobaan Faktorial RAL. Faktor Pertama berupa pupuk kompos kotoran sapi yang terdiri atas 3 level dan faktor keduanya adalah pupuk NPK majemuk, yang terdiri atas 3 level, dengan empat ulangan, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel pengamatan yang diukur berupa: 1) pertambahan tinggi tanaman, 2) pertambahan jumlah daun, 3) jumlah umbi, 4) lingkar umbi, 5) bobot umbi bawang merah per tanaman. Data hasil pengukuran dianalisis ragam (ANOVA) sesuai desain percobaan faktorial yang digunakan, dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan interaksi atau kombinasi aplikasi bahan pupuk kompos kotoran sapi 10 ton/ha setara 50 g/polybag dan dosis pupuk NPK anorganik phonska 200 kg/ha setara1,0 g/polybag merupakan perlakuan kombinasi terbaik dengan capaian peningkatant jumlah umbi bawang merah lokal Sabu sebesar 13,0 umbi per tanaman dan bobot umbi sebesar 283,35 gram per tanaman.
KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SELAI KOPI DENGAN PENAMBAHAN GULA AREN CAIR Anis Asmediana; Ivana Phoebe Gunawan; Lativa Lisya Maghfira
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selai kopi merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk dengan bahan dasar kopi. Penelitian ini berisi tentang pembuatan selai kopi dengan penambahan ekstrak gula aren. Gula aren dalam pembuatan selai kopi ini bertujuan untuk menambahkan nilai gizi selai dan memberikan aksen rasa manis yang akan berkolaborasi dengan kopi dan bahan pendukung meliputi air dan CMC. Proses pembuatan selai kopi gula aren ini dimulai dari penimbangan bahan, penghalusan, pengekstraksian, pencampuran bahan, pemasakan, pendinginan, dan pengemasan. Pada pengujian organoleptik, sampel yang terpilih adalah sampel yang menggunakan 90% kopi dan 10% gula aren. Hasil analisis kimia yang didapatkan yaitu kadar air 40,38%, kadar gula total 7,89%, kadar abu 1,3%, kadar antioksidan 25,2152%, viskositas 11,039 N/m2, dan total kalori 663,598 kal/g. Selai kopi gula aren ini dikemas menggunakan jar kaca.
SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU KERUPUK BIJI DURIAN Dwi Ari Cahyani
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v10i6.3532

Abstract

Crackers are a food that is loved by people of various circles. The processing of crackers made from mocaf flour and durian seeds is expected to increase the economic value of cassava and durian seeds. The addition of mocaf flour in cracker processing is expected to produce crackers that have quality in accordance with SNI. This study aims to determine the relationship between the addition of mokaf flour and the boiling time of durian seeds to the moisture content, ash content, fat content and protein content contained in the durian seed crackers produced. The ingredients used in this study were mocaf flour and local durian seeds obtained in Banjarnegara regency. This study is an experimental study using RAL as many as 24 experimental units. The data obtained were analyzed using the BNT test ANOVA at a level of 5%. The results of the analysis showed a noticeable difference in the treatment of the components studied. The moisture content contained in the crackers produced is between 4.2% - 6.35%. Ash content of 0.154 % - 0.245 %. Fat content 0.42 % - 0.94%. Protein content of 2.9 % - 6.94 %. The quality of the crackers produced meets the required standards.
PENERAPAN KOMPOS BERBAHAN DASAR BAGLOG JAMUR TIRAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Aranchis hypogeae L) PADA MUSIM HUJAN Abdul Rahman; Dwika Karima Wardani; Erwin Pane
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan tanaman kacang tanah dapat ditingkatkan dengan pemberian perlakuan bahan organik sebagai penyedia sumber hara bagi tanaman. Terutama pemanfaatan limbah yang dianggap tidak produktif, padahal jika di olah dengan tepat dapat memberikan manfaat yang besar bagi tanaman seperti halnya limbah baglog jamur tiram. Pemberian baglog jamur tiram memudahkan ginofor menembus media tanam dan membantu perkembangan pembentukan polong pada kacang tanah. Penelitian ini dilakukan dari bulan September hingga Desember 2022 dilahan percobaan kampus Universitas Medan Area. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan faktor pemberian baglog jamur tiram. Adapun perlakuan yang dilaksanakan yaitu A1 : Tanpa Baglog Jamur Tiram dan Pupuk Kandang (kontrol), A2 : Kompos  Baglog Jamur Tiram, A3 : Pupuk Kandang, A4 : Kompos  Baglog Jamur Tiram + Pupuk Kandang (Perbandingan ½ : ½ ), A5: Kompos  Baglog Jamur Tiram + Pupuk Kandang (1:1). Hasil perlakuan memberikan pengaruh terhadap persentase tumbuh tanaman yang mencapai 100 %, sedangkan bobot buah persampel yang dihasilkan terberat terdapat pada perlakuan Kompos  Baglog Jamur Tiram + Pupuk Kandang perbandingan 1:1.
ANALISIS PERILKAU PETANI TERHADAP USAHATANI KELOR DI DESA NOELBAKI, KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG Serman Nikolaus; Maria Bano; Leta Rafael Levis; Santhy Chamdra; Yakobus Siubelan
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Noelbaki adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petani desa ini juga ikut berpartisipasi dalam program pengembangan usahatani kelor di Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2019. Sampai sekarang belum banyak tersedia informasi yang berkaitan dengan perilaku terhadap usahatani kelor. Karena itu tujuan dari penelitian adalah untuk: (1) memhami pengetahuan, persepsi, sikap, dan perilaku petani terhadap usahatani kelor; dan (2) untuk menganilis korelasi umur dan pendidikan formal petani dengan pengetahuan, persepsi, sikap, dan perilaku petani terhadap usahatani kelor. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan petani terhadap usahatani kelor tergolong tinggi, (2) persepsi petani terhadap usahatani kelor tergolong cukup baik; (3) sikap petani terhadap usahatani kelor tergolong ragu-ragu, (4) perilaku petani terhadap usahatani kelor tergolong kurang sesuai harapan, (5) umur dan pendidikan formal petani mempunyai hubungan yang signifikan dengan pengetahuan, persepsi, dan sikap petani terhadap usahatani kelor; dan (6) pengetahuan petani tentang usahatani kelor mempunyai hubungan yang signifikan dengan dengan persepsi, sikap, dan perilaku petani terhadap usahatani kelor.
ANALISIS KEPUASAN ANGGOTA KOPERASI NELAYAN CAMAR LAUT DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Muhammad Reza Aulia; Teuku Athailah; Ayu Novita
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): April: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak yang dipersiapkan dengan baik memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi Koperasi Nelayan Camar Laut merupakan koperasi dibidang perikanan. Sebagai salah satu koperasi yang aktif, Permasalahan yang dialami koperasi Camar Laut adalah kurang nya kontribusi anggota koperasi terhadap pelaksaan kegiatan unit usaha yang dimiliki koperasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepuasan anggota Koperasi Nelayan Camar Laut terhadap kinerja koperasi. Metode analisis yang digunakan yaitu metode Important Performance Analisis (IPA) untuk mengetahui kinerja dan kepentingan pelayanan koperasi dan metode Customer Satisfaction Indek (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan anggota. Hasil penelitian menunjukkan pada diagram Cartesius kuadran 1, prioritas utama yang menggambarkan atribut-atribut yang dianggap penting oleh anggota koperasi namun memiliki tingkat kinerja yang masih rendah ada tiga yaitu:  Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat pada waktunya, Pembagian Sisa Hasil Usaha, dan Penetapan Harga Jual Barang Koperasi. Nilai kepuasan anggota terhadap atribut kualitas pelayanan koperasi nelayan camar laut adalah sebesar 0,79. Berdasarkan tabel kriteria CSI angka tersebut berada diantara 0,66 - 0,81 termasuk kedalam kategori Puas.
THE GMP CONCEPT ON THE PRODUCTION OF EEL CHIPS IN "XYZ" SMALL MEDIUM ENTERPRISE, KARANGLO, POLANHARJO, KLATEN Rahmania Nur Afiah; Niken Kundari; Rizky Brisha Nuary; Lativa Lisya Maghfira
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): April: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i1.3620

Abstract

Eel chips have a dry, crunchy texture and long shelf life, making them easy to consume as a healthy snack. This study aimed to determine and evaluate the application of the GMP concept in the production process of eel chips in the “XYZ” SME and to recommend the appropriate GMP concept for this SME. The results showed that the eel chips had moisture, FFA, protein, and TPC values of 1.787%, 0.367%, 25.509%, and 2.2x103 colonies, respectively. In addition, the sensory test showed that the eel chips were favourable to the panelists. It can be concluded that the analysis complied with the National Standards. Based on the observations, it was found that there was 1 element for the minor level, 2 elements for the major level, and respectively 7 and 4 elements for serious and critical levels. The result showed that the SME was on level 4, meaning that it is recommended that they had to perform daily internal audits.
APLIKASI KOMPOS KOTORAN KAMBING SECARA AEROB DAN ANAEROB PADA BIBIT KELAPA SAWIT PRE NURSERY Tegar Jawara; Pauliz Budi Hastuti; Ryan Firman Syah
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): April: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i1.3622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kotoran kambing aerob dan anaerob pada berbagai dosis terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nusery. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian milik masyarakat Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta pada bulan Februari sampai Mei 2022. Penelitian ini menggunakan faktor tunggal yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor. Perlakuan yang digunakan yaitu ; K0: tanpa kompos + pupuk kimia (NPK dan Urea) sebagai kontrol, K1: kompos kotoran kambing aerob 50 g, K2: kompos kotoran kambing aerob 150 g, K3: kompos kotoran kambing aerob 300 g, K4: kompos kotoran kambing anaerob 50 g, K5: kompos kotoran kambing anaerob 150 g, K6: kompos kotoran kambing anaerob 300 g. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai dosis pupuk kandang kambing aerob dan anaerob serta pupuk kimia tidak atau sedikit berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery, namun keduanya memiliki efek yang sama atau serupa. Untuk bibit kelapa sawit, dosis 50 g aerob sudah cukup untuk pertumbuhan yang baik.
APLIKASI GULA JAWA DAN TERASI PADA HASIL TANAMAN STROBERI Maulana Nugraha; Nurul Iftitah; Yulia Eko Susilowati; Hadi Rianto
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): April: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aplikasi gula merah dan terasi yang diberikan pada hasil tanaman stawberry. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mendirat Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung, sejak bulan Maret sampai dengan Oktober 2020.Dua faktor perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan ulangan pohon. Faktor pertama adalah takaran gula merah sebanyak empat taraf yaitu 0,25, 0,50, 0,75, 1,00 kg. Kedua faktor tersebut adalah dosis terasi dari tiga takaran yaitu 0,10, 0,20, 0,30 kg. Dosis gula merah yang diberikan memberikan hasil yang sama pada tanggal berbunga, jumlah tandan bunga, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman, kadar gula, keasaman dan kandungan vitamin C. Dosis terasi yang diberikan memberikan hasil yang sama pada semua parameter. Perbedaan takaran gula merah dan terasi 0,10 kg memberikan rendemen tinggi pada jumlah tandan bunga, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman dan inisiasi bunga paling awal. Dosis gula merah dan terasi yang berbeda mengingat kandungan gula yang tinggi, kandungan keasaman dan vitamin C yang paling rendah.
APLIKASI BOKASHI SEKAM PADI DAN KOTORAN AYAM TERHADAP PERBAIKAN KEPADATAN ULTISOL DAN HASIL KEDELAI Diah Listyarini; Refliaty Refliaty; Nyayu Chintya Vasya
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): April: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ultisol merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki beberapa faktor pembatas untuk budidaya pertanian, salah satunya adalah kepadatan tanah yang relatif tinggi. Hal ini  disebabkan oleh karakteristik tanah yang peka terhadap erosi, kandungan bahan organik tanah yang rendah, kemantapan agregat yang rendah. Kondisi ini menyebabkan tanah mudah hancur dan terjadi pemadatan tanah akibat dari tersumbatnya pori-pori tanah oleh partikel tanah yang hancur. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kepadatan adalah pemberian bahan organik tanah melalui bokashi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi sekam padi terhadap kepadatan Ultisol serta hasil kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok, yaitu b0=tanpa bokashi, b1=7,5 ton/ha bokashi, b2=15 ton/ha bokashi, b3=22,5 ton/ha bokashi dan b4=30 ton/ha bokashi. Parameter yang diamati yaitu bulk density, total ruang pori, bahan organik, C-organik, kadar air, ketahanan penetrasi, tinggi tanaman dan hasil kedelai. Data penelitian ini dianalisis menggunakan sidik ragam untuk melihat pengaruh rata-rata perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test pada taraf ?=5%. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian bokashi sekam padi pada dosis 30 ton/ha belum mampu memperbaiki kepadatan tanah namun pemberian bokashi sekam padi dosis 7,5 ton/ha dibandingkan kontrol sudah mampu meningkatkan laju pertumbuhan tanaman kedelai serta hasil tanaman kedelai.

Page 7 of 26 | Total Record : 252