cover
Contact Name
Eko Agus Cahyono
Contact Email
ekoagusdianhusada@gmail.com
Phone
+6282230035535
Journal Mail Official
jbca.akperdianhusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Gemekan, No.77 Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bhakti Civitas Akademika
ISSN : 2615210X     EISSN : 26154994     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
JBCA (Jurnal Bhakti Civitas Akademika) merupakan media publikasi ilmiah hasil kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, dan farmasi). JBCA terbit setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Januari dan Juli
Articles 54 Documents
TERAPI KOMPRES HANGAT KAYU MANIS UNTUK MENURUNKAN NYERI SENDI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI PUSKESMAS TAJI KABUPATEN MAGETAN Adhin Al Kasanah; Mega Arianti Putri
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sendi tersebut berkaitan dengan metabolism purin yang tidak optimal di dalam tubuh sehingga terjadi penumpukan pada sendi yang sering disebut gout arthritis. Nyeri sendi pada lansia jika tidak ditangani akan berdampak pada kemampuan gerak serta kualitas hidup. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan skala nyeri sendi pada penderita gout arthritis dengan terapi kompres hangat kayu manis. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, simulasi, dan pendampingan terapi kompres hangat selama 2 minggu. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan rata-rata skala nyeri sebeum intervensi adalah 4,67 dan rata-rata skala nyeri setelah intervensi adalah 2,61. Dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat untuk menurunkan nyeri sendi pada pasien gout arthritis ini berhasil
PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH MELALUI METODE PEMBERIAN IKAN CUPANG DI RUMAH KEPADA SISWA REMAJA Kartika Kartika; Asasih Villa Sari
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) merupakan masalah penyakit yang sering terjadi di Indonesia. . Pada saat musim penghujan, banyak tempat-tempat yang menjadi genangan air sehingga menjadi sarang bagi perkembang biakan nyamuk penyebab demam berdarah, yakni aedes Agypti. Salah satu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dari unsur siswa remaja tentang pemberantasan nyamuk demam berdarah melalui pemberian ikan cupang shingga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat sekitar untuk sadar akan pengendalian lingkungan. Keikutsertaan masyarakat dalam upaya penyelesaian permasalahan penyakit membutuhkan sebuah proses dan kesadaran dari masyarakat. Sebuah upaya pengendalian membutuhkan motivasi, edukasi, dan pengetahuan yang terus berkelanjutan kepada perorangan, kelompok, hingga tokoh masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka edukasi tentang DBD dan upaya pengendaliannya sangat diperlukan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan post test didapatkan sebanyak 4 peserta kegiatan (13,3%) yang memiliki pengetahuan rendah tentang pemberantasan demam berdarah melalui pemberian ikan cupang, sebanyak 10 peserta kegiatan (33,3%) memiliki pengetahuan sedang tentang pemberantasan demam berdarah dan sebanyak 16 peserta kegiatan (53,4%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang pemberantasan demam berdarah. Pengetahuan remaja terhadap pemberantasan DBD dapat mempengaruhi sikap dan perilaku remaja sehingga menumbuhkan kesadaran bagi remaja untuk sama-sam membantu menyelesaikan permasalahan DBD di lingkungan sekitarnya. Upaya pengendalian demam berdarah harus melibatkan masyarakat umum terutama kalangan remaja. Hasil kegiatan edukasi menunjukkan bahwa pengetahuan remaja meningkat dari sebelum dilakukan edukasi. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa sebuah penyuluhan kesehatan dalam bentuk edukasi dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan praktik seseorang dalam upaya pencegahan suatu penyakit
PENYULUHAN REMATHOID ARTRITIS PADA LANSIA DI DESA KARANGMOJO KECAMATAN KARTOHARJO KABUPATEN MAGETAN Priyoto Priyoto; Asrina Pitayanti; Aryo Prasetyo
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arthritis Rematoid adalah merupakan penyakit inflamasi nonbakterial yang bersifat sistemik, progresif, cenderung kronis yang menyerang berbagai sistem organ. Arthritis Rematoid dapat dicengah dengan mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga yang teratur, pengaturan berat badan seimbang, tidak melakukan aktifitas fisik yang berlebihan. Makin sering lansia melakukan aktifitas yang berlebihan atau kurangnya pergerakan tubuh akan menambah resiko terjadinya penyakit arthritis rematoid. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di kelurahan Karangmojo dari 41 responden dilihat berdasarkan umur mayoritas umur 60-65 tahun sebanyak 23 orang (56,10%) dan minoritas berusia >70 tahun sebanyak 18 orang (43,90 %). Berdasarkan pendidikan yang mayoritas SD sebanyak 19 orang (46,34%) dan minoritas pendidikan SLTP sebanyak 10 orang (24,39%). Berdasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki sebanyak 23 orang (56,10%) dan minoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 18 orang (43,90%). Tingkat pengetahuan lansia terhadap upaya pencegahan rematoid arthritis didesa Karangmojo Kabupaten Magetan mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 21orang (51,21 %), dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 4 orang (9,8 %). Penyakit rheumatoid arthritis pada lansia tentang penangan rheumatoid arthritis sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengetahuan yaitu pengetahuan lansia tentang sakit dan penyakit, pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan dan pengetahun pentingnya kesehatan lingkungan. Orang tua tidak perlu khawatir dalam menghadapi penyakit rheumatoid arthritis. Untuk itu, orang tua perlu meningkatkan pengetahuan tentang kelainan-kelainan yang terjadi mengingat angka kejadian penyakit rheumatoid arthritis makin meningkat. Semakin besar usaha lansia untuk sembuh dari penyakitnya maka semakin besar peluang penyakit tersebut akan berkurang
PEMBERDAYAAN UKS (USAHA KESEHATAN SEKOLAH) UNTUK MEWUJUDKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SMK ARROHMAH TEGAL REJO KABUPATEN MAGETAN Priyoto Priyoto; Mega Arianti Putri; Atin Baroroh
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume IV, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah atau lebih dikenal dengan sebutan UKS merupakan ujung tombak pemberdayaan dilingkungan sekolah agar seluruh civitas akademika di sekolah mampu berperilaku hidup bersih dan sehat. Usaha Kesehatan Sekolah itu sendiri terdiri dari pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat sebagai langkah untuk meningkatkan mutu kesehatan peserta didik yang optimal. Sedangkan untuk tujuan UKS adalah meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik melalui peningkatan perilaku hidup bersih jasmani dan rohani sehingga anak didik dapat tumbuh berkembang secara harmonis dan optimal seiring dengan kemandirian dalam berktifitas dan pada akhirnya menjadi manusia yang berkualitas. Keberhasilan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) akan terlihat atau tercermin pada perilaku hidup bersih dan sehat peserta didik, dan ini merupakan dampak yang diharapkan dari keseluruhan pola pembinaan dan pengembangan UKS. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan tahapan. Dari hasil pengukuran siswa yang memiliki jenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jenis kelamin laki laki yaitu 16 orang (57,14%). Untuk penggolongan umur rata rata siswa SMK arrohmah sebagian besar pada umur 16 tahun sebesar 14 orang (50,00%) sedangkan pengetahuan siswa rata rata memiliki pengetahuan baik sebesar 21 orang (75,00%)
MANAJEMEN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI MELALUI EDUKASI PENGELOLAAN STRESS DAN AKTIFITAS FISIK KELOMPOK UMUR ≥ 45 TAHUN Yeni Yeni; Amrina Rosyada; Dini Arista Putri
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 2 (2022): Volume V, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v5i2.191

Abstract

Hipertensi banyak diderita oleh para lansia namun masih banyak yang tidak menyadarinya disebabkan memiliki gejala-gejala yang hampir sama dengan penyakit lain seperti sakit kepala/rasa berat di tengkuk, vertigo, jantung berdetak cepat, cepat lelah, penglihatan tidak jelas, telinga berdengung dan keluar darah dari hidung (mimisan). Penelitian sebelumnya di Ogan ilir menunjukkan bahwa riwayat penyakit tidak menular yang paling banyak diderita para orang tua di Ogan Ilir adalah hipertensi (42,4%). Tingginya kasus hipertensi di Ogan Ilir membuat pentingnya dilakukan penyuluhan mengenai pengelolaan stress dan pengetahuan mengenai manfaat aktifitas fisik pada pralansia. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 30 orang masyarakat usia ≥ 45 tahun di kelurahan timbangan. Model kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah visitasi dan penyuluhan. Metode pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan adalah presentasi dengan menggunakan media health promotion calender. Analisa data yang dilakukan adalah analisa deskriptif dengan penyajian menggunakan tabe dan narasi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa ada peningkatan skor pengetahuan yang cukup bermakna secara statistik antara pre test dan post test setelah dilakukan intervensi menggunakan media health promotion calender. Hasil skor post test variabel pengetahuan faktor resiko hipertensi (stress dan aktivitas fisik) diperoleh nilai mean post-test sebesar 10,70 (95% CI : 9,96- 11,44) dengan standard deviasi (SD) 1,985
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER TPK (TIM PENDAMPING KELUARGA) KOTA MOJOKERTO DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSINYA MELALUI TRANSFER IPTEK Novi Kurniawati; Rahmat Yahya Ardiansyah
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 1 (2022): Volume V, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v5i1.193

Abstract

Pembangunan kesehatan di Indonesia telah mengalami beragam kemajuan dan capaian. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya trend penurunan beberapa kasus kesehatan di Indonesia dan salah satunya adalah stunting. Kementerian Kesehatan mencatat, selama beberapa waktu terakhir trend kejadian stunting di beberapa wilayah di Indonesia mengalami penurunan jumlah kasus yang signifikan meskipun juga terjadi trend peningkatan pada beberapa wilayah. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia secara serius melakukan penanganan kejadian stunting. Salah satu program yang dikembangkan di Kota dan Kabupaten di Indonesia adalah adanya Tim Pendamping Keluarga yang bertugas untuk mendukung program deteksi dini dan penanganan balita stunting. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan transfer IPTEK kepada kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) Kota Mojokerto dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Kedundung Kota Mojokerto dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 16 kader TPK. Metode penyampaian materi menggunakan metode ceramah. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan melalui metode tes 2 kali yaitu sebelum dilakukan kegiatan transfer IPTEK dan setelah dilakukan kegiatan transfer IPTEK. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah dilakukan, didapatkan adanya hasil yang berbeda atau cenderung terjadi peningkatan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta kegiatan. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa metode transfer IPTEK yang dilakukan telah sesuai dengan target yang diharapkan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan kader TPK (Tim Pendamping Keluarga)
SOSIALISASI PENTINGNYA KARTU IDENTITAS BEROBAT (KIB) Karina Nur Ramadhanintyas; Crismantoro Budi Saputra; Sekar Arin Nastiti; Hana Widya Kiranti; Nia Susimaharani; Joko Santoso
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume IV, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topik yang diangkat dalam pengabdian masyarakat ini yakni Sosialisasi Pentingnya Kartu Identitas Berobat (KIB) di Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Topik ini diambil karena dari data survey mawas diri yang dilakukan, tidak ada yang memiliki kartu KIB atau 100%, masalah ini cukup serius, karena dengan tidak adanya KIB tersebut data pasien (masyarakat yang berobat) tidak terkontrol. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini dilakukan memberikan pengertian pentingnya KIB untuk masyarakat khusunya di Poskesdes umumnya di Puskesmas Kartoharjo. Pengabdian Masyarakat ini, dilakukan dengan metode Penyuluhan disertai tanya jawab tentang pentingnya KIB. Alternatif pemecahan masalah dengan belum adanya KIB maka masyarakat diberikan penyuluhan tentang fungsi kepemilikan KIB untuk masyarakat desa guna memudahkan perawat dan juga bidan desa mengontrol penyakit, obat yang sudah dan akan diberikan atau melihat rekam medis pasien
PENINGKATAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM NASIONAL VAKSINASI BOOSTER COVID-19 Iis Suwanti; Darsini Darsini
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 2 (2022): Volume V, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v5i2.196

Abstract

Vaksinasi booster covid-19 yang digagas oleh pemerintah merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan imunitas yang dimiliki masyarakat mengingat adanya mutasi virus penyebab covid-19 yang terjadi serta adanya penurunan kinerja vaksin covid-19 dosis primer yang telah didapatkan oleh masyarakat sebelumnya. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan banyak hambatan dan salah satunya adalah adanya persepsi negatif di masyarakat tentang vaksin booster covid-19 itu sendiri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk peningkatan persepsi masyarakat tentang program nasional vasinasi booster covid-19. Masyarakat sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat di Perumahan Villa Jasmine, Kelurahan Suko, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah transfer ilmu pengetahuan tentang vaksin booster covid-19. Pelaksanaan kegiatan di awali dengan pre-test terhadap tingkat persepsi masyarakat sasaran terhadap vaksin booster covid-19. Selanjutnya kegiatan pengabdian masyarakat dilanjutkan dengan tahapan penyampaian materi kegiatan. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Sebelum kegiatan pengabdian masyarakat diakhiri, dilakukan evaluasi kegiatan kembali untuk mengukur tingkat persepsi masyarakat sasaran terhadap vaksin booster covid-19 sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa terjadi peningkatan persepsi peserta kegiatan pengabdian masyarakat yang semula peserta kegiatan pengabdian masyarakat cenderung memiliki persepsi negatif tentang vaksin booster covid-19 meningkat menjadi persepsi positif tentang vaksin booster covid-19
EDUKASI PADA MASYARAKAT USIA PRODUKTIF TERKAIT KONDISI LINGKAR PERUT SEBAGAI FAKTOR RISIKO HIPERTENSI Yulianto Yulianto; Dian Fitra Arismawati
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 2 (2022): Volume V, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v5i2.197

Abstract

Hipertensi atau lebih dikenal dengan peningkatan tekanan darah diatas normal merupakan silent killer bagi masyarakat di dunia termasuk di Indonesia. Hal ini dikarenakan hipertensi yang dialami oleh seseorang tidak akan memunculkan tanda dan gejala sebelum hipertensi berada dalam kondisi gawat. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi adalah peningkatan lingkar perut diatas batas normal (laki-laki < 90 cm, dan perempuan < 80 cm). Penderita obesitas dapat mengalami aterosklerosis yang merupakan suatu keadaan pembuluh darah dinding arteri sedang dan besar menjadi kaku dan menebal sebagai akibat lesi lemak (plak ateromatosa) pada permukaan dalam dinding arteri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan edukasi pada masyarakat usia produktif terkait kondisi lingkar perut sebagai faktor risiko hipertensi. Masyarakat sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat usia produktif di Dusun Ngagrok Desa Simongagrok Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah transfer ilmu pengetahuan tentang kondisi lingkar perut sebagai faktor risiko hipertensi. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan data bahwa sebagian besar peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki kondisi lingkar perut dalam kategori beresiko (> 90 cm untuk laki-laki dan > 80 cm untuk perempuan) yaitu sebanyak 24 peserta (63,16%) dan dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Dusun Ngagrok Desa Simongagrok Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto didapatkan hampir separuh peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki kondisi tekanan darah dalam kategori normal tinggi yaitu sebanyak 18 peserta (47,37%)
PIJAT BATUK PILEK PADA BALITA DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN RULIATI Ruliati Ruliati; Inayatul Aini
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 2 (2022): Volume V, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v5i2.198

Abstract

Batuk pilek merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling sering mengenai bayi dan anak Penyakit batuk pilek pada Balita di Indonesia diperkirakan terjadi 3-6 kali per tahun (rata-rata 4 kali per tahun). ISPA merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh anak-anak Pijat batuk pilek salah satu solusi mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas sehingga tubuh anak bisa sehat dan mengeliminasi virus atau bakteri penyebab batuk pilek pada balita. Menurut pelaksana kegiatan PKM dengan di pijat balita akan menjadi lebih tenang yang dapat mengeluarkan hormon endorphine. Dari hasil pengumpulan data awal, didapatkan informasi bahwasanya beberapa ibu mengeluhkan anaknya sering batuk pilek meskipun sudah di bawa ke tenaga kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengajarkan ibu balita mengenai pemijatan pada balita yang menderita batuk pilek di PMB Ruliati, SST., Bd. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan demonstrasi tentang teknik pijatan pada bayi yang mengalami batuk pilek. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Juni 2022 dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 17 peserta. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan didapatkan adanya peningkatan kemampuan melakukan pijat bayi pada ibu balita dengan keluhan batuk dan pilek.