cover
Contact Name
Eko Agus Cahyono
Contact Email
ekoagusdianhusada@gmail.com
Phone
+6282230035535
Journal Mail Official
jbca.akperdianhusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Gemekan, No.77 Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bhakti Civitas Akademika
ISSN : 2615210X     EISSN : 26154994     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
JBCA (Jurnal Bhakti Civitas Akademika) merupakan media publikasi ilmiah hasil kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, dan farmasi). JBCA terbit setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Januari dan Juli
Articles 54 Documents
PENGUKURAN LEMAK TUBUH DAN INDEKS MASSA TUBUH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR Tantri Arini; Faqih Nafiul Umam
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.319 KB)

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian baik di negara maju maupun negara berkembang. Di Indonesia menurut hasil Riskesdas 2013 prevalensi PJK penduduk usia > 15 tahun berdasarkan wawancara yang pernah didiagnosis oleh tenaga kesehatan akan mempunyai gejala subyektif PJK di Indonesia sebesar 1,6 persen. Berdasarkan data dari WHO penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia dan 60% dari seluruh penyebab kematian penyakit jantung adalah penyakit jantung iskemik. Diperkirakan pada tahun 2030 sebanyak 23,6 juta orang di dunia akan meninggal karena penyakit kardiovaskular. Penyakit jantung koroner terjadi bila pembuluh arteri koroner tersebut tersumbat atau menyempit karena endapan lemak, yang secara bertahap menumpuk di dinding arteri. Proses penumpukan itu disebut artesklerosis dan bisa terjadi di pembuluh darah lainnya tidak hanya di arteri koroner. Faktor penyebab munculnya penyakit jantung adalah kelebihan berat badan atau obesitas, sebagaimana diketahui, bahwa kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung. Orang yang mengalami kegemukan akan diikuti dengan penimbunan lemak dan peningkatan kadar kolesterol darah. Beberapa penyebab penyakit kardiovaskuler antara lain dalah perilaku merokok, ketidaktifan fisik, makanan, kolesterol, diabetes, tekanan darah tinggi dan obesitas. Obesitas dapat diukur dengan indeks massa tubuh (IMT). Tingginya persentase lemak tubuh erat kaitannya dengan kelebihan berat badan dan dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit kardiovaskuler
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KESEHATAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SIMPLISIA KERING UNTUK MENGENDALIKAN RESIKO FAKTOR KOMORBID COVID-19 Darsini Darsini; Eko Agus cahyono
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 1 (2022): Volume V, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.155 KB) | DOI: 10.56586/jbca.v5i1.166

Abstract

Pembangunan kesehatan merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional di Indonesia. Dalam upaya pencapaian target ini, dibutuhkan adanya peran serta masyarakat dalam mengupayakan peningkatan derajat kesehatan individu. Salah satu ancaman kesehatan pada masyarakat saat ini adalah terjadinya pandemi covid-19 yang terjdi pada seluruh wilayah di dunia termasuk Indonesia. Guna menghindarkan masyarakat dari resiko infeksi Sars-Cov-2 dan sekaligus menurunkan resiko keparahan akibat infeksi Sars-Cov-2 adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh agar selalu berada dalam kondisi optimal. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah dengan mengkonsumsi herbal yang memiliki antioksidan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan PKM yang dilakukan terbagi menjadi tiga yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Materi yang disampaikan dalam kegiatan PKM ini adalah tentang Covid-19, Komorbid Covid-19, Imunitas Tubuh, dan antioksidan. Selanjutnya kegiatan PKM dilanjutkan dengan praktik pembuatan simplisia kering dengan memanfaatkan daun kelor, meniran, patikan kebo, dan daun salam. Peserta kegiatan diajarkan menganai metode penyiapan simplisia yang terbagai menjadi pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, penirisan dan pengeringan, sortasi kering, pengecilan ukuran simplisia dan pengayakan, serta pengemasan dan penyimpanan. Selanjutnya peserta kegiatan juga dijelaskan mengenai pentingnya sanitasi dan hygiene selama proses pembuatan simplisia. Dari hasil pelaksanaan kegiatan PKM dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan PKM yang dilakukan di Lingkungan Perumahan Puri Asri Kabupaten Mojokerto mampu meningkatkan pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang metode mandiri untuk meningkatkan imunitas tubuh selama masa pandemi covid-19 dan sekaligus menurunkan resiko terpapar dan keparahan akibat infeksi Sars-Cov-2
DETEKSI DINI CEGAH STUNTING (“ DENI CHETING”) PADA BALITA DI POSYANDU KRAJAN II Asrina Pitayanti; Sesaria Betty Mulyati; Faqih Nafiul Umam
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 1 (2022): Volume V, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.101 KB) | DOI: 10.56586/jbca.v5i1.167

Abstract

Masa tumbuh kembang balita disebut golden period dimana otak berkembang dengan pesat. Apabila berat badan terus menurun maka timbul permasalahan stunting. Dampak stunting adalah terhambatnya kemampuan kognitif, psikomotorik, lebih rentan kena penyakit degenerative dan kualitas sumber daya manusia yang kurang berkualitas.. Pentingnya Investasi pencegahan stunting perlu dilakukan dengan upaya jemput bola melalui upaya deteksi dini cegah stunting (Deni Cheting) pada balita diposyandu untuk memastikan SDM Indonesia di masa yang akan datang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Daerah tempat untuk pengabdian masyarakat termasuk lokus dengan kriteria jumlah balita cukup banyak dan belum melakukan identifikasi dan juga validasi data balita dengan stunting. Tujuan penmas ini mengidentifikasi balita yang mengalami masalah gizi (stunting, wasting, underweight) sehingga dapat membantu meningkatkan status gizi balita dan menemukan sumber masalah stunting. Pengukuran status gizi balita dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak mengunakan aplikasi antropometri yaitu memasukan hasil pengukuran dengan urut Satu persatu kedalam system sehingga akan keluar hasil Z skor status gizi balita. Hasil kegiatan Kegiatan ini dihadiri oleh 67 balita posyandu krajan II. Diperoleh data balita dengan status gizi baik 58 balita (86, 56%), status gizi lebih 3 balita (4,47%), sedangkan kategori status kurang 5 balita ( 7,46%), dan kategori gizi buruk 1 balita (1,49%). Pentingnya Upaya Deteksi Dini Cegah Stunting (Deni Cheting) dapat membantu meningkatkan status gizi balita stunting dan menemukan sumber masalahnya
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PAP SMEAR MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA WANITA USIA SUBUR Mertisa Dwi Klevina; Assasih Villasari
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 1 (2022): Volume V, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v5i1.169

Abstract

Menurut beberapa literatur yang ada, kanker merupakan penyakit yang diawali dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali yang mana berkemampuan untuk menyusup dan menimbulkan kerusakan pada sel-sel sehat yang ada di dalam tubuh. Menurut data yang ada, penyakit kanker adalah salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Kanker telah menjadi penyakit nomor satu yang dapat menyebabkan kematian di negara-negara maju,menggeser penyakit jantung berdasarkan hasil dua survei global terhadap tren kesehatan yang dilaksanakan selama satu dekade. Perhatian akan bahaya kanker telah meningkatkan kepedulian banyak pihak di Indonesia. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya berbagai organsasi, komunitas atau yayasan yang bergerak menangani dan mendampingi para pasien penderita kanker di Indonesia. Organisasi, komunitas atau yayasan tersebut didirikan untuk memerangi kanker sehingga masyarakat bisa diselamatkan dari keganasan penyakit berbahaya itu. Di Indonesia, kasus kejadian dan kematian akibat kanker serviks menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara. Oleh sebab itu, penting untuk menjalani pemeriksaan pap smear secara berkala. Dengan menjalani pap smear atau pap test secara rutin, kondisi leher rahim dapat dipantau dan kanker serviks dapat terdeteksi secara dini. Dokter juga dapat memperkirakan apakah ada risiko terjadinya kanker melalui hasil pemeriksaan pap smear. Pemberian informasi dan edukasi pap smear kepada ibu dan atau keluarga sejak dini sebagai persiapan untuk deteksi dini Ca Serviks. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendekatkan informasi betapa pentingnya pap smer untuk deteksi dini wanita usia subur.
PENDAMPINGAN KELAS IBU HAMIL DALAM KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF Yeni Utami; Riska Ratnawati; Asasi Villasari
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 1 (2022): Volume V, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v5i1.170

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak. AKI dan AKB yang masih tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian utama dalam pembangunan bangsa karena AKI merupakan indikator kesejahteraan sebuah bangsa dalam penurunan AKI dan AKB, peran bidan sangat penting karena bidan sebagai pemberi pelayanan kepada ibu dan anak yang tersebar dari tingkat pedesaan sampai perkotaan. Upaya pencegahan untuk mengurangi angka kesakitan dan angka kematian bayi salah satunya dengan pemberian ASI eksklusif. Organisasi kesehatan dunia WHO dan UNICEF telah merekomendasikan beberapa hal untuk peningkatan cakupan ASI eksklusif, yaitu memberikan kesempatan untuk inisiasi menyusu dini pada satu jam setelah kelahiran, menyusui secara eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI yang bergizi sejak bayi berusia 6 bulan, dan melanjutkan menyusui sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan, demontrasi dan praktek secara langsung. Dari hasil pendidikan kesehatan yang dilakukan terjadi perubahan pengetahuan dari 54% menjadi 85%, dan Setelah dilakukan demonstrasi tentang cara menyusui yang benar dan cara perawatan payudara, ibu dapat melakukan sendiri praktek menyusui yang benar dan cara perawatan payudara secara mandiri. Pemberian informasi dan edukasi ASI eksklusif kepada ibu dan atau keluarga sejak kehamilan, sebagai persiapan langkah dalam pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui program kelas ibu hamil.
EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN PADA SISWA SMK AR RAHMAN NGUNTORONADI Mega Arianti Putri; Anas Tasia Eko
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masyarakat awam baik secara individu maupun kelompok dituntut untuk mampu memberikan pertolongan segera jika menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Pertolongan pertama yang diberikan pada kondisi cedera dapat memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan, mencegah cacat, dan bahkan dapat menyelamatkan jiwa penderita. Kejadian kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja seperti di jalan, rumah, tempat kerja maupun disekolah. Mengingat banyaknya kecelakaan atau cedera yang terjadi di sekolah pada siswa baik pada saat mengikuti kegiatan kurikuler ataupun ekstrakurikuler, siswa perlu memahami prosedur melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan bagi para siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimaksudkan kepada siswa untuk bisa menangani kondisi kegawatan atau penanganan pertama jika terjadi kecelakaan di sekolah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan : a). Metode ceramah untuk menyampaikan pengetahuan apa saja yang tergolong dalam kejadian kecelakaan, apa saja dampak dari kejadian kecelakaan dan bagaimana cara pertolongan pertama yang bisa dilakukan jika terjadi kecelakaan disekolah, b). Metode praktek digunakan untuk melakukan simulasi proses pertolongan pertama pada kecelakaan, c). Metode tanya jawab digunakan untuk memberikan tanggapan kepada siswa sekaligus untuk mendapatkan tanggapan siswa tentang materi yang telah disampaikan selama kegiatan. Antusias siswa pada saat pelaksanaan penyuluhan sangat tinggi. Pada saat proses penyampaian materi, siswa juga bisa diajak interaksi, dengan mengajukan beberapa pertanyaan dari materi yang telah disampaikan. Hasil pre tes rata-rata sebesar 78,88 dan rata-rata post tes sebesar 85,79. Hasil penghitungan nilai menunjukkan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelekaan pada siswa meningkat dengan kategori sedang. Siswa dapat menjelaskan apa saja yang masuk dalam kondisi kecelakaan dan cara pertolongan pertama. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah : 1) Antusias siswa sangat tinggi, semua siswa mengikuti kegiatan mulai dari awal sampai akhir, 2) Pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada kecelakaan meningkat
DETEKSI DINI DAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN OBESITAS DI MASA PANDEMI PADA MASYARAKAT DESA KUWON KECAMATAN KARAS KABUPATEN MAGETAN Dian Anisia Widyaningrum; Fitria Yuliana
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume IV, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak dari stay at home untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 mengharuskan masyarakat (pekerja maupun pelajar) untuk melakukan kegiatan di rumah saja dari belajar, bekerja, beribadah dan lain sebagainya. Dengan kondisi tersebut membuat orang menjadi tidak bisa mengontrol pola makan. Jika tidak diiringi asupan makanan yang seimbang an aktivitas fisik yang cukup maka hal ini dapat meningkatkan obesitas. Obesitas dan overweight merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, arthritis, empedu, gangguan fungsi pernafasan dan berbagai gangguan kulit. Namun demikian terbatasnya informasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19, maka diperlukan sosialisasi bagi masyarakat tentang pencegahan obesitas. Tujuan pengadian masayarakat ini adalah untuk deteksi dini dan edukasi tentang pencegahan obesitas di masa pandemi pada masyarakat. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pemeriksaan kadar lemak tubuh dan pemberian edukasi tentang cara pencegahan obesitas selama masa pandemi Covid-19. Hasil pengabdian masyarakat, masyarakat telah memperoleh pengetahuan yang baik tentang cara mencegah obesitas selama masa pandemi dengan melakukan diet gizi seimbang dan aktivitas fisik. Edukasi kesehataan untuk masyarakat dalam rangka pencegahan obesitas direkomendasikan untuk dapat dilakukan pada semua kelompok umur, tidak hanya pada usia dewasa tapi juga anak, ibu hamil, dan kelompok lansia dengan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah setempat
PEMBERIAN EDUKASI PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA KELAS IBU HAMIL Kartika Kartika; Heni Eka Puji Lestari
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi baru lahir memiliki kerentanan terhadap infeksi sehingga dalam perawatannya dibutuhkan perhatian semaksimal mungkin. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor bayi yang memiliki suatu kelainan atau dari faktor lingkungan yang kurang tepat oleh keluarga yang merawatnya. Oleh karena itu, perlu bagi seorang ibu untuk mengetahui tentang perawatan bayi terutama bayi baru lahir agar dapat memperoleh pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan bagi ibu dan keluarga mengenai upaya perawatan bayi baru lahir meliputi cara memandikan bayi baru lahir, perawatan tali pusat, dan pemberian ASI yang optimal pada kelas ibu hamil. Sasaran dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang sedang berada pada trimester 1, 2, atau 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui 3 tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilaksanakan berdasarkan adanya survey pendahuluan dengan data awal yang diperoleh sebanyak 35% ibu berpengetahuan cukup dan 65% ibu berpengetahuan kurang. Pelaksanaan dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai perawatan tali pusat, memandikan bayi baru lahir, dan pemberian ASI. Tahap evaluasi setelah dilakukan pemberian edukasi diperoleh 84,6% ibu berpengetahuan baik dan 15,4 % ibu berpengetahuan cukup. Berdasarkan evaluasi tersebut, ibu hamil yang masih berpengetahuan cukup dilakukan konseling kembali untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir
PEMBERDAYAAN SANTRI DALAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERCULOSIS DI PONDOK PESANTREN PROBOLINGGO Nurul Laili; Roi’sah Roi’sah; Sunanto Sunanto; Erna Handayani
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 2 (2022): Volume V, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v5i2.176

Abstract

PHBS sampai saat ini pencapaiannya masih belum optimal. Secara nasional penduduk Indonesia yang telah memenuhi kriteria PHBS baik pada tahun 2017 belum mencapai 70%. Mengingat dampak perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar (30-35% terhadap derajat kesehatan). Hasil penelitian Fanny (2017) sebagian besar santri 71.4% mempunyai pengetahuan kurang baik tentang PHBS. Hasil studi pendahuluan dengan observasi langsung ke pondok pesantren pada bulan November 2021 di dapatkan santri yang tidak menerapkan kesehatan dan kebersihan yaitu banyak sampah yang dibuang sembarangan, penataan kamar tidak rapi, baju yang telah di pakai digantung di kamar hunian dengan kamar berukuran 4x6 meter, kamar tersebut ditempati santri sebanyak 30-50 santri dan santri tidur tanpa alas tidur. Berdasarkan alasan tersebut, maka perlu diadakan pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang PHBS karena santri memiliki peran, salah satunya yaitu sebagai sumber daya yang memadai untuk melakukan promosi PHBS di lingkungan Pondok Pesantren. Target Pengabdian masyarakat ini adalah pengurus pondok dan santri. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pembentukan kader santri peduli sehat. Metode yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah ceramah dan tanya jawab, serta demonstrasi. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dan pembentukan kader kesehatan, santri menjadi tahu dan mampu menerapkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit Tuberculosis dan lingkungan pondok pesantren menjadi lebih terawat sehingga santri lebih nyaman dalam beraktivitas
PENINGKATAN PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK KEPADA REMAJA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE PEER GROUP Adhin Al Kasanah; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume IV, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungannya. Salah satu perilaku tidak sehat yang paling banyak terjadi pada remaja adalah merokok. Remaja dengan kebiasaan merokok memiliki resiko penurunan dalam pencapaian akademik, masalah kesehatan dan beresiko mencoba hal-hal negatif yang dapat memberikan kenikmatan seperti alkohol, narkoba, psikotropika dan zat-zat adiktif lainnya. Salah satu metode yang efektif untuk peningkatan pengetahuan di kalangan remaja adalah peer education. Pembelajaran peer education/peer group learning dibuat dalam satu kelompok belajarnya sehingga siswa akan terus termotivasi untukberinteraksi dari awal sampai akhir kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa remaja mengenai bahaya merokok melalui metode peer education. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan target sasaran. Luaran yang diharapkan dalam pengabdian masyarakat ini dapat tercapai yaitu dengan indikator meningkatnya tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya merokok