cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Keluhan Pre Menstrual Syndrome pada Pekerja Perempuan di Kota Makassar : Complaints of Pre Menstrual Syndrome on Women Workers in Makassar City Muflihah, Andi; Farid, Firda Nurul Fadilah; Asman, Fadhilah Hanifa; Heriani, Heriani; Rosadi, Andi Rifkah Kifayah; Sefriana, Sefriana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.988 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1617

Abstract

Latar Belakang: Perempuan pada saat haid seringkali disertai rasa sakit sehingga tidak mampu melakukan tugasnya secara maksimal. Rasa sakit menstruasi juga diikuti dengan Pre Menstrual Syndrome (PMS) dengan gejala-gejala yang paling umum adalah kelelahan, sifat lekas marah, bengkak abdominal, dada sakit, suasana hati labil antara kesedihan dan kemarahan yang silih berganti serta depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keluhan PMS yang terjadi pada pekerja perempuan di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan sampel sebanyak 203 pekerja perempuan yang didapatkan melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021 dengan cara menyebarkan kuesioner online (google form). Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 188 responden (92,6%) mengalami keluhan PMS yang terdiri dari 19 keluhan gejala. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 203 responden, sebanyak 188 responden (92,6%) mengalami keluhan PMS dengan keluhan gejala terbanyak adalah mudah marah sebanyak 188 responden (92,6%). Penelitian ini menyarankan agar pekerja perempuan, khususnya di Kota Makassar dapat memperbaiki pola tidur, olahraga yang teratur, menghindari konsumsi kafein dan alkohol, tidak merokok, dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Selain itu, perusahaan sebaiknya membuat program pencegahan atau pengendalian keluhan PMS di tempat kerja.
Penguatan Perilaku Ibu Hamil Memanfaatkan Layanan Antenatal Care Selama Pandemik Covid-19 Melalui Komunikasi Interpersonal Dan Kelompok Di Wilayah Kerja Puskesmas Biloka Nasrah, Nasrah; Mansur, Amalia; Suriah, Suriah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.16 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1620

Abstract

Latar : Kerentanan ibu hamil terhadap infeksi covid-19 karena ada perubahan tubuh dan sistem imunitas. Menurut Unicef, (2020) layanan ANC terhenti sebesar 46% disebabkan faktor kekhawatiran (64 %). Semua Ibu hamil berisiko mengalami komplikasi, karena itu tetap harus memanfaatkan pelayanan ANC. Dibutuhkan model komunikasi efektif untuk memberikan pemahaman agar ibu hamil dapat mengatasi kehawatirannya. Model komunikasi kelompok dalam bentuk kelas ibu hamil yang dicanangkan pemerintah sudah terlaksana, namun perlu dibandingkan dengan model komunikasi interpersonal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model komunikasi yang dapat menguatkan perilaku ibu hamil memanfaatkan ANC selama pandemik. Metode : Quasi eksperiment rancangan the nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bilokka pada bulan Mei-Juli-2021. Penentuan sampel menggunakan perposive sampling. Analisis data bivariat menggunakan uji t berpasangan dan wilcoxon. Hasil : Terdapat peningkatan mean niat (2,1), pengetahuan (1,56), sikap (2) dan tindakan (0,5) responden pada kelompok intervensi. Begitu juga kelompok kontrol diperoleh niat (2,2) dan pengatahuan (0,75), sikap (0,6), dan tindakan (0,38). Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai p-value niat kedua kelompok (0,032 dan 0,025<0,05). Pada tindakan diperoleh nilai p-value=0,023<0,05 pada kelompok intervensi, pada kelompok kontrol nilai p-value=0,059>0,05. Hasil uji t berpasangan diperoleh nilai p-value pengetahuan kedua kelompok (0,000 dan 0,023 <0,05), namun pada sikap diperoleh nilai p-value=0,018<0,05 pada kelompok intervensi sedangkan kelompok kontrol nilai p-value=0,470>0,05. Kesimpulan : Terdapat perbedaan niat dan pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah edukasi dengan model komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok. Terdapat perbedaan sikap dan tindakan ibu hamil sebelum dan setelah edukasi dengan model komunikasi interpersonal, namun tidak terdapat perbedaan dengan model komunikasi kelompok.
Gambaran Gejala Klinis dan Gangguan Psikologis Pasien Positif Covid-19 di Kota Pontianak: Overview of Clinical Symptoms and Psychological Disorders of Positive Covid-19 Patients in Pontianak City Setiawati, Linda; Montesori Windi, Maria; Boru Tambunan, Marcelina; Suawarni, Linda
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.182 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1621

Abstract

Latar Belakang: Kasus pasien positif Covid-19 semakin meningkat sampai saat ini, berdampak pada berbagai aspek kehidupan termasuk psikologis, yaitu kecemasan, depresi, dan insomnia. Namun data tentang gambaran besaran gangguan kesehatan mental pada pasien Covid-19 yang penting untuk menjadi dasar dalam inteevensi lanjut dalam upaya percepatan penyembuhan pasien Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan gejala klinis dan ganggunan psikologi pada pasien positif Covid-19 di Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Total sampling digunakan sebanyak 42 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan program computer. Teknik analisa data menggunakan univariate. Hasil: Sebagian besar responden juga mengalami gangguan kesehatan mental dalam beberapa level, diantaranya antara lain kecemasan ringan (66,7%), depresi ringan (59,5%), dan insomnia dalam skala ringan-sedang- berat sebesar 76,2% Kesimpulan: : Pasien positif Covid-19 mengalami gangguan psiklogis sehingga diperlukan intervensi yang tepat untuk mengurangi gejala klinis dan gangguan psikologis yang muncul dalam mempercepat proses kesembuhan
The Optimalisasi Promosi Kesehatan dalam Pencegahan Tuberkulosis Paru di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka: Optimization of Health Promotion in Preventing Pulmonary Tuberculosis in Bangka District Health Office Belliani, Arisca; Nuryakin; Surwanti, Arni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.905 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1623

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan salah satu dari 10 penyakit yang menyebabkan kematian pada manusia di seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu dari 30 negara dengan kasus TB paru tertinggi. Salah satu cara untuk mencegah tuberkulosis paru adalah dengan menggunakan promosi kesehatan. Metode yang digunakan adalah periklanan (advertising), hubungan masyarakat dan publisitas (public), pemasaran media sosial dan penjualan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi metode promosi kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara dengan 2 narasumber dari Dinas Kesehatan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan triangulasi sumber digunakan untuk menguji keabsahan data. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi metode periklanan yaitu dengan menggunakan media televisi atau memperbarui konten iklan yang lebih menarik bagi publik, mengoptimalkan hubungan masyarakat dan publisitas dengan menghadirkan publik pada pertemuan-pertemuan dan memilih media yang lebih menarik bagi masyarakat. masyarakat seperti televisi, optimalisasi pemasaran media sosial yaitu dengan mengisi website dengan materi Tuberkulosis dan menggunakan media sosial lainnya untuk menyebarluaskan informasi dan pengoptimalan personal selling adalah dengan menggunakan alat peraga atau video agar masyarakat tidak bosan.
Kepatuhan Protokol Kesehatan Pekerja Bidang Manufaktur Pada Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Jawa Timur: Health Protocol Compliance of Manufacturing Workers During the Covid-19 Pandemic in East Java Ainun Nitsa Rahayu; Dwi Handayani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.161 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1628

Abstract

Satgas penanganan Covid-19 pada bulan September 2020 mencatat klaster penyebaran virus corona paling banyak di Jawa Timur muncul di tempat kerja seperti pabrik dan perkantoran setelah klaster keluarga, oleh karena itu diperlukan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepatuhan protokol kesehatan pekerja bidang manufaktur yang bekerja pada saat pandemi Covid-19 di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi deskriptif kuantitatif, menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 150 pekerja dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Penelitian ini menggunakan metode survei cepat dengan kriteria sampel sebanyak 150 responden. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan responden dengan usia remaja lebih patuh terhadap perilaku penerapan protokol kesehatan dan berdasarkan pendidikan responden pendidikan menengah lebih patuh dalam perilaku penerapan protokol kesehatan. Tersedianya sarana dan prasarana dapat mendukung kepatuhan dan dengan adanya pengawasan dapat mendorong pekerja untuk patuh. Kesimpulan hasil penelitian ini kepatuhan pekerja saat bekerja secara umum sudah cukup patuh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah pembelajaran apabila terjadi pandemi lagi agar dapat melakukan upaya lebih cepat dalam membantu pencegahan penyebaran virus di kluster tempat kerja.
Faktor Risiko Kejadian Hepatitis B Pada Ibu Hamil di Kabupaten Luwu Timur: Risk Factors for Hepatitis B Incidence in Pregnant Women in East Luwu District Pither, Margaretha; Yusuf, Andi; Aziz, Rahmawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.404 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1629

Abstract

Latar Belakang: Infeksi hepatitis B (HBV) pada ibu hamil telah menjadi perhatian dunia karena penularan yang paling sering terjadi di seluruh dunia, terutama pada daerah-daerah endemis, yaitu penularan dari ibu ke anak pada masa prepartum atau perinatal dengan risiko tertular infeksi hepatitis B (HBV) pada anak lebih dari 90%. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan desain case control study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil yang mengikuti layanan Antenatal Care selama periode Januari – Maret 2021 di fasilitas kesehatan Kabupaten Luwu Timur. Penentuan besar sampel dengan cara “Total Sampling” untuk kelompok kasus yaitu sebanyak 50 responden dengan perbandingan kelompok kasus dan kelompok kontrol yaitu 1 : 1. Pemeriksaan HbsAg menggunakan alat Rapid Diagnostic Test (RDT). Data yang diperoleh, diolah dan dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik menggunakan Aplikasi SPSS. Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (p-value = 0,027; OR = 2,705; IK 95%: 1,197-6,113), paritas (p-value = 0,023; OR = 2,846; IK 95%: 1,228-6,697), dan pasangan seksual (p-value = 0,031; OR = 9,333; IK 95%: 1,121-77,704) merupakan faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Sedangkan kelompok umur (p-value = 0,177) dan jenis pekerjaan (p-value = 0,059) tidak menjadi faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Kesimpulan: Tingkat pendidikan, paritas, dan pasangan seksual merupakan faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Diantara semua faktor risiko yang ditemukan, pasangan seksual merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian hepatitis B pada ibu hamil di Kabupaten Luwu Timur tahun 2021 (p-value = 0,022; OR: 12,920; IK 95%: 1,440-115,894)
Pengaruh Seminar Online Terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Melindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal : The Effect of Online Seminars on Public Knowledge about Protecting Self and Family in the New Normal Era Fadilah, Mariatul; Pariyana; Zulkarnain, Mohammad; Norlaila; Syakurah, Rizma Adlia; Cahyani, Dini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.281 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1631

Abstract

Kelompok rentan memiliki risiko dampak kesehatan yang berat dibandingkan dengan populasi lainnya apabila terinfeksi COVID-19. Langkah pencegahan penyebaran COVID-19 harus diterapkan dengan baik pada kelompok rentan, akan tetapi, kelompok rentan terdapat keterbatasan dari segi fisiologis dan psikologis sehingga dibutuhkan suatu dukungan eksternal untuk dapat memastikan dilakukannya langkah-langkah pencegahan transmisi COVID-19 pada kelompok tersebut. Salah satu bentuk dukungan ini adalah peran serta keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan masyarakat tentang melindungi diri dan keluarga di era new normal. Desain penelitian ini adalah quasi experimental pre and post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta seminar online, yaitu sebanyak 254 orang. Sampel penelitian adalah sebanyak 75 responden, dimana responden ini merupakan peserta seminar online yang mengisi quasi pre dan post-test melalui fitur aplikasi Google Form dan telah memenuhi kriteria penelitian. Hasil analisis deskriptif didapatkan karakteristik usia, jenis kelamin, serta pekerjaan. Distribusi berdasarkan usia terbanyak ditemukan pada kelompok usia yaitu 17-26 tahun yaitu 49 responden (65,3%), distribusi berdasarkan jenis kelamin banyak ditemukan pada wanita, yaitu 46 responden (61,3%), dan pekerjaan tertinggi didapatkan pada mahasiswa sebanyak 30 orang (40,0%). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan sebelum dan setelah mengikuti seminar online via WhatsApp terhadap keinginan melindungi diri dan keluarga di era new normal (p-value = 0,000) p<α.
Gambaran Karakteristik Pengetahuan Masyarakat Awam Mengenai Penanganan Jenazah Pasien COVID-19 : Description of the Characteristics of General Public Knowledge Regarding the Handling of Corpses of COVID-19 Patients Fadilah, Mariatul; Pariyana; Garini, Pramadita Widya; Kusuma, Ully Febra
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.973 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1632

Abstract

Coronavirus diseases 2019 atau yang disingkat dengan COVID-19 telah menyita perhatian dunia sejak kemunculan pertamanya di Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Hal ini dikarenakan oleh penyebarannya yang cepat, sehingga pada 11 Maret 2020 WHO mendeklarasikan COVID-19 sebagai sebuah pandemi. Terhitung hingga tanggal 27 September 2020, WHO melaporkan terdapat 32.730.945 kasus terkonfirmasi COVID-19, dengan 991.224 jumlah kematian. Jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Indonesia pada 27 September 2020 mencapai angka 275.213 dengan kasus meninggal sebanyak 10.386 kasus. Telah diketahui bahwa penyakit ini dapat ditularakan secara langsung dan tidak langsung. Hal ini menyebabkan banyak keresahan di dalam lingkungan masyarakat dan memunculkan stigma-stigma negatif terhadap proses pemulasaran jenazah pasien COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran pengetahuan masyarakat awam mengenai pemulasaran jenazah pasien COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah 88 orang masyarakat yang mengisi kuesioner penelitian daring/online. Dari 88 responden yang mengisi kuesioner secara lengkap didapatkan rerata usia 23,78 ± 7,46. Dari total 88 responden pada penelitian ini didapatkan rerata usia responden adalah 22,866,72 tahun. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (63%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (47,7%), dan mayoritas berstatus pelajar/mahasiswa (58%). Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik, yaitu 39 orang (44,3%).
Pengaruh Seminar Online terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat mengenai Pemeriksaan Laboratorium COVID-19: The Influence of Online Seminars on the Level of Public Knowledge Regarding COVID-19 Laboratory Examinations Fadilah, Mariatul; Pariyana; Taufik, Santryo Anggrahi; Vania, Clarisya Resky
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.884 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1633

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala umum yang timbul saat seseorang terinfeksi virus corona anatara lain, sesak naps, demam tinggi, dan batuk. Pemeriksaan laboratorium dapat mengidentifikasi seseorang terinfeksi virus covid-19. Rapid test merupakan skrining awal COVID-19 sangat dibutuhkan mengingat penyebaran penyakit yang sangat cepat. PCR dapat mendiagnosis COVID-19 dengan metode pengambilan sampel dari swab test. Desain penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental pre dan post-test yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh seminar online terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemeriksaan laboratorium COVID-19 sebelum dan sesudah seminar online dilaksanakan. Seminar online diadakan menggunakan aplikasi grup WhatsApp. Subjek penelitian ini adalah 75 peserta seminar online yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu mengisi kuesioner pre dan post-test. Hasil analisis univariat mengenai demografi subjek penelitian didapatkan usia rerata yaitu 31,36 tahun, sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan (54,7%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (65,3%), dan belum bekerja (36,0 %). Pada analisis komparasi nilai test sebelum dan sesudah seminar online, didapati nilai rerata pretest yaitu 9.28±1.907 sedangkan nila rerata post-test 10.88±1.284. Uji Wilcoxon digunakan untuk analisis komparatif hasil pre dan post-test dan didapati nilai p=0.000. Dapat disimpulkan bahwa seminar online memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan masyarakat tentang pemeriksaan laboratorium COVID-19.
Efektivitas Pembentukan Jumantuk dalam Kegiatan Deteksi Dini TBC di Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana: Effectiveness of the Formation of Jumantuk in Early Detection of TBC in the Department of Health of Bombana Regency Kartina NA, Sri; Asriati, Asriati; Yusran, Sartiah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.769 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1634

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menular dengan mudah antarmanusia. Kabupaten Bombana termasuk tiga besar kabupaten dengan jumlah penemuan kasus TBC tertinggi, sehingga diperlukan upaya penanggulanan, salah satunya melibatkan juru pemantau batuk yang membantuk dalam deteksi dini TBC. Akan tetapi, pelaksanaan tugas dan fungsi jumantuk belum terlaksana sesuai tujuannya sebagai relasi pengelola program TBC, sehingga perlu untuk mengetahui Efektifitas Penerapan Pembentukan Juru Pemantau Batuk (Jumantuk) Dalam Kegiatan Deteksi Dini TBC di Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap 105 responden menggunakan kuesioner. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji korelasi koefisien kontingensi Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, ketersediaan sarana, pelatihan, dukungan pemerintah, dan supervisi memiliki hubungan terhadap efektifitas program jumantuk. Sedangkan sikap tidak memiliki hubungan terhadap efektifitas program jumantuk. Dari uji koefisien kontingensi diperoleh hasil yaitu pengetahuan, pelatihan dan supervisi memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap efektifitas program jumantuk. Diharapkan bagi pemerintah dapat membuat aturan terhadap peningkatan program pencegahan dan pengendalian penyakit TBC. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan, pelatihan, dan supervisi dengan efektifitas program jumantuk.

Page 15 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue