cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Pengaruh Media Leaflet terhadap Peningkatan Perilaku Lansia dalam Pemanfaatan Daun Narcissus (Crynum Asiaticum L) untuk Meredakan Nyeri Rematik di Desa Ujung Gurap Kota Padangsidimpuan: The Influence of Leaflet Media on Increasing Elderly Behavior in Using Leaves Narcissus (Crynum Asiaticum L) to Relieve Rheumatic Pain in Ujung Gurap Village, Padangsidimpuan City Nasution, Nurul Hidayah; Ritonga, Sukhri Herianto; Nurlaila; Jufri, Soleman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5035

Abstract

Latar belakang: Masyarakat modern tidak mempunyai banyak waktu dan istirahat yang cukup. Tingginya tuntutan pekerjaan dan terbatasnya waktu membuat mereka terjebak dalam stres. Akibatnya, banyak orang mengalami berbagai gangguan kesehatan. Salah satu penyakit tersebut adalah rematik. Reumatik atau rheumatoid arthritis adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan sensasi terbakar pada persendian. Pengobatan dapat dilakukan secara farmakologis & nonfarmakologis. Salah satu cara yang dapat dilakukan secara non farmakologi adalah dengan memanfaatkan daun bakung (Crynum Asiaticum L). Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia dalam penggunaan daun daffodil (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan menggunakan metode One Group Pretest Posttest Design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah lansia di Desa Ujung Gurap yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia yaitu pengetahuan (p= 0,000), sikap (p=0,000) dan tindakan (p=0,000) pada pemanfaatan daun lili (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia. Kesimpulan: Terdapat pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia dalam pemanfaatan daun lili (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pencegahan Stunting pada Balita: Factors Associated with Stunting Prevention in Toddlers Ahmad Yani; Munir Salham; Irmawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.5042

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan stunting pada balita di Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study dimana data yang menyangkut data variabel independen dan variabel dependen akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang semua ibu yang mempunyai balita berkunjung ke posyandu Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga faktor independen mempunyai hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan nilai p = 0.022 (p < 0.05), pola asuh dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05), dan imunisasi dasar lengkap dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05) terhadap pencegahan stunting di Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo Kabupaten Sigi. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan dari ketiga faktor independen yang diteliti (pengetahuan, pola asuh, dan imunisasi dasar lengkap) didapatkan memiliki hubungan dengan variabel dependen (pencegahan stunting).
Gambaran Inspeksi Kesehatan Lingkungan Puskesmas di Puskesmas Gading, Kota Surabaya Tahun 2023: Overview of Environmental Health Inspection at Gading Health Center in Surabaya City, 2023 Rosalia Nindy Prastika Sari; Lilis Sulistyorini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5043

Abstract

Latar belakang: Puskesmas sebagai salah satu pelayanan kesehatan harus memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan yang baik mulai dari aspek lokasi, bangunan luar, bangunan dalam, dan sebagainya. Beberapa alasan utama mengapa inspeksi lingkungan di puskesmas sangat penting antara lain pencegahan penyakit menular. kualitas pelayanan yang lebih baik, kepatuhan terhadap standar regulasi, keamanan staf medis, lingkungan yang berkelanjutan serta meningkatkan kredibilitas puskesmas. Tujuan: Menganalisis gambaran inspeksi sanitasi kesehatan lingkungan puskesmas di Puskesmas Gading, Kota Surabaya tahun 2023. Metode: Merupakan jenis penelitian kualitatif yang menghasilkan analisis dalam bentuk gambaran atau deskripsi. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Gading, Kota Surabaya pada tanggal 20 Desember 2023. Inspeksi sanitasi lingkungan di Puskesmas Gading menggunakan instrumen berupa formulir yang berisi komponen – komponen persyaratan sanitasi lingkungan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gading, Kota Surabaya. Pengisian formulir dilakukan melalui observasi. Selain melalui metode observasi, penilaian inspeksi sanitasi lingkungan di puskesmas ini juga dilakukan dengan metode wawancara. Wawancara dilakukan kepada 2 petugas Tata Usaha (TU) Puskesmas Gading, Kota Surabaya. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan di Puskesmas Gading, Kota Surabaya dengan menggunakan 4 aspek yaitu bangunan luar, bangunan dalam dan material, sarana fasilitas dan sanitasi serta manajemen kebersihan dan ketertiban, diperoleh presentase skor akhir yaitu 97,6% Kesimpulan: Sanitasi lingkungan di Puskesmas Gading dikatakan memenuhi syarat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 dikarenakan skor yang diperoleh > 70%.
Pencarian Bantuan Kesehatan Ditinjau dari Status Kesehatan Mental Mahasiswa Kesehatan: Help Seeking in Terms of Mental Health Status among Health Students Andi Ardiansyah Nurdin; Zahroh Shaluhiyah; Widjanarko, Bagoes
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.5045

Abstract

Latar belakang: Kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan penting dari kehidupan manusia dan bermasyarakat. Kesehatan mental yang buruk memengaruhi kesejahteraan, kemampuan bekerja, serta hubungan antara teman, keluarga, dan masyarakat. Prevalensi masalah kesehatan mental juga meningkat setiap tahunnya, baik secara global maupun di Indonesia. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dini dengan melakukan upaya pencarian bantuan kesehatan penting untuk mencegah terjadinya gangguan mental yang kronis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencarian bantuan ditinjauh dari status kesehatan mental pada mahasiswa kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Kesehatan yang terdaftar pada program studi Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi pada Jenjang D3, D4 dan Profesi pada Poltekkes Kemenkes Palembang, Poltekkes Kemenkes Bandung dan Poltekkes Kemenkes Jayapura. Jumlah sampel sebanyak 388 responden yang diambil menggunakan metode convenience sampling dengan menyebarkan kuesioner secara online (google form) selama 3 bulan. Instrumen yang digunakan menggunakan alat ukur SRQ-20 (Self reported quetionare-20) dan General Help Seeking Quetionare. Hasil: Pencarian bantuan kesehatan secara umum menghubungi sumber informal orang tua (57%), teman (21.13%) dan dan pasangan (25.77%) sedangkan sumber formal, seperti profesional kesehatan mental psikolog, psikiater, konselor (12.63%) dan dokter umum (10.57%). Responden lebih tinggi pada kelompok gangguan mental emosional (68%) dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki gangguan mental emosional (32%). Hasil uji mann-whitney menemukan bahwa terdapat perbedaan pencarian bantuan ditinjau dari status kesehatan mental pada mahasiswa kesehatan (p-value=0.001<0.005). Pencarian bantuan pada kelompok yang memiliki gangguan mental emosional lebih tinggi menghubungi sumber bantuan formal seperti profesional kesehatan mental (8.25%) dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki gangguan mental emosional (4.38%) ketika mengalami masalah emosinal, (11.60%) dan (7.22%) ketika mengalami pikiran untuk bunuh diri. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian menunjukan bahwa pencarian bantuan kesehatan secara umum lebih tinggi dengan menghubungi sumber informal. Responden lebih tinggi pada kelompok gangguan mental emosional. Terdapat perbedaan pencarian bantuan ditinjau dari status kesehatan mental pada mahasiswa kesehatan. Pencarian bantuan pada kelompok yang memiliki gangguan mental emosional lebih tinggi menghubungi sumber formal. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melakukan tindakan promotif dengan mengintergrasikan kurikulum kesehatan mental pada proses pembelajaran dan mengedukasi para staf dan mahasiswa mengenai jalur pencarian bantuan kesehatan.
Pembinaan dan Pemantauan Pesantren Sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman, Kabupaten Pesawaran, Lampung: Coaching and Monitoring for a Healthy Boarding School at Nurul Iman Islamic Boarding School, Pesawaran District, Lampung Nada NurSyifa; Fenny Etrawati; Muhammad Amin Arigo Saci
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.5050

Abstract

Latar belakang: Provinsi Lampung memiliki 869 pondok pesantren dengan jumlah poskestren sebanyak 179. Poskestren bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga pesantren. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan poskestren yang terpadu melalui puskesmas dan stakeholders terkait pesantren sehat. Sehingga diharapkan elemen di lingkungan pesantren (pimpinan, pengelola dan santri) dapat menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembinaan dan pemantauan pesantren sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang merupakan sasaran pembinaan dari Subdinas Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan pegawai lapangan subdinas promosi kesehatan Provinsi Lampung pengurus, dan guru Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil: Pembinaan dan Pemantauan Poskestren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran Latar belakang: Provinsi Lampung memiliki 869 pondok pesantren dengan jumlah poskestren sebanyak 179. Poskestren bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga pesantren. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan poskestren yang terpadu melalui puskesmas dan stakeholders terkait pesantren sehat. Sehingga diharapkan elemen di lingkungan pesantren (pimpinan, pengelola dan santri) dapat menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembinaan dan pemantauan pesantren sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang merupakan sasaran pembinaan dari Subdinas Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan pegawai lapangan subdinas promosi kesehatan Provinsi Lampung pengurus, dan guru Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil: Pembinaan dan Pemantauan Poskestren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran merupakan bentuk tindak lanjut dari kegiatan pesantren sehat yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meliputi 3 kegiatan yakni persiapan, Musyawarah Masyarakat Pesantren (MMP) dan kunjungan ke poskestren Nurul Iman. Hasil kunjungan pembinaan dan pemantauan Poskestren menunjukkan bahwa pengelola dan kader Poskestren Nurul Iman telah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penerapan pesantren sehat. Namun, masih terdapat beberapa aspek dalam pesantren sehat yang masih perlu diperhatikan. Pesantren Nurul Iman belum mempunyai struktur organisasi poskestren, sarana tempat cuci tangan di dalam poskestren, media edukasi dan masih adanya pemberian obat antibiotik yang tidak disertai resep dokter. Kesimpulan: Poskestren Nurul Iman telah melaksanakan dan mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Namun, ditemukan beberapa aspek yang masih harus diperbaiki dan ditindak lanjuti. Sehingga, Poskestren Nurul Iman masih perlu pembinaan dan pemantauan rutin oleh Puskesmas Kalirejo dalam menjalankan fungsinya.
Autokorelasi Spasial Unmet Need Keluarga Berencana di Pulau Sumatera Tahun 2022: Spatial Autocorrelation Unmet Need for Family Planning on Sumatra Island in 2022 Mukti, Dinar Andaru; Prabawa, Artha
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5060

Abstract

Latar belakang: Salah satu permasalahan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia adalah tingginya angka kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need KB). Di Pulau Sumatera, terdapat disparitas angka unmet need KB antar wilayah, dimana sebagian provinsi memiliki angka unmet need KB tinggi dan sebagian lainnya rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan autokorelasi spasial berdasarkan angka unmet need KB dan menemukan wilayah hotspot unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kabupaten/kota, sedangkan ruang lingkup wilayah yang dianalisis meliputi kabupaten/kota yang berada di pulau induk Sumatera sebanyak 131 kabupaten/kota. Uji autokorelasi spasial dilakukan dengan menggunakan Indeks Moran dan Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA). Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 (p value=0,001, I=0,646, E(I)=-0,008). Artinya, persentase unmet need KB pada satu wilayah kabupaten/kota berkaitan dengan wilayah sekitarnya, dengan pola mengelompok (clustered). Wilayah yang menjadi hotspot unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 berdasarkan pola kluster yang terbentuk adalah sebanyak 27 kabupaten/kota. Kesimpulan: Kejadian unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 membentuk pola mengelompok berdasarkan wilayah kabupaten/kota yang berdekatan dan tidak terjadi secara acak. Wilayah hotspot dapat diusulkan sebagai prioritas dalam melakukan intervensi penurunan unmet need KB di Pulau Sumatera.
Persepsi Perawat Pelaksana Terkait Budaya Adil dengan Perspektif Leininger dalam Pelaporan Insiden: Literature Review: Nurse Perceptions Regarding Just Culture Using Leininger’s Perspective In Incident Reporting: Literature Review Sinaga, Raun; Kusumaningsih, Indriati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5067

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan, dan budaya adil di rumah sakit berperan penting dalam mendukung pelaporan insiden keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi perawat terhadap budaya adil dan dampaknya terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan PRISMA yang mengambil data dari ProQuest, Gale Journal, Sage Journal, dan Science Direct dengan kata kunci: budaya adil; pelaporan insiden; persepsi perawat. Dari hasil pencarian tersebut didapatkan 700 kemudian dilakukan screening, didapatkan 12 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi PICOT, masalah dan tujuan penelitian. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 aspek terkait pelaporan insiden; aspek perawat terakit budaya pelaporan, aspek manajemen terakit budaya pelaporan dan aspek budaya adil. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa budaya adil dan pemberdayaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien. Faktor-faktor seperti komunikasi terbuka, ruang untuk emosi, dan keterlibatan manajer dianggap sangat penting untuk membangun budaya adil. Rekomendasi: Berdasarkan temuan dan analisis dari penelitian yang telah dilakukan, beberapa rekomendasi dapat diberikan untuk meningkatkan budaya adil di rumah sakit: Meningkatkan komunikasi terbuka, Menciptakan ruang untuk emosi, Keterlibatan manajer, Pendidikan dan Pelatihan, Meningkatkan umpan balik.
The Provison of Leaflet Media, Videos, and PowePoint on Hygiene Sanitation in Food Presentation to Increase Knowledge (Case Study on Traders in East Telukjambe District) Medina Alya Andrifni; Ratih Kurniasari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5077

Abstract

Introduction: Food poisoning can occur if traders do not pay attention to hygiene and sanitation in the food they sell. Good selling facilities and environment must comply with hygiene and sanitation standards, the place must have layout, floors, strong walls, adequate ventilation, adequate lighting, strong roof, and ceiling free from insects and vectors bully. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of giving leaflets, videos, and PowerPoint media on sanitation hygiene in food serving in increasing the knowledge of traders in Telukjambe Timur Karawang District. Method: This type of research is Quasi Experimental with the Pre-Posttest Group Design research design. In this study, it was divided into 3 groups, namely the leaflet, video, and powerpoint group and was carried out on 1-6 May 2023. The population in this study were roadside food vendors in Telukjambe Timur Karawang District with a total sample of 45 subjects selected purposively. sampling. Measurement of pretest and posttest knowledge used a questionnaire with 14 questions and then analyzed the data using the Paired t-test because the data from the three media were normally distributed. Result: The results in this study were that the p-value on leaflet media was 0.582 (>0.05), on video media was 0.017 (<0.05), and on PowerPoint media was 0.023 (<0.05). Conclusion: The conclusion in this study is that there is an influence on increasing the knowledge of roadside traders regarding sanitation hygiene in presentations using video and powerpoint media. Whereas in the leaflet media there is no effect on increasing the knowledge of traders.
Pemberian Media Leaflet Mengenai Higiene Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Wasting dalam Meningkatkan Pengetahuan (Studi Kasus pada Ibu Balita di Desa Mulyasejati Kabupaten Karawang): Provision of Media Leaflet o Environmental Sanitation Hygiene Against Wasting Events in Increasing Knowledge (Case Study on Toddler Mother in Mulyasejati Village, Karawang City) Medina Alya Andrifni; Rini Harianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5090

Abstract

Latar belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting adalah higiene sanitasi lingkungan. Higiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu. Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan. Higiene sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat, dan peralatan agar aman dikonsumsi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian media leaflet mengenai higiene sanitasi lingkungan terhadap kejadian wasting dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita. Metode: Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan model one group pretest-posttest design. Pelaksaan penyuluhan dilakukan pada tanggal 20 dan 22 September 2023 di Posyandu Cempaka II dan IX. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Skor hasil pretest dan posttest dihitung menggunakan skala Gutman dengan jawaban benar bernilai 1 dan salah bernilai 0. Uji normalitas menggunakan uji Saphiro-Wilk dilanjut dengan uji Wilcoxon dikarenakan data tidak terdistribusi normal. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,285 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa media leaflet yang digunakan tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan responden. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh pemberian media leaflet mengenai higiene sanitasi lingkungan terhadap kejadian wasting dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita di Posyandu Cempaka II dan IX.
Implementasi Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat : Literature Review: The Implementation of Electronic Medical Record in The Emergency Department : Literature Review Sofia Arditya Kustiyanti; Anhari Achadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5093

Abstract

Latar belakang: Implementasi rekam medis elektronik dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk di unit gawat darurat. Namun penerimaan, efektivitas dan kendala yang dihadapi belum banyak dipublikasikan. Tujuan: Tujuan dari literature review ini untuk mengetahui bagaimana implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat. Metode: Metode literature review dengan mengumpulkan berbagai artikel serta referensi yang relevan dengan tujuan serta pertanyaan penelitian dan menggunakan database yaitu Proquest dan PubMed. Hasil: Hasil dari pengumpulan dan pengkajian dari berbagai referensi yang didapat menunjukkan manfaat, efektivitas dan hambatan dari implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat. Kesimpulan: Implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan penerimaan pengguna, efektivitas dan mengurangi hambatan yang ada sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Page 87 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue