cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Gambaran Epidemiologi Penyakit Kusta di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 : An Overview of the Epidemiology of Leprosy in East Java Province in 2022 Prameswari, Ambarsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5119

Abstract

Latar belakang: Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan menyerang saraf tepi dan kulit. Pada tahun 2021 tercatat terdapat 10.976 kasus baru kusta di Indonesia. Provinsi Jawa Timur masuk ke dalam 10 besar provinsi dengan angka penemuan kasus baru kusta tertinggi per 100.000 penduduk. Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Jawa Timur. Prevalensi kusta di Jawa Timur pada tahun 2021 sebesar 0,4 per 10.000 penduduk dengan angka penemuan kasus baru atau new case detection rate (NCDR) sebesar 4,2 per 100.000 penduduk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi penyakit kusta di 38 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang bertujuan untuk membuat gambaran mengenai epidemiologi pola penyakit kusta berdasarkan orang, tempat, dan waktu. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit kusta di Jawa Timur banyak diderita oleh orang dewasa (usia >14 tahun) sebanyak 2.097 kasus (94%), tipe kusta multi basiler sebanyak 2.107 kasus (95%) serta dengan kecacatan tingkat 0 sebanyak 1.686 kasus (76%). Prevalensi kusta sebesar 0,5 per 10.000 penduduk dan angka kasus baru sebesar 5,3 per 100.000 penduduk. Kesimpulan: Karakteristik penderita kusta tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2022 berada pada dewasa (usia >14 tahun) dan didominasi oleh kusta tipe MB dengan kecacatan tingkat 0 atau tanpa kecacatan. Masih terdapat 5 kabupaten/kota di Jawa Timur yang belum mencapai status eliminasi kusta yaitu Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Bangkalan.
Pengaruh Latihan Pernapasan terhadap Pasien Coronary Artery Bypass Graft (CABG): Literature Review : The Effect of Breathing Exercises on Coronary Artery Bypass Graft (CABG) Patients: Literature Review Octaria, Martha; Widani, Ni Luh
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5120

Abstract

Latar Belakang:Tindakan CABG mempengaruhi psikologis dan fisiologis tubuh pasien serta dapat menyebabkan berbagai komplikasi pasca operasi. Salah satu manajemen keperawatan pasca operasi jantung yaitu melakukan program latihan rehabilitasi jantung. Intervensi yang di lakukan pada rehabilitasi jantung fase I salah satunya adalah latihan pernapasan. Tujuan: Tujuan kajian literatur ini, diharapkan kita dapat mengidentifikasi pengaruh latihan pernapasan terhadap pasien CABG. Metode: Kajian Literatur ini menggunakan basis data: Database yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seperti Google Schoolar, MEDLINE, Proquest, Science Direct dan Academic Journal. Artikel dipilih berdasarkan abstrak serta teks lengkap yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekskusi. Artikel disusun menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis (PRISMA) dan Population, Intervention, Comparators, Outcomes, Time (PICOT). Artikel dikritisi menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist for Randomized Controlled Trials. Hasil: Hasil telaah dari keseluruhan artikel yang telah dikaji terdapat pengaruh latihan pernapasan terhadap pasien CABG yaitu dari aspek psikologis yaitu dapat menurunkan kecemasan dan depresi dan aspek fisiologis yaitu dapat menstabilkan heart rate, nenurunkan nyeri dan penanda inflamasi. Kesimpulan: Berbagai jenis latihan pernapasan yang dapat digunakan dalam fase I rehabilitasi pasien jantung yaitu Latihan relaksasi pernapasan dalam lambat (Slow Deep Breathing Relaxation Exercise/ SDBRE), Latihan pernapasan yoga dan teknik pernafasan dengan terapi biofeedback Heart Rate Variability (HRV) guna menunjang proses kesembuhan pasien dengan CABG.
Factors Influencing Community Decisions in Choosing Community Health Centers for Promotive and Preventive Health Services: Literature Review Lailatul Hasanah; Nurul Fitriyah; Rosalia Nindy Prastika Sari; Diansanto Prayoga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5122

Abstract

Introduction: Minister of Health Regulation Number 43 of 2019 stated that Community Health Centers (Puskesmas) were health service facilities that provided community health efforts (UKM) and individual health efforts (UKP) at the first level, prioritizing promotive and preventive efforts in their working areas. The reason for composing this article was crucial, as Community Health Centers, as both general health services and providers of promotive and preventive services, were expected to attract public interest.. Objective: Analyzed factors influencing community choices of health centers for promotive and preventive services. Method: A qualitative research study was conducted, employing a literature review via electronic databases, particularly utilizing Scopus journal sources. Keywords like "Primary health care," "consumer attraction," and "decision to visit the health center" guided the search, Inclusion criteria set for articles published in English, freely accessible, and between 2019 and 2023. Result: Based on the literature search process through electronic databases, 7 articles were obtained. The selected articles met the predetermined criteria. These articles were related to the use of price transparency tools, community satisfaction and dissatisfaction, the Health Extension Program, the crucial role of good healthcare services, as well as the influence of income and grants. Conclusion: Factors influencing the community's choice of Community Health Centers as a health service included offering lower service costs through insurance or BPJS Kesehatan, the presence of the Health Extension Program (HEP), patient satisfaction with services, gender factors, income, access to grants, and contact with health education.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Proses pada Industri Kimia: Tinjauan Berdasarkan Laporan Investigasi CSB : The title is Written in English with a Maximum of 15 Words, Avoid Using the Word Relationship Influence Mahendra Duta Apriono; Nasri, Sjahrul Meizar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5124

Abstract

Latar belakang: Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam industri kimia untuk mencegah kecelakaan proses yang dapat membahayakan nyawa manusia dan lingkungan sekitar Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecelakaan proses dalam industri kimia. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami akar masalah dan faktor yang menyebabkan insiden-insiden yang mengancam keselamatan di sektor industri kimia. Metode: Studi ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kecelakaan proses pada industri kimia dengan menggunakan 44 Laporan Investigasi yang dikeluarkan oleh Chemical Safety Board (CSB) selama 11 tahun terakhir, mulai dari tahun 2012 hingga 2023. Rentang waktu kejadian yang diteliti adalah dari 12 Januari 2009 hingga 29 Januari 2020. Penyebab langsung kecelakaan dikategorikan menjadi 7 kategori, termasuk kegagalan peralatan, ketidakpatuhan terhadap prosedur, faktor alam, kekurangan dalam desain peralatan, kegagalan material, keberadaan sumber nyala, dan kurangnya identifikasi bahaya Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan peralatan merupakan penyebab kecelakaan terbanyak dengan presentase 35%, diikuti oleh ketidakpatuhan terhadap prosedur dengan presentase 25%, dan kegagalan material 14%. Penyebab lainnya seperti kekurangan dalam desain peralatan, faktor alam, keberadaan sumber nyala, dan kurangnya identifikasi bahaya masing-masing memiliki presentase yang lebih rendah Kesimpulan: Penting bagi industri untuk meningkatkan pemeliharaan dan pengawasan terhadap peralatan agar dapat mengurangi risiko kecelakaan. Selain itu, penegakan prosedur keselamatan yang ketat dan pemahaman terhadap factor-faktor penyebab kegagalan material juga menjadi kunci dalam mencegah insiden yang dapat membahayakan keselamatan kerja
Personal Hygiene, Pemakaian APD, dan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Petugas Pengangkut Sampah Lucia Leony Fitriandini; Adriyani, Retno; Devi Ma’ariful Akliyah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5134

Abstract

Latar belakang: Dermatitis kontak iritan menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh petugas pengangkut sampah. Petugas pengangkut sampah melakukan kontak langsung dengan sampah sehingga berisiko menderita dermatitis kontak iritan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara personal hygiene dan penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petugas pengangkut sampah. Metode: Penelitian observasional ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas sampah pada 7 TPS Kabupaten Banyuwangi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara, diagnosis dermatitis kontak iritan oleh dokter, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan uji statistik fisher’s exact test dengan p-value 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan (p-value = 0,000). Sementara itu, hasil analisis hubungan penggunaan penggunaan APD dengan dermatitis kontak iritan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut (p-value = 0,273). Kesimpulan: Personal hygiene memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petugas pengangkut sampah.
Pencegahan dan Dampak Efek Paparan Panas dan Kelelahan Otot pada Pekerja Industri dan Konstruksi: Literature Review: Prevention and the Impact of Heat Stress and Muscle Fatigue on the Industrial and Construction Workers: Literature Review Permatasari, Vidya Jihan; Setyaningsih, Yuliani; Lestantyo, Daru
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5139

Abstract

Latar belakang: Kelelahan dan efek panas pada pekerja merupakan dua hal yang berdampak besar bagi kesehatan pekerja, serta produktivitas pekerja. Kelelahan dan efek panas mengakibatkan berbagai macam cidera dan penyakit lanjutan apabila diabaikan, dan dapat merugikan pekerja dan perusahaan. Berdasarkan hal tersebut perlu diketahui beberapa efek dan dampak dari panas dan kelelahan otot saat bekerja dan bagaimana langkah penanggulangan dan pencegahan yang dapat dilakukan perusahaan agar terhindar dari efek jangka panjang yang lebih buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak, penanggulangan dan pencegahan akibat kelelahan otot dan efek panas selama bekerja pada sektor industri dan konstruksi. Metode: Pada penelitian ini digunakan pengujian kualitatif deskriptif yaitu sistematik review literature dengan menggunakan metode PRISMA. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dampak jangka panjang akibat mengabaikan efek panas dan nyeri otot diantaranya adalah rasa pusing, mual, menurunnya produktifitas, meningkatnya stres, hingga kematian pada pekerja. Untuk itu perlu adanya pencegahan dan penanggulangan yang berupa Pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan dengan cara penyediaan ventilator, pengendalian jam kerja atau menggunakan sistem rotasi, penggunaan APD, penyediaan P3K dan penyuluhan edukatif terkait K3 terhadap pekerja luar ruangan mengenai terapi non farmakologi seperti pengompresan dengan air hangat untuk merelaksasi otot. Kesimpulan: Efek panas dan kelelahan otot pada pekerja industri dan konstruksi berdampak pada banyak sektor diantaranya adalah kesehatan pekerja, ekonomi pekerja dan kesejahteraan pekerja. Pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan seluruh pihak terlibat selama proyek berlangsung.
Stres Kerja dan Keselamatan Pasien: Literature Review: Occupational Stress and Patient Safety: Literature Review Wisudawan B, Owildan; Nu'man AS Daud; Djaharuddin, Irawaty; Dewi Rizki Nurmala; Anto J. Hadi; Haslina Ahmad; Muhammad Tahir; Muh. Ayyub Amin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5142

Abstract

Latar belakang: Stres yang berhubungan dengan pekerjaan adalah kondisi yang lazim dalam profesi keperawatan yang menjadi penyebab utama kesehatan dan keselamatan pada pasien. Stres kerja pada perawat merupakan masalah global dan nasional yang mesti menjadi perhatian guna menunjang proses asuhan keperawatan yang optimal sehingga aspek keselamatan pasien bisa terwujud. Tujuan: Untuk mengidentifikasi secara terstruktur dan memberi gambaran secara detail berbasis bukti terkini terkait dengan model stres yang berhubungan dengan pekerjaan pada perawat dan keselamatan pasien di Rumah Sakit. Tujuan tersebut bisa tercapai dengan mengelola literatur review berdasarkan: Karakteristik stres kerja pada perawat, Faktor dukungan rekan kerja (Dokter, Perawat, Rekan lainnya), Faktor Beban Kerja, Karakteristik kondisi Pasien, Metode pengukuran tingkat stres, Faktor keselamatan pasien, dan Manajemen stres. Metode: Kajian literatur menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis). Adapun sumber literatur review yaitu berasal dari pencarian berbasis online melalui mesin pencarian google secara umum dengan memasukkan kata kunci jurnal bereputasi baik secara nasional maupun internasional, tetapi sebagian besar jurnal yang digunakan yaitu jurnal bereputasi internasional sebagai rujukan utama. Hasil: Jurnal yang didapatkan sebagian besar berformat PDF yang didapatkan melalui jurnal yang diterbitkan oleh Pubmed, Proquest, Google scholar, Science direct: Elsevier, BMC, Health Affairs, Oxford Academic, John Wiley & Sons serta sumber lainnya berupa Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jumlah Artikel yang di peroleh sebanyak 205, Jumlah artikel yang layak dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 14. Sumber stres terdiri dari 8 (delapan) skala yaitu: kondisi pasien, konflik dengan dokter, lingkungan kerja, masalah dengan teman sebaya, masalah dengan pengawas, beban kerja, ketidakpastian tentang pengobatan, konflik dengan pasien atau keluarga pasien. Kesimpulan: Stres kerja dikalangan perawat secara garis besar dan paling dominan dipengaruhi oleh lingkungan kerja, beban kerja, kondisi pasien dan perawat. Stres pada perawat dapat mendatangkan kerugian bagi suatu Rumah Sakit terkhusus pada pasien, karena dapat mengganggu proses asuhan keperawatan pada pasien dan pada akhirnya mempengaruhi keselamatan pasien. Adapun saran yang ditawarkan yaitu melakukan Manajemen pengelolaan stres yang komprehensif guna menunjang faktor keselamatan pasien.
Kelelahan yang Terjadi pada Pekerja Konstruksi: Fatigue Occurring in Construction Workers Handa Putra Wicaksono; Daru Lestantyo; Yuliani Setyaningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5143

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan merupakan tanda agar tubuh melakukan istirahat untuk melakukan pemulihan. Faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan sangat bervariasi seperti aktivitas fisik yang banyak, jam kerja yang berlebih, keadaan fisik dan mental, pekerjaan yang berulang dan kedaan kesehatan yang menurun. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja, iklim kerja, lama kerja, motivasi, dan stress dengan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi di PT X Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan observational analitik dengan pendekatan studi cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 73 orang pekerja konstruksi. Variabel dalam penelitian ini adalah iklim kerja, lama kerja, motivasi kerja, beban kerja dan kelelahan kerja sebagai variabel terikat. Analisis dilakukan dengan uji nonparametrik menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja (p=0,000), iklim kerja (p=0,000), lama kerja (p=0,000) berhubungan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan: Semua variabel dalam penelitian ini berhubungan dengan kelelahan kerja.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Health Literacy Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari: Factors Associated with Health Literacy of Hypertension Patients in the Working Area of Perumnas Health Center, Kendari City Rahmawati; Fitri Yanti; Amaliah Rohman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.5145

Abstract

Latar belakang: Health literacy hingga saat ini masih dianggap suatu hal yang baru dan hanya berkaitan dengan kalangan individu yang buta huruf. Rendahnya minat baca mengenai informasi kesehatan di masyarakat, kurang baiknya komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, maupun informasi pencegahan dan deteksi dini suatu penyakit masih terasa sulit dipahami oleh pasien. Pada tahun 2022 penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Perumnas sebanyak 2.933 kasus. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan akses informasi kesehatan dengan health literacy penderita hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Hasil: Hasil uji chi-square dukungan keluarga menunjukkan (X2hitung= 19,563), akses informasi kesehatan (X2hitung= 30,083) dimana X2hitung > X2tabel. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dan akses informasi kesehatan dengan health literacy pada penderita hipertensi. Perlunya perhatian institusi terkait agar memprioritaskan edukasi khususnya kepada anggota keluarga akan pentingnya dukungan terhadap penderita, serta memberi inovasi baru dalam menyampaikan informasi kesehatan agar para masyarakat khususnya penderita mudah dalam mengakses informasi kesehatan.
Faktor Risiko Kegagalan Pengobatan Tuberkulosis: Systematic Review Mahartati, Ni Made Nujita; Syahrizal Syarif
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5157

Abstract

Latar belakang: Kegagalan pengobatan Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu faktor masifnya penyebaran TB serta menimbulkan penambahan pasien TB Resisten Obat (RO). Indonesia belum berhasil mencapai target keberhasilan pengobatan TB pada tahun 2021. Tujuan: Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan TB di berbagai negara agar nantinya dapat menjadi referensi dalam penanggulangan masalah TB di Indonesia. Metode: Terdapat empat database (PubMed, Scopus, EMBASE dan MEDLINE) yang digunakan untuk menelusuri artikel. Kata kunci yang digunakan untuk pencarian diantaranya: (tuberculosis) OR (TB) AND (treatment failure) OR (treatment default) OR (treatment flop). Penelusuran artikel pada tinjauan sistematis ini mengacu pada PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) diagram. Hasil: Analisis dilakukan pada enam artikel yang berasal dari negara yang berbeda-beda, yaitu Burkina Faso, Pakistan, Etiopia, China, Kolombia, dan Malaysia. Hanya satu artikel yang menggunakan desain case-control sementara sisanya merupakan studi kohort retrospektif. Karakteristik sampel mayoritas laki-laki dan berada pada rentang usia produktif. Dalam penelitian ini ditemukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan TB, antara lain adalah usia, jenis kelamin laki-laki, pendidikan, kasus TB berulang, TB-HIV, diabetes mellitus, perokok, serta faktor lainnya, seperti tinggal di perkotaan, penurunan berat badan, waktu mulai pengobatan, beban basil, tingkat keparahan penyakit, tatalaksana pengobatan, pengawasan minum obat, penggunaan obat-obatan (narkoba), dan lokasi TB esktra paru juga termasuk dalam faktor risiko kegagalan pengobatan TB. Kesimpulan: Diperlukan upaya-upaya untuk mengatasi faktor risiko untuk mengurangi kegagalan pengobatan TB, seperti pendampingan pengobatan khususnya bagi pasien lansia, kolaborasi layanan berhenti merokok dalam praktik standar manajemen kasus TB, serta mencegah adanya koinfeksi TB-HIV dengan melakukan skrining pada kelompok rentan.

Page 89 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue