cover
Contact Name
Yani Osmawati
Contact Email
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Phone
+6221-5853753
Journal Mail Official
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Deviance: Jurnal Kriminologi
ISSN : 25803158     EISSN : 25803166     DOI : -
Core Subject : Social,
Deviance Jurnal Kriminologi (ISSN 2580-3158 for printed version and ISSN 2580-3166 Online version), is a peer-reviewed, open-access journal published by Universitas Budi Luhur. This journal publishes twice a year (June and December). Deviance Jurnal Kriminologi publishes articles on criminological Issue. The journal invites scholar to submit original articles from variety of persperctives (sociological, philosophical, geographical, psychological, jurisprudential, cultural, political, policy standpoints, etc), focusing on crime and society
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 6 Documents clear
Cyber Espionage in Indonesia: Legal Challenges and The Role of Institutions in the Digital Era Munabari, Fahlesa; Daryanto, Eko; Riyanta, Stanislaus; Hanita, Margaretha
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3496

Abstract

In this digital era, cyber espionage is a serious threat to countries around the world, including Indonesia. This study looks at the legal framework governing cyber espionage, and the challenges and opportunities for law enforcement it faces as well as its development. Through a qualitative methodology based on institutional theory, this study reveals that the existing legal framework, particularly The Electronic Information and Transactions Law (ITE Law) and Penal Code (KUHP), is still not sufficient. Lack of legal clarity and inconsistencies — both internationally and nationally — make things even more difficult. Other contributing factors to poor law enforcement include limited institutional capacity resulting in the lack of well-trained human resources, insufficient technological infrastructure, and inter-agency collaboration. The process of isomorphism, which is understood in institutional framework as imitation of best practices implemented by other countries to cope with cyber espionage, does not always work because each country has different contexts and needs. This study shows that most literature in cyber espionage underscores the need for comprehensive legal reform, improvement of institutional capacity, quality of cooperation, and better understanding of the role of non-state actors in building an effective cyber security system in Indonesia.
Sexting in Teenagers: The Risk of Revenge Porn Threats in a Victimology Perspective Nurhadiyanto, Lucky
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3512

Abstract

Technology development in the digital era has significantly changed social interaction patterns, including adolescent dating styles. One of the emerging phenomena is sexting, which is sending sexual content through digital media, which often leads to the threat of revenge porn. This study aims to understand the risk of revenge porn victimization in the context of victimology with a qualitative descriptive-exploratory approach. Data were collected through in-depth interviews with victims, observations, and review of related documents. The results of the study indicate that revenge porn is a form of Online Gender-Based Violence (OGV) driven by toxic relationships, where perpetrators use the victim's sexual content as a means of control or revenge. These findings also reveal the importance of digital literacy, legal protection, and the role of psychosocial counseling in preventing and handling revenge porn cases. This study highlights the need for a holistic approach involving legal, social, and educational aspects to protect victims and prevent this phenomenon. 
Strategi Kebijakan Penanganan Penelantaran Anak Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Gusnita, Chazizah
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3505

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penelantaran anak korban dari Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Anak awalnya menjadi korban dari KDRT kedua orangtua. Karena kondisi keluarga yang berantakan, anak menjadi korban penelantaran sehingga dikhawatirkan menjadi pelaku kejahatan kekerasan yang berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji bagaimana upaya dan strategi penanganan anak menjadi korban penelantaran dari kondisi keluarga yang berantakan karena adanya kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan teori viktimisasi struktural dengan metode kualitatif yang melaksanakan wawancara kepada 2 sumber pembuat kebijakan penanganan anak menjadi korban penelantaran dan pelaku penelantaran tersebut. Hasil dari penelitian ini menjadi program kebijakan sebagai upaya meminimalisir terjadinya penelantaran anak yang sesuai dengan amanat UUD 1945 untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.
Reaksi Victim Blaming oleh Komunitas Gaming ‘Valorant’ di Media Sosial ‘X’ terhadap Pengalaman Kekerasan Seksual Pemain Perempuan Ardana, Ariza; Tjahyana, Jessica; Klose, Mikail; Maydita, Yovani Salsabila
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3011

Abstract

Artikel ini membahas mengenai reaksi victim blaming oleh komunitas gaming ‘Valorant’ di media sosial ‘X’ terhadap pengalaman kekerasan seksual pemain perempuan. Artikel ini menggunakan komentar-komentar dari komunitas gaming di media sosial ‘X’ terhadap publikasi pengalaman kekerasan seksual perempuan dalam game Valorant dan dianalisis menggunakan metode analisis isi. Temuan data menunjukkan adanya reaksi-reaksi victim blaming dalam komentar yang diambil. Hasil analisis menggambarkan adanya kaitan victim blaming dengan nilai maskulinitas di dalam ruang game online.   
Faktor Determinan Tingkat Kriminalitas di Indonesia Tahun 2022 Ramadhani, Suci; Riyanti, Salwa; Aurellia, Alya Nisa'; Arlina, Dyah Nur; Kusuma, Lisa Dwijaya; Martono, Nanang
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3417

Abstract

Kriminalitas di Indonesia meningkat, dengan laporan Badan Pusat Statistik menunjukkan 133.484 kasus pada 2021-2022; ini berbanding terbalik dengan penurunan tahun sebelumnya. Faktor utama penyebabnya adalah kondisi ekonomi, termasuk kemiskinan dan pengangguran. Ketimpangan pendapatan dan kepadatan penduduk juga berkontribusi, mendorong individu melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara faktor sosial dan tingkat kriminalitas.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder kuantitatif dengan menggunakan data kemiskinan, rata-rata pendapatan, pengangguran kepadatan penduduk, kriminalitas dari data BPS tahun 2022. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel penelitian ini adalah data dari 34 provinsi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai dokumen. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kriminalitas di Indonesia pada tahun 2022. Hasil menunjukkan kepadatan penduduk berhubungan positif dengan kriminalitas, sementara kemiskinan, rata-rata pendapatan, dan pengangguran tidak berhubungan signifikan. Provinsi dengan kriminalitas tertinggi adalah Jawa Timur, sedangkan terendah di Maluku Utara. Kemiskinan dipengaruhi oleh akses pendidikan dan kesempatan kerja yang rendah.Penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk berhubungan positif dengan tingkat kriminalitas, sedangkan kemiskinan, rata-rata pendapatan, dan pengangguran tidak berkorelasi signifikan. Meningkatnya kepadatan penduduk dapat memicu masalah sosial dan ekonomi, yang pada gilirannya meningkatkan kriminalitas. Variabel lain mungkin dipengaruhi faktor kompleks yang tidak langsung memengaruhi tindakan kriminal dalam masyarakat.
Strategi Coping pada Narapidana Perempuan yang sedang Menjalani Hukuman: Literature Review Yanti, Made; Tobing, David Hizkia
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.2757

Abstract

Narapidana merupakan seorang yang sedang menjalani pidana penjara untuk waktu tertentu dan seumur hidup atau terpidana mati yang sedang menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan. Perempuan yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan lebih rentan mengalami masalah psikologi dengan prevalensi lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sehingga narapidana perempuan memerlukan strategi coping untuk mengatasi masalah internal dan eksternal. Literature Review ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping yang digunakan narapidana perempuan yang sedang menjalani hukuman. Kajian literatur dilakukan secara komprehensif pada 10 artikel yang menggunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan rentan waktu 8 tahun terakhir (2015-2023). Hasil literature review menunjukkan terdapat 4 strategi coping yang digunakan narapidana perempuan yaitu coping religius, coping stress, emotion focused coping dan problem focused coping. Temuan dari literature review ini adalah strategi coping yang dominan digunakan narapidana perempuan selama menjalani masa hukuman adalah emotion focused coping yang disesuaikan dengan emosi yang dirasakan seperti mendekatkan diri kepada tuhan dengan rajin melakukan ibadah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6