Articles
202 Documents
THE EFFECTIVENESS OF FAMILY KNOWLEDGE ABOUT SCHIZOPHRENIA TOWARD FREQUENCY OF RECURRENCE OF SCHIZOPHRENIC FAMILY MEMBERS AT POLY MENTAL GRHASIA MENTAL HOSPITAL D. I. YOGYAKARTA
Istichomah, Istichomah;
R, Fatihatur
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.341 KB)
Background: Schizophrenia is a persistent and serious brain disease, which results in psychotic behavior, concrete thinking and difficulties in processing information, interpersonal relationships, and solving problems. The success of mental illness services is influenced by several factors, one of which is the lack of family knowledge about mental disorders. Increasing family knowledge about schizophrenia is important to enable early intervention efforts, because if it is unchecked it will have a bad impact and often experience recurrence. Objective: To find out the relationship between family knowledge level about schizophrenia and frequency of recurrence of schizophrenic family members at Poly Mental Grhasia Mental Hospital D. I. Yogyakarta. Research Methods:This study was an inductive study with quantitative types using cross sectional survey approach method. The population in this study is 310 schizophrenic family members. The sampling technique usedwas accidental sampling with 175 respondents in total. The measuring instrument used a questionnaire regarding family knowledge about schizophrenia. Data analysis was used a Pearson Product Moment correlation with a significance level of 5%. Results: The level of family knowledge about schizophrenia has a Effectiveness toward the recurrence frequency of schizophrenia family members. Analysis test using Pearson Product Moment correlation with the result of Rresult (0.861)> Rtable (0.148), which has a significance level of p<0.05 and the result of p=0.000. Conclusion: There is effectiveness family knowledge about schizophrenia toward the frequency of recurrence of schizophrenic family members at the Poly Mental Grhasia Mental Hospital D. I. Yogyakarta. Suggestion :The schizophrenic family members are expected to improve their knowledge regarding schizophrenia to allow early intervention efforts, so that the recurrence frequency of schizophrenic family members can be minimalized.
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI BANGSAL ANGGREK RSUD KOTA YOGYAKARTA
Khoeriyah, Salis Miftahul
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.287 KB)
Latar Belakang: Populasi anak usia prasekolah meningkat tiap tahunnya. Peningkatan ini disertai dengan semakin tingginya resiko anak terpapar sakit. Hospitalisasi memberikan perlindungan namun dapat juga menimbulkan trauma berupa kecemasan. Peran perawat diharapkan mampu mencegah kecemasan kepada anak saat menjalani hospitalisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat terhadap tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Bangsal Anggrek RSUD Kota Yogyakarta. Metode: Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional di pilih untuk penelitian ini. Accidental Sampilng digunakan untuk memilih 32 responden dengan lama rawat lebih dari 2 hari, tidak dalam perawatan dan terapi khusus. Data analisa menggunakan Kendal’s Tau. Hasil: Terdapat hubungan antara peran perawat terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Bangsal Anggrek RSUD Kota Yogyakarta dengan nilai korelasi Spearman Rank sebesar 0,282 dan probalitas sebesar 0,041. Kesimpulan: Peran perawat mampu menurunkan tingkat kecemasan anak pada saat menjalani hospitalisasi. Perawat dan keluarga harus mampu mencegah kecemasan saat anak menjalani hospitalisasi dengan diajak bercerita dan bermain, agar anak tidak mendapatkan pengalaman buruk selama menjalani perawatan.
GAMBARAN PERILAKU REMAJA PUTRI TENTANG PENANGANAN DISMINORHEA DI SMP N 8 YOGYAKARTA
Ajadan, Suryani;
Melina, Fitria
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.456 KB)
Latar Belakang : Angka kejadian disminorhea di dunia sekitar 50% perempuan di setiap negara. Angka kejadian disminorhea di Indonesia sebesar 64,25%, disminore primer 9,36% dan disminore sekunder hampir 90%. Di DIY angka kejadian disminorhea mencapai 56%. Permasalahan gangguan haid yang terjadi pada masa remaja sering diabaikan. Masalah tentang haid antara lain: menarche, ketidakteraturan haid, perdarahan di luar haid, dan gangguan lain. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang masalah dan gangguan haid Di SMP N 8 Yogyakarta dari 10 siswi terdapat 8 siswi yang tidak mengetahui tentang cara penanganan disminorhea. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perilaku remaja putri tentang penanganan disminorhea pada siswi kelas VIII di SMP N 8 Yogyakarta. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif dengan dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 180 remaja, jumlah sampel sebanyak 65 siswi diambil dengan rumus Slovin dan teknik stratified rondom sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil : Perilaku remaja dalam penanganan disminorhea di SMP N 8 Yogyakarta dalam kategori cukup yaitu sebanyak 46 responden (70,8%), perilaku penanganan disminorhea berdasarkan faktor predisposisi berada dalam kategori cukup yaitu 33 responden (50,8%), perilaku penanganan disminorhea berdasarkan faktor pemungkin dalam kategori cukup yaitu 31 responden (47,7%), perilaku penanganan disminorhea berdasarkan faktor penguat dalam kategori cukup yaitu 46 (70,8%). Kesimpulan : Perilaku remaja tentang penanganan disminorhea di SMP N 8 Yogyakarta dalam kategori cukup.
RELATIONSHIP BETWEEN KERONCONG MUSIC THERAPHY WITH DEPRESSION OF THE ELDERLY LEVEL AT PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA
Pramesti, Despita
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.597 KB)
Background : The elderly society assumed as society which is risk health problem, includes mental health problems that is depression disorder. There are several treatments that can reduce depression, one of which is with music. Services are recreational activities that are developed at Panti Wredha Budhi Dharma is keroncong music therapy activities. The Aim : To Find out the relationship keroncong music therapy and depression of the elderly level at Panti Wredha Budhi Dharma. Methods : This research uses the correlational analytic survey with cross sectional approach. The study population amounted to 52 elderly people, there are 30 samples elderly people by sampling methods using purposive sampling method.The research instrument is the questionnaire, the method of data analysis uses Kendall 's tau test. Results : There is a relationship between the level of keroncong music therapy of depression in the elderly at Budhi Dharma. It is indicated of Kendall - Tau correlation values ( τ ) of 0.699 with p value = 0.000 Conclusion : There is a relationship keroncong music therapy and depression of the elderly level at Panti Wredha Budhi Dharma.
PENGARUH HEALTH EDUCATION TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI MELAKUKAN SADARI PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI MAN 1 SLEMAN YOGYAKARTA
Maisyaroh, Luluk;
Handayani, Sri
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (543.947 KB)
Latar Belakang: Kanker payudara tidak hanya menyerang pada perempuan yang usianya di atas 40 tahun namun saat ini banyak penderita kanker payudara pada remaja putri dengan usia 15 tahun. Salah satu cara efektif untuk mendeteksi lebih dini kanker payudara yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Kurangnya pengetahuan dan informasi tentang SADARI menyebabkan kesadaran untuk melakukan SADARI masih rendah yaitu sekitar 25%-30%. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh health education tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap pengetahuan dan motivasi melakukan SADARI pada remaja putri kelas X di MAN 1 Sleman Yogyakarta. Metode: Desain penelitian pre experimental design dengan menggunakan metode one group pretest post-test. Populasi penelitian ini yaitu siswi kelas X di MAN 1 Sleman Yogyakarta sebanyak 122 siswi. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 50 siswi. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan cara simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan SADARI dan motivasi melakukan SADARI. Analisa data di olah menggunakan uji spearman rank correlation. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji spearman rank correlation didapatkan nilai signifikasi (ρ) 0.000 yang dibandingkan dengan nilai α = 5%, maka ρ < 0.05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada pengaruh health education tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap pengetahuan dan motivasi melakukan SADARI pada remaja putri kelas X di MAN 1 Sleman Yogyakarta. Kesimpulan: Ada pengaruh health education tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap pengetahuan dan motivasi melakukan SADARI pada remaja putri kelas X di MAN 1 Sleman Yogyakarta.
RELATIONSHIP OF MOTIVATION WITH SELF PROTECTION BEHAVIOR IN FUNGUS TB FAMILY IN UMBULHARJO I PUSKESMAS YOGYAKARTA
Istichomah, Istichomah;
Khoeriyah, Salis Miftahul
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (509.524 KB)
Background: The World Health Organization (WHO) states that in 2015 there were around 1.4 million people worldwide who died of pulmonary TB. The risk of transmission of pulmonary TB every year is increasing. The family is the closest person who has a high risk of contracting TB. Therefore families with pulmonary TB patients must have motivation in the effort of self protection or prevention of transmission to family members. Family motivation greatly determines the success of treatment, especially in preventing transmission, because if the behavior of the client's family diagnosed with pulmonary TB understands what he or she is actually doing, then the family is indirectly able to protect himself and other family members. Objective: This study aims to determine the relationship between motivation and self-protection behavior in families with pulmonary TB patients in Yogyakarta's Umbulharjo I Health Center. Methods: This research is a quantitative study with analytical survey research design and cross sectional approach, which was conducted in September 2017. The population in this study were families of pulmonary TB patients who were in the Umbulharjo I Health Center Yogyakarta, totaling 32 people, the sampling technique used sampling totals. Analysis of the data used is Kendal Tau, to determine motivation with self-protection behavior in families with pulmonary TB patients. Results: The results show kendall correlation value of P-Value 0.004 <α = 0.05. According to Sugiyono (2010), it is explained that if the probability is less than 0.05, then Ho is rejected, which means there is an influence between the two variables. So that the analysis results with p value (probability value) of 0.004 are smaller than 0.05. These results indicate that Ho is rejected and Ha is accepted, so the hypothesis of this study states that there is a relationship between motivation and self-protection behavior of families with pulmonary TB sufferers. A positive correlation coefficient indicates that the higher a person's motivation, the more someone will lead to positive behavior. Conclusion: The motivation of families with pulmonary TB in Yogyakarta's Umbulharjo I Health Center mostly had moderate motivation of 18 people (56.2%). The self protection behavior of families with pulmonary tuberculosis sufferers at the Umbulharjo I Health Center in Yogyakarta partly had a positive self protection behavior of 28 people (87.5%).
PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI HUMAN PAPILLOMAVIRUS (HPV) DI DUSUN NGLABAN NGAGLIK SLEMAN
Asda, Patria;
Chasanah, Siti Uswatun
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.103 KB)
Latar Belakang: Secara Global kanker leher rahim menempati posisi kedua penyebab kematian wanita akibat kanker. Setiap tahun ditemukan 510.000 kasus baru, 288.000 kasus meninggal, atau setiap dua menit seorang wanita meninggal oleh karena penyakit ini. Kejadian kanker leher rahim 80% kasus dijumpai di negara berkembang.Penyebab dari kanker serviks adalah Human Papilomavirus (HPV). Pencegahan terjadinya kanker serviks dengan pemberian imunisasi HPV. Saat ini masih ada masyarakat yang belum mengetahui tentang pentingnya imunisasi HPV dalam pencegahan Kancer serviks. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran masyarakat terutama ibu terkait pengetahuan tentang imunisasi Human papillomavirus (HPV). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi Human papillomavirus (HPV). Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang masih merupakan Wanita Usia Subur (WUS) yang berdomisili di Dusun Nglaban Ngaglik Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta sejumlah 70 orang. Data di analisis dengan statistik deskriptif yaitu distribusi frekuensi. Hasil penelitian: mayoritas ibu di didusun Nglaban Ngaglik Sleman memiliki pengetahuan yang kurang (64,3%) tentang Imunisasi HPV. Mayoritas pengetahuan ibu kurang terkait tujuan, jadwal, efek samping dan kontraindikasi imunisasi HPV. Kesimpulan: mayoritas Pengetahuan ibu di dusun Nglaban tentang imunisasi HPV adalah kurang (64,3%). Sebagian besar ibu di dusun Nglaban masih belum banyak terpapar informasi tentang imunisasi Human papillomavirus (HPV) dan manfaatnya untuk mencegah kanker serviks. Kata kunci: pengetahuan, imunisasi HPV, vaksin HPV, Human Papillomavirus
PEMAKAIAN SABUN PEMBERSIH (ANTISEPTIK) SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PREDISPOSISI TERJADINYA KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI
Trisetyaningsih, Yanita;
Febriana, Elis Rosi
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.326 KB)
Latar Belakang : Data statistik Indonesiatahun 2012 jumlah remaja putrid yang berusia 15-24 tahun 83% mengalami keputihan. Banyak perempuan Indonesia membersihkan vagina mereka dengan cairan pembersih (antiseptik) agar terbebas dari bakteri penyebab keputihan. Penggunaan pembersih kewanitaan atau sabun antiseptik secara rutin dapat meningkatkan terjadinya keputihan. Kandungan antiseptik pada cairan pembersih dapat membunuh bakteri laktobacilus yang berguna untuk menjaga derajat keasaman vagina sehingga mempermudah kuman dan bakteri masuk dalam liang vagina. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan pemakaian sabun pembersih (antiseptik) dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu 79 siswi di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Instrumen penelitian adalah kuesioner pemakaian sabun pembersih (antiseptik) dengan kejadian keputihan. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Sperman Rank. Hasil penelitian : Pemakaian sabun pembersih pada sebagian besar siswi SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dalam kategori sedang sebanyak 45 siswi (57%). Sebagian besar siswi SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta mengalami keputihan sebanyak 49 siswi (62%). Hasil uji Sperman Rank diper oleh nilai p = 0,040(p<0,05) dan r= 0,232. Kesimpulan : Ada hubungan antara pemakaian sabun pembersih (antiseptik) dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan keeratan hubungan rendah.
DURASI MENONTON TELEVISI BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH 3-5 TAHUN
Dewi, Sujati Rita;
Hutasoit, Masta
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.778 KB)
Latar Belakang: Televisi merupakan media yang menarik buat anak karena banyak program anak yang ditampilkan selain itu televisi memiliki fitur gambar disertai dengan suara. Anak-anak Indonesia menempati urutan teratas paling lama menonton televisi diantara Negara-negara di ASEAN, rata-rata waktu yang dihabiskan anak Indonesia saat menonton televisi mencapai 5 jam setiap harinya. Kebiasaan menonton televisi dapat mengganggu hubungan sosial anak, anak-anak lebih focus dengan tontonannya. Sehingga dapat mengurangi interaksi dengan anak-anak lain seusianya, serta dapat membuat anak menjadi pemalu karna terisolasi dari teman sebayanya. Tujuan: diketahuainya hubungan antara lama menonton televisi dengan perkembangan sosial anak usia 3-5 tahun di posyandu Mandiri Murangan VIII Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 42 anak usia 3-5 tahun diposyandu Mandiri Murangan VIII Sleman Yogyakarta. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampeling. Instrument pada penelitian ini menggunakan lembar DDST . Analitik dengan menggunakan univariabel dan bivariabel uji statistik pada penelitian ini menggunakan chi square. Hasil: Karakteristik responden sebagian besar lama menonton televisi dalam rentang waktu sedang (2-4 jam) sebanyak 64,3%, perkembangan sosial anak sebagian besar normal yaitu berjumlah 54,8%. Hasil uji chi square diperoleh nilai P Value sebesar 0,028 < 0,05 keeratan hubungan lama menonton televise dengan perkembangan sosial anak rendah yaitu 0,378. Kesimpulan: Terdapat hubungan lama menonton TV terhadap perkembangan sosial anak usia 3-5 tahun. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut variabel-variabel lain yang menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak seperti stimulasi, lingkungan, gizi, posisi anak dalam keluarga, status kesehatan dan teman sebaya serta dapat menambah referensi yang sudah ada.
TINGKAT PENGETAHUAN PUS TENTANG HIV/AIDS DI KECAMATAN MERTOYUDAN MAGELANG
Uluwiyatun, Uluwiyatun;
Puspitasari, Riadinata Shinta;
Adhisty, Yulia
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.394 KB)
Latar Belakang: Di Indonesia penderita HIV dari tahun 1987 sampai September 2014 sebanyak 150.296 orang, sedangkan total komulatif kasus AIDS sebanyak 557.799 orang. Sampai saat ini HIV/AIDS belum ditemukan obatnya, hanya saja ada beberapa cara untuk pencegahannya. Di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang pengetahuan PUS masih sangat minim. Perlu informasi kepada masyarakat untuk mengetahui gejala klinis HIV/AIDS. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan PUS tentang HIV/AIDS yang berusia 20 – 29 tahun di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang tahun 2016. Metode: Observasional deskriptif. Tehnik sampling Non Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini ibu pasangan usia subur usia 20-29 tahun di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang sebanyak 30 orang. Analisis data dengan Deskriptif Kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS pada ibu Pasangan Usia Subur yang berusia 20-29 tahun di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang dengan kategori rendah sebanyak 14 orang (46,7%), kategori cukup sebanyak 10 orang (33,3%) dan kategori tinggi sebanyak 6 orang (20%). pengetahuan tentang pengertian dan penyebab HIV/AIDS sebagian besar masih rendah, pengetahuan tentang cara penularan HIV/AIDS sebagian besar masih rendah, sedangkan pengetahuan tentang pencegahan HIV/AIDS sebagian besar tergolong tinggi. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS pada ibu Pasangan Usia Subur yang berusia 20-29 tahun di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang dengan kategori rendah sebanyak 14 orang (46,7%), kategori cukup sebanyak 10 orang (33,3%) dan kategori tinggi sebanyak 6 orang (20%).