cover
Contact Name
Hendy Yuliansyah
Contact Email
wacadesain@ars.ac.id
Phone
+6287739022302
Journal Mail Official
wacadesain@ars.ac.id
Editorial Address
Jl. Sekolah Internasional 1-2, Antapani. Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wacadesain
ISSN : -     EISSN : 27752232     DOI : 10.51977/wacadesain
Core Subject : Art,
Jurnal Wacadesain Jurnal Wacadesain merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Seni dan Desain Komunikasi Visual. Dengan artikel yang belum dipublikasikan secara online atau versi cetak. Jurnal wacadesain memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi pada bulan Mei dan November setiap tahunnya.
Articles 86 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN DAUR ULANG KERTAS UNTUK PRODUK KREATIF BERDAYA SAING Benny Muhdaliha; Dhika Purnama Putra; Yori Pusparani; Jeannie Anissa; Diana Putri Rahayu; Siti Najwa Maqbullah Ardiansyah; Galang Muhamad Arifin
Wacadesain Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/xcq0bd09

Abstract

Pelatihan inovasi daur ulang kertas berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan daur ulang kertas, desain, dan pemasaran digital yang sekaligus menjadi media pendidikan kreatif dan ekologis. Penerapan teknologi sederhana dalam produksi dan promosi karya memperkenalkan inovasi ramah lingkungan yang mudah diakses masyarakat. Kegiatan ini juga mendorong kesetaraan gender dan partisipasi pemuda, dengan membuka ruang peran seluruh masyarakat dalam proses produksi maupun pameran karya. Melalui pameran seni dan desain, masyarakat diajak memahami nilai tambah limbah sebagai produk kreatif, sehingga terwujud pemberdayaan komunitas yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan melaksanakan workshop daur ulang kertas, produksi karya kreatif, dan pameran edukatif untuk mendukung konsumsi berkelanjutan. Dengan kata lain, pelatihan branding, katalog digital, serta pemasaran kreatif memperkuat daya saing dan pendapatan komunitas, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif. Mengajak Surat Sobek (SS) sebagai mitra untuk bersama-sama melakukan pelatihan. Mengingat kondisi SS yang memiliki keterbatasan, branding yang lemah, serta pemasaran yang terbatas. Kondisi ini menghambat potensi mereka dalam mengembangkan seni daur ulang kertas menjadi produk kreatif yang berdaya saing dan berdampak sosial-ekonomi. Bentuk kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan daur ulang kertas dan desain, pendampingan produksi serta branding, pengembangan katalog dan pemasaran digital, pameran karya komunitas, serta evaluasi dan tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan program berbasis seni ramah lingkungan.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA SIMBOL DAN ESTETIKA DESAIN BARONG SEKELOA Iwan Muhammad Ridwan; Royhan Al Fajri; Panji Firman Rahadi; Hendy Yuliansyah
Wacadesain Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/vvnvx540

Abstract

Barong Sekeloa merupakan seni pertunjukan tradisional hasil akulturasi budaya Sunda dan Tionghoa yang berkembang di kawasan Sekeloa dan Lebak Gede, Bandung. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang memuat nilai spiritual, filosofi hidup, dan identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik dan estetika visual pada desain Barong Sekeloa melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis difokuskan pada elemen visual seperti bentuk kepala, warna, ornamen, serta struktur visual yang membentuk karakter Barong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barong Sekeloa mengandung makna denotatif, konotatif, dan mitologis yang merepresentasikan konsep dualitas, kekuatan penjagaan roh leluhur, serta proses akulturasi budaya yang melatarbelakanginya. Kajian estetika menunjukkan bahwa unsur bentuk, komposisi, dan ornamen tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga memperkuat pesan simbolik dan nilai kultural yang diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini menegaskan bahwa desain Barong Sekeloa memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas identitas budaya serta menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan desain tradisional di era kontemporer.
EGD MUSEUM POS INDONESIA DAN KEMANDIRIAN NAVIGASI PENGUNJUNG Putra Adi Rizkia; Aldrian Agusta
Wacadesain Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/5eca4460

Abstract

Museum Pos Indonesia memiliki peran penting sebagai sarana edukasi sejarah komunikasi nasional. Namun, keterbatasan sistem Environmental Graphic Design (EGD) diduga memengaruhi pengalaman navigasi pengunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi EGD yang diterapkan di Museum Pos Indonesia serta implikasinya terhadap pengalaman navigasi pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap empat puluh pelajar yang mengikuti kegiatan kunjungan edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan signage, minimnya identitas koleksi, serta tidak terintegrasinya sistem wayfinding menimbulkan kebingungan dalam orientasi ruang dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Temuan ini mengindikasikan bahwa EGD memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi ruang museum, meskipun hasil penelitian masih bersifat terbatas dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar kajian awal bagi pengembangan EGD pada museum sebagai ruang edukatif.
EDUKASI VISUAL STORYTELLING UNTUK PENCEGAHAN RISIKO DIABETES PADA ANAK Aila Savitri; Sri Retnoningsih
Wacadesain Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/02qybn78

Abstract

Peningkatan risiko diabetes pada anak usia dini merupakan permasalahan kesehatan yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Tingginya konsumsi makanan dan minuman berpemanis, rendahnya aktivitas fisik, serta minimnya edukasi kesehatan sejak usia dini menjadi faktor utama yang mendorong kondisi tersebut. Edukasi kesehatan yang disampaikan secara konvensional sering kali kurang efektif karena belum disesuaikan dengan karakteristik kognitif dan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran edukasi visual berbasis visual storytelling sebagai media komunikasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran anak terhadap gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan risiko diabetes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis konten terhadap berbagai media edukasi kesehatan anak, seperti buku cerita anak, media visual kampanye, dan konten visual edukatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa media visual dengan pendekatan storytelling mampu menyampaikan pesan kesehatan secara lebih komunikatif, mudah dipahami, serta meningkatkan daya ingat dan keterlibatan emosional anak. Visual storytelling dinilai memiliki potensi besar sebagai media edukasi kesehatan yang strategis dalam mendukung pencegahan risiko diabetes sejak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan Desain Komunikasi Visual dalam ranah edukasi kesehatan anak.
REPRESENTASI IDENTITAS DIGITAL MELALUI PERANCANGAN DESAIN KARAKTER VIRTUAL “VOUXU XEIVA” UNTUK PLATFORM STREAMING TWITCH Sandi Destian Pratama; Jaka Maula Pratama; Oki Adityawan; Dion Eko Valentino; Bayu Bambang Perdana
Wacadesain Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/20gwtw66

Abstract

Dalam ekosistem live streaming di platform Twitch, penggunaan avatar digital atau VTuber telah menjadi tren global yang memungkinkan kreator membangun persona tanpa menampilkan identitas fisik asli. Karakter virtual bukan sekadar ilustrasi, melainkan representasi visual dari identitas digital yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain karakter virtual bernama "Vouxu Xeiva" sebagai upaya memvisualisasikan identitas digital yang distingtif dan memiliki daya tarik visual yang kuat di Twitch. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perancangan kreatif yang meliputi tahapan riset persona, pembuatan konsep visual (sketsa), hingga pengembangan aset final. Fokus utama perancangan terletak pada aspek seni visual, dengan menerapkan teori shape language, pemilihan palet warna yang merepresentasikan kepribadian "Vouxu Xeiva", serta detail atribut busana yang mendukung narasi karakter. Selain estetika, perancangan ini juga mempertimbangkan aspek teknis layering digital untuk kebutuhan rigging agar karakter mampu berkomunikasi secara non-verbal melalui ekspresi wajah dan gerakan tubuh secara real-time. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah paket desain karakter "Vouxu Xeiva" yang mencakup character sheet dan model siap pakai. Penelitian ini menunjukkan bahwa perancangan visual yang matang pada karakter "Vouxu Xeiva" berhasil merepresentasikan identitas digital yang konsisten, sekaligus berfungsi sebagai instrumen komunikasi visual yang efektif untuk membangun koneksi emosional dengan audiens di platform Twitch.
MEMBACA KEMBALI ORANG-ORANG SINTING (1981): REPRESENTASI KRISIS SOSIAL DAN RELEVANSINYA HARI INI Panji Firman Rahadi; Iwan Muhammad Ridwan; Hendy Yuliansyah; Anggi Sugiharti; Elen Tesalonica
Wacadesain Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/baehj914

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi kondisi sosial masyarakat Indonesia dalam film “Orang-orang Sinting” (1981) karya Nawi Ismail. Fokus penelitian diarahkan pada persoalan pengangguran, tekanan sosial, dan keterasingan individu di masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode post-factum serta pendekatan psikoanalisis Freud untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh utama melalui struktur Id, Ego dan Superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan tekanan sosial akibat keterbatasan lapangan kerja di era 1980an yang berdampak pada kondisi psikologis individu. Selain merefleksikan kondisi sosial pada masalnya, persoalan yang dihadirkan film ini juga masih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia kontemporer.