cover
Contact Name
Avid Leonardo Sari
Contact Email
digilib.websttd@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
digilib.websttd@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Setu No.89, Cibuntu, Cibitung. Bekasi-Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat
ISSN : 20866569     EISSN : 2776351X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat adalah jurnal Ilmiah yang diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Politeknik Transportasi Darat Indonesia- STTD. Artikel yang dimuat di jurnal ini merupakan artikel dengan topik penelitian dan kajian Transportasi Darat. Selain Sebagai wadah Komunikasi Ilmiah Penerbitan jurnal ini bertujuan untuk menyebar luaskan hasil hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi dan sumber daya manusia di bidang transportasi darat serta pengembangan Politeknik Transportasi Darat Indonesia- STTD. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat telah terdaftar pada International Standard Serial Number (ISSN: 2086-6569 & e-ISSN: 2776-351X)
Articles 131 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN FILTER PADA KNALPOT SEPEDA MOTOR UNTUK MENGURANGI TINGKAT EMISI GAS BUANG KENDARAAN Novita Sari; Dani Hardianto; Made Suraharta; Bobby Agung Hermawan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.976 KB)

Abstract

Emisi gas buang kendaraan bermotor merupakan faktor penyebab polusi udara yang paling dominan, terutama di kotakota besar. Emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor ini mengakibatkan polusi udara sekitar 70-80 persen. Dari data Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, proporsi sepeda motor sebesar 86% dari total jenis kendaraan, 12% mobil penumpangg dan 2% Bis. Usaha untuk menanggulangi bertambahnya bahan polutan yaitu dengan menggunakan filter gas buang pada semua kendaraan bermotor. Penggunaan filter gas buang kendaraan bermotor di Indonesia belum begitu banyak karena masih terbatas pada mobil penumpaang sedangkan proporsi sepeda motor di jalan tertinggidibandingkan kendaraan lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium dengan metode kuantitatif, dimana analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mencari berapa besar pengaruh penggunaan filter pada knalpot kendaraan untuk mengurangi tingkat emisi gas buang sepeda motor. Untuk mengetahui nilai emisi gas buang sepeda motor, alat yang digunakan adalah gas analyzer. Bahan filter yang digunakan adalah zeolite dengan variasi ketebalan 5cm, 10cm dan 13cm, filter ini dipasang pada klanpot kendaraan.Dari analisis rata-rata nilai HC dan CO, filter dengan ketebalan 10 cm lebih efektif dibandingkan dengan filter dengan ketebalan 5 cm dan 13 cm, dengan nilai penurunan rata-rata kadar CO sebesar 33% dan HC sebesar 44%.
PENIADAAN SENIORITAS (SDM) PENGARUHNYA TERHADAP PELAYANAN JASA PERKERETAAPIAN M. Guntur; Widorisnomo Widorisnomo; Subarto Subarto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 1 (2015): June 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.261 KB)

Abstract

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja. Kepmendiknas no 232/U/2000 dan Kepmendiknas no 045/U/2002, menyatakan bahwa: Beban studi 144 - 160 sks ditempuh 8 - 14 semester dan Perbandingan kompetensi utama (kurikulum inti) dan kompetensi pendukung serta lainnya (kurikulum institusional) dalam kurikulum berkisar 40 - 80 %: 20-40%: 0-30%.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui porsi praktek dan teori pada matakuliah penciri, dan mengetahui parameter – parameter yang mempengaruhi prestasi Taruna/i di Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Pada matakuliah penciri pada Prodi D III LLAJ memiliki porsi 27 %, Prodi D III Perkeretaapian memiliki porsi 29 %, Prodi D IV Transportasi Darat memiliki porsi 44 % dan Prodi D IV Transportasi Darat (ekstensi) memiliki porsi 50 %.Indikator – indikator praktek yang dijadikan variabel yang mempengaruhi prestasi taruna adalah IPK (Y), Waktu Praktek (X1), Waktu Penyusunan Laporan (X2), Ketersediaan Alat 36 Praktek (X3), Waktu Belajar Mandiri (X4) dan Lama seminar/presentasi (X5). Koefisien determinasi merupakan nilai prosentase untuk indikator praktek. Sehingga prosentase Praktek dari hasil analisa adalah sebesar 47,4 % (52,6 % teori) menggambarkan kondisi pada pencapaian nilai prestasi Taruna/i (IPK) cenderung 3,17 (median), karena terdistribusi normal.
PENATAAN PARKIR DI LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT Rianto Rilly P; Sumantri P; Novita Sari; Aryanti Fitrianingsih
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 1 (2015): June 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.801 KB)

Abstract

Sekolah Tinggi Transportasi Darat merupakan sekolah kedinasan yang dikelola di bawah BadanPengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan. Saat ini penataanlahan parkir di STTD belum optimal penggunaannya, karena para pegawai cenderungmemarkirkan kendaraannya dekat dengan tempat tujuan, padahal pada gedung-gedung tempattujuan itu ada beberapa yang belum memiliki tempat parkir kendaraan. Penyediaan ruang parkir diLingkungan STTD menjadi bagian yang penting untuk penataan transportasi dimana parkirmerupakan suatu kebutuhan bagi pemilik kendaraan untuk memarkirkan kendaraannya disuatutempat yang aman dan mudah dicapai.Pengumpulan data dalam penataan Parkir di Lingkungan STTD meliputi survei inventarisasi,survei Statis dan survei wawancara. Dalam teknik analisa data yang diperoleh meliputikarakteristik responden, desain ruang parkir, dan manajemen parkir di Lingkungan STTD.Dari hasil analisis ruang parkir dilakukan pembagian lima zona parkir di lingkungan STTD,dimana total SRP dari lima zona tersebut didapat SRP untuk motor sebanyak 547 dan SRP untukmobil sebanyak 476. Desain area parkir lebih diutamakan aspek ramah lingkungan , dimanakonsep ramah lingkungan yang mengacu pada GBCI (Green Building Council Indonesia) dan padaarea parkir di lingkungan STTD dilengkapi fasilitas parkir seperti rambu parkir, marka parkir danstopper parkir
PENGARUH MODIFIKASI WAKTU PENGAPIAN TERHADAP UNJUK KERJA DAN EMISI GAS BUANG MESIN BENSIN DENGAN VARIASI CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN BIOETANOL Ricko Yudhanta; Sumantri W. Praja; Ujang Cahyono; Tonny C. Korah; Arief Apriyanto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.181 KB)

Abstract

Dengan adanya energi kalor sebagai suatu penghasil tenaga maka sudah semestinya memerlukan bahan bakar dan sistem pembakaran yang terjadi sebagai sumber kalor tersebut. Berkaitan dengan kenaikan jumlah kendaraan yang sebagian besar menggunakan bahan bakar minyak, sehingga memicu jumlah kenaikan permintaan serta penggunaan bahan bakar yang semakin meningkat, hal ini bertolak belakang dengan ketersediaan minyak di dalam perut bumi yang semakin menipis. Oleh karena itu perlu adanya pemikiran dalam mendisain suatu engine dengan efisiensi yang tinggi. Penambahan bioetanol pada premium mampu menghasilkan emisi gas buang yang lebih baik (kandungan CO dan HC yang lebih rendah) daripada emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar premium murni. Hasil dari uji emisi gas buang mesin bensin salah satunya dipengaruhi oleh pembacaaan dari sensor CO (Carbon Monoksida) dan HC (Hidro Carbon). Pada putaran mesin 8000 rpm di semua variasi waktu pengapian, konsentrasi CO menunjukkan angka tertinggi. Dalam variasi waktu pengapian 100 dan 120 sebelum TMA nilai CO yang dihasilkan yaitu 4,56 % vol dan 6,44 %vol, melebihi ambang batas yang ditentukan sebesar 4,5 %vol. Kadar CO semakin menurun di bawah ambang batas pada range putaran mesin 3000 sampai 7500 rpm. Kadar HC terendah sebesar 62,45 ppm vol terjadi pada waktu pengapian 80 sebelum TMA di putaran mesin 6500 rpm. Pada putaran mesin menengah (5000 s/d 6500 rpm), emisi HC mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena campuran udara dan bahan bakar mendekati stoichiometric dengan adanya penggunaan variasi bahan bakar E10. Sehingga, bahan bakar berubah fasenya menjadi gas, maka mudah untuk terbakar di ruang bakar. Nilai torsi tertinggi sebesar 0,83 kgf.m terjadi pada waktu pengapian 120 sebelum TMA di putaran mesin 5000 rpm. Pada range putaran mesin 5000 s/d 6000 rpm di semua variasi pengapian terdapat peningkatan torsi. Hal ini dikarenakan temperatur campuran udara dan bahan bakar yang tercapai pada masing-masing waktu pengapian ideal pada putaran 5000 s/d 6000 rpm, sehingga torsi yang dihasilkan maksimal. Nilai daya tertinggi sebesar 7,63 PS terjadi pada waktu pengapian 120 sebelum TMA di putaran mesin 7500 rpm. Penggunaan variasi bahan bakar E10 berpengaruh terhadap kinerja mesin dengan meningkatkan temperatur bahan bakar pada intake manifold, sehingga campuran udara dan bahan bakar dapat berubah menjadi gas, agar bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi optimal dan menghasilkan daya P (ledakan) yang besar.
STUDI KARAKTERISTIK TRANSPORTASI ANGKUTAN JALAN DENGAN PENYEBERANGAN EDDI EDDI; CHAIRUL INSANI; BAMBANG BAMBANG; PURBOYO PURBOYO
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.107 KB)

Abstract

Lintas Prajen- Palembang ilir , semakin hari mempunyai kecenderungan yang semakin meningkat dan hal ini memberikan dampak kepada kelancaran pelayanan jasa angkutan jalan pada lintas tersebut yan g sering mengalami kemacetan dan dampak lain dari tingginya volume lalu lintas tersebut turut pula membebani jaringan transportasi jalan di Terminal Plaju dan Pasar Mariana yang sudah mulai jenuh dan dilain pihak ada rencana dari Poltek trans SDP Palembang membangun Lab. Pelabuhan penyeberangan. Upaya mencarikan lintas alternatif dengan ide memanfaatkan angkutan sungai musi dari Prajen Banyuasin ke Palembang ilir (Sungai lais, Sako kenten, Lemabang), perlu dilakukan justifikasi secara ilmiah mengenai prospek kedepannya, dengan mengkaji faktor karaktristik system transportasi dengan tolok ukur Rasio Waktu Perjalanan (RWP) dan 47 Rasio Biaya Perjalanan (RBP). Setelah dikaji secara ilmiah dari jumlah perjalanan kendaraan Angkutan jalan umum pada tahun 2019, dengan sampel 3 persen yang dikerjakan oleh 15 orang surveyor didapatkan RWP untuk angkutan jalan lebih besar 307 persen untuk public transport persen dan 3,25 persen private cars bila dibandingkan penyeberangan. Sedangkan rasio biaya perjalanan (RBP) menghasilkan tingkat efektifitas angkutan jalan lebih lemah dari angkutan sungai dimana angkutan jalan lebih boros 25 persen , dari hasil pengkajian akan didapatkan nilai RWP dan RBP secara ilmiah yang menjelaskan bahwa lintas angkutan sungai lebih baik bila dibandingkan dengan lintas angkutan jalan. Dengan metode kajian yang cukup sederhana dan memanfaatkan data serta kesempatan yang ada, seyogyanya akan dapat membantu pemerintah untuk memberikan solusi lalu lintas angkutan orang dari dan ke Palembang ilir kedaerah Prajen/mariana.
PENGEMBANGAN MODEL EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR KOTA DENPASAR Dewa Putu Punia Asa; Adi Susanto; Bayu Kusumo Nugroho
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.374 KB)

Abstract

Pencemaran udara memberi dampak negatif bagi kesehatan manusia akibat polutan yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Dari beberapa jenis polutan yang dihasilkan antara lain adalah CO dan HC untuk kendaraan berbahan bakar bensin dan opacity untuk kendaraan berbahan bakar solar. Permasalahan emisi gas buang yang bersumber dari kendaraan bermotor merupakan masalah pencemaran udara yang menjadi isu lingkungan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara tahun produksi (umur), tingkat perawatan kendaraan dan teknologi suplai bahan bakar terhadap tingkat emisi gas buang kendaraan bermotor yang dihasilkan menggunakan analisis regresi linier berganda. Dari pengujian yang dilakukan terhadap model dengan uji F (siji simultan/serentak) dengan nilai signifikansi 0,05 menunjukkan bahwa paling tidak ada satu variable yang berpengaruh terhadap emisi yang dihasilkan. Hasil uji t (parsial) ketiga variabel yang dimasukkan berpengaruh terhadap emisi yang dihasilkan. Pengaruh ketiga variabel yang dianalisis berpengaruh sebesar 80,1 % terhadap gas CO yang dihasilkan, 69,2 % terhadap gas HC yang dihasilkan, dan 69,4 % terhadap opacity.
KAJIAN POTENSI PENGGUNA KERETA API PADA JALUR REAKTIVASI CIBATU - GARUT Rianto Rili Prihatmantyo; Utut Widyanto; Fauzi Fauzi; Rachmat Sadili
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.202 KB)

Abstract

Rencana pemerintah dalam reaktifasi jalur kereta api di wilayah Provinsi Jawa Barat ada 4 jalur kereta api, salah satunya rute Cibatu – Garut – Cikajang sepanjang 47,5 km. Pada tahun 2019 diprioritaskan untuk mengaktifasi jalur Cibatu – Garut sepanjang 19,3 km. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi perpindahan pengguna moda angkutan lain ke angkutan kereta api lintas Cibatu – Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode stated preference. Dari hasil analisis potensi perpindahan moda, untuk kondisi tarif saat ini kurang lebih 31% responden yang bersedia pindah ke angkutan kereta api jika jalur reaktifasi beroperasi. Jika tarif menjadi lebih rendah yaituRp. 40.000,- potensi perpindahan moda dapat mencapai 60%. Jika headway moda menjadi 6 jam/hari atau sekitar 4 perjalanan tiap hari, maka potensi perpindahan moda dapat mencapai 60%.
ANALISIS PEMINDAHAN DEPO KERETA GUNA MENGURANGI KELAMBATAN PERKA Julison Arifin; Aditya Lesamana; Utut widyanto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.975 KB)

Abstract

Bertambah panjangnya lintas utama pada DAOP 7 Madiun mengakibatkan Letak Depo Induk Kereta menjadi kurang strategis. Disebabkan oleh jarak yang terlalu jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pendistribusian kereta yang akan digunakan sebagai rangkaian Kereta Api yang keberangkatan awalnya dari Stasiun Kediri. Kurangnya fasilitas dan peralatan perawatan di PUS Kediri sehingga kereta harus dirawat di Depo Induk Madiun. Perjalanan kereta kosong dari Kediri menuju Madiun sangat mengganggu operasional kereta api pada lintas raya karena DAOP 7 Madiun masih menggunakan sistem jalur tunggal. Untuk mengatasi masalah tersebut metode yang digunakan adalah mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dengan berdasarkan MI (Maintenance Instruction) sebagai pedoman dalam melakukan perawatan dan menghitung kebutuhan pegawai baik jumlah maupun kualitas atau kompetensi yang seharusnya dimiliki tenaga perawatan. Dari hasil analisis terhadap permasalahan yang ada dapat disimpulkan bahwa kelengakapn fasilitas perawatan dan tenaga perawtan PUS Kediri masih kurang. Oleh karena itu perlu diadakan penambahan fasilitas perawatan kereta dan peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja perawatan PUS Kediri.
PENANGANAN DAERAH RAWAN LONGSORAN PADA KM 359+600 LINTAS DAOP 5 PURWOKERTO DENGAN METODE SHOTCRETE Calvin Andika; JRC Hosang; Nur’aini Boer
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.024 KB)

Abstract

Longsornya tanah di wilayah yang dilewati oleh rel kereta api akan berdampak pada kurang maksimalnya kinerja dari kereta tersebut. Pada lintasan Notog – Stasiun Kebasen di kilometer 359+600 merupakan wilayah yang rawan akan longsoran. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya PLH (Peristiwa Luar Biasa Hebat). Untuk dapat menyelesaikan ini maka diperlukan metode untuk memperbaiki wilayah yang rawan longsor seperti metode perbaikan stabilitas tebing ataupun shotcrete. Melalui hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa longsoran ini diakibatkan oleh sudut lereng dengan kecuraman 70-8- derajat dengan ketinggian 11 meter. Kemudian sistem drainase yang ada juga mengalami kerusakan, sehingga dapat berat tanah bertambah dan tekanan tanah ikut meningkat.
STUDI KASUS BLACKSPOT SPBU MAYOR BISMO KOTA KEDIRI Ayu Wulan Rahmawati; Sumantri Widya Praja; Arini Dewi Lestari
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.411 KB)

Abstract

Kota Kediri merupakan bagian dari wilayah administratif Provinsi Jawa Timur. Berbatasan dengan kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kecamatan Gampengrejo dan Kecamatan Semen. Untuk melakukan pergerakan perjalanan menuju luar Kota Kediri khususnya Nganjuk dan Surabaya semua jenis kendaraan roda empat dan roda dua, kendaraan angkutan barang, angkutan penumpang dan kendaraan pribadi akan melintas pada ruas jalan Mayor Bismo. Hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat kecelakaan pada ruas jalan Mayor Bismo, selain itu juga volume lalu lintas cukup tinggi. Dengan tingginya volume lalu lintas maka kemungkinan tingkat kecelakaan pada ruas jalan tersebut juga tinggi. Melihat kenyataan di lapangan, kecelakaan merupakan suatu masalah yang harus mendapatkan perhatian yang kompleks. Kejadian kecelakaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor pengemudi, kendaraan, prasarana (jalan dan perlengkapannya) dan kondisi lingkungan. Berdasarkan data kecelakaan yang telah diperoleh dari Kepolisian Resort Kota Kediri dan hasil survei di lapangan maka diperoleh data bahwa ruas jalan Mayor Bismo memiliki jumlah kecelakaan yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang lain. Dengan melihat jumlah kecelakaan yang tinggi maka diberikan beberapa alternatif pemecahan masalah yang berhubungan dengan peningkatan keselamatan lalu lintas dan upaya penanggulangan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas pada jalan raya terutama pada ruas jalan Mayor Bismo.

Page 7 of 14 | Total Record : 131