cover
Contact Name
Gary Raya Prima
Contact Email
garyrayaprima@unsil.ac.id
Phone
+6281383733569
Journal Mail Official
akselerasi@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi no. 24, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27157296     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Ilmu teknik sipil yang meliputi: bidang ilmu struktur, manajemen transportasi (pelabuhan, jalan, dan jembatan), pengembangan sumber daya air (PSDA), geoteknik, dan manajemen konstruksi/manajemen proyek.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2025): Maret" : 8 Documents clear
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Rute Bekasi-Manggarai (Studi Kasus Kendaraan Pribadi dan KRL) Alfredho Rohmana; Reni Karno Kinasih
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.12432

Abstract

Aktivitas masyarakat Bekasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari melakukan mobilitas keluar maupun ke dalam kota Jakarta, yang berdampak pada kemacetan arus lalu lintas pada jalan utama antara Bekasi dan Jakarta. Rute yang diteliti adalah rute Bekasi menuju Manggarai untuk mengetahui nilai proporsi probabilitas perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke KRL jika diberikan beberapa pilihan skenario perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi probabilitas perpindahan tersebut, dengan mengajukan 15 skenario kepada 99  responden meliputi 48 responden mobil dan 51 responden motor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistic (logit biner) yang terdiri dari 2 tahap; tahap pertama adalah analisa probabilitas yang di dalamnya mencakup uji kelayakan dan uji skenario; tahap ke dua adalah analisa sensitivitas. Variabel independen yang digunakan pada uji skenario adalah: biaya perjalanan (X1), waktu tempuh (X2) dan waktu tunggu (X3). Pengolahan data menggunakan program SPSS 23. Hasil dari penelitian ini diketahui dari hasil uji skenario bahwa skenario terbaik untuk diterapkan adalah skenario 3 sebesar 73,37 % responden mobil dan sebanyak 86,96%, responden motor yang bersedia beralih menggunakan KRL. Dari hasil analisa sensitivitas, diketahui bahwa variabel yang paling sensitif terhadap keputusan responden untuk berpindah alih dari kendaraan pribadi mereka ke KRL adalah waktu tempuh, yang akan mengakibatkan probabilitas perpindahan pengguna mobil menurun sebanyak 62,97 %, dan pengguna motor menurun sebanyak 73,45 % jika waktu tempuh naik sebesar 1 kali lipat.
Analisis Kerusakan dan Rencana Anggaran Biaya pada Pemeliharaan Jalan Rutin Studi Kasus Jalan KH. Muhammad Syabandi Asep Rizki Maulana; Agi Rivi Hendardi; Dedi Budiman
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.14924

Abstract

Jalan merupakan sarana pada transportasi untuk di pergunakan sebagai jalur lalu lintas. Jalan juga di gunakan sebagai aktivitas sosial dalam kehidupan bermasyarakat sebagai jalur untuk pemenuhan dalam bidang transportasi. Jalan KH. Muhammad Syabandi termasuk jalan kota/kabupaten yang ada di kabupaten Tasikmalaya, jalan tersebut juga merupakan salah satu jalan utama dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Leuwisari, Sariwangi dan Cigalontang untuk ke pusat kota Kabupaten Tasikmalaya, dan untuk ke kawasan objek wisata yaitu objek wisata Batu Mahpar, Curug Cimedang dan Curug Ciparay. Dengan hal tersebut tingkat penggunaan jalan tersebut akan meningkat dan akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada jalan tersebut. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis kerusakan dan tingkat kerusakan, menganalisa Perbaikan jalan serta menganalisis rencana anggaran biaya yang di butuhkan untuk pelaksanaan pemeliharaan jalan yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan yaitu dengan menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index) serta untuk mengetahui rincian Anggaran Biaya menggunakan metode AHSP (Analisis Harga Satuan Pekerjaan). Hasil penelitian ini, pada ruas jalan KH. Muhammad Syabandi, terdapat 50 segmen dengan panjang per segmen yaitu 200 m sehingga di dapatkan nilai kondisi baik yaitu pada Segmen 34 dengan nilai 95 serta kondisi paling buruk yaitu pada segmen 14 dengan nilai 9. Perbaikan pada jalan tersebut di kelompokan menjadi empat jenis perbaikan yaitu perbaikan pemeliharaan rutin dengan banyak 9 segmen, pemeliharaan berkala sebanyak 8 Segmen, Rehabilitasi sebanyak 30 segmen serta rekonstruksi sebanyak 3 segmen. Biaya yang harus di keluarkan untuk perbaikan pemeliharaan rutin dengan menggunakan metode Analisis Harga Satuan Pekerjaan yaitu sebanyak Rp 21.734.622,36.KATA KUNCI: Kerusakan, Perbaikan, Biaya, PCI, AHSP.
Studi Analisis Pengaliran Pipa Air Bersih di Perumahan Bumi Lestari dengan Menggunakan Epanet Rida Hirmileni; Anri Noor Annisa Ramadan; Dicky Nurmayadi
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.12639

Abstract

Perumahan Bumi Lestari terletak di kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, menggunakan sumber air bersih yaitu sumur dengan ketinggian muka airnya adalah 6 meter, mengalami keterlambatan pasokan air jika dialirkan ke hunian rumah yang elevasinya lebih tinggi dari mata air sumur tersebut dan dialirkan secara gravitasi. Beberapa rumah tidak mendapatkan pasokan air bersih karena tinggi energi air pada pipa tidak cukup untuk mengalirkan aliran air ke rumah yang elevasinya jauh lebih tinggi dari reservoir (sumur) sehingga tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi arah aliran dan menganalisis tinggi energi pada saluran pipa menggunakan epanet. Metode penelitian dimulai dengan studi literatur kemudian pengumpulan data berupa data elevasi setiap junction, diameter dan panjang pipa serta data alur distribusi air dengan kebutuhan debit setiap titik layanan setelah itu data dimasukan kedalam program epanet untuk mencari tinggi energi. Kesimpulan dari penelitian ini diantaranya yaitu identifikasi arah aliran dimulai dari sumber air dimana terdapat 2 sumur dan 2 tandon. Pada tandon 1 mengalirkan air ke blok C dengan 28 titik layanan. Untuk tandon 2 pompa 1 mengalirkan air pada blok D dan  C dengan 17 layanan. Pada tandon 2 pompa 2 mengaliri blok A dan B dengan 10 titik layanan sedangkan pada tandon 2 pompa 3 mengaliri blok A dan B dengan 13 titik layanan. Tinggi energi pada saluran pipa yang disimulasikan dengan menggunakan epanet semua mengalir dengan normal kecuali pada saluran pipa di blok D dan C berjumlah 16 hunian dan blok C berjumlah 20 hunian yang mengalami negative head atau kekurangan pasokan air.
Pengaruh Penambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit Palm Oil Fuel Ash (POFA) terhadap Nilai Kuat Geser Tanah Lempung Fathin Jufrimal; Indah Fajria Muharani; Megah Ultari; Rayhan Maghensky; Nugraha Seftyan Jody; Annisa Kushandayani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.12421

Abstract

Di Indonesia penyebaran tanah lunak luasnya diperkirakan sekitar 20 juta hektar atau sekitar 10 persen dari luas total daratan Indonesia. Tanah lempung lunak umumnya memiliki nilai kuat geser rendah, untuk itu diperlukan stabilisasi tanah guna memperbaiki sifat tanah tersebut sehingga memenuhi persyaratan kekuatan tanah. Penelitian ini melakukan stabilisasi tanah dengan menambahkan bahan tambah berupa Palm Oil Fuel Ash (POFA). POFA merupakan hasil dari pembakaran cangkang kelapa sawit pada suhu 700°C hingga 900°C. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tanah lempung di Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas dan menganalisis nilai kuat tekan bebas (UCST) tanah asli dan campuran dengan POFA. Penelitian ini meliputi uji Atterberg, kuat tekan bebas dan kompaksi tanah asli dan dengan campuran POFA pada kadar  4%, 12%, dan 16%. Untuk pengujian UCST sampel diuji setelah pemeraman tujuh hari, dengan separuh diuji langsung (unsoaked) dan separuh direndam empat hari sebelum diuji (soaked). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar POFA meningkatkan nilai UCST dan kuat geser tanah. Untuk unsoaked, nilai qu berkisar antara 0,582 hingga 1,600 kg/cm², dan untuk soaked adalah 0,557 hingga 1,422 kg/cm². Nilai kuat geser (Cu) juga meningkat seiring dengan penambahan POFA, sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Rama dkk, (2015).
Analisis Potensi Bahaya Banjir pada Kawasan Mitra Batik Kota Tasikmalaya Anisa Tiana; Pengki Irawan; Novia Komala Sari
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.11847

Abstract

Kota Tasikmalaya adalah sebuah kota yang terletak di wilayah Priangan Timur, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini mempunyai jumlah penduduk pada tahun 2023 sebanyak 741.760 jiwa dengan laju pertumbuhan 1,27 persen. Pertumbuhan penduduk ini menyebabkan ekspansi pemukiman, perkotaan, dan industri yang luas sehingga terjadi perubahan tata guna lahan. Perubahan tata guna lahan, terutama di kawasan Jalan Mitra Batik, Desa Cipedes, telah mengakibatkan penurunan resapan air karena kurangnya ruang untuk aliran air. Hal ini akan berpotensi menghasilkan genangan dan banjir yang mempengaruhi kapasitas jaringan saluran pembuangan kota. Kelayakan sistem drainase di kawasan tersebut menjadi fokus penelitian, menggunakan perangkat lunak Environment Protection Agency Strom Water Management Model (EPA SWMM 5.2). Simulasi dilakukan pada periode ulang hujan yang beragam, dimulai dari Periode Ulang Hujan (PUH) 2 tahun hingga PUH 1000 tahun.Hasil simulasi menggunakan EPA SWMM 5.2 menunjukkan bahwa sistem jaringan drainase pada kawasan Jalan Mitra Batik, Desa Cipedes mengalami overflow atau saluran tersebut tidak dapat menampung semua aliran limpasan pada PUH 5 tahun, begitu pula dengan PUH yang melebihi 5 tahun. Dari total 37 saluran, terdapat 14 saluran yang mengalami overflow pada PUH 5 tahun. Debit banjir maksimum yang tercatat dengan nilai 4,273 m3 /det yang terletak pada saluran Con36. Temuan ini menunjukkan perlunya peninjauan ulang dan peningkatan sistem drainase di kawasan tersebut untuk mengurangi risiko banjir dan dampak negatif lainnya yang mungkin timbul akibat pertumbuhan pesat penduduk dan perubahan tata guna lahan
Pengaruh Variasi Ketinggian Tekanan Beton Segar terhadap Ketahanan Formwork pada Struktur Pile Cap Jembatan Intan Nuriskha Rachma; Shanti Astri Noviani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.14036

Abstract

Proses pengecoran yang dilakukan dalam volume yang massif, seperti dalam kasus pilecap jembatan, pada dasarnya memiliki tekanan hidrostatis akibat beton segar yang relatif tinggi. Jika formwork tidak mampu untuk menahan tekanan tersebut dengan baik maka, terdapat risiko kegagalan yang signifikan selama proses pengecoran. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengevaluasi kekuatan bekisting untuk memastikan keamanan bekisting terhadap tekanan hidrostatis yang dihasilkan oleh beton segar. Kajian numerik dilakukan dengan cara memodelkan formwork secara 3D dengan elemen frame pada tie rod, pipa support dan komponen formwork lainnya. Formwork dianalisis dengan tiga stage pembebanan, stage-1 untuk tinggi pengecoran 1m, stage-2 untuk pengecoran dengan tinggi 1.3m dan stage-3 dengan tinggi pengecoran 2.3m. Hasil analisis menunjukkan bahwa formwork aman digunakan jika pengecoran dilakukan secara bertahap sesuai dengan stage pengecoran khususnya stage-1 dan stage-2. Namun, pengecoran pada stage-3 dengan tinggi 2.3m tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan buckling pada pipa support dan menghasilkan strength ratio yang melebihi satu. Adapun tegangan yang diterima phenolite pada pembebanan stage-1 masih berada dalam batas yang diizinkan dengan tegangan lentur dan geser yang terjadi adalah 9.95MPa dan 0.45MPa. Namun, untuk perilaku aksial yang terjadi pada tie rod dan pipa support selama pembebanan stage 1, tidak sesuai rencana dimana salah satu tie rod (TR02) mengalami aksial tekan sebesar 0.57kN. Perilaku aksial yang diharapkan terjadi pada stage-2 stage-3 dimana tie rod mengalami aksial tarik dan pipa support mengalami aksial tekan.
Analisis Kesetimbangan Air di Daerah Irigasi Cikunten II dengan Menggunakan Data Bangkitan Salsabila Salsabila; Novia Komala Sari; Pengki Irawan
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.11857

Abstract

Daerah Irigasi Cikunten II memiliki luas sebesar 4.443 ha yang merupakan daerah irigasi pertanian di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Sumber pengambilan air Daerah Irigasi Cikunten II berasal dari Sungai Ciwulan yang disuplesikan ke Sungai Cimerah. Ketercukupan air merupakan salah satu faktor guna memaksimalkan produksi pertanian di Daerah Irigasi Cikunten II. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesetimbangan air melalui analisis hidrologi, klimatologi, pembangkitan data debit ketersediaan air, dan kebutuhan air irigasi. Pembangkitan data debit sintetik sampai tahun 2050 menggunakan metode Thomas-Fiering yang selanjutnya dilakukan uji validitas. Hasil analisis didapat nilai korelasi 0,68 yang berarti data kuat. Hasil pembangkitan data debit dengan debit maksimum sebesar 18,13 m3/detik dan debit minimum adalah 0,00 m3/detik.  Analisis debit andalan dengan metode Weibull didapat Q80% rata-rata untuk debit bangkitan sebesar 4,44 m3/detik. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan air irigasi rata-rata untuk Daerah Irigasi Cikunten II dengan awal tanam Oktober-I dan pola tanam berdasarkan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yaitu Padi-Padi-Palawija sebesar 4,45 m3/detik dan kebiasaan masyarakat sekitar (eksisting) yaitu Padi-Padi-Palawija sebesar 4,81 m3/detik. Hasil analisis kesetimbangan diperoleh dua kondisi neraca air yaitu surplus dan defisit.  Defisit air terjadi pada awal penyiapan lahan Masa Tanam-I dan II serta sebagian besar Masa Tanam-III akibat ketersediaan air yang tidak mencukupi untuk irigasi. Skenario jadwal tanam dengan menggeser 2 (dua) periode maju dan mundur pada kondisi RTTG dan eksisting. Jadwal tanam yang direkomendasikan adalah berdasarkan kondisi RTTG dengan awal tanam pada Oktober-I.
Analisis Faktor Penyebab Waste dalam Pendekatan Lean Construction pada Beberapa Kontraktor Shanti Astri Noviani; Intan Nuriskha Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i2.14239

Abstract

Waste dalam proyek konstruksi merupakan bentuk pemborosan yang berasal dari bahan, material, sumber daya manusia, maupun waktu. Dalam pendekatan lean construction, faktor penyebab waste memiliki 7 kategori yaitu defect atau cacat, waiting waktu menunggu, unnecessary inventory atau persediaan yang tidak perlu, unnecessary motion atau gerakan yang tidak perlu, over production atau produksi berlebih, dan inappropiate processing atau proses yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab yang paling dominan/paling berpengaruh menimbulkan waste dilihat dari sudut pandang beberapa kontraktor sebagai pelaksana konstruksi. Dari 15 kontraktor dengan berbagai latar belakang jabatan, didapat hasil analisis data yang telah dilakukan, didapat faktor penyebab waste dalam pendekatan lean construction yang sering terjadi dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah unnecessary motion atau gerakan yang tidak perlu dengan memperoleh nilai 60,3. Hal ini terjadi karena dalam pelaksanaannya para pekerja/pelaksana proyek masih banyak melakukan pergerakan yang berakibat pada penurunan produktivitas kerja seperti metode kerja yang tidak konsisten/selalu mengalami perubahan, pekerja kurang produktif dan tidak ada tempat penyimpanan material khusus sehingga ada mobilitas yang tidak perlu. Untuk meminimalkan hal tersebut dapat dilakukan dengan  menyusun tata letak proyek dengan efisien untuk meminimalkan jarak tempuh pekerja, menggunakan peralatan kerja yang tepat untuk mempermudah pekerjaan, serta memberikan pelatihan kepada pekerja untuk menggunakan gerakan dalam bekerja secara efisien.

Page 1 of 1 | Total Record : 8