cover
Contact Name
Ihda Shofiyatun Nisa'
Contact Email
jurnaljaksya@gmail.com
Phone
+6282137787572
Journal Mail Official
jurnaljaksya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manunggal No. 10-12, Sukolilo Tuban, Jawa Timur
Location
Kab. tuban,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law
ISSN : -     EISSN : 28093402     DOI : https://doi.org/10.51675/jaksya.v2i2
Core Subject : Religion, Science,
JAKSYA : The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, Merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban. Artikel yang dimuat didalam jurnal Jaksya melingkupi hukum Islam dan hukum perdata Islam.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2024): April" : 8 Documents clear
Konstruksi Hukum Pengabulan Isbat Nikah di Bawah Umur dalam Putusan Pengadilan Agama Tegal Nomor 614/Pdt.G/2022/Pa.Tg Pratama, Agung
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.620

Abstract

Undang-undang Perkawinan mengatur batas usia menikah yaitu diizinkan bagi pasangan yang telah mencapai usia 19 tahun. Walaupun di dalamnya terdapat norma pengecualianya, namun terdapat kekosongan hukum (rechsvacuum) bahwa di dalam UU Perkawinan tidak mengatur isbat nikah bagi pasangan yang masih di bawah umur yang diizinkan dalam UU Peerkawinan. Terdapat perkara No. 63/Pdt.P/2022/PA.Tg. yang mengesahkan perkawinan siri yang dilakukan pasangan di bawah umur. Oleh karena ketidakadaan norma, hakim melakukan konstruksi hukum dalam putusanya guna memberikan keadilan bagi pemohon. Penelitian ini ditujukan untuk menemukan bangunan hukum pemberian pengesahan perkawinan siri di bawah umur beserta akibat hukum yang ditimbulkanya. Penelitian ini berjenis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim melakukan konstruksi hukum dengan metode analogi (argumentum peranalogiam), karena ketiadaan norma yang secara eksplisit mengatur isbat nikah dibawah umur. konstruksi yang dibentuk dengan menganalogikan pada norma yang Ps. 7 (2) UU Perkawinan, menyatakan bahwa seseorang yang akan melangsungkan perkawinan jika masih di bawah 19 tahun dapat mengajukan dispensasi nikah di Pengadilan Agama. Penggunaan konstruksi hukum secara analogi memungkinakan terjadinya hal serupa, sejenis, atau mirip berlaku mutatis mutandis atau diperlakukan sama. Akibat hukum pengabulan (isbat nikah) adalah terwujudnya keadilan, kepastian dan kemanfaatan, serta adanya perlindungan hukum yang konkrit bagi para pemohon dan keturunannya, namun di lain sisi berimplikasi pada longgarnya kepastian pada penegakan hukum perkawinan di Indonesia.
Bimbingan Muallaf Karena Faktor Perkawinan Perspektif Maqāshid Syarī’ah: Studi Perbandingan Indonesia dan Malaysia Zaman, Jamrud; Nasrullah, Nasrullah; Husna , Aimi Diyana
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.659

Abstract

Indonesia tergolong negara Islam yang kurang memperhatikan bimbingan muallaf karena perkawinan. Hal ini dikarenakan Indonesia belum mengatur secara jelas dalam regulasinya tentang mekanisme waktu, program, dan cara penyampaian bimbingan muallaf. Bimbingan muallaf ini merupakan kebutuhan dharūrriyyah karena tanpa adanya pembelajaran agama, maka dipastikan seseorang akan tersesat dan jauh dari Tuhannya. Tujuan perkawinan di Indonesia ialah untuk menciptakan keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan melakukan wawancara kepada pegawai Pertumbuhan Kebajikan Islam Malaysia (PERKIM) dan Ketua Kantor Urusan Agama Klojen, Kota Malang. Bimbingan muallaf di Indonesia dilakukan oleh Muallaf Center Indonesia (MCI) dan Kementerian Agama. Kegiatan muallaf di kedua lembaga tersebut sama-sama belum terstruktur dan terprogram dengan baik. Sedangkan bimbingan muallaf di Malaysia dilakukan oleh Pertumbuhan Kebajikan Islam Malaysia (PERKIM) yang sangat terstruktur, seperti adanya ketentuan batas minimal muallaf dalam bimbingan muallaf, adanya pendataan muallaf sehingga memudahkan dalam pencarian subjek bimbingan muallaf, dan adanya dakwah yang aktif dengan kunjungan rumah per rumah para muallaf sehingga mereka sangat antusias.
Ekologi Rumah Tangga Harmonis: Konsep Mubadalah sebagai Kunci Utama Hermanto, Agus; Nisa', Ihda Shofiyatun
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.734

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi perhatian utama di seluruh dunia. Banyak negara mengambil Langkah-langkah untuk melindungi alam dari kerusakan lebih lanjut. Namun kita cenderung lupa bahwa lingkungan yang perlu kita jaga bukan hanya lingkungan luar saja, tetapi juga lingkungan sekitar kita yaitu lingkungan rumah tangga. Lingkungan rumah tangga yang sehat dan terawatt merupakan landasan penting dalam menjaga lingkungan. Dengan prinsip mubadalah, konsep saling menghormati dan kerjasama agar tercipta keluarga yang harmonis. Artikel ini disusun dengan menggunakan penelitian normative dengan cara mengumpulkan bahan penelitian dari sumber-sumber kepustakaan baik buku-buku, jurnal, maupun artikel yang sesuai dengan topik kajian. Dengan tujuan mencari bagaimana konsep mubadalah sebagai kunci ekologi rumah tangga yang harmonis ? bagaimana penerapan prinsip-prinsip mubadalah dalam ekologi rumah tangga ? kesimpulanya adalah; pertama, konsep mubadalah dapat diterapkan secara luas pada lingkungan rumah tangga untuk mencapai rumah tangga yang harmanis dan sejahtera. Dengan menekankan aspek keseimbangan antara memberi dan menerima. Kedua, konsep mubadalah juga menekankan pentingnya saling menghormati dan memperlakukan keluarga secara adil dan pantas.
Saintifikasi Hukum Islam dalam Kasus Mahram Sepersusuan (Rad{a>’ah) Perspektif Sains Kedokteran dengan Teknik Komparasi Illat Hukum (Silogisme) Febrianto, Ahmad Amin; Nurcholis, Moch.; Muhibbulloh, Muhammad Za'im
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.737

Abstract

Ketentuan tentang mahram sebab persamaan asupan air susu ibu (ASI) dimaknai oleh sarjana muslim klasik sebagai ajaran dogmatis semata. Dalam perkembangan selanjutnya dunia sains mengungkap data-data saintifik terkait persoalan kandungan ASI. Artikel ini berupaya mengkaitkan temuan sains yang rasional dengan ajaran agama yang bersifat dogmatis tersebut. Pertanyaan dalam artikel ini berkisar pada persoalan dampak ASI terhadap seorang anak perspektif sains kedokteran dan rasionalisasi mahram radha’ah dalam Islam perspektif sains kedokteran terhadap penetapan mahram seseorang anak. Persoalan tersebut penting untuk diungkap agar nilai-nilai ajaran agama dapat dipahami secara rasional oleh dunia modern. Penelitian kualitatif ini menggunakan data kepustakaan. Data kepustakaan diperoleh melalui metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode komparatif dengan paradigma berfikir induktif, penarikan kesimpulan menggunakan teknik siklus interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Artikel ini menyimpulkan dua hal. Pertama, ASI memiliki dampak yang signifikan terhadap tumbuh kembang bayi di awal masa kelahirannya, yakni sebagai asupan sempurna, pengawal bagi penyakit dan alergi dengan resiko kematian, menyempurnakan perkembangan otak dan mental, serta pembelajaran dari sisi psikis, sosial dan emosional. Kedua, alasan yang menyebabkan menyusui bayi dapat menjadikan mahram adalah disamakan dengan alasan mahram karena hubungan nasab, yaitu terdapat bagian dari tubuh orang tua yang masuk kedalam bayi dan menjadi bagian darinya. Telah ditemukan juga kesamaan manfaat dan kandungan yang terdapat didalam ASI sebagai perwakilan dari mahram sepersusuan dan mani sebagai perwakilan dari mahram sebab nasab.
Song Copyright Royalties as Distribution Joint Assets in Decision No.1622/ Pdt.G /2023/PAJB Islamic Law Perspective Hosen, Moh; Wahab, Adul Aziz; Arianto, Yudi
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.747

Abstract

This study analyzes the distribution of song copyright royalties as joint property in West Jakarta Religious Court Decision No.1622/Pdt.G/2023/PAJB from the perspective of Islamic law. The research was conducted using a qualitative method involving an in-depth analysis of the court decision and a literature review on the concept of joint property and intellectual property rights in Islamic law. The results showed that song copyright royalties obtained during marriage can be categorized as joint property if both parties contribute equally in obtaining it. According to the view of Islamic law, joint property is considered to arise from the principle of cooperation between husband and wife (syirkah abdan) in earning a living to meet family needs. The division of joint property is submitted based on agreement (ash-shulh) by considering the contribution and justice for each party. The decision of the West Jakarta Religious Court has considered the rights and contributions of both parties fairly in the distribution of song copyright royalties by giving half of the share to each party. This research is useful to provide a comprehensive understanding of the status of song copyright royalties as an object of joint property and how the division can be done fairly according to the principles of Islamic law.
The Urgency of Expert Witnesses in Settlement of Cases in The Egyptian Judicial Legal System Ibrahim Munib; Abdurrasyied, Muhammad Hasyied; Faizah, Isniyatin
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.749

Abstract

This research seeks to describe the presence of expert witnesses in the Egyptian court system. They are utilizing a literature study whose primary data comes from books, journals, reports, and laws. Then, the data is processed descriptively and analytically to explain the subject matter described. The results showed that expert witnesses, or in Egyptian terms referred to as Expert Witness Reports, are enshrined in the Egyptian Evidence Law, No. 25 of 1968, used in Egyptian courts to obtain specialized advice on specific legal issues. Legal regulations govern the procedure for selecting expert witnesses and require the court to appoint one or three experts who must meet specific criteria. The whole process of the expert report must be conducted within the courtroom. The rules regarding the presence of expert witnesses in Egyptian courts also underline the importance of expert witnesses in legal proceedings. The rules emphasize the efforts made to ensure transparency, accuracy, and excellence in expert witness reports, essential to facilitate dispute resolution in court. The government takes a role in this matter through payment facilities for expert witnesses, not all of which is borne by the parties to the dispute.
Implementation of Prenuptial Certificates as a Religious and State Effort in Forming a Sakinah Family Taufiq, Wahdatul Ramdhani Husnan; Syafi’i, Imam; Hikmiyah, Hawa Hidayatul
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.753

Abstract

This journal discusses the implementation of premarital certificates as an effort made by religion and the state to form a sakinah family. This research uses a library research approach, meaning the research process or information search is carried out in the library or using literature sources and documents available in the library. This activity involves searching, identifying, and analyzing relevant sources of information. Apart from that, this research also uses a field research approach, meaning that data sources are taken from existing literature and from the field. The results of this research provide an in-depth understanding of the role of religion and the state in regulating marriage and offer valuable perspectives for legal practitioners, policy makers, and the general public interested in strengthening family values in society. As well as providing an understanding of the important role of pre-marital certificates in ensuring legality, protection and welfare for married couples and making it easier for the state to monitor and collect statistical data related to marriage and family.
The Impact of Marriage Harmonization on Gender Equality in Indonesian Society Syarifah, Masykurotus; Karim, Muhammad Mujib
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.758

Abstract

Marriage harmonization is a relevant topic in the social and cultural context of Indonesia. Indonesia, as a country with ethnic, religious, and cultural diversity, is the focus of this study. This research investigates how couples adjust and achieve harmony in their marriages, highlighting key aspects such as effective communication and conflict resolution. It reveals how specific cultural values and norms influence the dynamics of marriage, from gender roles to societal expectations of partners. Findings from this research can have broad social implications, such as offering new insights into supporting healthy relationships in society or informing marriage and family policies. The method used by the author is a qualitative method which pays attention to empirical data with library research.. Through this study, we can understand the strategies couples use to address challenges in their marriages, such as how they handle differences of opinion or tensions in their relationships.

Page 1 of 1 | Total Record : 8